Hanya untuk ahli kitab?
Mohon petunjuknya mengapa dalam injil sering ada penambahan ayat maupun pembuangan ayat di dalamnya :
Injil Matius mengalami penambahan-penambahan ayat, contohnya adalah Matius 28:16-20. Lima ayat dalam ujung Injil Matius ini adalah tambahan, karena seharusnya Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15: “...dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai saat ini.”
Hugh J Schonfield, nominator hadiah Nobel tahun 1959 dalam bukunya The Original New Testament halaman 124 mengomentari sebagai berikut, “This [Matthew 28:15] would appear to be the end of the Gospel [of Matthew]. That follows [Matthew 28:16-20] from the nature of what is said, would then be a latter addition.” (Ayat ini [Matius 28:15] nampak sebagai penutup Injil [Matius]. Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya [Matius 28:16-20], dari kandungan isinya, nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan kemudian)..
Hal ini dipertegas oleh Funk dan The Jesus Seminar, “The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the individual evangelist...” (The Five Gospels, hlm. 35).
Rincian tambahan
Lembaga Biblika Indonesia menyatakan, “ayat 44, 46. kedua ayat ini tidak terdapat dalam naskah yang paling baik dan hanya merupakan ulangan dari ayat 48. kedua ayat ini pasti tidak asli” (Kitab Suci Perjanjian Baru, 1978/1979, hlm. 115).
Injil Lukas pun tak luput dari penambahan-penambahan ayat, misalnya pasal 23:17. Lembaga Biblika Indonesia menyatakan, “Kebanyakan naskah tidak memuat ayat ini; kiranya tidak asli” (Kitab Suci Perjanjian Baru, 1978/1979, hlm. 194)..
Injil Yohanes mengalami penambahan-penambahan ayat, misalnya pasal 7:53 sd 8:11. Dua belas ayat ini adalah penambahan yang tidak terdapat dalam naskah tua. Lembaga Biblika Indonesia menyatakan, “Bagian ini, 7:53 – 8:11, tidak termasuk dalam naskah yang paling tua, dalam beberapa terjemahan kuno, dan juga tidak dikenal oleh pujangga-pujangga gereja yang paling dahulu” (Kitab Suci Perjanjian Baru, 1978/1979, hlm. 226).
2 tahun lalu
The Holy Bible New International Version memberikan garis batas pada Yohanes 7:53–8:11 dari ayat sebelum dan sesudahnya. Di bawah garis tersebut diberi catatan pada halaman 817, “The earliest and the most reliable manuscript do not have John 7:53–8:11” (Naskah-naskah yang paling tua dan terpercaya tidak memuat Yohanes 7:53–8:11).
Setelah melakukan penelitian, pakar bibliologi Kristen mengkalkulasi bahwa ucapan Yesus dalam Injil hanya 18 persen. Mereka menyatakan, “Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the Gospels were not actually spoken by him” (Robert W. Funk, Roy W Hoover, and The Jesus Seminar, The Five Gospels, What did Jesus Really Say?, hlm. 5).
2 tahun lalu
Apakah firman Tuhan turun setiap Tahun ,atau bagaimana makanya firman Tuhan dapat di buang dan di tambahkan ke dalam kitan suci. Mohon penjelasannya hanya untuk edukasi saya,please tidak ada unsur penyindiran atau sebagainya. Maaf sebelumnya, thanks.
2 tahun lalu