Adalah. Masalahnya kita terlalu lama dijajah dan menghasilkan mimpi untuk bisa hidup "asyik" seperti para penjajah. Bosen jadi orang di bawah! Setelah merdeka tuh, para pemimpin menikmati pesta dansa-dansi, mobil mewah, rumah mewah lengkap dengan pelayan eks para penjajah. Kalau para penjajah dapat upeti dari rakyat, pemimpin kita dari mana? ya, korupsilah. Cuma... dulu korupsi ya korupsi. Jelek, jahat dan dosa! Jadi yang melakukannya cuma sedikit. Kalau zaman setelah Soekarno, urusan korupsi ini dibikin sedemikian rupa sehingga seperti budaya alias gaya hidup. Kesannya jadi rancu ... korupsi dikemas jadi uang jasa yang "pantas" kita ambil. Jadi nggak jelek, nggak jahat apalagi dosa. Wong, semua orang melakukannya sesuai ukuran dan tingkatan masing-masing. Kalau nggak melakukan, malah kelihatan aneh dicap 'goblok". Bingung kan?