Itu semua disebabkan karena pemaksaan azas demokrasi kepada bangsa yang masih miskin , yang sebenarnya rakyat masih lebih berkonsentrasi kepada" makan apa keluarga saya besok"" ,daripada berpikir organisasi dan politik, sedang pemerintahannya yang di tekan oleh perkembangan jaman untuk terpaksa memakai azas demokrasi demi dukungan international.
demokrasi adalah suara terbanyak,...untuk mempengaruhi dan mendapatkan suara rakyat ada beberapa macam cara,;
1 dengan ancaman senjata , dan suara mereka ditukar dengan perlindungan keamanan.
2. dengan memakai nama agama , yang memakai sentimen sesama agama yang diharapkan adanya pahala .
3. dengan menawarkan program perencanaan yang menguntungkan golongan mereka ,yang biasanya bersifat ilmiah .
untuk negara berkembang yang paling populair dan gampang digunakan adalah satu dan dua, kalau mereka lalu mencampurkan unsur agama kedalam pemerintahan itu sudah selayaknya sebab unsur unsur itulah pembayaran balik suara mereka.
dan ini terjadi juga di amerika sebelum mereka memisahkan gereja dengan pemerintahan , walaupun demikian kepentingan agama tetap mempunyai pengaruh besar apalagi dalam pemilihan presiden.
misalnya tentang uud abortus, perkawinan homo dll
konklusi saya demokrasi sudah mendekati sekarat sebab tidak pernah ada definisi yang cocok untuk setiap manusia....demokrasi yang dibawa oleh amerika ke irak memakan korban ratusan ribu manusia, dibawa ke afganistan juga ratusan ribu manusia menjadi korban, dibawa ke vietnam jutaan manusia meninggal dunia ....dan ketiganya gagal , lalu apakah kebebasan berpikir ,beragama, bersuara ,berguna untuk mayat mayat korban pembunuhan yang dilegalisir secara demokrasi ???
sedang pada zaman ini memakai azasdemokrasi lebih cenderung kepada cari perlindungan karena takut nuklir nuklir bangsa barat,atau boikot boikot mereka daripada system yang sesuai dengan bangsanya.
kalau di Indonesia sebaiknya optimalkan azas Pancasila asli dengan musyawarah dan mufakatnya yang dijaga dengan sila pertama Ketuhanan Yang maha Esa, dan kemanusiaan yang adil dan beradab...
keputusan demokrasi dapat dipertanyakan, dalam kondisi masyarakat masih berpikir "'makan''
murni memilih karena tahu atau karena mau.
tahu karena mengerti dan percaya kepada pilihannya, mau karena tukar dengan kaos oblong atau uang makan.
Laporkan Hal Ini