Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
ada beberapa jenis khitan
1. konvensional : Metode ini adalah metode yang masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemotongan kulit kulup dilakukan secara manual dengan menggunakan gunting dan dibantu klem. Biasanya banyak sekali terjadi perdarahan, sehingga memakan waktu yang cukup lama yaitu hingga 30 - 45 menit. Dengan memilih metode ini maka kulit harus dijahit dan diperban. Pasien tidak diperkenankan banyak bergerak sekurang-kurangnya hingga 4 hari serta perban agar dijaga untuk senantiasa tetap bersih dan kering.
2. Flash cutter : Alat ini hampir sama dengan Electric Cauter, namun tidak mempergunakan listrik. Pisau sangat tajam sehingga menjamin luka lurus, steril tanpa luka bakar dan pendarahan. Kecepatannya mampu memotong prepusium (kulit kulup) cukup 2-5 detik saja. Pada umumnya khitan dengan Flash Cutter penyembuhannya akan lebih cepat.
Flash Cutter bertenaga baterai rechargeable, jika tegangan sudah habis baterai tidak perlu diganti, cukup di charging sudah cukup untuk menghitan 100 kali bahkan lebih.
Pada khitan diluar klinik, seperti panggilan, dokter tidak harus mambawa kabel atau mencari jalur listrik, karena Flash Cutter sudah di-charging sebelum dibawa. Untuk mengkhitan 100 anak anda cukup membawa 1 alat saja. Flash Cutter dikemas dalam tas laptop yang memang dirancang untuk para dokter agar lebih elegan. Namun demikian biasanya dengan metode ini kulit tetap harus dijahit guna menghindari pendarahan.
3. Electric cauter : Metode ini merupakan semacam pembakaran pada kawat tipis melalui rangkaian arus listrik. Alatnya berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup. Proses relatif cepat dan perdarahan minimal. Biasanya dengan metode ini kulit tetap harus dijahit guna menghindari pendarahan.
4.Gomco : Klam dibuat pertama kali pada tahun 1934 oleh Hiram S. Yellen, M.D. dan Aaron Goldstein. Alat ini terdiri dari bel logam dan plat datar dengan lubang di dalamnya untuk menempatkan keduanya dalam posisi yang sesuai. Terdapat sebuah sekrup berbentuk lingkaran yang berfungsi memberikan tekanan
5. Q-Tan : Alat ini menyerupai Ismail Clamp hanya saja sistem sekrupnya terkunci mati (irreversible locking system) sehingga alat ini tidak mungkin di daur ulang kembali karena pembukaan alat ini harus dengan dipotong. Alat ini belum diproduksi secara massal dan masih merupakan prototype. Saat ini masih diadakan riset yang mendalam sehingga alat ini layak untuk digunakan secara luas.
6. Ismail Clamp : Ismail Klamp ditemukan oleh Dr Ismail Md Salleh. Alat ini sebenarnya hampir menyerupai alat klem lainnya, hanya saja alat ini memiliki mekanisme penguncian dengan sistem sekrup, sehingga pemasangan dam pelepasan alat ini sangat mudah tanpa harus merusak alat ini. Saat ini baru tersedia 2 ukuran untuk anak-anak
7. Sunathrone Clamp : Sunathrone adalah metode sunat dengan kaedah terkini yang ditemukan oleh Dr Mohammad Tasron Surat, dokter kelahiran Malaysia yang memiliki keilmuan dan wawasan yang tinggi. Keistimewaan Sunathrone ini adalah kerana praktis dan proses penyembuhannya lebih cepat. Alat khitan sekali pakai ini akan tertanggal sendiri, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah khitan dapat langsung memakai celana dan beraktifitas tanpa rasa sakit.
8. Ali's Clamp : Alat ini mirip dengan Smart Klamp, hanya saja tabung klem-nya didesain miring dengan pertimbangan agar mengikuti kontur glans penis
9. Tara's Clamp : Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Taraklamp pada tahun 1990. Alat ini terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Dapat digunakan untuk bayi hingga dewasa dengan berbagai ukuran.
Tara klamp memiliki 2 bagian yang menyatu yaitu tabung dan klem. Tabung berbentuk silinder yang mana berfungsi melindungi glans penis saat proses khitan. Terdapat 2 "sayap" yang berfungsi sebagai kunci klem.
10. Smart Clamp : Smartklamp merupakan metode dan teknik sunatan yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman. Penemunya adalah dr. Harrie van Baars yang mana saat ini Smartklamp telah dikembangkan dan diproduksi di Malaysia. Smart Klamp terbuat dari bahan plastik dengan cara kerja seperti klem tali pusar pada bayi yang baru lahir. Alat ini terdiri dari 2 komponen, tabung plastik dan ring klem. Tabung terdiri dari beberapa ukuran yang dapat digunakan dari usia bayi sampai usia dewasa. Alat ini digunakan sekali pakai, dengan keunggulan lebih aman, cepat dan nyaman.
Keuntungan menggunakan alat ini diantaranya adalah : melindungi kepala penis saat disunat, perdarahan sedikit sehingga mengurangi risiko infeksi dan tidak memerlukan antibiotik, alat ini mudah digunakan, mencegah cedera pada saat proses sunatan, proses sunat cepat hanya 7 menit, dengan mekanisme penutupan "klik" maka tidak perlu lagi jahitan, hasil kosmetik yang lebih baik dan simetris, aman bagi pasien kencing manis, hemofilia, autis atau hiperaktif.
Setelah disunat, pasien dapat beraktifitas seperti biasa. Namun, tetap dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan yang berlebihan. Setelah 5 hari, alat dapat dilepas sendiri atau oleh dokter yang mengkhitan.
- Penilaian Penanya:

- Komentar Penanya:
- thx, jawabannya lengkap bgt