Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Menurut dr Gede Utomo SpA, agar tidak memberikan efek samping, perlu dipilih diaper yang permukaannya tetap kering, meskipun terkena kencing. Dia menyarankan pemakaian diaper berbahan hipoalergenik pada kulit bayi. ''Selain itu, sesuaikan diaper dengan anatomi bayi,'' jelas spesialis anak dari RS Bunda, Surabaya, itu.
Pemilihan bentuk diaper serupa celana dan lepasan tak masalah. Asalkan, diaper tersebut tidak menimbulkan iritasi, lembap, serta bahannya tak menimbulkan alergi.
Ada hal lain yang tak kalah penting. Diaper, lanjut Gede, hanya digunakan untuk cairan, bukan kotoran padat. Sayangnya, ibu sering kurang perhatian saat anaknya buang air besar ketika masih mengenakan diaper.
Kotoran tersebut tidak diserap diaper. Akibatnya, itu masih tetap berada di permukaan dan bergesekan dengan pantat si kecil. ''Kalau dibiarkan terus-menerus, kuman bisa masuk ke kemaluan,'' jelasnya.
Dia menegaskan, tak ada batasan penggunaan diaper. Mulai bayi sudah bisa dikenakan. Meski demikian, ibu harus tetap melakukan toilet training. ''Kalau si mungil sudah mampu buang air ke toilet, mereka tak perlu lagi mengenakan diaper,'' katanya
Kutipan dari milis:
Kalau untuk masalah perkembangan alat kelamin atau pinggul terhambat sayarasa tidak. Saya hanya lebih concern terhadap masalah kebersihan, karenapertama Indonesia itu lembab jadi anak cenderung berkeringat, kecuali thewhole day ada dalam ruangan ber-AC, karena berkeringat karena pampers baikyang materiallnya ada plastiknya atau tidak akan menghambat keringatkeringat keluar, kalau tidak sering-sering ganti atau dilap pake waslapbasah yach jadinya ruam popok. Kedua kalau sama mbaknya, kadang mbaknya sukamalas mengganti kalau dia pupu…. yang ada khan kuman dari pupu bisa kealat kelaminnya, apalagi kalo anaknya anak perempuan. Ketiga masalah toilettraining… anak yang pake pampers cenderung malas pergi ke wc klu mau pupuatau pipi, nah sekalinya nggak dipakein pampers pupu dan pipi di celana deh.
Satu hal lagi deh Mama Nio, klu kita sendiri (maaf) datang bulan klu pakaipembalut kelamaan khan juga nggak enak, dan lembab makanya mesti sering2ganti.
Kalau saya boleh menganjurkan kalau tidak serepot Mamanya Mamat yach kalausiang pakai popok kain aja, atau celana saja, dengan begitu bisa membangunsensitivitas anak, anak merasa koq basah tidak enak, memang sihkonsekwensinya cucian jadi segambreng, malam kalau tidak mau repot kebangun2ganti popok, boleh pake pampers, sama kalau lagi bepergian yg memakan waktulama.
materi referensi:
http://www.jawapos.co.id/metropolis/inde…
http://keluargasehat.wordpress.com/2008/…
Putri saya semasa umur di bawah 2 tahun sering menggunakan diapers, tetapi perkembangannya tidak ada masalah, saat ini sudah usia 4 tahun, dan sejak bisa ke toilet sendiri tidak pernah lagi memakai diapers. Alhamdulillah sejak usia 2.5 tahun malah tidak pernah lagi ngompol waktu tidur malam. Yang penting di jaga kebersihannya untuk pemakaian diaper (sering dicek)