Lewati untuk mencari.
  1. Awal >
  2. Semua Kategori >
  3. Sains & Matematika >
  4. Biologi >
  5. Pertanyaan Terselesaikan
Farid Farid
Anggota sejak:
31 Agustus 2008
Total poin:
315 (Tingkat 2)

Pertanyaan Terselesaikan

Lihat lainnya »

Apa macam macam penyakit pada sistem ekskresi?

Saya dapat tugas IPA, SMP kelas 9, simple sih tugasnya, hanya mencari macam macam penyakit pada sistem ekskresi. Tolong yaaa... Makasih.
perfecto_biologist_science by perfecto...
Anggota sejak:
19 Mei 2008
Total poin:
19,264 (Tingkat 6)

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

Organ yang menyusun sistem ekskresi antara lain :
1. Paru - paru
2. Ginjal
3. Hati
4. Kulit
Berikut ini beberapa penyakit yang berhubungan dengan organ - organ ini:

Paru – paru
1. Asma
2. Tuberkulosis (TBC)
3. Rinitis
4. Faringitis
5. Laringitis
6. Bronkitis
7. Sinusitis
8. Asfiksi
9. Asidosis
10. Afisema
11. Amandel
12. Pleuritis
13. Tonsilitis
14. Difteri
15. Emfisema
16. Pneumonia
17. Wajah Adenoid
18. Kanker paru – paru
19. Influenza
20. Flu burung dan flu babi
21. SARS

Hati
1. Diabetes mellitus
2. Diabetes insipidus
3. Hepatitis
4. Sirosis hati
5. Kanker hati
6. Hepatocellular carcinoma
7. Hemochromatosis
8. Hepatitis autoimun
9. Perlemakan Hati
10. Kolestasis
11. Jaundice
12. Hemochromatosis

Ginjal
1. Nefritis
2. Albuminaria
3. Batu ginjal
4. Anuria
5. Infeksi saluran kencing
6. Cysts
7. Tekanan darah tinggi (hypertension)
8. Glomerulonephritis
9. Kencing manis
10. Kanker ginjal
11. Infark ginjal

Kulit
1. Kanker kulit
2. Kusta
3. Panu
4. Kadas Kurap
5. Eksim (dermatitis)
6. Kurap Bisul
7. Kutil kelamin
8. Melasma
9. Hansen

Semoga bisa membantu

materi referensi:

100% 1 Suara
pass bgt gw dapet tugas persiiis mirip bgt (gw jga kls 9) tq bgt

Laporkan Hal Ini

makasi
jadi cepet nyarinya
perbanyak..

Laporkan Hal Ini

Jawaban Lain (1)

  • soeharsosh by soeharso...
    Anggota sejak:
    22 Juli 2008
    Total poin:
    157,582 (Tingkat 7)
    Bacalah keterangan di bawah ini dan carilah dari artikel gtersebut macam macam penyakait pada sistim ekskresi, terutama ekskresi setelah makanan diambil sarinya diusus, juga ekskresi melalui kulit, mengenai cacingan, bisa juga termasuk penyakit ekskresi



    Ekskresi dan penyerapan makanan pada tubuh manusia adalah sama, juga merupakan fungsi yang harus ada untuk mempertahankan hidup manusia; jika buang air besar tidak dapat lancar, maka akan berbahaya bagi tubuh manusia. Badan Kesehatan Sedunia pada standar kesehatannya yang baru mengemukakan “ makan dengan cepat, dicerna cepat dan diekskresi dengan cepat “ , jika dapat sesuai dengan persyaratan ini, berarti fungsi sistem pencernaan kita normal, kebalikannya berarti fungsi sistem pencernaan kita mengalami gangguan.

    Jika pada rangkaian ekskresi sistem pencernaan ini timbul hambatan, pertama-tama akan menyebabkan sembelit. Seiring dengan terus meningkatnya standar kehidupan manusia, makanan yang dikonsumsi semakin lama semakin beragam, sembelit telah menjadi penyakit yang sering dijumpai. Penyakit ini mencerminkan gangguan fungsi sistem pencernaan, pada waktu bersamaan juga merupakan petanda patologis, sembelit sering diiringi dengan gejala-gejala penyakit seperti “ sakit perut, perut kembung, kepala pusing, napsu makan berkurang, tak cukup tidur “ dan gejala lainnya, bahkan dapat menyebabkan pecahnya dubur, ambein, dan sebagainya, yang dapat secara serius mempengaruhi pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Sembelit mudah menyebabkan pecahnya dubur, ambein, mempengaruhi istirahat dan napsu makan. Terutama bagi wanita, karena sembelit dapat menyebabkan kulit menjadi pucat kekuningan, kulit kasar, tak bersemangat, dan resah. Sembelit juga dapat menimbulkan toksinitas tubuh, yang diikuti dengan terjadinya tumor; karena menderita sembelit berkepanjangan, tekanan dalam perut bertambah, maka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, dan berkurangnya kekuatan jantung. Penderitaan yang ditimbulkannya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata . . .

    >> Mengapa sembelit dapat menyebabkan begitu banyak gangguan?

    • 1. Zat berbahaya yang diproduksi di dalam usus diserap oleh darah, sehingga darah mengalami toksinitas, toksin yang lama mengendap di dalam darah lama-kelamaan akan berubah menjadi radikal bebas yang berbahaya bagi fungsi oksidasi.

    • 2. Gangguan sistem kehidupan bakteri usus menyebabkan rusaknya kelompok bakteri normal yang berguna di dalam saluran pencernaan.

    • 3. Kekacauan fungsi usus dan kekacauan syaraf menyebabkan terganggunya fungsi sistem syaraf otak.

    • 4. Terjadi penggumpalan di dalam usus, yang dapat menekan jaringan di sekeliling secara biologis.

    Sistem ekskresi juga terjadi pada kulit:
    Kulit dan apendicesnya merupakan struktur kompleks yang membentuk jaringan tubuh yang kuat dan keras. Fungsinya dapat dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikia juga oleh penyakit. Karena terdapat banyak penyakit yang mempengaruhi kulit maka hanya yang paling sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.

    Kulit terdiri dari 2 lapisan
    epidermis atau lapisan luar, dan dermis atau kulit sebenarnya. Terdapat juga apendices pada kulit yang termasuk rambut dan kuku.


    Epidermis

    Epidermis terdiri dari sel epitel yang mengalami keratinisasi yang mengandung bahan lemak yang menjadikan kulit kedap air. Sel superfisial dari stratum ini secara kostan dilepaskan dan diganti. Sel lain mengandung cairan berminyak. Lapisan ketiga tediri dari sel-sel yang mengandung granula yang mampu merefraksi cahaya dan membantu memberikan warna putih pada kulit. Lapisan keempat mengandung sel yang memproduksi melamin, suatu bahan yang bertindak sebagai perlindungan terhadap pengaruh sinar UV. Epidermis tidak mengandung pembuluh darah, tetapi limfe bersirkulasi dalam ruang interselular.

    Dermis

    Dermis terdiri dari jaringan fibrosa yang lebih padat pada bagian superficial dibandingkan bagian dalamnya. Dapat diidentifikasi 2 lapisan : yang pertama mengandung akhiran saraf sensorik, pembuluh darah dan limfatika ; yang kedua mengandung serat kolagen, serat elastik, glandula sebasea, glandula sudorifera, folikel rambut dan muskulus arrektor pilli.


    Hipodermis

    Ini merupakan zona transisional diantara kulit dan jaringan adiposa di bawahnya. Mengandung sel lemak demikian juga jaringan ikat putih dan kuning, kumparan dari sejumlah glandula sebasea dan radiks dari sejumlah rambut.

    Pemberian zat makanan dermis atau porium tergantung pada vena dan limfatika. Baik saraf bermielin maupun tidak bermielin ditemukan dalam kulit yang berisi organ akhir dan banyak serat saraf. Organ ini memberikan respon sensasi panas, dingin, nyeri, gatal, dan raba ringan.

    Kelenjar Keringat

    Kelenjar keringat terdiri dari glomerolus atau bagian sekresi dan duktus. Secara relatif terdapat catu darah yang kaya dan menskresi keringat yang agak keruh, hampir tidak berbau, hampir mengandung 99% air, dan sejumlah kecil khlorida, urea, amonium, asam urat dan krea

    materi referensi:

    penyakit ekskresi
    0% 0 Suara

Answers Internasional

Yahoo! tidak mengevaluasi atau menjamin keakuratan segala konten Yahoo! Answers. Klik di sini untuk Sanggahan lengkap.