1. Home >
  2. Masyarakat & Budaya >
  3. Agama & Kepercayaan >
  4. Pertanyaan Terselesaikan
barbie barbie
Anggota sejak:
12 Mei 2009
Total poin:
1555 (Tingkat 3)

Pertanyaan Terselesaikan

Lihat lainnya »

Apa artinya di agama kristen yesus disalib untuk menebus dosa manusia?

emangnya manusia di bumi waktu itu mau diapain y?
apakah waktu itu dunia mau kiamat sehingga yesus mengorbankan dirinya supaya gak jadi kiamat?
kiamat berikutnya siapa yg mau nebus dosa manusia di bumi?
  • 3 minggu lalu
Jims by Jims
Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
Anggota sejak:
16 Mei 2008
Total poin:
10921 (Tingkat 6)
Gambar Badge:
Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
Berkontribusi Dalam:
Agama & Kepercayaan

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

manusia berdosa tidak akan menyadari dosa yang diperbuatnya kepada TUHAN.

kalau manusia bersalah kepada kepala negara saja dihukum mati , apalagi bersalah kepada TUHAN semesta alam.

tapi ya itu karena dosanya manusia ngga pernah nyadar pernah berbuat salah dan dosa kepada TUHAN dan layak dihukum mati.

Ibrani
9:15. Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.
9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

9:23. Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

materi referensi:

Alkitab
  • 3 minggu lalu
75% 3 Suara

Saat ini tidak ada komentar untuk pertanyaan ini.

Jawaban Lain (11)

  • @dRy_ by @dRy_
    Anggota sejak:
    11 Januari 2008
    Total poin:
    345 (Tingkat 2)
    Itu konspirasi yang dibuat-buat...
    Yesus (Judas) disalib untuk kesenangan bangsa Romawi yang memusuhi ajaran Nabi Isa (Yesus) yang menyembah 1 Tuhan (Allah), tidak seperti ajaran mereka yang menyembah banyak dewa (Dewa Mataharisebagai dewa tertinggi)
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • indi by indi
    Anggota sejak:
    04 Oktober 2009
    Total poin:
    1307 (Tingkat 3)
    berkorban demi umatnya.
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • WhoEmAi by WhoEmAi
    Anggota sejak:
    02 November 2009
    Total poin:
    211 (Tingkat 1)
    kiamat berikutnya yesus bangkit lagi dan mengorbankan dirinya lagi untuk menebus dosa manusia.
    baik banget ya.....
    saluuut....
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • Obelix by Obelix
    Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
    Anggota sejak:
    18 November 2008
    Total poin:
    10382 (Tingkat 6)
    Gambar Badge:
    Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
    Berkontribusi Dalam:
    Agama & Kepercayaan
    menurutku kelahiran, kematian dan kebangkitan adalah suatu karya yang berkesinambungan, tak terpisahkan

    kelahiran membuktikan kesudian Allah menyatu dengan kemanusiaan manusia agar pokok bersatu dengan ranting, agar setiap ranting yang bersatu dengan pokok tidak mati,
    "karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, maka diberikanlah anakNya yang Tunggal"

    Kematian, Korban darah adalah tradisi kaum Yahudi, anda bisa membaca kisah Abraham yang akan mengorbankan Darah Anaknya,
    " Sebab tidak ada cinta yang lebih besar, dari pada cita seorang sahabat yang rela memberikan nyawanya"

    Kebangkitan adalah karya yang fundamental, karena kiamat bagi manusia ditaklukkan Oleh Yesus, sehingga setiap orang "yang bersatu" dengan tubuh Kristus ikut memperoleh kemenangan atas maut.
    "sebab upah dosa adalah maut, dan firman Allah adalah hidup yang kekal"
    • 3 minggu lalu
    25% 1 Suara
  • Master by Master
    Anggota sejak:
    28 Oktober 2007
    Total poin:
    976 (Tingkat 2)
    misalnya anak anda mengamuk dan memecahkan TV-Anda. Andapun marah dan siap menghukum perbuatan dosanya yang telah merugikan Anda. Akhirnya sang anak menyesal dan minta pengampunan dari Anda, dan Anda rela untuk mengampuninya. Ketika Anda rela mengampuni-nya, itu tidak terbatas artinya kepada melupakan dosa anak Anda, tetapi sesungguhnya itu IDENTIK dengan Anda rela menyedot dan membayar harga kerugian yang tadinya Anda rasakan, yaitu kerugian moril maupun materiil atas kejadian pecahnya TV tersebut. Anda mengampuninya dengan jalan menebus harga tersebut! Jadi dalam setiap pengampunan dan penghapusan dosa, ada harga yang harus dibayar, yang menuntut suatu penebusan!

    Yesus yang inkarnasi Tuhan itu adalah Maha Kasih, yang selalu ingin dan siap mengampuni kesalahan (dosa) yang terbesar sekalipun! Namun jangan lupa bahwa la-pun MahaAdil yang selalu harus menghukum kesalahan terkecil sekalipun! Jadi disinilah terdapat "ketegangan" antara kedua sifat ilahi tersebut Kenapa? Karena ketika harus mengampuni karena kasih, la justru harus menghukum karena adilNya; dan ketika harus menghukum, la harus mengampuni karena kasih-Nya! Ketegangan ini tidak ada solusinya, kecuali dijembatani oleh suatu bentuk penebusan, yaitu berkorban membayar harga pengampunan.

    ''upah dosa adalah maut". Semua orang telah berdosa dan ter-vonis hukuman mati (istilahnya, manusia mati dalam dosa).
    Maka harga pengampunan dosa adalah sebesar maut/ mati itu pula, yaitu kematian sebuah nyawa korban pengganti, sesuai dengan Hukum Taurat: "Nyawa ganti nyawa" (Keluaran 21:24). Disinilah Yesus bertindak sebagai Penebus, "korban pengganti kematian" seperti yang dikatakanNya sendiri dengan pelbagai cara, seperti: "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Anak Manusia (Yesus) datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Yohanes 10:11, Markus 10:45).

    Jelaslah bahwa Yesus yang Maha-kasih memang datang untuk "mati" bagi kita, menjadi "kurban" untuk penebusan "kematian" kita karena dosa. Kematian adalah kutukan, dan Yesus telah membayar dan menganti kutukan itu dengan jalan mati (terkutuk) di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • __A_YAHOO_USER__ by __A_YAHO...
    Anggota sejak:
    03 November 2009
    Total poin:
    114 (Tingkat 1)
    seandainya raja konstantin masih hidup, dia lah yang bisa menjawab pertanyaan ini
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • Merly by Merly
    Anggota sejak:
    21 Mei 2009
    Total poin:
    4572 (Tingkat 4)
    Sehubungan dengan postingan ini, saya ingin berbagi jawaban saya yang ini buat saudara, http://id.answers.yahoo.com/question/ind…

    Tuhan memberkatimu. Amin

    materi referensi:

    hatiku
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • yudagobleg by yudagobl...
    Anggota sejak:
    23 Oktober 2009
    Total poin:
    852 (Tingkat 2)
    Siapa sih yg mau rela menebus dosa orang lain? Enak banget ya? Sy kira mslh penebusan dosa sdh bnyk disalah tafsirkan. Jika anda ingin makan buah kupas dulu kulitnya pelan2 dan jgn dimakan buah itu ama kulitnya, rasanya jd lain. Maaf neh, mkn anda kira waktu dijaman Yesus dulu, hanya Yesus satu2nya utusan Tuhan? Kalo jwbnya ya, anda salah besar. Masi bnyk utusan Tuhan lain ditempat yg berbeda, hanya saja tdk digembar-gemborkan. Kemahasadaran tak terhingga bsarnya, alam smesta yg luas ini hanya partikel kecil yg tdk kelihatan didlm kemahasadaran itu. Dan sy yakin kalo hanya pnebusan dosa bagi Yesus ga sberapa. Seandainya kalo mau, Yesus mampu melenyapkan alam semesta ini sekehendak hatinya.

    materi referensi:

    FILSAFAT PARA SUCI
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • Seven by Seven
    Anggota sejak:
    28 Oktober 2009
    Total poin:
    248 (Tingkat 1)
    sebelum saya menjelaskan Apa artinya di agama kristen yesus disalib untuk menebus dosa manusia?
    kita harus mengenal salib tu apa
    asalusulnya darimana
    sebenarnya Yesus tidak disalibkan tapi di ****** di tiang siksaan
    perinciannya sbb:

    Kata Yunani yang diterjemahkan ”salib” dalam banyak terjemahan Alkitab modern (”tiang siksaan” dalam NW) adalah stau·ros′. Dalam bahasa Yunani klasik, kata ini berarti sebuah tiang yang lurus, atau tiang pagar. Belakangan kata itu juga digunakan untuk tiang hukuman dengan palang yang melintang. The Imperial Bible-Dictionary mengakui hal ini, ”Kata Yunani untuk salib, [stau·ros′], yang tepatnya berarti tiang, tiang yang lurus, atau sebuah tiang pagar, yang di atasnya sesuatu dapat digantungkan, atau yang dapat digunakan untuk memantek [memagari] sebidang tanah. . . . Bahkan di antara orang-orang Romawi, crux (asal kata cross atau salib) tampaknya mula-mula adalah sepotong kayu lurus.”—Diedit oleh P. Fairbairn (London, 1874), Jil. I, hlm. 376.
    Apakah demikian halnya sehubungan dengan penghukuman Putra Allah? Perlu diperhatikan bahwa Alkitab juga menggunakan kata xy′lon untuk menyatakan alat yang digunakan. A Greek-English Lexicon, oleh Liddell dan Scott, memberikan arti-arti sebagai berikut: ”Kayu yang dipotong dan siap digunakan, kayu bakar, kayu untuk bangunan, dsb. . . . sepotong kayu, kayu gelondongan, balok, tonggak, . . . pentung yang pendek, alat pemukul dari kayu, . . . tiang tempat penjahat dipakukan . . . dari kayu hidup, pohon.” Juga dikatakan ”dalam NT, dari salib”, dan mengutip Kisah 5:30 dan 10:39 sebagai contoh. (Oxford, 1968, hlm. 1191, 1192) Akan tetapi, dalam ayat-ayat itu, KJ, RS, JB, dan Dy menerjemahkan xy′lon sebagai ”pohon”. (Bandingkan terjemahan ini dengan Galatia 3:13; Ulangan 21:22, 23.)
    Buku The Non-Christian Cross, oleh J. D. Parsons (London, 1896), mengatakan, ”Tidak ada sebuah kalimat pun dalam banyak tulisan yang membentuk Perjanjian Baru, yang dalam bahasa Yunani aslinya menunjukkan bukti, bahkan yang tidak langsung, bahwa stauros yang digunakan sehubungan dengan Yesus bukan stauros yang biasa; terlebih lagi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu terdiri bukan dari sepotong kayu saja melainkan dua potong kayu yang dipakukan membentuk salib. . . . Sangat menyesatkan di pihak guru-guru kita untuk menerjemahkan kata stauros sebagai ’salib’ sewaktu menerjemahkan dokumen-dokumen Gereja dalam bahasa Yunani ke dalam bahasa setempat, dan menunjang tindakan itu dengan menaruh kata ’salib’ dalam kamus-kamus kita sebagai arti dari stauros tanpa menjelaskan dengan saksama bahwa salib sama sekali bukan arti utama kata tersebut di zaman Rasul-Rasul, bahwa baru setelah beberapa waktu berselang menjadi arti utamanya. Meskipun tidak ada bukti-bukti yang menguatkan, karena satu atau lain alasan, stauros yang khusus digunakan sehubungan dengan Yesus dianggap berbentuk seperti itu.”—Hlm. 23, 24; lihat juga The Companion Bible (Thetford, England, 1974), Apendiks No. 162.
    Jadi, bukti-bukti menyatakan bahwa Yesus mati di atas tiang yang lurus dan bukan di atas salib tradisional.

    Apa asal usul salib Susunan Kristen menurut sejarah?
    ”Berbagai benda dengan macam-macam bentuk salib, yang berasal dari masa-masa pra-Kristen, telah ditemukan hampir di setiap bagian dunia zaman dahulu. Banyak sekali contoh didapati di India, Siria, Persia dan Mesir . . . Penggunaan salib sebagai lambang agama sebelum zaman Kristen dan di antara orang-orang non-Kristen mungkin dapat dianggap hampir universal, dan sering kali hal itu dihubungkan dengan suatu bentuk penyembahan alam.”—Encyclopædia Britannica (1946), Jil. 6, hlm. 753.
    ”Bentuk [salib dengan dua bilah kayu] berasal dari Khaldea kuno, dan digunakan sebagai lambang dewa Tamuz (dalam bentuk Tau yang mistik, huruf awal namanya) di negeri itu dan negeri-negeri tetangganya, termasuk Mesir. Pada pertengahan abad ke-3 M gereja-gereja sudah meninggalkan, atau mencemoohkan, doktrin-doktrin tertentu iman Kristen. Untuk menaikkan gengsi sistem gereja yang murtad, orang-orang kafir diterima di gereja-gereja tanpa ditobatkan melalui iman, sebagian besar diizinkan untuk mempertahankan tanda-tanda dan lambang-lambang kafir mereka. Karena itu Tau atau T, dalam bentuknya yang paling umum, dengan bagian yang melintang diturunkan, diterima untuk menggambarkan salib Kristus.”—An Expository Dictionary of New Testament Words (London, 1962), W. E. Vine, hlm. 256.
    ”Aneh, tetapi merupakan fakta yang tidak diragukan, bahwa berabad-abad sebelum kelahiran Kristus, dan sejak saat itu di negeri-negeri yang belum tersentuh oleh pengajaran Gereja, Salib sudah digunakan sebagai lambang yang suci. . . . Dewa Bakkhus dari Yunani, Tamuz dari Tirus, Bel dari Khaldea, dan Dewa Odin dari Norwegia, semua dilambangkan dengan alat berbentuk salib oleh penganut-penganut mereka.”—The Cross in Ritual, Architecture, and Art (London, 1900), G. S. Tyack, hlm. 1.
    ”Salib dalam bentuk ’Crux Ansata’ . . . dibawa dalam tangan imam-imam Mesir dan raja-raja Pontiff sebagai lambang kekuasaan mereka s

    materi referensi:

    http://www.watchtower.org/in/kn37/article_01.htm
    www.saksisaksi.blogspot.com
    www.jw.org
    www.jw-media.org
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • ihutan_2006 by ihutan_2...
    Anggota sejak:
    16 Januari 2009
    Total poin:
    3101 (Tingkat 4)
    Sewaktu Yesus datang kebumi, semua manusia sudah dikuasai dosa. Tidak ada yang bisa di contoh.Iblis sudah meraja lela menguasai hati manusia.Disaat seperti itulah Yesus menjadi manusia.Untuk di teladani yang mau benar. Karena hanya Yesus satu2nya yang suci tidak berbuat dosa.Qs 19 Maryam 17. Iblis yang menguasai hati manusia harus dikalahkan.Cara mengalahkan adalah, iblis jahat >Yesus Baik.iblis sombong > Yesus rendah hati. iblis pembunuh >Yesus rela dibunuh.Namun karena tidak berdosa maka maut dikalahkan,dengan kebangkitanNya. Maut adalah kuasa iblis terahir.Tapi Yesus sudah mengalahkan dengan kebangkitannya. Ini sudah cukup untuk selama dunia ada.
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara
  • indra by indra
    Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
    Anggota sejak:
    01 September 2008
    Total poin:
    28475 (Tingkat 7)
    Gambar Badge:
    Kontributor Populer adalah seseorang yang berpengetahuan luas dalam kategori tertentu.
    Berkontribusi Dalam:
    Agama & Kepercayaan
    Lain-lain - Komputer
    Lain-lain - Perangkat Keras
    mirip kepercayaan animisme, kepercayaan bahwa tumbal bisa menjadi penebus dosa atau peredam murka makhluk gaib..
    • 3 minggu lalu
    0% 0 Suara

Answers Internasional

Yahoo! tidak mengevaluasi atau menjamin keakuratan segala konten Yahoo! Answers. Klik di sini untuk Sanggahan lengkap.