Sebenarnya tidak sulit menjalankan agama dengan baik, masalah yg anda tanyakan bukankah telah dijalankan dengan baik oleh anak kecil Penggembala kambing yg diuji keimanannya oleh Khalifah Umar agar si anak itu menjual kambing yg digembalakan (bukan miliknya) kepada Khalifah, jawab si anak simple saja : "DIMANA ALLAH"
Nah dari situ bisa kita ambil pelajaran bahwa, bisa "selalu sadar" yg anda maksud mengandung komponen :
- Percaya akan eksistensi Allah dengan segala kuasanya.
- Bahwa Allah menempatkan dua malaikat di kedua bahu kita untuk mencatat kebaikan dan kejahatan.
- Adanya rasa takut akan hukuman api neraka atas dosa yg dilakukan, dan percaya pembalasan sorga atas kebaikan yg dilakukan.
Nah, memonitor setiap manusia bagi Allah merupakan hal yg sangat sepele, bayangkan manusia saja, dengan teknologi bisa memonitor status ribuan ATM beroperasi secara online real time, baik dari sisi transaksi, status mesin bahkan merekam langsung orang2 yg masuk ke ruang ATM.
Jadi untuk menjadi orang yg senantiasa sadar, tidaklah perlu harus belajar agama setinggi langit dulu, cukup prinsip dasar seperti di atas itu.


