Lv 43.400 points

Jasman

Jawaban Favorit28%
Jawaban626
  • Cintamu Bunda......................... mohon apresiasi dan komen ya?

    CINTAMU BUNDA

    Bunda, terima kasih atas kecup cintamu di dahiku pagi ini

    mata air yang tak kenal musim, mengisi sudut-sudut jiwaku

    kesegarannya menyemarakan tetumbuhan di halaman

    bunga-bunga pun menari manja mencumbu lebah-lebah.

    Kecupmu menyejukkan dadaku; tunai sudah dahaga yang mencekik

    kubagikan cintamu pada segenap kerabat dan tetangga sekampung

    kuteruskan cintamu bagi anak-anak yatim, janda-janda dan tetua jompo

    setiap tiupan angin lembut mengabarkan kecup manismu yang tak sudah.

    Hilang lenyap keluh kesah yang menguntitku bagai bayangku sendiri

    lembut jemarimu adalah kupu-kupu kecil yang ria berpesta di lembah

    mengubah kerontang hati karena menganggur, sedang rezeki entah dimana

    memaafkan ulah kekasih yang tak hendak bersama memandang hari-hari

    Kelembutanmu mengubah batu cadas menjadi hati sebening intan

    kelembutanmu menjusuri sulur-sulur jiwaku yang sering tak sabar

    Bunda, terima kasih atas elus lembut jemarimu di kepalaku siang tadi.

    Untuk setiap hari baru, terima kasih bunda atas kopi dan sarapan pagi

    untuk setiap sore yang melelahkan, terima kasih bunda atas handuk dan baju salin yang kau siapkan

    untuk setiap petang, terima kasih bunda atas masakan sederhana makan malam.

    Cintamu bunda menyegarkan hari-hari dibakar terik dan angin kering

    Cintamu bunda menghangatkan malam-malam dingin dan sendiri

    Cintamu bunda memeriahkan hati yang murung dan putus asa

    Cintamu bunda adalah pesta syukur tak henti pada sang ilahi.

    Bunda, malam-malamku sepi sekarang sejak kau berikan sejummu pada sang ilahi

    derik jangkerik dan lolong anjing di kejauhan makin mengiris-iris sepi

    aku sendiri kini; bunda, terima kasih atas kasih dan kelembutan yang kau wariskan.

    JASMAN

    awal nop 2009

    5 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Ijinkan Hatiku Berrumah Di Hatimu...... mohon apresiasi dan komen ya..?

    IJINKAN HATIKU BERRUMAH DI HATIMU

    Ijinkan hatiku Berumah di hatimu

    seperti kama dan ratih menghuni abadi kamar pengantin

    nyanyian dua hati mengalun lembut di tiap dindingnya

    melati di bawah jendela menyusupkan wewangian

    Biarlah kunikmati senyum yang kau titipkan di daun-daun jambu

    manisnya malu pada bibirmu; angin pun mengabarkan rindu

    Sekiranya pagi cerah itu; ketika mentari lembut mengelus rambutmu

    dan hujan pun enggan membasahi gerai hitam pekat itu

    ah, kupinang saja sorot teduh matamu; abaikan saja senja yang cemburu

    purnama di pucuk-pucuk jambu mendzikirkan dua hati

    Ijinkan hatiku berrumah di hatimu

    kulempar sudah janji-janji di kali belakang rumah; arusnya menyeret hingga samudera jauh

    kubawa saja ijinmu dalam kepak sayap-sayapku; sesekali bertengger di dahan-dahan

    jambu yang berbuah pada musimnya; derai hujan pun menyuburkan arah jalan

    kerontang kemarau cuma buat tiap tetes keringat jadi mutiara.

    Ijinkan hatiku berrumah di hatimu

    selagi melati bermekaran dan kuncup buah menawarkan madu pada lebah

    kebimbangan cuma menawarkan kepucatan; jangan dipupuk

    lihat saja kepastian yang dibawa musim dan mentari; juga pohon jambu itu.

    Ijinkan hatiku berrumah di hatimu.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    awal nop'2009

    JASMAN

    11 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Apa Sih Persamaan dan Perbedaan Dari Term-term Berikut Ini........?

    Di dalam agama-agama resmi di Indonesia, aktivitas berikut ini cukup dikenal bahkan dipraktekkan dengan tekun dan serius. Nah, yang menimbulkan pertanyaan --setidaknya bagi aku-- apakah persamaan dan perbedaan dari term-term atau istilah-istilah berikut ini :

    + Samadi

    + Tapa

    + Meditasi

    + Tafakur

    + dan serupa itu yang kalian ketahui.

    Trima kasih, atas kesediaan kalian untuk memberi penjelasan.

    3 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Apa Sih Makna "Mati Sajroning Urip"........?

    Tentu di antara kalian pernah mendengar ungkapan yang hidup dan berkembang di kalangan masyarakat jawa, yaitu : "Mati Sajroning Urip" artinya "Mati Selagi Hidup". Nah pertanyaanku :

    1. Latar belakang filosofi apa yang terdapat dibalik ungkapan "Mati Selagi Hidup" itu? Mohon diberikan juga sumber-sumber literaturnya, jika memungkinkan.

    2. Kelompok masyarakat, aliran kepercayaan atau aliran kebatinan apa yang mempraktekkan sikap/pandangan itu? Tolong sebutkan namanya. Jika memungkinkan, alamat kelompok itu.

    Trimakasih, sebelum dan sesudahnya, atas jawaban kalian.

    2 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Tolong Dong Pemahaman Kalian.............?

    Apa yang kalian pahami tentang sikap seperti ini : Bertuhan Tapi Tak Beragama. Sikap atau pandangan tersebut tampaknya mulai merebak banyak penganutnya.

    Trims.

    7 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Rinduku Rindumu Mari Kita Nyanyikan Bersama......?

    Rindu dikata, rindu dipendam, gemuruhnya mengguncang hati tiada henti. Rindu diumbar, rindu disekap, sepinya hati siapa yang tahu. Biarlah rindu itu sendiri menari-nari riuh.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    SAJAK RINDU

    di siang terik ini seribu sajak rindu berlarian memburuku

    dengus rindunya mengetukngetuk hatiku bertalutalu

    aku terpaku bertanya pada sepi lalu

    adakah kekasih merinduku sepanjang waktu?

    ketika kusebut namanya, akankah dia membisikkan namaku?

    ketika kubayang parasnya, akankah ia mengelus wajahku?

    ah, bola api matanya akan membakar sepi hati ini

    jadilah arang segala benci

    jadilah bara rindurindu cuma berbenah diri

    seribu jemari rindunya mengelus lembut

    setiap mimpimimpi yang dititip pada harihari

    sepi ini pun mengiris rindurindu kian lirih

    : aku pun terkapar sunyi.

    gadisku meradang merindu di kaki langit

    : sendiri.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu awal oktober 09 | saat rindu-rindu mengharu-biru

    8 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Merenungi Penghapusan Pertanyaan ….?

    MERENUNGI PENGHAPUSAN PERTANYAAN

    Penghapusan Pertanyaan bukanlah sesuatu yang diharapkan, baik penghapusan yang dilakukan oleh Admin Y!A dan terlebih lagi bila penghapusan itu terjadi akibat pelaporan oleh user lain. Aku punya 2 pertanyaan yang dihapus.

    Pertama “Sajak Tarian Rindu, Maaf Sedikit Ngegombal” dihapus oleh Admin Y!A dengan alasan melanggar pedoman/ketentuan komunitas. Ketika penghapusan terjadi, pertanyaan tersebut telah mendapat 11 jawaban.

    Kedua “Sajak Diam Ini Berkisah Tentang Batu Dan Kekasih”, aku hapus sendiri sebagai bentuk otokritik. Padahal sudah ada 1 penjawab ketika pertanyaan ini aku hapus.

    Penghapusan Pertanyaan tentu saja sesuatu yang patut dihindari. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang ingin melakukan studi atas Penghapusan Pertanyaan dapat dilakukan melalui – antara lain -- kedua pertanyaan tersebut di atas. Aku bersedia mengirimkan kedua sajak itu buat teman-teman yang berminat, dengan mengirim alamat email kalian padaku. Malah kita bisa lanjutkan dengan diskusi atau sekedar bincang-bincang seputar penulisan kreatif, baik puisi maupun prosa.

    Salam,

    JASMAN

    Note 1 : Setiap postingan ke Y!A disebut Pertanyaan. Apakah itu berupa Puisi/Sajak, Cerpen, Opini, dan tentu saja yang berbentuk murni pertanyaan.

    Note 2 : Beruntung aku membiasakan diri menulis Pertanyaan -- Puisi/Sajak, Komen, Opini, atau murni pertanyaan -- di Word lebih dahulu, maka aku punya dokumentasinya. Jadi kedua pertanyaan itu kini masih kusimpan.

    18 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Merenungi Pemanfaat Rubrik Persajakan YA..?

    MERENUNGI PEMANFAATAN RUBRIK PERSAJAKAN Y!A

    Kecintaan terhadap rubrik Persajakan YA ini terbukti sudah dengan tak putus-putusnya karya yang diposting dan komen yang dibuat. Sebagai ajang untuk latihan menulis puisi atau sajak Persajakan YA memberi perspektif tersendiri. Bayangkan saja, begitu sebuah puisi atau sajak selesai ditulis – malah ditulis secara spontan pula – langsung diposting dan dapat dibaca oleh banyak orang dari berbagai tempat dan belahan waktu. Kesempatan seperti ini tak dimiliki oleh generasi sebelum hadirnya internet. Dalam komunitas sastera/seni -- seperti Bengkel Teater-nya WS Rendra, Persada Studi Klub-nya Umbu Landu Paranggi, Meja Budaya-nya Martin Aleida, dll. – para penulis muda atau pemula membacakan karya mereka untuk kemudian dibahas ramai-ramai. Bayangkan berapa gelintir orang yang terlibat dalam diskusi seperti itu. Beda dengan di Persajakan YA. Karya yang diposting dapat dibaca seketika, pun oleh orang-orang dari berbagai tempat dan belahan waktu yang berbeda pula. Uniknya pula, disini tidak ada ketua/pemimpin seperti Rendra, Umbu atau Martin, tapi banyak mentor yaitu sesama penulis yang tekun memberi komen.

    Nah, menyadari kelebihan Persajakan YA ini, marilah kita merenungi kembali pemanfaatnnya secara maksimal. Aku punya beberapa pokok pikiran seperti berikut ini :

    1. Selayaknya Persajakan YA diperlakukan sebagai Sanggar Sastera, yaitu Sanggar Sastera Terbuka. Setiap orang boleh memberi tanggapan, komentar dan kritik tapi sebatas pada karya dan bukan pribadi penulisnya. Dan diskusi bisa berlanjut lewat email atau chat antara si penulis dan si pembuat komen.

    2. Kita pun layak menyadari diri bahwa tidak semua orang yang menulis puisi atau sajak di Persajakan YA berniat sungguh-sungguh menjadi penyair. Bisa jadi mereka cuma memanfatkan waktu luang, atau sekedar ingin mengomunikasikan perasaan dan pikiran mereka dalam bentuk puisi atau sajak.

    3. Sehubungan dengan point 1 dan 2 di atas, maka saya mengajak teman-teman agar :

    a. Tidak mesti memaksa diri untuk mengomentari semua karya yang diposting (kecuali jika niatnya mau mengumpulan point..hehehe..). Pertimbangkalah kualitas bentuk dan isi dari setiap karya. Sebab teman-teman yang rajin menulis pun tidak selalu terjaga kualitas penulisan mereka.

    b. Memberi bintang dan komen untuk karya yang menonjol dalam hal bentuk dan isi, baik dalam hal kebaruan bentuk maupun kesegaran isi.

    c. Memberi bintang tapi tidak membuat komen karena karya itu menarik tapi tidak memotivasi untuk dikomentari.

    d. Membuat komen tapi tidak memberi bintang karena banyak hal yang bisa dibicarakan dari karya itu. Namun, dari segi isi atau bentuk tidak menawarkan hal baru. Atau dari segi kreatifitas memang kurang menonjol.

    4. Aku bercita-cita – semoga teman-teman juga – menerbitkan kumpulan puisi/sajak yang dimuat disini. Ini hal baru, siapa tahu dapat memberi sumbangan tersendiri bagi perkembangan dunia susastera kita. Dan Yahoo tentunya bisa membantu mempromosikan buku kumpulan puisi itu, karena kita mencantumkan sumber awal karya itu.

    Demikianlah dan semoga masukan ini cukup berharga buat teman-teman pecinta rubrik Persajakan Y!A.

    Salam,

    JASMAN

    15 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Tanyaku Pada Seribu Bulan Seribu Mentari : Masihkah Kau Di Sana?

    Ketika rasa kuatir diam-diam merasuk jiwa, sering kali kita pun kehilangan dan menggapai-gapai.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    MASIHKAH KAU DI SANA?

    Kutakut langkah ini tibatiba kaku sebelum tanganku menggapai

    bayangMu. sedang usia terus saja menggerogoti harihari

    seribu doadoa berhamburan sendirisendiri ditelan senja.

    Kutakut pandangan ini tibatiba gulita, lenyap sirna pesona rupawanMu

    kemana kutatap cerlang angkasa bintang gemintang itu. sedang

    seribu purnama pun seribu mentari berpendaran satusatu, menghilang.

    Kutakut pendengaran ini tibatiba senyap, selagi seribu tembang masih mengalun

    dimana kan kuistirahkan kepalaku dalam perjalanan yang tersisa ini. ketika

    gemerisik seribu dedaunan riang mengiring derai tawaMu.

    Masihkah Kau di sana?

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu medio september | saat-saat kudamba malam seribu bulan seribu mentari

    5 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Dapatkah Aku Berbagi Dengan Empat Puisi Alit Ini?

    Terkadang kata pun sering tak mau berbagi, buat meluapkan perasaan ini hingga mengambang ke permukaan. Maka lahirlah 4 puisi alit ini.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    TARIAN HATI

    Harihariku luruh di telaga matamu

    Bahkan sebelum kubayangkan belantara rimba

    Kemanakah kuarahkan matahariku?

    Pun cakrawala tak berjawab

    Sedang bianglala menarikan sepi.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    MAWAR DALAM JAMBANGAN

    Akankah kupetik mawar dalam jambangan kristal

    Mestikah?

    Sedang jemari ini gemetaran menggapai harihari

    Tak juga mampu menatap keanggunannya.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    KAU

    Di tiap napasmu kau toreh mimpi

    Pada dinding waktu

    Yang dingin takpeduli

    Tubuhmu bersimbah airmata

    Dan kering lagi.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    MIMPI

    Terjaga dalam pelukan mentari

    Aku pun sansai

    Ternyata aku cuma menarikan sejuta harap

    Dalam senyap.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    Pasar minggu medio september | bisik dalam sepi

    6 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Dapatkah Aku Berbagi Dengan Empat Puisi Alit Ini?

    Terkadang kata pun sering tak mau berbagi, buat meluapkan perasaan ini hingga mengambang ke permukaan. Maka lahirlah 4 puisi alit ini.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    TARIAN HATI

    Harihariku luruh di telaga matamu

    Bahkan sebelum kubayangkan belantara rimba

    Kemanakah kuarahkan matahariku?

    Pun cakrawala tak berjawab

    Sedang bianglala menarikan sepi.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    MAWAR DALAM JAMBANGAN

    Akankah kupetik mawar dalam jambangan kristal

    Mestikah?

    Sedang jemari ini gemetaran menggapai harihari

    Tak juga mampu menatap keanggunannya.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    KAU

    Di tiap napasmu kau toreh mimpi

    Pada dinding waktu

    Yang dingin takpeduli

    Tubuhmu bersimbah airmata

    Dan kering lagi.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    MIMPI

    Terjaga dalam pelukan mentari

    Aku pun sansai

    Ternyata aku cuma menarikan sejuta harap

    Dalam senyap.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    Pasar minggu medio september | bisik dalam sepi

    1 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Ketika Kubisikkan Namamu?

    Seringkali kebisuan menyadarkan langkah yang tengah menelusuri bayang-bayang. Masihkah aku mampu menyebut namamu? Ternyata aku harus mengeraskan hatiku seperti batu.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    KETIKA KUBISIKKAN NAMAMU

    /1

    Awan beriringan menyaput bulan tak kulihat bayangan binar wajahmu disana. Ah, malam yang kerontang dengan gemerisik pedih. Dinginmu memeluk tulangtulangku. Perlahan kubisikkan namamu, lirih, sekedar menghilangkan risau. Atau kerinduan? Namun yang kudengar debar jantungku sendiri. Memburu. Menelusupi napasnapas cintamu yang kau tinggalkan sepanjang kaki langit. Aku jadi merasa terbuang, sendiri.

    /2

    Dalam tanyaku, masihkah mengalun kidungkidung agung pegunungan selatan yang kau nyanyikan itu? Disana telaga matamu selalu memberi keteduhan pada rimbun hijau belantara rimba. Membuat aku pun berpacu tergopoh melongok pada bening permukaanya. Ternyata aku cuma berkaca pada mukaku sendiri. Diamdiam kau pun menyelinap di kisikisi senyap dan gulita tak berbintang.

    /3

    Sejuknya semilir angin, halus mengelus dedaunan, menarinari di celahan rerumpun, aku terus mencaricari lembut jemarimu di antara helaihelainya. Sedang rintik hujan membasuh harihari dalam dekap dan cumbu berkepanjang yang tak sudah. Aku terus membawa kakiku melangkah menyusuri napasku sendiri.

    /4

    Hanya dalam bayangbayang kemarau panjang terlepas semua rindu alang kepalang. Kubisikkan namamu dalam diam.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu sehabis shalat ied | sepi, diam, sendiri

    5 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Bunda, Hari Ini Sudah 20 Lebaran Aku Tak Mencium Surga di Telapak Kakimu?

    Bunda, pada pagi ini sebelum mentari merekah di ufuk membawa hari-hari baru, maafkan puteramu ini. Kerinduan ini begitu mendesak-desak dada, meronta, menghambur ke segala penjuru.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    BUNDA, HARI INI SUDAH 20 LEBARAN AKU TAK MENCIUM SURGA DI TELAPAK KAKIMU

    bunda, hari ini sudah 20 lebaran aku tak mencium surga di telapak kakimu

    aku masih juga berkubang debudebu jalanan di kota ini mengejar maknamakna

    sudah lama kugadaikan kertas berbingkai dan toga itu pada kebanggaan hampa

    harihari cuma menyisakan lelah dan mimpimimpi tak sudah

    tapi aku terus berkaca pada wajahmu dalam setiap tetes keringat

    bunda, hari ini sudah 20 lebaran aku tak memandang teduh ayu wajahmu

    aku masih tetap mendekap bening matamu di malammalam gulita ketika dinginnya

    menggelitik tulangtulangku di mushola tua yang melompong tak berpintu tak berjendela

    sebuah lampu tergantung termangu di ketinggian tiang di ujung gang

    remangnya menari-nari bersama sepi, aku cuma bisa menghitung detak napasku sendiri

    orangorang sudah lama pergi memindahkan mimpimimpi ke rumahrumah batu

    di sini akan berdiri apartemen mewah atas nama kekumuhan yang menahun

    bunda, hari ini sudah 20 lebaran aku kehilangan senyum alit dan derai tawamu

    tak kudengar juga canda sapa semua kerabat yang menyemai harihari awal hidupku

    mimpi ini, bunda, mimpi ini telah merampok pandanganku membutakan mataku

    menyilaukan harap asaku pada tubir kehidupan paling jauh

    dalam perih relung kagetiran ini aku dicumbu khaidir di mushola tua ini

    rumi dan syamsi tabriz menabuh rebana dan seruling meningkahi rindurindu

    dibopong dimanja siti jenar dan al-hallaj dengan kisahkisah perjalanan

    rabiah pun memberiku makanan abadi yang dulu hanya kudengar dari pak kiai

    bunda, hari ini sudah 20 lebaran aku tak juga menghantar kekasih dan cucu untuk kau timang

    kerinduan ini malah mengantarku pulang ke rumah abadi yang tak habishabisnya kujenguk setiap harihariku

    menyerahkan doadoa bagi kebahagiaanmu, bunda, juga semua kerabat tercinta

    biarlah aku menapaki jalan dimana debudebunya menyegarkan napasku dan dinginnya

    menyelimuti tubuhku dalam kehangatan yang meluruhkan

    bunda, hari ini sudah 20 lebaran aku tak mencium surga di telapak kakimu

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu, medio agustus 2009 | bunda, aku rindu

    # reposting ini sebagai studi dalam mengaitkan peresapan makna sajak dengan saat dan hari yang kita rayakan ini. ya, aku sekedar ingin mencocokkan dengan "teori agenda" makanya sajak ini kugelar kembali. semoga tak membosankan, seperti aku sendiri tak bosan-bosan mohon ampunan pada Bundaku.

    #dalam rangka itu pula maka kutambahkan kata "hari ini" pada judul dan larik-larik pengulangan.

    #juga pada baris "dalam perih relung kagetiran ini untunglah aku dicumbu khaidir di mushola tua ini", kata 'untunglah' sengaja kuhilangkan agar tak memberi kesan keputus-asaan seperti komen salah seorang teman.

    #semoga studi penulisan ini memberi buah pada ketajaman penaku.

    7 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Bagaimana Mengatasi "Writer's Block"..?

    Sebagai penulis fiksi -- khususnya novel dan cerpen -- kita tenang-tenang saja ketika kreatifitas menggebu dan produktifitas pun meningkat. Tapi, apa yang terjadi jika kita dilanda "writer's block" yaitu tiba-tiba otak beku, gagasan kering, dan mau nulis pun jadi tak gairah. Pertanyaan :

    - Pernahkah kalian mengalami "Writer's Block"? Jika iya, setelah berapa lama sebagai penulis atau setelah berapa banyak karya dihasilkan.

    - Bagaimanakah cara kalian mengatasi "Writer's Block" itu? Tolong berbagi tips-nya. Pasti sangat bermanfaat bagi teman-teman penulis.

    Mohon jawaban dari teman-teman yang aktif dalam penulisan fiksi khususnya prosa (novel/cerpen).

    Salam,

    JASMAN

    Note : Mohon dibedakan antara "writer's block" dengan 'mental blok'. 'Mental blok' adalah hambatan psikologis yang dihadapi seseorang yang belum pernah menulis dan ingin jadi penulis baik fiksi maupun non-fiksi. Sedang 'writer's block' adalah hambatan mental yang dihadapi oleh seseorang yang telah aktif menjadi penulis khususnya fiksi.

    5 JawabanBuku dan Pengarang1 dekade yang lalu
  • Gimana Jika YA Bikin 2 Rubrik Baru...Setuju?

    Sebagaimana kalian ketahui di YA sudah ada rubrik "Persajakan", gimana jika kita usulkan ke Admin YA untuk membikin 2 rubrik baru (dalam kategori Seni & Insani) selain Persajakan dan Buku&Pengarang, yaitu :

    + perNOVELan

    + perCERPENan

    Kedua rubrik itu masing-masing mefasilitasi pemuatan:

    - cuplikan dari Novel atau Cerpen yang sedang dalam proses penulisan, atau bahkan sudah selesai dikerjakan.

    - diskusi tentang proses kreatif penulisan Novel/Cerpen, sejak gagasan sampai selesainya karya tsb dikerjakan.

    - diskusi tentang teknik penulisan Novel/Cerpen, yang bisa memancing proses kreatif maupun tehnis penulisan.

    - diskusi lain-lain seputar Novel/Cerpen.

    Dengan adanya 2 rubrik baru ini maka di "Buku&Pengarang" dikhususkan untuk seputar diskusi tentang buku yang sudah/akan terbit atau seputar pribadi pengarang (pencapaian kreatif dll.)

    Pertanyaan di atas ini diajukan dengan pertimbangan, banyaknya teman-teman yang berkiprah dalam penulisan Novel/Cerpen baik yang masuk dalam kategori sastera atau hiburan. Ini ditandai dengan menjamurkan kursus penulisan fiksi/non-fiksi. Mereka pun tentu memerlukan ruang untuk diskusi, bukan?

    Thx banget atas komen kalian.

    Salam,

    JASMAN

    14 JawabanBuku dan Pengarang1 dekade yang lalu
  • Biarlah Kuledakkan Saja Cintaku....?

    Bukan putus asa atau kecewa jika leher ini kelu berteriak. Awan di kebiruan langit berarak ke selatan meninggalkan sepi mengiris.

    BIARLAH KULEDAKKAN SAJA CINTAKU

    biarlah kuledakkan saja cintaku ini

    seperti ban pecah, menggelegar. kemudi pun oleng

    hancur lumat menabrak pohon asam tepi jalan

    burung-burung gelatik ribut berhamburan

    amboi, nyawaku melayang tanpa mengaduh

    biarlah simbah darah ini bercerita

    sapu saja airmata itu

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu agustus 2009 | masihkah percaya cinta?

    15 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Sajak Seorang Mantan Karyawan Yang Kena PHK?

    Pada para sahabat yang tak mengalah pada nasib. Juga tak mau melata pada gebyar kota-kota.

    SAJAK SEORANG MANTAN KARYAWAN YANG KENA P.H.K.

    sudah sembilan musim aku termangu menatap bintang gemintang dalam kegelapan ladang kedelai di antara pohok hutan jati

    sudah sembilan musim aku tak mencium bau oli, deru mesin pabrik dan asap knalpot yang memacetkan jalanjalan

    keserakahan tak menyisakan sebutir pun nasi di piringpiring plastik para jelata bahkan udara buat dihirup

    aku terlempar jauh dari dindingdinding kota tapi bukan kalah atau salah langkah

    disini aku pun berteman sepi tapi juga anak isteri dan kerabat sedesa

    sudah sembilan musim kami menemukan cinta yang dulu dirampas waktu, kemacetan dan mesin pabrik

    sudah sembilan musim isteriku menimang sang puteri dalam dada memberinya kehidupan

    biarlah seribu musim lagi aku berdiri di atas tanah leluhur mengurus warisan anak cucu

    sudah sembilan musim kita tak lagi menonton bola di televisi sambil menghirup kopi

    biarlah seribu musim lagi kita bercumbu lewat katakata dan imaji yang makin gembur

    sudah sembilan musim, dan pada musim ke sepuluh sambutlah seribu lembaran dimana katakata merangkai maknamakna

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu agustus 2009 | ketika makna-makna berhampiran

    7 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Ketika Aku Berdiri Depan Seribu Lukisan?

    Kepada seorang teman pelukis, terima kasih karena telah memamerkan karya-karyamu dan memaknai hari-hari dengan warnawarna.

    KETIKA AKU BERDIRI DEPAN SERIBU LUKISAN

    ketika aku berdiri depan seribu lukisan sunyi sepi menyergapku

    di ruang pamer yang luas ini dalam temaram lampu pijar

    terlempar dalam kesendirian aku berdiri terpaku berkaca dalam

    ribuan lukisan menarikan bentukbentuk

    aku bergelimang maknamakna yang menghambur berpendaran

    garisgaris menyeretku luruh dalam alur tak beraturan, berlompatan

    aku kembara dalam warnawarna memabukkan dan bentukbentuk

    membutakan mataku nanar kehilangan pandangan

    dimanakah aku dalam dataran penuh makna ini?

    sekedar noktah, garis, bentuk atau warnawarna?

    aku kelu, beku, katakata luruh dalam warnawarna, bentukbentuk dan garisgaris

    aku tak bisa menerobos bingkai, sejuta warna mengikat kakiku

    cuma sunyi sepi yang tinggal bersamaku mengisi ruangruang

    di mana pun aku berdiri, setiap kali kuarahkan pandanganku

    tinggal sepi menyergap, meringkus, menyeretku ke dalam diriku

    aku termangu

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu, agustus 2009 | salamku untuk semua pelukis

    12 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Bunda, Sudah 20 Lebaran Aku Tak Mencium Surga di Telapak Kakimu?

    Bunda, maafkan puteramu ini. Kerinduan ini begitu mendesak-desak dada, meronta, menghambur ke segala penjuru.

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    BUNDA, SUDAH 20 LEBARAN AKU TAK MENCIUM SURGA DI TELAPAK KAKIMU

    bunda, sudah 20 lebaran aku tak mencium surga di telapak kakimu

    aku masih juga berkubang debudebu jalanan di kota ini mengejar maknamakna

    sudah lama kugadaikan kertas berbingkai dan toga itu pada kebanggaan hampa

    harihari cuma menyisakan lelah dan mimpimimpi tak sudah

    tapi aku terus berkaca pada wajahmu dalam setiap tetes keringat

    bunda, sudah 20 lebaran aku tak memandang teduh ayu wajahmu

    aku masih tetap mendekap bening matamu di malammalam gulita ketika dinginnya

    menggelitik tulangtulangku di mushola tua yang melompong tak berpintu tak berjendela

    sebuah lampu tergantung termangu di ketinggian tiang di ujung gang

    remangnya menari-nari bersama sepi, aku cuma bisa menghitung detak napasku sendiri

    orangorang sudah lama pergi memindahkan mimpimimpi ke rumahrumah batu

    di sini akan berdiri apartemen mewah atas nama kekumuhan yang menahun

    bunda, sudah 20 lebaran aku kehilangan senyum alit dan derai tawamu

    tak kudengar juga canda sapa semua kerabat yang menyemai harihari awal hidupku

    mimpi ini, bunda, mimpi ini telah merampok pandanganku membutakan mataku

    menyilaukan harap asaku pada tubir kehidupan paling jauh

    dalam perih relung kagetiran ini untunglah aku dicumbu khaidir di mushola tua ini

    rumi dan syamsi tabriz menabuh rebana dan seruling meningkahi rindurindu

    dibopong dimanja siti jenar dan al-hallaj dengan kisahkisah perjalanan

    rabiah pun memberiku makanan abadi yang dulu hanya kudengar dari pak kiai

    bunda, sudah 20 lebaran aku tak juga menghantar kekasih dan cucu untuk kau timang

    kerinduan ini malah mengantarku pulang ke rumah abadi yang kujenguk setiap harihariku

    menyerahkan doadoa bagi kebahagiaanmu, bunda, juga semua kerabat tercinta

    biarlah aku menapaki jalan dimana debudebunya menyegarkan napasku dan dinginnya

    menyelimuti tubuhku dalam kehangatan yang meluruhkan

    bunda, sudah 20 lebaran aku tak mencium surga di telapak kakimu

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    pasar minggu, medio agustus 2009 | bunda, aku rindu

    8 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Datanglah Kekasih, Tak Perlu Kau Mencintaiku?

    Kekasih, ternyata tak mampu aku mencitaimu sebesar cintamu padaku. Hadirmu adalah anugerah dalam perjalanan hidupku dalam hatiku dalam setiap tarikan napasku.

    DATANGLAH KEKASIH, TAK PERLU KAU MENCINTAIKU

    buat : M.N.

    kau tak perlu mencintaiku, kekasih, jangan pula kau hiraukan cintaku

    datanglah, hadirlah saja dalam hariharimu merayakan hidup ini

    dengan senyummu yang selalu menyembunyikan maknamakna

    dengan deraitawamu yang mengibaskan laranestapa di depanmu

    dengan celotehmu tentang burungburung yang pulang ke sarang dan warnawarni bebungaan yang merona di halaman rumahmu

    dengan nyanyianmu dan petikan gitarmu yang menyusupi setiap relungrelung hati

    hadirlah kekasih

    dalam hariharimu

    dalam harihariku

    dalam gelinjang tarian cintamu

    dalam lirih suaramu menyanyikan lagulagu rindu.

    --------------------------------------…

    psr.minggu 27juli | cintamu, ah, cintamu

    8 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu