Lv 31.891 points

Wawan Anwarulhak Esosa

Jawaban Favorit9%
Jawaban553

Aku pria dewasa yang jauh dari sempurna sebagai manusia yang dikehendaki sang pencifta, tapi aku terus berjalan walau jalanan terjal, berliku, dan banyak jurang yang menganga, berjalan terus menerus dengan harapan dan semangat untuk menuju ke kesempurnaan sebagai manusia

  • apakah mineral uranium bisa diperdagangkan secara bebas?

    Perdagangan mineral di Indonesia sedang masa buming, terutama batubara dan biji besi saat ini menjadi tumpuan ekonomi bagi daerah daerah otonomi, disamping mineral mineral tersebut ada juga Antimony, Galena, Nikel, Mangan dan lain lain.

    saya yang sudah berkecimpung di dunia pertambangan selama 10 tahun, saat ini menemukan atau ditawarkan untuk menjual mineral uranium yang ada di daerah Indonesia, saya jadi bingung dan harus berbuat apa karena mineral tersebut termasuk yang diawasi perdagangnya dengan ketat oleh PBB, bagaimana menurut anda?

    1 JawabanPemasaran & Penjualan7 tahun yang lalu
  • JANGAN BIARKAN WAKTU BERLALU TANPA AKTIFITAS, BAGAIMANA CARA BERSIKAP ?

    Orang orang yg banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu, fitnah dan desas desus yang tidak bermanfaat. Hal ini disebabkan akal pikiran mereka selalu melayang layang tak tahu arah dan tujuan.

    Ketahuilah ! bahwa saat yg paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yg berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa supir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

    Bila pada suatu hari kita mendapatkan diri kita menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas ! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran kita akan menerawang ke mana mana, mulai mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yg belum tentu kita alami. Dan itu, membuat akal pikiran kita tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka nasihat yg baik kita adalah mengerjakan amalan amalan yg bermanfaat itu lebih baik daripada berlarut dalam kekosongan yg membinasakan.

    Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yg culas. Adapun akal kita, tidak lain merupakan mangsa yg empuk yg siap dicabik-cabik oleh ganasnya kelengahan dan si pencuri tadi.

    Karena itu wahai sahabatku, sekarang juga; Kerjakan Shalat, Baca Buku, Bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan ruangan kita, atau berbuatlah sesuatu yg bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu ! jangan berhenti sejenakpun dari melakukan sesuatu yg bermanfaat, HAYYATUNA KULUHAA IBADAH (Segala Aktifitas kita itu nilainya IBADAH) so pasti ada pahalanya.

    Bunuhlah setiap waktu kosong dengan “pisau” kesibukan ! Dengan cara itu, dokter dokter dunia akan berani menjamin bahwa kita telah mencapai 50% dari kebahagiaan.

    Perhatikanlah para petani, nelayan, dan para kuli panggul serta kuli bangunan. Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti kita yg tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

    2 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • Tahukah Anda 7 tugas Ulama yang tidak dimiliki non Muslim ?

    Secara umum, ulama yang dimaksudkan di sini adalah orang yang berilmu, terutama ilmu “agama”, baik yang telah mencapai MAQAM ULUL ALBAB maupun yang mau menuju ke sana. Ulul Albab (men of understanding and of wisdom). Mempunya ciri 5 PLUS :

    • Bersungguh-sungguh mencari ilmu dan menafakuri ciptaan Allah, di langit dan di Bumi.

    • Mampu memisahkan yang benar dan yang salah, dan mengambil yang benar dan dipertahankan walaupun kepala harus lepas di badan, walaupun tinggal sendirian, dan biarpun yang salah dibela banyak orang.

    • Kritis dan pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, proporsi, atau dalil yang dikemukakan orang.

    • Mengamalkan ilmunya dan merasa terpanggil untuk memberi peringatan, protes atau bahkan ancaman kepada masyarakat kalau terdapat ketidakberesan, demi memperbaiki masyarakat.

    • Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.

    PLUS-nya ialah ketakwaan dan kesalehan, tekun beribadah kepada Allah demi mengharapkan rahmat dan Ridha-NYA.

    Ulama yang berkwalitas seperti itulah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :

    “ Ulama-ulama ummatku sama dengan nabi-nabi kaum Bani Israil”. Yakni para pewaris Nabi tidak cukup hanya dengan mengajarkan zikir dan do’a, apalagi hanya sekedar selebritas saja “Rekreasi mental dan akrobatik emosional saja” demi ketenaran, sekedar melegitimasi dan menyokong STATUS QUO dan menentang setiap bentuk perubahan sosial, tetapi merupakan ulama yang datang dengan sebuah ideologi dan misi yang terarah jelas.

    Ulama yang mampu bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan lain untuk mendefinisikan berbagai faktor penyebab kejumudan, kebobrokan, keterbelakangan, dan kesengsaraan rakyat, dan membebaskan mereka dari semua masalah itu.

    Dengan dmikian, dapat dikatakan bahwa tugas dan peran ulama bagi masyarakat identik dengan tugas dan peran nabi dan rasul bagi ummatnya, yaitu :

    1. TUGAS INTELEKTUAL : Harus mengembangkan berbagai pemikiran sebagai rujukan ummat dengan jalan, antara lain, mendirikan majelis-majelis ilmu, pesantren, menulis berbagai disiplin lmu; membukakan perpustakaan, dll.

    2. TUGAS BIMBINGAN KEAGAMAAN : Ia harus menjadi rujukan dalam menjelaskan halal-haram, baik-buruk, benar-salah. Mengeluarkan fatwa tentang macam-macam hal yang menyangkut hukum islam kebutuhan hajat orang banyak.

    3. TUGAS KOMUNIKASI DENGAN UMMAT : Harus dekat dengan ummat yang dibimbingnya agar senantiasa dapat berhubungan langsung, atau mengutus wakil ke tiap daerah secara tetap, dan tidak membentuk kelas elite.

    4. TUGAS MENEGAKKAN SYIAR ISLAM : Memelihara, melestarikan, dan menegakkan berbagai manifestasi ajaran Islam dengan cara, antara lain :

    • Membangun Mesjid dan memakmurkannya serta menghidupkan ruh Islam di dalamnya.

    • Menyemarakkan aktivitas keagamaan dan merevitalisasikan maknanya dalam kehidupan aktual.

    • Menghidupkan sunnah Rasul seraya memberantas berbagai penyakit, seperti; Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat dalam pemikiran dan kebiasaan ummat.

    5. TUGAS MEMPERTAHANKAN HAK-HAK UMMAT : Membela kepentingan ummat bila hak-hak mereka dirampas, dan berjuang meringankan penderitaan mereka, serta melepaskan belenggu-belenggu yang memasung kebebasan mereka.

    6. TUGAS BERJUANG MELAWAN PENGGANGGU DAN MUSUH-MUSUH ISLAM DAN KAUM MUSLIM : Baik dengan lidah, pena, atau dengan tangan dikerjakan dengan benar dan bijaksana.

    7. TUGAS MENGAGITASI JIWA DAN PIKIRAN UMMAT : Untuk senantiasa cinta dan kemaruk pada kebajikan, baik secara ikhlas maupun secara terpaksa.

    3 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • KENAPA ANDA RISAU AKAN MASA DEPAN ? YAKINKAH MASA DEPAN PASTI DATANG ?

    Hal ini telah dijelaskan Allah dalam firmannya : “Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datangnya)”. (QS. An-Nahl ayat 1).

    Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi ! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian kejadian yang akan menimpa, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankan kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan terwujud kesenangan atau kesedihan?

    Yang jelas hari esok masih ada dalam alam ghaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan berhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai ke jempatan itu dan kemudian menyeberanginya.

    Dalam Syariat islam, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam ghaib dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itupun tak melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.

    “Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dg kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNYA dan karunia”. (QS. Al-Baqarah ayat 168).

    Mereka yg menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di”genggaman yang lain” tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud. Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya, dan jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini kita sudah sangat sibuk. Jika kita heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu hindarilah angan-angan yang berlebihan.

    7 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • Bagaimana membiarkan masa lalu ?

    Orang yg selalu mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas kegagalan di dlm-nya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dg membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yg belum terjadi.

    Bagi orang yg berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam "ruang" penglupaan, diikat dg tali yg kuat dlm "penjara" pengacuhan selamanya. Atau diletakkan di dlm ruang gelap yg tak tertembus cahaya. Yg demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lg, keresahaan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu mengubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan menghidupkannya kembali, karena memang sudah tidak ada.

    Jangan pernah mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri kita dari bayangan masa lalu ! Apakah kita ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke kelopak mata? Ingatlah, keterikatan kita dg masa lalu, keresahan kita atas apa yg terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa kita oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa kita pada pintunya, adalah kondisi yg sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.

    Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yg sangat berharga. Dalam Al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yg telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan :"adalah umat yg lalu". Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman, dan memutar kembali roda sejarah.

    Orang yg berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yg menumpuk tepung, atau orang yg menggergaji serbuk kayu.

    Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dg kita mengabaikan istana-istana yg indah dg sibuk meratapi puing-puing yg telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yg telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, semua yg demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

    Orang yg berpikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kendaraan akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah melawan sunah kehidupan!.

    6 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA 7 TUGAS ULAMA ?

    Secara umum, ulama yang dimaksudkan di sini adalah orang yang berilmu, terutama ilmu “agama”, baik yang telah mencapai MAQAM ULUL ALBAB maupun yang mau menuju ke sana. Ulul Albab (men of understanding and of wisdom). Mempunya ciri 5 PLUS :

    • Bersungguh-sungguh mencari ilmu dan menafakuri ciptaan Allah, di langit dan di Bumi.

    • Mampu memisahkan yang benar dan yang salah, dan mengambil yang benar dan dipertahankan walaupun kepala harus lepas di badan, walaupun tinggal sendirian, dan biarpun yang salah dibela banyak orang.

    • Kritis dan pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, proporsi, atau dalil yang dikemukakan orang.

    • Mengamalkan ilmunya dan merasa terpanggil untuk memberi peringatan, protes atau bahkan ancaman kepada masyarakat kalau terdapat ketidakberesan, demi memperbaiki masyarakat.

    • Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.

    PLUS-nya ialah ketakwaan dan kesalehan, tekun beribadah kepada Allah demi mengharapkan rahmat dan Ridha-NYA.

    Ulama yang berkwalitas seperti itulah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :

    “ Ulama-ulama ummatku sama dengan nabi-nabi kaum Bani Israil”. Yakni para pewaris Nabi tidak cukup hanya dengan mengajarkan zikir dan do’a, apalagi hanya sekedar selebritas saja “Rekreasi mental dan akrobatik emosional saja” demi ketenaran, sekedar melegitimasi dan menyokong STATUS QUO dan menentang setiap bentuk perubahan sosial, tetapi merupakan ulama yang datang dengan sebuah ideologi dan misi yang terarah jelas.

    Ulama yang mampu bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan lain untuk mendefinisikan berbagai faktor penyebab kejumudan, kebobrokan, keterbelakangan, dan kesengsaraan rakyat, dan membebaskan mereka dari semua masalah itu.

    Dengan dmikian, dapat dikatakan bahwa tugas dan peran ulama bagi masyarakat identik dengan tugas dan peran nabi dan rasul bagi ummatnya, yaitu :

    1. TUGAS INTELEKTUAL : Harus mengembangkan berbagai pemikiran sebagai rujukan ummat dengan jalan, antara lain, mendirikan majelis-majelis ilmu, pesantren, menulis berbai disiplin lmu; membukakan perpustakaan, dll.

    2. TUGAS BIMBINGAN KEAGAMAAN : Ia harus menjadi rujukan dalam menjelaskan hala-haram, baik-buruk, benar-salah. Mengeluarkan fatwa tentang macam-macam hal yang menyangkut hukum islam kebutuhan hajat orang banyak.

    3. TUGAS KOMUNIKASI DENGAN UMMAT : Harus dekat dengan ummat yang dibimbingnya agar senantiasa dapat berhubungan langsung, atau mengutus wakil ke tiap daerah secara tetap, dan tidak membentuk kelas elite.

    4. TUGAS MENEGAKKAN SYIAR ISLAM : Memelihara, melestarikan, dan menegakkan berbagai manifestasi ajaran Islam dengan cara, antara lain :

    • Membangun Mesjid dan memakmurkannya serta menghidupkan ruh Islam di dalamnya.

    • Menyemarakkan aktivitas keagamaan dan merevitalisasikan maknanya dalam kehidupan aktual.

    • Menghidupkan sunnah Rasul seraya memberantas berbagai penyakit, seperti; Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat dalam pemikiran dan kebiasaan ummat.

    5. TUGAS MEMPERTAHANKAN HAK-HAK UMMAT : Membela kepentingan ummat bila hak-hak mereka dirampas, dan berjuang meringankan penderitaan mereka, serta melepaskan belenggu-belenggu yang memasung kebebasan mereka.

    6. TUGAS BERJUANG MELAWAN PENGGANGGU DAN MUSUH-MUSUH ISLAM DAN KAUM MUSLIM : Baik dengan lidah, pena, atau dengan tangan dikerjakan dengan benar dan bijaksana.

    7. TUGAS MENGAGITASI JIWA DAN PIKIRAN UMMAT : Untuk senantiasa cinta dan kemaruk pada kebajikan, baik secara ikhlas maupun secara terpaksa.

    3 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA TUJUH BIDANG UTAMA ILMU DI JAMAN KEEMASAN ISLAM ?

    Jaman keemasan islam pada tahun 300 – 1400 M (1100 tahun) menguasai dunia dengan ilmu pengetahuan dan dunia barat masih primitif dan dunia timur non islam sedikit lebih baik dari barat, pada 1400 – 1600 M (200 tahun) mulai barat dan timur mentransfer ilmu dari dunia islam ke dunia barat 1600 – sekarang ( 400 tahun lebih) baru bisa menguasai ilmu secara global dan dominan, tapi ini tidak lepas dari dasar-dasar ilmuwan-ilmuwan islam yang memperkenalkan barat dengan dunia ilmu dan teknologi, diantaranya :

    I. MATEMATIKA

    • AL-Khwarizmi (780-850) yang di barat dikenal sebagai Algoarismi, Algorism, Angrym, atau Alguarisme, dijuluki “Bapak Aljabar” karena keahlian dan kepionirannya dalam bidang Aritmetika, matematika, dan astronomi. Menemukan sistem hitungan pengganti sistem seksagesimal, memperkenalkan matematika dasar, beberapa rumus ilmu ukur, teorema, trigoniometri, seperti sinus, cosinus, tangen, cotangen, cara menghitung luas segi tiga, luas jajaran genjang, lingkaran, dsb.

    • Abu Kamil Syuja’ ahli aljabar tertua yang berpengaruh besar pada perkembangan aljabar di eropa, teori bilangan, geometri analitik, Trigoniometri.

    II. FISIKA

    • Ibnu Haytsam, jago fisika yang disegani Roger Bacon, Leonardo da Vinci dan Johann Keppler, di barat dikenal dengan Al-Hazen atau Avennathan. Menulis lebih dari 100 judul buku ilmiah, antara lain tentang optika, cermin parabola dan cahaya penggunaan kamera obskura. Permulaan penerapan matematika pada fisika, penggunaan geometri untuk melukiskan perubahan kecepatan pada sebuah objek. Mekanika (yang menelaah gerak); Mineralogi; Optika (yang mengkaji sifat cahaya).

    III. KIMIA

    • Alkimia ; pengembangan persenyawaan-persenyawaan kimia dan piranti-piranti semisal alat penyulingan.

    • Jabir ibnu Hayyan (725-815) yang di Barat lebih populer dengan nama Geber, mendirikan laboratorium pertama di dunia dan tercatat sebagai “Bapak Kimia Islam I” . ia juga merupakan ilmuwan pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam aktifitasnya di lapangan.

    IV. ASTRONOMI

    • Jabir bin Aflah, astronom muslim pembangun observatorium pertama yang hidup abad 13, dan menulis buku-buku kritik terhadap pandangan dan pikiran ptolemaios tentang planet-planet.

    • Al-Farghani (Barat menyebutnya Alfraganus) membuat jadwal apogee dan perigee planet-planet, melakukan eksperimen untuk menentukan diameter bumi, dan dengan Al-Battani memperkenalkan istilah-istilah astronomi Arab (azimuth, zenith, nadir, dll.)

    • Al-Battani (858-929 M) yang di Barat disebut Al-Bategni, Batenius, Bethem, atau Bereni, mendapatkan julukan “Ptolemaios dari Bagdad”. Ia antara lain, menentikan garis lengkung dan kemiringan ekliptik, panjangnya tahun tropis, lamanya suatu musim, orbit matahari, orbit bulan dan planet=planet lainnya. Juga Mekanika benda langit.

    V. ILMU KEBUMIAN

    • Abu Ubayd Al-Bakri, ahli ilmu kebumian terbesar abad ke 11 menghasilkan karya-karya monumental yang lantas diterjemahkan oleh orang-orang barat.

    • Al-Khazini, pakar meteorologi Muslim yang hidup di abad ke-12, dalam karya-karya besarnya mengupas tentang konsep-konsep berat, gravitasi, tabel-tabel kerapatan zat-zat padat dan cair, kapilaritas, menerorkan ilmu Mineralogi, Kosmologi, Geodesi dll.

    VI. ILMU HAYAT

    • Zakaria Ar-Razi (Rhazes) seorang dokter dan ahli kimia penemu air raksa, penyakit cacar, darah tinggi, dan dasar-dasar pengobatan akupunktur.

    • Ibnu Sina (Avesina), si “raja obat” dan raja di rajanya ilmu kedokteran, penulis “Qanun fi Al-Thibb”, buku suci ilmu kedokteran yang berpengaruh di Eropa selama kurang lebih 5 abad, dan merupakan ensklopedi kedokteran pertama. Beliau juga perintis studi penyakit saraf.

    • Ibnu Al-Baytsar seorang dokter hewan, farmakolog dan pakar ilmu flora, penemu 300an macam obat-obatan, menulis buku yang berisi tak kurang dari 1.400 macam contoh obat dan ratusan obat tradisionil.

    • Abdul Lathif, ahli anatomi yg mengembangkan studi tentang pertulangan

    • Abu Khayr, jagoan ilmu tumbuh-tumbuhan abad ke-12.

    • Abu Qasim Az-Zahrawi (Abucasis), ahli bedah.

    VII. ILMU-ILMU SOSIAL

    • Ibnu Rusyd (Averroes), filosof raksasa yg juga ahli fisika, astronomi, biologi, kedokteran, matematika, hukum dan ilmu agama.

    • Al-Kindi ilmuwan dan filosof serta penulis lebih 200 buah buku tentang astronomi dan filsafat dan ilmu lainnya.

    • Sa’id Al-Magribi ahli sejarah, geografi, ilmu politik, dan penjelajahan.

    2 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA MACAM-MACAM ILMU ?

    Sumber ilmu pengetahuan itu sendiri, secara garis besar, dapat dipetik minimal dari lima lahan utama, yakni : AL-QUR’AN, SUNNAH, ALAM SEMESTA (bumi, langit, lautan, matahari, bulan, bintang-bintang, planet-planet, flora, fauna, dan lain-lain.), diri manusia sendiri, dan sejarah ummat manusia.

    Dalam pembagian ilmu seorang Imam besar meletakkan ilmu-ilmu “agama” diperingkat teratas, lantaran dia berfungsi membasuh jiwa dan mengasahnya dari onggokan karat duniawi yang melengketi orang-orang PANDIR dan BAHLUL (bodoh) yang lupa daratan, dan sombong karena tersihir oleh kenikmatan duniawi. Sehingga sesuatu yang benar pasti mereka putar balikkan sesuai hawa nafsunya, mereka berbuat begitu karena khawatir kehilangan kenikmatan dunianya.

    Pendidikan melalui keteladan yang baik dan benar adalah satu cara yang paling andal untuk merubah itu. Sesudah itu baru melangkah kepada pendekatan kepada ilmu yang punya manfaat praktis dan langsung dalam kehidupan dunia dan akhirat. Rangkaian dari sakalian ilmu itulah yang dikahiri perjalannya di ma’rifat maupun tarikat, baik agama maupun nonagama, dimana di dalamnya melibatkan PIKIRAN, PERASAAN, PENGALAMAN, AMAL, dan IBADAH.

    Atau dengan kalimat lain, MA’RIFAT tadi belumlah puas dengan pertanyaan APA?, SIAPA?, BERAPA?, MANA?, KAPAN?, melainkan semacam “ILMU” yang mengajarkan hingga ke soal MENGAPA?, BAGAIMANA?, dan SEJAUH MANA?. Mereka yang berhasil mencapai tahap inilah yang berhak disebut orang “ARIF dan BIJAKSANA”.

    Sistematisasinya adalah sebagai berikut :

    I. ILMU AGAMA

    Ilmu agama atau ilmu akhirat, yakni kelompok ilmu yang langsung bertalian dengan masalah keagamaan yang diajarkan lewat ajaran-ajaran Nabi (hadits) dan wahyu (Al-Qur’an). Ilmu yang dihukumkan kewajiban individual, ini dibagi menjadi dua macam :

    1. ILMU MUAMALAH Yang bertujuan untuk diamalkan

    • SYARIAT (ilmu lahir) menyangkut undang-undang atau garis-garis yang telah ditentukan dimana terlingkup padanya hukum-hukum halal-haram, suruhan-larangan, sunat, makruh, mubah, dsb. Sehingga merambah pula ke aspek kehidupan (ekonomi, politik, sosial-budaya, humaniora, dll.) semua itu merupakan perwujudan atau amal syariat dari : TA’ABBUDI (yang sifatnya ibadah semata) dan TA’AQQULI (yang dapat dicerna dan ditimbang dengan akal atau bisa di-Ijtihadi).

    • TARIKAT (ilmu batin) menyangkut jalan yang harus ditempuh dalam “melakoni” syariat dengan syarat tertentu, dan ikhtiar menempuh jalan (tarikat) itulah yang disebut suluk. Termasuk dalam lingkungan tarikat ini, di antaranya KEIKHLASAN yang suci, MURAQABAH (senantiasa mengintai dari dekat apa yang mesti dilakukan untuk mencapai sumber kebenaran), MUHASABAH (memperhitungkan keadaan diri sendiri), TAJARRUD (melepaskan diri dari segala belenggu-belenggu yang mengikat kebebasan diri), ‘ISYQ (rindu, diantara asyiq (merindui)nya si makhluk dan masyuq (yg dirindui)nya Sang Khalik), dan HUBB (cinta, yang hakekatnya mendorong manusia untuk mencari yg dicintainya yaitu sang Pencipta).

    2. ILMU MUKASYAFAH (ILMU HAKEKAT)

    Yang menyingkapkan tabir masalah-masalah gaib dalam kaitannya dengan soal ketuhanan yang hanya dapat ditangkap oleh mata batin yang jernih.

    • HAKEKAT

    Ialah kebenaran sejati dan mutlak yang merupakan ujung dan tujuan sekalian perjalan (tarikat) dimana orang mengawali langkah mulanya dari dalam diri sendiri dengan segenap kesungguhan dan mematuhi segala persyaratan tadi. (Menembus “KASYAF” dinding hawa nafsu dan kebendaan).

    • ILMU AKHIRAT

    a) Yang terpuji (Mahmud) : kebenran hakiki

    1. USHUL (dasar-dasar atau yang pokok, misalnya Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, tradisi dan pendapat para sahabat Rasulullah).

    2. FURU’ (soal-soal sekunder atau cabang, umpamanya masalah fiqh, etika, pengalaman mistik, dan perkara kemashlahat dunia dll.)

    3. MUQADDIMAH ( studi-studi pengantar, seperti kaidah, tata bahasa Arab, sastra Arab dll.)

    4. MUTAMMIMAT (studi-studi pelengkap, umpamanya cara membaca dan menterjemahkannya, menelaah prinsip-prinsip fiqh, menyelidiki biografi dan para ahli sejarah.)

    b) Yang tercela (Madzmum) : yang tampaknya diarahkan ke syariat, tapi nyatanya menyimpang atau dibelokkan dari ajaran sebenarnya.

    II. ILMU NON AGAMA

    Ilmu dunia yang juga bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, walaupun tidak secara langsung.

    1. MAHMUD (ILMU YG TERPUJI) yaitu ilmu-ilmu yg penting dan dibutuhkan dalam pergaulan kehidupan sehari-hari dan hanya memberi manfaat tambahan kepada mereka yang mempelajarinya tanpa ada keharusan untuk melakukannya. Misalnya Ilmu Farmasi, matematika, fisika, kimia, kedokteran, biologi, geologi, dsb.

    2. MUBAH (ILMU YG DIBOLEHKAN) ilmu-ilmu tentang kebudayaan, seperti sejarah, sastra, puisi yg mampu membangkitkan semangat dan menghaluskan jiwa.

    3. MADZMUM (ILMU YG TERCELA) ialah ilmu-ilmu yang dapat mencelakakan orang lain termasuk keluarga dan diri sendiri, seperti ilmu sihir, ilmu tenung, sebagian ilmu filsafat.

    4 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA LIMA HUKUM SYARA’ DALAM ISLAM ?

    Kelima hukum ini tidak didasarkan pada penyelidikan akal, melainkan ditetapkan oleh Syara’ dari Allah lewat Rasul-NYA. Ini beda dengan tiga serangkai hukum Aqliy yang disandarkan pada hasil pemikiran akal (yaitu; WAJUB-MUSTAHIL-JAIZ). Berbeda pula, misalnya dengan hukum Romawi yang Cuma memiliki tiga kategori hukum, yaitu IMPERARE (suruhan), PROLIBERE (larangan), dan PERMITTERE (hal-hal yang diizinkan).

    Di samping itu, ada lima dasar asasi hukum Islam yang perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan situasi, kondisi, masa, tempat, dan adat kebiasaan suatu masyarakat bangsa, yaitu mencegah segala yang menyengsarakan, membolehkan semua yang bermanfaat (lebih banyak manfaat dari madharatnya), mewajibkan segenap hal yang tidak boleh tidak, membolehkan sekalian yang diharamkan oleh nash kalau keadaan memaksa, dan membolehkan segala sesuatu yang diharamkan guna menyumbat kerusakan atau untuk menghalangi jalan menuju ke arah itu, sekiranya ada kemaslahatan (manfaat).

    Kelima hukum SYARA’ yang dimaksud ialah :

    1. WAJIB atau FARDHU. Sesuatu pekerjaan atau perintah yang diberikan pahala bagi pelakunya dan disiksa (berdosa) kalau meninggalkannya. Artinya, perbuatan ini tidak boleh tawar-menawar dalam menunaikannya. Dispensasi hanya ada pada perubahan cara pekerjaan dan pergantian lain waktu.

    a. WAJIB ‘AYNI (wajib perorangan) artinya kewajiban tersebut tidak akan terlepas dari kewajibannya sehingga ia sendiri melakukannya. Misalnya : Shalat, Puasa dll.

    b. WAJIB KIFAYAH (kewajiban kolektif atau sosial) artinnya selama belum ada sejumlah individu yang melaksanakannya, maka yang lain belum (atau tidak) terbebas dari kewajiban tersebut. Contoh : menjadi tentara atau dokter, kalau sudah ada sebagian orang yg berprofesi tersebut, maka kewajiban orang yang lain sudah hilang.

    2. SUNNAT atau TATHAWWU’. Sesuatu pekerjaan atau perintah yang diberikan pahala bagi pelakunya dan tidak disiksa ( tidak berdosa) kalau meninggalkannya. Misalnya : menurut sunnahnya, mengawini wanita itu yang masih perawan, cantik, bersih, shalihah, tidak mandul, dan dari keluarga baik-baik; Menalak istri yang bertabiat buruk; Shalat malam (tahajud), atau taraweh, puasa senin kamis, dsb.

    3. HARAM atau MAHDHUR. Sesuatu pekerjaan atau larangan yang diberikan siksa (berdosa) bagi pelakunya dan pahala kalau meninggalkannya. Misalnya : Bunuh diri; menyakiti orang baik-baik dengan kata-kata buruk; memutuskan tali silaturahmi; buruk sangka; mengganggu istri orang; dsb.

    4. MAKRUH atau KARAHAH (artinya dibenci). Sesuatu pekerjaan atau larangan yang tidak apa-apa bagi pelakunya dan diberikan pahala kalau meninggalkannya. Tapi seyogianya lebih baik ditinggalkan. Umpamanya merokok (sebagian ulama mengharamkannya), banyak makan, membual, genit, marah murka, tidak punya malu (muka tembok), tertawa berlebihan, dsb.

    5. MUBAH atau JAIZ (artinya boleh). Sesuatu pekerjaan baik dilakukan atau ditinggalkan tidak akan apa-apa bagi pelakunya. Jadi terserah mau dilakukan atau tidak. Misalnya jual beli saham, atau valuta asing; makan, minum, dsb.

    Kelima hukum di atas bukanlah “harga mati” yang haram, ditawar, sebab dalam keadaan tertentu bisa saja”berubah”. Allah mempunyai tujuh cara mengentengkan hukum, yakni MENGGUGURKAN ibadah kalau terdapat UZUR (halangan) semisal gugurnya amalan haji di saat perjalanan ke sana tidak aman (mengancam keselamatan jiwa); MENGKURANGKAN kadar yang diperlukan semisal meringkas rakaat dari 4 ke 2 dalam shalat dhuhur/asar/isya dalam perjalanan atau sakit; HAK UNTUK MENGGANTI yang tidak dapat dipenuhi misalnya Puasa Ramadhan bagi yg sakit bisa diganti dilain waktu atau dengan fidyah (memberi makan orang miskin), Wudhu diganti dengan Tayamum, bila tidak mendapatkan air atau sakit atau diperjalanan; MENDAHULUKAN dari waktu semestinya, misalnya shalat asar ditarik ke dhuhur di jama’ taqdim bila sakit, diperjalanan, kesibukan; MENGAKHIRKAN dari waktu sebenarnya, misalnya Dhuhur ditarik ke Asar jama ta’khir bila sakit, diperjalanan, kesibukan; MENGUBAH sifat atau caranya, misalnya Shalat kalau tidak bisa berdiri, bisa sambil duduk, tidak bisa duduk sambil berbaring, berbaring tidak bisa dengan isyarat, kalau isyarat juga tidak bisa ya dishalatkan; dan MEMBOLEHKAN yang semula tidak boleh, seperti misalnya makanan haram bila dalam keadaan darurat antara hidup dan mati boleh dimakan secukupnya.

    3 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA SEPULUH SYARAT PENTING DALAM BER-IJTIHAD ?

    Ijtihad, merupakan suatu pengerahan total seluruh potensi dan kemampuan dalam bentuk pemikiran, pengkajian, dan penelitian untuk memperoleh keputusan hukum suatu kasus yang tidak dijumpai ketetapannya secara jelas dan tegas dalam Al-Qur’an dan Hadits. Oleh sebab itu, ada yang menganggapnya sebagai sumber hukum ketiga sesudah Al-Qur’an dan Sunnah.

    Bidang garapnya dapat mencakup segala bidang – asalkan hasilnya tidak menyalahi kedua sumber hukum utama (Al-Qur’an dan Sunnah).

    Kesepuluh syarat berikut sebenarnya “hanyalah” seperangkat keharusan formal yang bertujuan agar ijtihad tidak seenaknya dilakukan oleh sembarangan orang secara sembrono. Metodenya bebas (qiyas, istihsan, dsb). Asalkan saja, jangan sampai tersandung oleh lima rupa kekeliruan yang acap kali merusak sistem, yaitu; JASTIFIKASI (Pembenaran realitas), INTERPOLASI (memasukkan Nash ke dalam kerangka tertentu), MANIPULASI (melepaskan dalil syar’i dari situasi dan kondisinya), SUBYEKTIFIKASI (mengambil sikap tertentu secara prematur terhadap nash), dan INAKURASI (berpegang pada nash yang tidak valid, tidak tepat atau tidak relevan). Yang terpenting di dalam ijtihad adalah kemampuan intelektual untuk menarik kesimpulan. Ini berlaku pada berbagai tingkat ijtihad baik yang mutlak, relatif, maupun yang menyangkut masalah sehari-hari.

    Adapun sepuluh syarat itu adalah :

    1. Berpengetahuan luas tentang Al-Qur’an dan Ulumul-Qur’an (ilmu-ilmu Al-Qur’an) serta segala yang terkait, teristimewa dalam masalah hukum.

    2. Memiliki ilmu yang cukup dalam mengenai hadits, terutama soal hukum dan mengetahui sumber hukum, sejarah, maksud hubungan hadits2 itu dengan hukum-hukum Al-Qur’an.

    3. Menguasai masalah-masalah atau tema tema pokok yang hukumnya telah ditunjukkan oleh Ijma’ Sahabat dan ulama Salaf (2 generasi setelah para sahabat Rasulullah SAW).

    4. Mempunyai wawasan luas tentang Qiyas dan dapat menggunakannya untuk Istimbath (menggali dan menarik kesimpulan) hukum.

    5. Menguasai ilmu Ushuluddin (Dasar-dasar ilmu agama), Ilmu Manthiq (ilmu logika), Bahasa Arab dari segala seginya (Nahwu, Sharaf, Balaghah dsb), dengan cukup sempurna.

    6. Punya pengetahuan luas tentang Nasikh-Mansukh (yang menghapus dan yang dihapus) dalam Al-Qur’an, Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Qur’an) dan tertib turunnya ayat.

    7. Mengetahui secara mendalam Asbabul Wurud (sebab-sebab turun) hadits, ilmu riwayat hadits, dan sejarah para perawi hadits, dan dapat membedakan berbagai macam hadits.

    8. Menguasai kaidah-kaidah Ushul Fiqh (Dasar-dasar pemahaman hukum).

    9. Berpengetahuan lengkap mengenai lima aliran pemikiran dan mempunyai pemahaman kesadaran yang menyeluruh atas realita masa kini, yakni mekanisme, ilmu dan teknologi, cara-cara kerja dari sistem politik dan ekonomi modern, serta kesadaran akan hubungan dan pengaruh mereka terhadap masyarakat budaya dan lingkungan.

    10. Harus bersifat adil dan taqwa, hidup dalam kesalehan dan kedisiplinan, serta mengenal manusia dan alam sekitarnya.

    2 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA SEMBILAN SUMBER – DASAR HUKUM ISLAM ?

    Sumber dan dasar yang paling tinggi adalah AL-QUR’AN dan SUNNAH (HADITS) RASULULLAH SAW. Dan menurut yang disepakati secara umum, terutama oleh empat Imam Mazhab, ada empat; yaitu : AL-QU’AN, HADITS, IJMA’, dan QIYAS. Imam Hanafi menambahkan ISTIHSAN, sedangkan Imam Malik memasukkan MASLAHAT MURSALAH. Di samping itu, dari orang sebelum Islam, yakni; ISTIDHAL (menerima hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat seperti hukum moral, susila, dsb, dengan syarat tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah), semua ini hanya dianggap sebagai cara penentuan hukum dengan menggunakan pikiran, namun tidak merupakan sumber dan dasar hukum.

    1. AL-QUR’AN. Di dalam kitab suci ini terkandung perintah dan larangan Allah yang bersfat mengikat setiap orang (yang mengaku) Muslim, serta tidak dapat diganggu gugat. Tapi juga di dalamnya berisi petunjuk yang dapat diterapkan secara luwes (fleksibel) serta perlu penjelasan dan tepat pada kondisi bagaimanapun, kepada siapapun, dan untuk zaman kapanpun.

    2. AS-SUNNAH (HADITS). Meliputi segenap perkataan, perbuatan, pernyataan, pengakuan, gerak-gerik isyarat, ke-diaman, sifat, keadaan, hasrat, dll, dari Nabi Muhammad SAW.

    3. IJMA’ (KESEPAKATAN KOLEKTIF). Merupakan kesepakatan seluruh kaum muslimin yang mempunyai hak atau kewenangan berdasarkan ilmu pengetahuan mereka (alim ulama, fuqaha, syekh, habib dsb.) atas suatu hukum, pada suatu masa. IJMA’ dapat dibagi menjadi IJMA’ KAWLI (konsensus yang dinyatakan oleh mereka yang berwenang), dan IJMA’ SUKUTI, yakni persetujuan bulat-bulat yang dianggap ada kalau salah satu di antara mereka mengeluarkan pendapatnya dan diketahui oleh lainnya, namun (atau meskipun) mereka tidak menyatakan persetujuan atau bantahannya. (Parameternya tetap Al-Qur’an dan As-Sunnah). (seperti penetapan 1 Ramadhan misalnya).

    4. QIYAS. Yakni penarikan suatu kesimpulan hukum, secara induktif atau deduktif, atas suatu kasus melalui pemikiran analogis dengan bersandar pada Al-Qur’an atau Hadits. Atau dengan kalimat lain, menyamakan hukum suatu perkara yang tidak dijumpai nash/hukumnya dalam Al-Qur’an atau Hadits, dengan hukum suatu perkara lain yang sudah jelas nash/hukumnya atas dasar kesamaan sebab ‘illat. ( misalnya masalah zakat fitrah, di zaman Rasullah SAW dan di dunia arab umumnya makanan pokok adalah gandum, ketentuan zakat fitrah haditsnya zakat gandum, tapi di belahan negeri lain Indonesia misalnya beras, dengan melihat analogi makanan pokok, maka beras bisa jadi zakat fitrah di lain tempat.)

    5. IJTIHAD. Suatu usaha habis-habisan oleh para pakar yang berwenang untuk mengambil suatu kesimpulan hukum dengan cara atau metode tertentu (deduksi, argumentasi melalui proposisi kategoris, argumentasi dengan analogi, dan berbagai sarana pemikiran induktif) atau suatu perkara, kesamaran hukumnya dalam Al-Qur’an dan Sunnah hingga perlu penafsiran.

    Ijtihad inilah yang merupakan salah satu kunci pokok dinamika perkembangan prestasi dan prestise Islam, tapi juga akan memunculkan berbagai aliran dan kesesatan karena pintu ijtihad dibuka tanpa aturan dan parameter yang benar.

    6. ISTIHSAN. Penetapan hukum (kekecualian) dengan tidak menggalinya secara Qiyas dari Al-Qur’an dan Hadits, tetapi didasarkan pada kepatutan (yang lebih cocok dengan waktu dan tempat) atau prinsip-prinsip umum ajaran Islam, semisal keadilan dan kasih-sayang, atau mengambil yang terbaik dari yang terjelek.

    7. MASLAHAH MURSALAH, atau ISTISHLAH. Yaitu penetapan hukum berdasarkan pertimbangan maslahat (kebaikan, kepentingan) ummat yang bersendikan asas “menarik manfaat, dan menghindari mudharat”, walaupun tidak ada ketentuannya dari hukum Syara’ (Al-Qur’an dan Sunnah) baik secara umum maupun secara khusus. Dan agar tidak tergelincir pada pemenuhan hawa nafsu belaka maka disyaratkan supaya :

    • Tidak bertentangan dengan pandangan agama islam yaitu hukum atau prinsip dasar yang telah ditetapkan berdasarkan Nash atau Ijma’.

    • Harus terbukti dan meyakinkan kebesaran manfaatnya, mencegah adanya bahaya, bersifat Haqiqiyah (benar adanya). Tidak boleh hanya sekedar bahan percobaan dan bersifat dugaan.

    • Harus menyeluruh dan umum (kulliy), tidak boleh juz’iy (terbatas) semisal untuk pribadi dan golongan tertentu saja.

    8. ‘URF. Yaitu kebiasaan atau adat istiadat yang dianggap baik dan diterima akal sehat sepanjang tidak bertentangan dengan sumber hukum lain yang lebih tinggi.

    9. ISTISHHAB. Merupakan pelangsungan atau penetapan hukum berlaku hukum asal (yang ada) sampai didapatnya ketetapan dalil yang merubahnya.

    6 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA EMPAT MACAM TAKDIR ALLAH SWT ?

    Takdir atau ketentuan Allah pada JENJANG AWAL merupakan jangkauan ilmu Allah yang bersifat azali (Abadi) atas segala sesuatu. Takdir tiada lain “catatan” Allah (yang berisi seluruh kejadian dan mengenai segala sesuatu dari yang pasti hingga ke yang mustahil, terkecil sampai terbesar, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi).

    Di JENJANG KE-DUA, takdir berupa kehendak Allah yang terlaksana yang tidak dapat dihalangi oleh sesuatu apapun, dan siapapun, dan kekuasaan-NYA yang sama sekali tidak sanggup ditentang. Semua terjadi atas iradat dan kekuasaan-NYA.

    Pada JENJANG TERKAHIR takdir sudah merupakan keyakinan yang kokoh bahwa Allah-lah satu satu pencipta yang menciptakan dan menyatakan sesuatu apapun, dan Maha kuasa atasnya.

    TAKDIR ALLAH ADA 4 MACAM, YAITU :

    1. Takdir yang mencakup sekalian makhluk, dalam arti Allah mengetahui, menghendaki, dan menciptakan makhluk-makhluk tersebut.

    2. Takdir seumur hidup makhluk yang meliputi : Rezeki, ajal, jodoh, perbuatan, kesenangan, kesengsaraan, dan sebagainya.

    3. Takdir tahunan makhluk; apa apa yang bakal terjadi dalam setahun, misalnya : mengenai kebaikan dan kejelekan, rezeki, perbuatan apapun, ajal, penciptaan, dan peristiwa yang akan terjadi pada tahun yang berjalan.

    4. Takdir harian. Yakni urusan Allah sehari-hari seperti umpama; mematikan, menghidupkan, membagi rezeki, menghinakan, menjayakan seseorang atau suatu bangsa, mengabulkan do’a, menyembuhkan orang sakit, mengampuni dosa, dsb.

    SEMUA ITU HAKIKAT-NYA DARI ALLAH, SEDANGKAN MAKHLUK (MANUSIA) DIBERIKAN KEMAMPUAN MENGOLAH SYARIAT UNTUK MENCAPAI HAKEKAT.

    3 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA KETETAPAN DAN KETENTUAN ALLAH ?

    LIMA ALIRAN TENTANG QADHA DAN QADAR

    Qadha berarti keputusan atau ketetapan Allah (QS 17 ayat 4), sedangkan Qadar atau takdir artinya ukuran, ketentukan atau kekuasaan Allah (QS 25 : 2) untuk berbuat apaun kepada setiap makhluk.

    Bahwa apaun yang terjadi di alam ini, termasuk pada manusia, dan seluruh gerak kehidupan tidak lepas dari ketentuan ALLAH. Semua dikuasi oleh suatu hukum yang pasti dan tetap yang tak tunduk pada keinginan manusia. Dialah yang menciptakan manusia dengan segenap ketentuan yang ada padanya dan menganugerahinya kebebasan yang berniat, berpikir, bercakap, beraksi atau berikhtiar sesuai kehendaknya untuk menyetir nasibnya sendiri.

    Adapun lima aliran masalah Qadha dan Qadar dalam kehidupan manusia sesuai dengan pola pikir dan pengertiannya sebagai berikut :

    1. QADARIYAH. Penganut faham ini berpendapat bahwa nasib dan perjalanan hidup manusia sepenuhnya terletak pada usaha dan kekuatan sendiri. Bukan pada taqdir. Dengan daya dan kapasitas yang dimilikinya ia akan mampu mewujudkan segala hasrat dan kehendaknya dalam bentuk perbuatan-perbuatan.

    2. JABARIYAH. Panadangan mereka bertentangan dengan Qadariyah. Yaitu bahwa seluruh Ikhtiar dan sepak terjang manusia, Tuhanlah yang menciptakan, menentukan dan “memaksakannya”. Manusia hanyalah “robot” yang tidak berdaya, tidak punya alternatif dan kekuasaan untuk mewujudkan kehendaknya. Tinggal bergerak secara terpaksa sesuai dengan keinginan dan skenario agung Sang Pencipta.

    3. MU’TAZILAH. Fahamnya hampir sama dengan Qadariyah dalam hal kebebasan mutlak manusia untuk berbuat atau tidak berbuat. Yang membedakannya selain semua itu, ad juga pebuatan manusia ang muncul secara spontan, dalah art tidak “tercatat” dalam rencana dan kehendak manusia. Misalnya gerak refleks atau gerak otomatis, atau ada keberuntungan atau Lucky yang diluar rencana manusia.

    4. MATURIDIYAH. Dalam maslah ini, serupa pendapat mereka dengan Qadariyah dan Mu’tazilah, atau minimal lebih condong ke sana.

    5. AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH (ASWAJA). Golongan moderat dan kompromistis ini berupaya mengambil jalan tengah antara Qadariyah dan Jabariyah. Mereka berpendirian bahwasanya manusia wajib berikhtiar dan berusaha sekuat-kuat usaha untuk memanifestasikan segala hasrat dan kemauannya, namun tidak akan lepas dari takdir Allah. Ia dapat “meloncat” dari satu takdir ke takdir lainnya, umpamanya; dengan bantuan do’a yang tulus ikhlas dan berupaya terus menerus, misalnya seorang koruptor bertaubat betul-betul dan berupaya mengembalikan seluruh hasil korup, menyerahkan diri dan menerima hukuman, maka boleh jadi dia itu akan kembali jadi orang shaleh.

    Bahwa manusia memang mempunyai kekuasaan namun kekuasaan itu sesungguhnya milik Allah yang ‘dimanfaatkan’ manusia guna menyatakan keinginannya. Jadi sebenarnya perbuatan manusia itupun tidak lain adalah ciptaan-NYA.

    6 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA TIGA BELAS NABI PALSU SETELAH NABI MUHAMMAD SAW ?

    Dahulu tidak sedikit orang menyangka bahwa yang dituruni wahyu itu berkaitan dengan UMUR, HARTA, atau KETURUNAN, sehingga pentolan pentolan kafir Quraisy seperti Al-Walid bin Mughirah (kerabat Nabi), pernah sesumbar kepada Nabi, “Kalau kenabian ini memang datang kepadamu Muhammad, saya justru lebih pantas mendapatkan NUBUWWAT ketimbang kamu, sebab usia saya lebih tua dan harta saya lebih banyak”. Abu Jahal pun (paman Nabi) sekali waktu memuntahkan kecongkakannya, “Demi Allah, kami tak suka, dan sama sekali tak bakal menjadi pengikut Muhammad. Kami baru percaya kalau datang pula wahyu kepada kami seperti wahyu yang datang kepadanya itu”. Rupanya mereka mengira bahwasanya tampang-tampang seperti merekalah yang patut diberikan wahyu kenabian.

    Padahal “ALLAH-LAH YANG LEBIH MENGETAHUI DIMANA ) DAN KEPADA SIAPA) TUGAS KERASULAN ITU DITEMPATKAN (DIBERIKAN) ....” (QS. 6 ayat 124).

    Hal serupa menghinggapi pula, paling tidak 13 orang berikut ini, kendatipun tidaklah seluruhnya tergolong nabi palsu, ada juga yangmembuat hadits hadits palsu, atau motif memperkeruh suasana atau lainnya. Sebahagian gembong-gembong kafir Quraisy berupaya menandingi Al-Qur’an suci. Mereka menyangka Al-Qur’an itu buatan Muhammad SAW. Antara lain : An-Nadhar bin Haris, Abu A’la Al-Ma’ary, Mutanabby, dan Ibnu Muqaffa.

    Adapun 13 yang ngaku Nabi dan motif lainnya sebagai berikut :

    1. Abu Thumamah Haran putra Habi (Hubaib). Atau lebih masyhur dengan gelar : Musailamah Al-Kadzdzab (si Pendusta), penyair, diktator, orator, ahli nasab sekaligus berprofesi sebagai dukun. Ialah yang memproklamirkan diri sebagai partner Muhammad dalam kenabian. Dan dengan retorikanya yang berapi-api, sejumlah suku arab dirangkulnya – Bani Hanifa sangat mengidolakannya. Belakangan diketahui, nabi imitasi ini dibunuh oleh jongos mantan pembunuh Hamzah, paman Nabi. Itulah Wasyi. Di masa Abu Bakar, beliau mengutus Ikrima dan Syarahbil bin Hasan untuk memeranginya, namun mendapatkan perlawanan sengit dari 40.000 pasukan gabungan di Kadzdzab yang berkomplot dengan Sajjah binti Harits, yang seorang wanita yang mengaku diri sebagai nabi juga, yang kelak dikawininya. Perlawanan mereka baru dapat ditumpas setelah dikirimnya Khalid bin Walid. (terjadi setelah Rasulullah SAW wafat.)

    2. Al-Aswad Al-Ansy. Aswad alias si Ireng Keling ini juga seorang jago syair yang pandai membakar massa, ahli nasab dan tukang tenung (dukun). Sebagian penduduk Yaman amat fanatik terhadapnya. Dialah justru yang pertama yang menganggap dirinya berperan dalam kenabian. Pada tahun 10 H ia berhasil menaklukkan Najran dan seluruh Yaman, Abu Bakar mengutus Zubair bin Awwam dengan sejumlah pasukan untuk memeranginya, namun ia terbunuh oleh saudara Gubernur Yaman sebelum pasukan Zubair tiba.

    3. Sajjah binti Harits “beruang” betina dari suku Banu Yarbu di Arabia Tengah, yang ditaati secara membabi buta oleh suku Bani Tamim. Ia pernah bertanding “katanya wahyu” yang berisi kata-kata cabul dengan Musailamah, dan kalah. Untuk itu tukang tenung ini menyerahkan diri untuk dikawini. Juga tewas dalam peperangan.

    4. Aihala ibnu Ka’ab, kepala negeri Yaman yang cerdik lagi kaya, dan tukang sihir pula. Ditumpas juga.

    5. Thulaiha bin Khuwailid Al-Asady dari Banu Asad. Yang disambut sebagai nabi oleh Banu Ghathafan. Atas instruksi Khalifah Abu Bakar ia diperangi dan ditewaskan oleh si “Pedang Allah” Khalid bin Walid.

    6. Laqith bin Malik, yang diidolakan oleh segelitir rakyat Yaman.

    7. Malik bin Nuairah dari Banu Yarbu’.

    8. Maisara Ibnu Abdir-Rabih Al-Farisi.

    9. Abu Ismah Nuh bin Maryam.

    10. Jabir Ibnu Yazid bin Harits Al-Ja’fi (127 H).

    11. Abu Muslim Al-Khurasani (129 H).

    12. Mirza Ali Muhammad Asy-Syarazi (1821 – 1850) yg bergelar Al-Bab (gerbang, pintu). Pengikutnya terkenal sebagai kaum Babiyah.

    13. Mirza Husain Ali Al-Mazandarani, bergelar Baha’i atau Baha’ullah, yang artinya Kebesaran Allah (1233 H = 1817 M – 1309 H = 1892 M). Dia itu adalah murid sekaligus khalifah dari Mirza Ali Muhammad. Pengikutnya disebut kaum Baha’i.

    DUA YANG MENGAKU NABI TERAKHIR INI BERASAL DARI IRAN “KATANYA MENERIMA WAKYU” PADAHAL MENJIBLAK DARI AL-QUR’AN DAN DIRUBAH SESUAI DENGAN HAWA NAFSUNYA. Al-Bab dihukum mati dengan disalib, atas perintah Syah Iran, Nashiruddin, pada tahun 1215 H di Tabriz.

    Di samping itu ada lagi “NABI PALSU BARU” dari negeri Hindu (India) yang bernama Mirza Ghulam Ahmad. Tapi kenabiannya hanya dalam pengertian MAJAZI (Kiasan), bukan dalam arti sesungguhnya; seperti diakuinya sendiri, “Aku disebut nabi Allah secara kiasan, bukan dalam arti yang sebenarnya”, India bisa berkembang pesat karena ada dukungan dari penjajah waktu Itu “Inggris Raya” yang berkepentingan untuk menghentikan perlawanan rakyat muslim di India. Pengikutnya menamakan diri Jemaat Ahmadiyah (Qadyan).

    8 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA LIMA PULUH SILSILAH SEJAK ADAM AS HINGGA MUHAMMAD SAW DAN PERCABANGANNYA ?

    Yang ditulis huruf kapital adalah yang masuk 25 Nabi yang diketahui dan tercantum dalam Al-Qur’an, sebagai berikut :

    1. ADAM->2. Syits/Seth->3. Yanisy/Enokh->4. Qainan/Kenan->5. Muhlil/Muhaleel->6. Yard/Jered->7. IDRIS/Akhnukh->8. Mattusyalkh/Meluschelach->9. Lamak/Lemek->10. NUH->11. Sam/Sem->Iram->Amir/Atsar->Tsamud->Jabir->Ubaid->SALEH.

    I->HUD.

    I->12. Arfakhsyazh/Arpasehad->13. Syalikh/Sehelakh->14. Aibar/Heber->15. Falikh/Peleg->16. Ra’u/Rehu->17. Sarugh/Serug->18. Nahur/Nakhar->19. Tahar/Azar/Terakh->Haran->LUTH

    I->20. IBRAHIM->ISHAQ->YA’QUB->YUSUF

    I->21. ISMAIL->22. Nabit->23. Yashjub->24. Ya’rab->25. Tairah->26. Nahur->27. Muqawwim->28. ‘Ud/Adad->29. Adnan->30. Ma’ad->31. Nizar->32. Mudhar->33. Ilyas->34. Mudrikhah/Amir/Umar->35. Khuzaimah->36. Kinanah->37. Nadhar/Qais->38. Malik/Quraisi->39. Fihir/Quraisy->40. Ghalib->41. Luay->42. Ka’ab->43. Murrah->44. Kilab->45. Qushay->46. Abdi Manaf->47. Hasyim->48. Abdul Muththalib->49. Abdullah->50. MUHAMMAD SAW.

    Untuk Nabi nabi yang lain cabangnya dari Ibrahim - Iskaq – Ya’qub ke anaknya yang 12 orang, turunannya sampai ke Nabi Isa AS.

    Bangsa Yahudi / Bani Israil keturunannya dari mulai Nabi Ya’qub, dan mereka merasa sebagai bangsa yang paling mulia dibandingkan bangsa lain, termasuk ke bangsa Arab walaupun sama sama Semit tapi mereka menganggap bangsa Arab adalah sudah tidak murni lagi semitnya. Oleh karena itu begitu Allah SWT memilih seorang Nabi terakhir dari bangsa Arab dari turunan Ibrahim – Ismail, mereka tidak bisa menerimanya, dan membangkang terhadap ketentuan Allah SWT.

    Mereka mencoba memanipulasi sejarah dan informasi kitabnya untuk tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir.

    Pembangkangan ini sama dengan pembangkangan IBLIS laknatullah ketika Allah SWT menyuruh sujud kepada Adam AS yang diangkat khalifah di muka bumi. Karena Iblis/Syetan merasa bahwa dia lebih mulia dari pada manusia, kata Iblis “AKU INI DIBUAT DARI API SEDANGKAN MANUSIA DIBUAT DARI TANAH”. Penyakit ini ditularkan kepada manusia : MANUSIA MERASA LEBIH MULIA DARI MANUSIA LAINNYA.

    Padahal firman Allah (Q.S. 49 ayat 13) :

    “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling BERTAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan maha mengenal”.

    7 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA DUA PULUH TUJUH NAMA MUHAMMAD RASULULLAH SAW ?

    Dalam sebuah Riwayat disebutkan bahwa jumlah nama nabi Muhammad, termasuk gelar dan julukannya, ada 102 buah.

    MUHAMMAD adalah nama pemberian kakek beliau, Abdul Muththalib, sedang AHMAD merupakan nama yang termaktub dalam kitab-kitab suci terdahulu (Taurat, Zabur, dan Injil), dan juga dalam Al-Qur’an.

    Nama ini adalah pemberian langsung dari Allah SWT. Nama nama lain untuk Nabi SAW adalah sebagai berikut :

    1. ABU QASIM (Ayahnya Qasim – Qasim adalah nama putra sulung beliau dari Ibu siti Khadijah).

    2. Al-Amin (Orang yang sangat terpercaya, julukan sejak kecil).

    3. Al-Basyir (Yang membawa kabar gembira).

    4. An-Nadzir (Yang mambawa kabar menakutkan).

    5. Al-Muqaffa (Yang diikuti).

    6. Hasyir Al-Aqwam (Pemersatu antara golongan golongan).

    7. ‘Aqibur-Rusul (Yang menyudahi para Rasul).

    8. Khatimul Anbiya (Penutup para Nabi).

    9. Al-Mutawakkil (Yang berserah diri kepada Tuhan).

    10. Al-Mubasysyir (Yang menggembirakan).

    11. Asy-Syahid (Saksi).

    12. Adh-Dhahuk (Murah senyum).

    13. As-Siraj (Lampu/penerangan).

    14. Al-Mursal (Yang diutus).

    15. Al-Ummiy (Yang tidak pandai baca tulis).

    16. Al-Munir (Yang bersinar).

    17. Fatihul-abwab (Pembuka pintu-pintu).

    18. Nabiyullah (Nabi Allah).

    19. Nabiyurrahmah (Nabi pembawa rahmat).

    20. Nabiyyul-malhamah (Nabi di medan perang).

    21. Nabiyyuttawbah (Nabi taubat).

    22. Qatsamul-khayr (Pemberi-suka memberi).

    23. Mahiyul-kufur (Yang melenyapkan kekafiran).

    24. Al-Musthafa (Yang dipilih).

    25. Al-Muzzammil (Yang berselimut).

    26. Thaha.

    27. Yasin.

    10 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAN ANDA SEBELAS MUKJIZAT NUBUAT KETIKA NABI SAW DILAHIRKAN ?

    Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah (20 April 571). Mukjizat nubuat yang terjadi antara lain :

    1. Ibundanya tidak merasakan susah payah mengandung sebagaimana yang dialami oleh wanita lain kalau lagi hamil. (Ini diriwayatkan oleh para ahli sejarah).

    2. Ibundanya, Siti Aminah, tidak merasakan sakit sedikitpun ketika melahirkan (Ini diriwayatkan oleh para ahli sejarah).

    3. Sewaktu lahir, kemarau panjang yang melanda kota Makkah langsung berhenti.

    Tetumbuhan dan pepohonan yang tadinya layu dan tak berbuah, kembali segar, berbunga dan berbuah. (semua penduduk Makkah mengakuinya waktu itu, dan dibuat gempar).

    4. Sesaat sesudah dilahirkan dan dipisahkan dari Ibunya (kebiasaan di kalangan bangsawan Quraisy, setiap anak yg lahir dipisah dari Ibunya dan disusukan kepada wanita wanita penyusu dari kalangan arab badui), ia langsung sujud ke hadirat Allah SWT sambil berseru, “Ummatku, ummatku, ....”

    5. Di waktu kelahirannya Istana kaisar Persia Anusyirwan, yang 14 tingkat tiba tiba rontok berantakan ( khabar ini disampaikan oleh para pendeta dan menyatakan ini adalah Nubuat telah lahirnya seorang Nabi).

    6. Air susu Halimah As-Sa’diyah seketika menjadi terisi dan lancar kembali di saat menyusui Nabi, padahal sebelumnya kering, badannya jadi lebih berisi dan kian murah rezekinya.

    7. Beliau lahir dalam keadaan bersih suci dan sudah disunat (dikhitan).

    8. Setan setan dilarang naik ke langit seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya (berkolaborasi dengan dukun dan peramal untuk melihat masa depan), untuk menguping percakapan percakapan para malaikat. (mulai saat itu para ahli nujum dan ramal tidak lagi bisa melihat masa depan seseorang lagi).

    9. Terdengar gema suara suara tentang datangnya seorang Rasul pilihan di setiap pojok Ka’bah. Ini menggetarkan hati setiap orang penduduk Makkah.

    10. Danau Thabariyah (Tiberia) di Syam, mengering dan menjadi padang tandus, secara tiba tiba.

    11. Api sesembahan orang orang Manjusi di Kuil Fars yang telah berusia 1.000 tahun, padam dengan sendirinya.

    10 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA ENAM NABI PEREMPUAN dan NABI-NABI YANG LAINNYA ?

    Paling sedikit ada tiga ulama besar (yakni Abu Hasan Asy’ari, AL-Qurthubi, dan Ibnu Hazm Al-Andalusi) yang berpendapat bahwa selain nabi laki-laki yang diketahui sebagai 25 Rasul tersebut dalam Al-Qur’an, ada pula Nabi perempuan (Nabiyah) walau tidak sampai sederajat dengan Rasul lantaran tidak menyampaikan Syari’at. Namun sampai juga wahyu kepadanya, melalui perantaraan Jibril, atau bahwa kedatangannya merupakan bukti MUSTHAFIYAH (yang dipilih) dari sisi Allah. Mereka antara lain :

    SITI HAWA istri Nabi Adam AS. , SITI HAJAR dan SITI SARAH istri Nabi Ibrahim AS., YUHANIDS ibunda Nabi Musa AS., SITI ASIAH binti MUZAHIM permaisuri Fir’aun, dan Ibunda Nabi Isa Al-Masih : MARYAM, putri pasangan Imran dan Anna (Hannah).

    Ada pula orang-orang yang diperselisihkan tentang kenabian-nya, baik yang termaktub dalam Al-Qur’an maupun tidak, umpamanya : UZAIR (Ezra, yang diutus kepada Bani Israil dan semasa dengan Cyrus raja Persia, 558 – 530 SM), LUQMANUL HAKIM, ZULKARNAIN (Iskandar Al-Maqduni), KHAYDIR, Al-ASBATH (12 keturunan Nabi Ya’qub), SYITS, JIRJIS, BUDHA S. GAUTAMA, SOCRATES, KONG HU CHU, LAO TSE, ZARAHTUSTRA, DARJIS, KHALID bin SINAN dsb.

    Disamping itu beberapa Nabi Bani Israil, (yang non keturunan Nabi Ibrahim, menurut ahli sejarah Ali Syariati), tercatat dalam kitab-kitab PERJANJIAN LAMA, misalnya nabi-nabi : YUSYAK, YESAYA, ARMIYA, DANIEL, HABAQUQ, EZRAM, NEHEMIA, YEHEZEKIEL, HOSEA, YOEL, AMOS, MIKHA, NAHUN, ZAGANYA, RAJAI, YASY’IYA, ASYIYA, SAMUEL, dan MALEAKHI.

    SEMUANYA HANYALAH PUNYA SATU AJARAN POKOK SAJA, IALAH TAUHID : Menyembah kepada Tuhan yang Maha ESA, dan berserah diri kepadaNYA.

    Paling tidak ada dua alasan yang mendasari hal di atas : Pertama tiada satu ummat pun melainkan telah ada padanya PEMBERI PERINGATAN (QS. 35 ayat 24), kedua, tidak semua Nabi/Rasul itu diterangkan kisahnya kepada Nabi Muhammad SAW. (QS 4 ayat 164).

    12 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu
  • TAHUKAH ANDA SEMBILAN ORANG YANG DIANGGAP TELAH MENGETAHUI (TANDA TANDA) KERASULAN NABI MUHAMMAD ?

    1. WARAQAH bin NAWFAL bin ASAD bin ABDUL UZZA, seorang tua buta, saudara sepupu Siti Khadijah, yang terkenal sebagai pemeluk Kristen / Nasrani yang taat dan alim. Dialah orang pertama yang didatangi Khadijah (bersama Muhammad) tatkala Nabi menerima wahyu yang pertama kali di Gua Hira. Tentang hal itu Waraqah bilang, “Itulah Jibril pembawa wahyu yang juga pernah diutus Tuhan kepada Nabi Musa.... moga moga aku masih hidup di saat kaummu mengusirmu .... Pasti aku menolongmu sekuat kemampuanku”. Namun ia keburu wafat sebelum keinginannya tercapai.

    2. ABDULLAH bin SALAM, seorang tokoh pendeta Yahudi di Madinah yang semula bernama Al-Husein. Ia inilah yang menyelinap ke tengah orang banyak buat menguping pidato pertama Nabi, ketika beliau hijrah ke Madinah. Sejak pandangan pertama itulah ia membatin, “Orang seperti ini mustahil berdusta”, dan terus ia memeluk Islam pada tahun kedua Hijrah.

    3. BAHIRA (BUHAIRA/SERGIUS/GEORGIUS), pendeta Kristen Utama, yang melihat tanda tanda kenabian Muhammad ketika bersua di Bashra, sebuah kota kecil di perbatasan Syam-Irak. Waktu itu Nabi masih berumur 9 atau 12 tahun dan sedang dalam perjalanan dagang bersama pamannya, Abu Thalib, Pendeta Bahira lalu menasihati Abu Thalib agar menjaga anak kecil ini baik baik, sebab kalau sampai orang orang Yahudi di Syam mengetahui tanda tanda kenabian padanya, pasti ia akan dicelakakan.

    4. HERAKLIUS, sang Kaisar Rumawi, sebuah kerajaan terbesar di dunia saat itu, ia pemeluk Kristen yang taat dan merupakan orang pertama yang disurati Nabi yang menyeru masuk Islam usai perjanjian Hudaibiyyah. Dan menerimanya secara pribadi.

    5. ABU HAYYIBAN, seorang Yahudi dari Suriah.

    6. RAJA SAIF DZIE YAZAN dari Yaman ia melihat di antara 2 tulang belikat Nabi ada SHAMAH, semacam tahi lalat yang berwarna khas, sebagai isyarat bakal menjadi Nabi.

    7. Seorang pendeta Nasrani dari Irak : CLINICUS.

    8. SALMAN AL-FARISI sebelum beliau masuk Islam, yang diberitahu oleh seorang pendeta, “Ya Salman, sesungguhnya Allah akan mengutus seorang Rasul. Namanya Ahmad (Muhammad), ia akan bangkit dari gunung gunung Tihamah (Makkah). Tandanya Ia makan Hadiah (Pendapatan) dan tidak makan Sedekah (Pemberian).

    9. UMAYYAH bin ABI SHALT, Seorang Arab Kristen.

    5 JawabanAgama & Kepercayaan8 tahun yang lalu