Lv 2553 points

ice_man

Jawaban Favorit1%
Jawaban198
Pertanyaan18
  • Apakah Al Qura’an Itu Terpelihara?

    Apakah Al Qura’an Itu Terpelihara?

    الترجمة العربية

    Al Qur’an membuat klaim ini:

    “Sesungguhnya, kamilah yang menurunkan Peringatan, dan sesungguhnya, kamilah yang menjaganya.” Q15:9

    Menurut para ahli tafsir Islam seperti Ibn Kathir, Peringatan ini adalah Al Qur’an karena hanya beberapa ayat sebelumnya dalam Surah yang sama kami membaca:

    “Mereka berkata, ‘Kamu, yang Peringatan diturunkan, kamu sesungguhnya telah dirasuk‘.” Q15:6

    Umat Islam berkata bahwa, “Kamu, yang Peringatan diturunkan,” mengacu pada Muhammad dan karena itu Peringatan yang disebut di sini pasti adalah Al Qur’an. Umat Islam menyimpulkan bahwa ini adalah janji Allah bahwa Al Qur’an tidak dapat dicemarkan dan “dijaga secara akurat hingga saat kini”.

    Sebagian apologis Kristen menyatakan bahwa Peringatan ini mengacu pada firman Allah, termasuk yang diwahyukan dalam Alkitab. Umat Islam biasanya menolak klaim ini dan mengatakan bahwa Allah hanya menjaga Al Qur’an. Dengan mempertimbangkan segala yang dikatakan Al Qur’an tentang Kitab Suci orang Yahudi dan Kristen, kita dapat berargumen kuat bahwa Al Qur’an mengasumsi (menganggapi) bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen sungguh memiliki wahyu yang asli dan tidak tercemar (lihat artikel ini). Namun, karena umat Islam sering kali tidak mahu menerima argumen ini, tujuan tulisan ini adalah menunjukkan bahwa posisi mereka menyebabkan serangkaian masalah logika yang serius. Karena itu, demi argumentasi saya akan mengikuti klaim umat Islam ini, dan menelaah apakah kesimpulan dari penafsiran ini jikalau dikaji dengan keyakinan-keyakinan Islam yang lain.

    Di ayat-ayat lain pula, Al Qur’an membuat klaim ini tidak dapat dicela:

    Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Q41:42

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Q4:82

    Pada saat yang sama, umat Islam percaya bahwa ada ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang mengatakan bahwa Wahyu-Wahyu yang lebih awal kononnya sudah tercemar:

    “Hai rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi, (Orang-Orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong, - dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan, ‘Jika diberikan ini (yang sudah diubah-ubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah; dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah!’ Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,” Q5:41;

    lihat pula Q3:78, Q2:79, Q4:46 and Q5:13.

    Akan tetapi, Al Qur’an memerintahkan umat Islam untuk percaya kepada Wahyu-Wahyu yang lebih awal:

    Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Q2:4

    Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) :

    ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat’. (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Q2:285

    Katakanlah : ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub, dan anak-anaknya dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri’. Q3:84

    Wahyu-Wahyu yang lebih awal termasuk antara lain:

    ‘Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerang)’ … Q5:44

    ‘Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh’. Q21:105

    ‘Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerang), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa’.

    8 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • kemanakah akhir hidupmu?

    KESAKSIAN SAUDARA HAMZAH

    Komen Webmaster : Hingga kini, semua saudara dan saudari yang telah memberi kesaksian mereka melakukannya secara sukarela. Kesaksian saudara Hamzah juga sangat istimewa sekali. Beliau adalah seorang yang berpendidikan. Hamzah telah dididik dan dibentuk dalam ajaran Islam dan Al-Quran sejak masih muda. Sesudah menjalani pendidikan Islamnya selama lebih dari 16 tahun beliau berhasil dianugerahkan Ijazah Perguruan Islamnya. Sudah jelaslah ilmu al-Quran dan pengetahuan Islam beliau cukup lengkap dan mantap. Tetapi sesudah bergumul selama tiga tahun dengan kesulitannya, Hamzah telah menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Isa Al-Masih Juruselamatnya yang maha pengasih! Beliau memulai kesaksiannya seperti berikut :

    Saudara-saudaraku, marilah kita merenungkan firman Tuhan yang bersabda dalam 1 Petrus 3 ayat 15-16 :

    “Tetapi kuduskanlah Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan, dan bersiap sedialah pada segala waktu, untuk beri pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan-jawab dari kamu, tentang pengharapan yang ada padamu.Tetapi haruslah dengan lemah-lembut dan hormat dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka yang memfitnah kamu kerana hidupmu yang saleh dalam Kristus menjadi malu kerana fitnahan mereka itu.”

    Saudara-saudaraku, saya ingin memberi kesaksian saya bagaimana Tuhan telah menyelamatkan saya dan memanggil saya secara khusus dan dengan kuasanya Dia memilih saya sebagai anakNya dan seterusnya sebagai hambaNya melalui berkat anugerahnya dalam Al-Masih Isa yang telah diberikan, bukan saja kepada saya tetapi sesungguhnya kepada seluruh dunia juga!

    Saudara-saudari, satu dari lagu yang telah saya gubah menyatakan bahwa di dunia ini ada banyak orang yang sedang mencari-cari keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Tetapi Alkitab telah menyatakan bahwa hanya dalam Al-Masih Isa terdapat keselamatan untuk setiap jiwa di dunia ini! Dan melalui Isa sajalah saya telah menerima rahmat dan berkat Tuhan serta jaminan kesejahteraan dunia dan di akhirat. Firman Tuhan yaitu Al-Kitab telah bersabda bahwa:

    Berbahagialah orang yang mempercaya dalam Isa walau pun tidak melihatnya dengan mata sendiri.

    Yohanes 20 : 29

    Tuhan telah memanggil dan menyelamatkan saya, bukan melalui peristiwa-peristiwa atau kejadian ’supernatural’ atau pengalaman yang ajaib yang menakjubkan! Karena secara usaha manusia, adalah mustahil bagi saya menerima Kristus dan saya tidak mungkin menjadi seorang pengikut Al-Masih itu. Sebabnya ialah sejak taman asuhan kanak-kanak (Taska), saya dibesarkan di pesantren (perkampungan di mana terdapat sekolah-sekolah agama dan madrasah Islam). Ketika itu saya telah dididik dan dibentuk selama enam tahun di sekolah pesantren dan telah menjalankan pendidikan saya dengan begitu baik. Setelah itu, keluarga saya pindah, lalu saya pun melanjutkan pendidikan saya di sebuah pesantren lain selama tiga tahun lagi.

    Sebagai satu contoh kecemerlangan saya di pusat pengajian Islam pesantren ini, pada tahun 1987, saya telah dipilih mewakili kota saya dalam pertandingan tilawah Al-Quran. Dan saya menjadi juara dalam pertandingan itu! Dan pada tahun 1988, saya juga telah menjuarai pertandingan kaligrafi Islam, yaitu seni Khat Arab yang halus itu. Pada masa itu juga, saya telah menjadi juara pertandingan berdakwah dengan cara yang sangat kuat pengaruh Islamnya, yaitu bagaimana untuk berusaha, mencari, berkhutbah secara Islam dan berdakwah ajaran Islam kepada mereka yang bukan Islam.

    Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya lagi disebuah institusi pengajian tinggi yang menyiapkan guru-guru agama Islam di kota kami. Di sini kami sebagai umat Islam amat mantap dan sangat percaya bahawa Islamlah yang paling benar, karena selaras dengan ajaran Al-Quran bahawa: ‘Innadinna indallah-hiislam’ - ’sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam’. Dan satu misi besar bagi kami ialah untuk berusaha mencari mereka yang masih belum memeluk agama Islam.

    Kewajiban besar bagi kami di sekolah tinggi itu untuk memberi penjelasan tentang Islam bagi orang yang bukan Islam. Di sekolah itu juga, saya diajarkan bahwa, pada masa yang silam telah terjadi Perang Salib, diantara umat Islam dan umat Kristen, dan dalam perang Salib itu umat Islam telah menang. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa Islamlah agama yang benar. Karena menurut ulama dan kiyai saya, Tuhan berpihak kepada orang Islam, sehingga orang Islamlah yang menang dalam perang ini!

    Ini juga telah memperbesar meyakinkan saya, dalam ayat Quran itu “sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam” dan saya dipacu dan didorong untuk mencari-cari meraka yang belum mengenal Islam. Dan di kota saya, kumpulan yang terbesar yang belum terima Islam ialah dari keturunan Cina-Tionghua. Oleh itu, saya amat rindu dan tergerak hati untuk mendakwahkan mereka. Menurut tanggapan saya, agama orang-orang Cina ini adalah salah dan mereka perlu mendengar utusan Islam. Meskipun begitu, saya sangat berhati-hati sewaktu

    5 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Muhammad di dalam Al-Kitab (Bible)?

    Muhammad di dalam Al-Kitab (Bible)?

    Pada tahun 1975, Ahmed Deedat mengadakan beberapa ceramah dimana dia mencoba untuk membuktikan keberadaan ramalan (nubuatan) Muhammad yang dikatakan terdapat di dalam Al-Kitab. Ceramah pertama yang berjudul, What does the Bible say about Muhammad? adalah mengenai ramalan kitab Ulangan 18:18 di dalam Perjanjian Lama. Deedat berusaha menunjukkan bahwa Nabi Musa meramalkam kedatangan Muhammad dengan menggunakan ayat tersebut. Ceramah keduanya berkaitan dengan ramalan oleh Nabi Isa mengenai kedatangan Muhammad ketika Nabi Isa berkata kepada pengikut-pengikut-Nya untuk menanti kedatangan seorang Penghibur yang menurut Isa akan datang setelah Ia pergi.

    Ceramah-ceramah Deedat adalah contoh bagaimana kaum Muslim berusaha membuat dua ramalan ini menjadi ramalan akan kedatangan Muhammad. Usaha-usaha yang demikian timbul oleh karena ayat yang terdapat di dalam Al-Quran, yang mengatakan bahwa kedatangan Muhammad diramalkan oleh kitab-kitab Yahudi dan Kristen.

    (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Surah 7:157)

    Tidaklah mengherankan jika kaum Muslim dengan segala upaya berusaha menyelidiki Taurat dan Injil untuk mencari ramalan yang berkenaan dengan ayat tersebut. Nampaknya Al-Quran sangat yakin bahwa ramalan ini dapat ditemukan dengan mudah. Tetapi, ketika kaum Muslim mencoba untuk mencari ramalan-ramalan seperti ini, mereka terperanjat karena Nabi Isa-lah yang diramalkan dan bukannya Muhammad. Kelahiran Isa, pelayanan-Nya, perumpamaan, mujizat-mujizat, penyaliban, kebangkitan, kenaikkan, kedatangan kedua, keilahian-Nya dan kemuliaan serta keagungan-Nya adalah topik ramalan kitab-kitab ini. Dengan intensifnya, ramalan-ramalan ini membuktikan puncak kegemilangan wahyu kebenaran Allah dan kasih-Nya terhadap manusia. Oleh karena itu, ramalan-ramalan ini tidak membuktikan adanya kemungkinan terjadi antiklimaks didalam Al-Kitab yang disebabkan oleh seorang ‘nabi’ yang diperkirakan akan datang. Ketiadaan ramalan seperti ini mengenai ‘nabi’ itu sangatlah nyata.

    Walau bagaimanapun, berpacu oleh keyakinan terhadap Al-Quran bahwa Al-Kitab memang meramalkan kedatangan Muhammad, kaum Muslim telah berusaha dengan daya upaya mencari ramalan tentang hal itu. Kekosongan ramalan-ramalan seperti ini yang kenyatannya telah mendorong kaum Muslim bergantung kepada dua ramalan yang telah disebutkan, yaitu satu oleh Nabi Musa dan satu lagi oleh Nabi Isa.

    Kami menganggap bahwa kedua ramalan ini sangat dipercayai oleh kaum Muslim sebagai bukti-bukti yang paling kokoh bagi mereka. Dengan demikian, apabila dapat dibuktikan bahwa kedua ramalan ini tidak merujuk kepada Muhammad atau kenabiannya, maka seluruh anggapan bahwa Muhammad diramalkan dalam Al-Kitab pasti akan runtuh dengan sendirinya.

    Secara umum harus difahami dan diterima bahwa untuk menentukan sesuatu, semua bukti yang berkaitan harus diselidiki dan semua yang tidak berkaitan ditolak. Marilah kita mulai dengan ramalan pertama.

    Musa dan seorang Nabi yang akan datang

    Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (Ulangan 18:18.)

    Setiap kali kaum Muslim ingin membuktikan bahwa Muhammad diramalkan di dalam Taurat, yaitu Perjanjian Lama, mereka akan selalu merujuk kepada ayat ini sebagai ramalan jelas yang mendukung tuntutan mereka. Mereka berkata bahwa Nabi yang dijanjikan oleh Allah kepada Musa adalah Muhammad karena:

    Al-Quran dianggap oleh mereka sebagai firman Allah, dan oleh sebab itu Muhammad membaca setiap ayat yang diberikan kepadanya, hal ini menunjukkan bahwa Allah telah menaruh firman-Nya ke dalam mulut Muhammad seperti yang dikatakan oleh ayat ramalan dalam Taurat ini.

    Nabi itu akan bangkit dari saudara bangsa Israel, yaitu bangsa Ismail karena Israel (Yakub) dan Ismail adalah anak Ibrahim, dan oleh sebab itu 12 suku kaum keturunan Ismail adalah saudara dari 12 suku kaum keturunan Israel. Oleh karena Muhammad seorang saja dari keturunan Ismail yang mengaku diri sebagai nabi, kaum Muslim berkata bahwa ramalan itu sebenarnya mengenai Muhammad.

    Muhammad adalah seperti Musa dalam banyak hal sehingga menurut kaum Muslim ramalan itu adalah mengenai Muhammad.

    Kita akan menyelidiki ramalan ini dengan teliti dan dengan memperhatikan konteks ramalan yang diberikan tersebut. Hanya dengan cara demikian dapat kita ketahui hasil tafsiran yang tidak menyimpang. Setiap guru/pengajar Al-Kitab yang cerdas, mengetahui bahwa tidak ada penafsiran yang wajar apabila dilihat secara berbeda dari konteks. Karena itu, sangat penting untuk mengutip seluruh nats yang mengandung ramalan tersebut. Untuk itu, dua petikan berikut sangatlah penting:

    ‘Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-a

    5 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Apakah anda setuju jika umat muslim penyembah berhala juga?

    Salah satu rukun islam yg ada adalah menunaikan ibadah haji. salah satu ritual ibadah haji adalah mengelilingi ka'bah dan mencium "batu meteor". arah sholat umat muslim adalah ke kiblat. lalu apakah itu bukan bukti penyembahan berhala? karena isi ka'bah adalah batu meteor yg merupakan benda mati? dan knp ka'bah disebut rmh tuhan sedangkan isinya hanya sebuah batu? piece man

    27 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Adakah yang dapat menjelaskan maksud ayat berikut?

    (Ingatlah) ketika malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu

    (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya,

    namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat

    dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

    (Surat Ali Imran: 45)

    9 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • apakah maksud ayat berikut?

    (Ingatlah) ketika malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu

    (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya,

    namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat

    dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

    (Surat Ali Imran: 45)

    14 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Adakah yg tahu kelangsungan kehidupan keturunan Nabi Muhammad. S.A.W?

    Maaf nih saudara/i muslim saya mau tahu keturunan nabi muhamma:

    1. berapa orang/adakah yg menjadi ulama (ada berapa %)?

    2. berapa orang/adakah yg berhasil diluar menjadi ulama?

    3. berapa orang/adakah yg gagal?

    4. adakah yg meninggal atau wafatnya tidak wajar? (seperti dibunuh)

    Karena saya percaya bahwa "KETURUNAN ORANG BENAR" pasti diberkati dan di jaga/di lindungi o/ Allah.

    Terima kasih ya? Piss...Man

    9 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Jika Jesus/Isa Almasih datang kedua kali? Apakah yg akan terjadi?

    Jika Jesus/Isa Almasih datang untuk kedua kalinya sesuai dengan yang tertulis di "ALQURAN dan INJIL" sebagai hakim yang adil yang memegang kunci maut dan sorga. Apakah yang akan terjadi?

    Tentulah banyak orang akan Mengiba-iba belas keasihan,Menangis menyesali perbuatannya,Merengek-rengek diselamatkan?

    Yang menjadi pertanyaannya:

    Apakah Jesus/Isa Alamasih kenal dengan Muhammad?

    Ataukah sebaliknya Jesus/Isa Almasih akan berkata: "enyahlah engakau hai para pembuat kejahatan...AKU (Jesus) tidak mengenal engkau...(masuk neraka)"

    Kenapa Jesus/Isa berkata demikian:

    Karena banyak kaum pengikut Muhammad yang mengingkari Jesus/Isa seperti Jesus/Isa yg ada tertulis di alquran bahkan menghinanya? sedangkan di alquran sudah ada tertulis bacalah tentang Jesus/Isa Almasih?

    19 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Apakah yg membuat anda yakin bahwa agama /keyakinan yg anda anut sekarang menuju keselamatan yg kekal/sorga?

    Pengalaman hidup/kesaksian hidup apa yg membuat anda yakin 100 % bahwa agama/keyakinan yg anda anut sekarang ini menuju keselamatan yg kekal (benar 100%)?

    Bukan karena agama/keyakinan turunan nenek moyang. Sedangkan saat ini anda hidup setelah jaman para nabi-nabi.

    12 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • siapakah yg pantas memimpin negara kesatuan republik Indoensia 2009?

    apakah seorang kyai,ulama atau yg memiliki back ground/latar belakang haji/hadjah? atau orang yg takut Tuhan tapi tidak bertitel haji/hadjah?

    karena sejarah negara ini semua pemimpin sepertinya bertakwa dari pusat sampai daerah (bertitel haji & hadjah). tapi fakta membuktikan tingkat kemiskinan, kejahatan, korupsi, pelacuran dan lain 2x kebobrokkan menjadi bertambah prosentasenya di negara yg 90 % penduduknya bertakwa terhadap Allah SWT..

    10 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Kenapa kita/umat muslim wajib hukumnya untuk mendoakan nabi besar muhammad (shalawat nabi) ?

    kenapa hukumnya wajib untuk mendoakan nabi muhammad agar mendapat tempat yg layak di sisi Allah SWT sesuai yg difirmankan & dijanjikanNya (masuk surga)?

    1). Padahal Nabi Besar Muhammad adalah kesayangan Allah. SWT, mungkinkah Zat Yang Maha Sempurna itu lupa?

    2). Apakah Nabi Muhammad tidak yakin kalo dirinya "pasti

    masuk sorga," sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT.

    3). Kenapa bukannya Nabi Muhammad yang mendoakan pengikutnya agar tidak kacau balau/sesat/muncul agama baru, apabila di tinggallkannya kelak setelah meninggal (pengikutnya yatim piatu)?

    4). Kalau umat muslim wajib mendoakan nabi Muhammad, kenapa di alquran tidak ada ayat yang isinya Nabi Muhammad mendoakan umatnya/muridnya/pengikutnya sebelum dia/nabi muhammad meninggalkan dunia ini?

    13 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Kenapa kita/umat muslim wajib hukumnya untuk mendoakan nabi besar muhammad (shalawat nabi) ?

    kenapa hukumnya wajib untuk mendoakan nabi muhammad agar mendapat tempat yg layak di sisi Allah SWT sesuai yg difirmankan & dijanjikanNya (masuk surga)?

    1). Padahal Nabi Besar Muhammad adalah kesayangan Allah. SWT, mungkinkah Zat Yang Maha Sempurna itu lupa?

    2). Apakah Nabi Muhammad tidak yakin kalo dirinya "pasti

    masuk sorga," sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT.

    2). Kenapa bukannya Nabi Muhammad yang mendoakan pengikutnya agar tidak kacau balau/sesat/muncul agama baru, apabila di tinggallkannya kelak setelah meninggal (pengikutnya yatim piatu)?

    3). Kalau umat muslim wajib mendoakan nabi Muhammad, kenapa di alquran tidak ada ayat yang isinya Nabi Muhammad mendoakan umatnya/muridnya/pengikutnya sebelum dia/nabi muhammad meninggalkan dunia ini?

    3 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Nabi Muhammad itu keturunan siapa/suku apa? (karena setiap nabi pasti ada riwayatnya)?

    adakah nubuatan yang menceritakannya (nabi muhammad) di alquran & injil.

    setiap nabi harus ada riwayat sejarahnya dan nubuatan, penggenapan nubuatan dan mujizat serta kuasanya.

    12 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • siapakah yang dapat/mempunyai otoritas mengampuni dosa umat manusia?

    siapakah yang dapat mengampuni dosa umat manusia?

    1. apakah Tuhan 100 %

    2 Tuhan & manusia 50 % - 50 %

    jika hanya Tuhan bagaimanakah dgn ritua keagamaan yg dilakukan oleh saudara 2x kita pada bulan 2x tertentu, yang menurut keyakinan mereka dapat menghapuskan dosa yang mereka lakukan (otomatis) jika ibadah yang mereka lakukan telah selesai.

    19 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Apakah isi Kaqbah? Dan kenapa setiap tahun selalu di cuci?

    maaf hanya sekedar untuk nambah pengetahuan, karena kalau kita naik haji. kita harus tahu untuk apa kita melakukannya? jadi tidak sekedar hanya untuk ikut 2x an orang lain (terpaksa) thks ya...

    6 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Mengapa sampai saat ini belum ada yg mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1428 H?

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk semua saudara/i ku yg merayakan...khususnya buat aamy$$ and God Bless You...shaloomm....

    14 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu
  • Apakah mungkin dan bagaimana caranya, kita membangun bangsa & neg.indonesia dgn keanekaragaman agama?

    Selama ini banyak jargon-jargon yg menyatakan kerukunan umat bergama? tetapi faktanya masih banyak orang yg tidak mau bersalam-salaman,bergaul bahkan silahturami, mengunjungi saudaranya yg berbeda agama pada saat hari raya?

    12 JawabanAgama & Kepercayaan1 dekade yang lalu