Lv 42.680 points

Zahra_Nn

Jawaban Favorit14%
Jawaban680
Pertanyaan48

aku adalah wanita yang berfikir dengan logika sederhana, mandiri dan selalu berfikir hari esok pasti lebih cerah jika hari ini kita mau berusaha keluarga, sahabat dan teman adalah harta yang paling berharga

  • Bolehkah aku kembali lagi ke sini?

    Apa kabar sahabat Taman.. Rindu rasanya Hati ingin kembali, sebagai salam hangatku, izinkan aku memosting karyaku yang mungkin telah usang ini :)

    "Lelaki Tua Penjejak Malam"

    Pada setiap punggung malam

    Jasad lelaki tua merunduk diatas sajadah

    Mulutnya menracau pada angin

    Tangannya sibuk menghitung berapa puji yang terucap pada Tuhan

    Pada setiap punggung malam

    Lelaki tua merapal do'a memanjat langit

    Masih adakah belas kasih penenang jiwa

    Menyinggahi kamar sempit

    Dan..

    Hingga malam mengecup fajar

    Tak jua ditemuinya ramuan dewa

    Pengobat renta raga

    Pada suatu waktu

    Ketika malam mencumbu fajar

    Jasad lelaki tua menggigil

    Peluh dingin memandikan raga

    Tak lagi sempat berpamit pada siang

    Utusan Sang Kekasih menjemput

    Jasad lelaki tua menerbit senyum pada bibir keriput

    MenemuiNya Sang Kekasih sejati

    060310

    Nona

    4 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Apakah dua penggal puisi dalam satu judul ini saling berkorelasi?

    "Sepenggal Puisi Tentang Dia"

    PUISI KU

    Buyar sudah semua yang ingin ku tuang dalam sajak

    Berganti seketsa wajahmu yang tak pudar dalam angan

    Apakah kau tahu tuan?

    Tak, tak kan kau mengerti

    Aku muak menjadikanmu inspirasi

    Namun hanya kau inspirasi itu

    Dan, terciptalah sajak mendung penghias luka ku

    Menghafal setiap kerut di lekuk wajahmu

    Menerka setiap isi fikirmu

    Memberiku imaji, menuang fikir dalam puisi

    TENTANG RINDU

    Rinduku tersangkut pada malam yang tak berpelita

    Entah kemana kan bermuara

    Pada langit hitam yang meminjam sinar mentari biar terang?

    Atau pada angin yang entah kapan habisnya?

    PKU, 140610

    8 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • kemana lagi ku cari anak ku?

    KUCARI-CARI

    kucari-cari kau kucari, anak ku

    pada malam-malam letih, tak ku temui

    pada peluh ayahmu, tak kudapati

    hanya menyisakan letih

    aku rindui suara tangismu inginkan susu di dadaku

    tangan kecilmu yang menggapai-gapai kemukaku

    sungguh-sungguh ku rindu

    kucari-cari kau ku cari, anak ku

    tak jua ku temui kau terbentuk dirahimku

    PKU,1/6/2010

    12 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • jika aku merindukan kampungmu, kemana aku harus pulang?

    Di tepian sungai Kuantan

    Kusimpan harap pada katamu yang beracun

    Hingga riang pacu jalur memporak porandakan asa

    Melarung pinta ke batang Koban

    Air terjun Guruh gemurai tak lagi mampu memecah sedihku

    Perhentian Luas menjadikan persinggahan yang ku rindu

    Ke Rambahan juga tempatku ingin merayu

    Pada Batang Koban yang menerbit pilu

    Di Taluk Kuantan ini, ingin ku basuh perih dengan madu sialang

    Dan, mengajak jiwaku menarikan Randai

    menghibur diri bersama bujang gadih

    menyolek rupa, menghias jiwa

    Teratak Rendah itu masih menungguku pulang

    menyampaikan kisah tantang Pekan Baruku yang lengang

    Ke Rambahan juga tempatku merayu

    Bukan pada hatimu, yang menginggalkanku di pendakian Adam itu

    Bertuah,25/5/2010

    10 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • apakah "Kelam" ini dapat kularung ke samudra rindu?

    >KELAM<

    #PEKAT

    Merah bukanlah aku, pun putih

    Aku adalah hitam, Perpaduan berjuta warna

    Dalam pekatku, masikah ada jernih?

    #SIAPA?

    Apakah Aku Tuan?

    Yang merasuk mimpi malam

    Bergentayang dalam angan

    Hingga elokku pun tak lagi menawan

    Apakah Aku Tuan?

    #AKU

    Aku hanya puing dari sejarahmu, yang

    Bertandang pada harimu kini

    Sekedar menjenguk ingin tau

    Apakah Cinta sudah mati

    110510

    Zahra

    7 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Bagaimana menghapus "Sejarah Hati" ini?

    Berpijak

    kau berpijak pada hatiku, hati sekarat

    menyulam luka, mengindah jiwa

    aku bahagia

    # Menjejak

    melukis tanda pada jiwa yang merah

    merenda luka membentuk bahagia

    menjejaki setiap detikku, dalam

    # Hilang

    hilang pandang, tetap terngiang

    berlari dari nyata, sia-sia

    Hampa

    Pekan, 210410

    4 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Masih ingatkah kalian "Kembali ke Taman" ini?

    Dulu, setahun lalu

    Taman berhias kembang, bertabur kumbang

    Sekarang, hari ini

    Lengang!

    Sementara

    Di halaman sebelah taman

    Bunga memohon

    Kumbang menyarang

    Kembalilah ketaman

    Sekedar menyapupun, silahkan

    Datanglah, taman melengang

    To: Sahabat-sahabat yang meninggalkan taman dan berpaling ke FB, pulanglah sesekali, lihat taman ini :D

    Salam..

    Zahra

    5 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Bolehkah aku meminta saran dan kritik untuk yang "ENTAH APA NAMANYA" ini?

    ENTAH APA NAMANYA

    #Rindu angin akan aku

    Pada kursi tua favorit kita

    Kusimpan sebongkah rindu tak bernama

    Disana angin menjerit memanggilku

    Merindu hembusnya pada rambut

    Maka jamulah aku dalam ingatanmu

    Kala kau pandangi dia

    #Gelora Rindu

    Pada gelora jiwaku

    Terpercik segumpal rindu tak bertepi

    Menderas tak jua puas

    Membasahi setiap sudut hati

    Namun di belahan bumi sana

    Kau bakar hasratku

    Hingga tak berbentuk

    #MANA JANJIMU

    Hutangmu bahagia pada waktu

    terbayar dengan sakit dan rindu

    hingga waktu tak sempat berucap maaf

    #JEJAK PERJALANAN

    debu perjalanan semalam belum lagi terseka dari jilbabku

    dan kini berganti lumpur dan akhirnya bercampur darah

    darahku, darahmu

    ______

    3 April 2010

    By. Zahra

    5 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Coba dengar "JERITAN KARYAWAN" dan apa yang kalian rasakan?

    JERITAN KARYAWAN DIBULAN TUA

    Wahai kau penikmat peluh para pekerja

    Tak terdengarkah rintih perut mereka?

    Tangis haus bayi-bayi

    Air susu tak lagi mengalir dari dada sang istri

    Susu sapi tak lagi dapat dibeli

    Di tanggal memanggung ini

    Dapur-dapur tak berasap

    Catatan bon berderet antri menanti untuk menagih

    Mulut istri tak lagi berhenti dernyanyi

    Malampun tak lagi pandangi wajah santun istri

    Bertumpu pada punggung dibalut daster lusuh

    Bulan muda bulan muda

    Semua ditotal

    Tagihan dibayar

    Amplop hanya tinggal slip gaji

    Besok mulai buka bon

    Istri menekuk muka dapati suami

    Wahai kau penikmat peluh pekerja

    Tak tersentuhkah mendengar jeritan hati kuli-kuli

    Kau tumpuk rupiah dalam kantongmu sendiri

    Taukah kau rupiah itu dari kami?

    Sepadankanlah peluh dengan gaji

    >Akhir Februari, berasal dari curhatan kawan-kawan :)

    Salamm

    Zahra

    8 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • Apakah Pantun ku dan Nalda ini mengusik kalian? silahkan balas silahkan diterjang.?

    Indah nian putri menari

    Menghibur hati para datuk

    Bingung adik berfikir sendiri

    Pantun tak jadi mata mengantuk

    Pujangga berpantun menghibur datuk

    Mak inang menari selendang

    Biasanya beruntun tidur dan kantuk

    Penat di siang malam begadang

    Sungguh wangi sedap malam

    Membuat hati mabuk kepayang

    Bukannya begadang adik semalam

    Badan merenung fikir melayang

    Batu menggunung, air mengalir

    Kemanakah angin mendorong mega

    Mengapa merenung, apakah dipikir

    Adakah kau ingin memeluk dunia

    lukah ditanam berharap ikan

    Ikan tak dapat lukah pun hilang

    Bukan dunia ingin dipelukan

    Cuma terfikir kakanda seorang

    Bukanlah tasik tempat perahu

    Sampan cadik layarnya berat

    Ikan kakap jatuh terhempas

    Jangan adik coba merayu

    Bila berani datanglah mendekat

    Abang dekap tak bisa bernafas

    Ayam jantan berbulu lebat

    Bila disabung tak pernah menang

    Tak mau adik datang mendekat

    Dekat sedikit nanti diserang

    Burung gelatik hitamnya pekat

    Terbang ke teluk mencari cacing

    Bila adik tak kunjung mendekat

    Biarlah kupeluk si bantal guling

    Memacu jalur menuju teluk

    Berbekal nasi dengan kerupuk

    Kenapa bantal yang abang peluk

    Dingin tak hilang, bantal melapuk

    Bayarlah kerupuk walau bertumpuk

    Suapaya ada kawan nasi uduk

    Bak badanmu bertambah gemuk

    Biarlah melapuk bantal dipeluk

    Darikan badanku hancur remuk

    Dihajar suaminya yang lagi mengamuk

    Ambil sarung pergi kesurau

    Kiranya sarung terkena lauk

    Jika istri hanya bergurau

    Tak akan mungkin suami mengamuk

    Datanglah tsunami hiruk pikuk

    Isi samudera ikut bergelora

    Tunggang langgang orang berlari

    Pastilah suami akan mengamuk

    Istri pula bergurau saja

    Tak ada hidangan di tudung saji

    Sungguh tampan abang berdasi

    Membuat aku ingin berimaji

    Bukan tak ingin menanak nasi

    Guna apa restoran siap saji?

    Menjolok jolok buah kuini

    Kiranya yang dapat buah ambacang

    Sungguh terhibur hatiku ini

    Sejak berkawan dengan abang

    Jangan berjalan sambil bersenandung

    Bisa-bisa yang mendengar terantuk kaki

    Kalau makan masih juga di warung

    Jadi apa guna suami punya isteri

    Burung dara belajar terbang

    Terbang sedikit tak ingat pulang

    Nanti malam malam panjang

    Kemana abang pergi bertandang

    Apakah siamang ataukah ketek

    Masih sekarib dengan si beruk

    Malam panjang mau malam pendek

    Kupeluk guling di pulau kapuk

    Yuk disambung..... :)

    10 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • SIA-SIA kah ku postingkan karya ini? mohon bimbingannya?

    Kucoba Menggulung waktu

    Mengais-ngais kisah lalu

    Menyinggahi ruang-ruang

    Menguak tabir-tabir kenangan

    Berharap luka terobat rasa

    Namun kian meraja jiwa

    Dan....

    Waktupun tak mungkin berulang

    Yang kutemui hanya tangis!

    Salam..

    Zahra

    9 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • apa kabar sahabat taman?

    terketuk hati tuk singgahi

    tempat dimana kutemukan jiwa-jiwa sahabat

    kerinduan juga yang kutumpah

    membaca karya-karya penuh makna yang tak mampu termaknai

    tak jua tertoreh sajak oleh tarian jemari

    kutarik diri hanya sanggup mengamati

    tarian jemari sahabat-sahabat hati

    apa kabar sahabat-sahabat tamanku?

    salam

    Zahra

    16 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • kemanakah Nahkoda Cinta ini kan berlabuh? maukah sobat memberikan petunjuk padanya?

    NAHKODA CINTA

    Berlabuh ditepian hati

    Menambatkan biduk cinta di dua dermaga

    Mungkinkah?

    Tak…

    Bidukmu kan pecah

    Lakumu sia-sia

    Coba tilik bilik bilik luka

    Pucat tak berdarah

    Kering..

    Layu …

    Merapuh

    Tak miriskah kau?

    ____240809____

    @buat seorang sahabat....

    semaisemai saja luka, kan tumbuh jadi bumerang buatmu

    dan jika masa panen tiba, nikmati saja semua

    aku tak mau.... hehehe..

    sobat... sampai kapan bertualang????

    salammm

    zahra

    11 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • apakah kalian kan menjadi saksi "ASMARA TAMAN" ini? jika berkenan ikuti aku kesini...?

    ASMARA TAMAN

    Kisah canda tawa airmata

    Terselip di sela rerimbunan taman

    Duri Mawar Hitam menusuk hati Ilan

    Tak terpancar darah, hanya gelak tawa

    Kala gitar Rockstar mengalunkan nada asmara

    Ika defyani terbuai alunan indahnya

    Meski suara sumbang yang ku dengar

    Namun terasa indah

    Pun, permainan kata R.oro di dinding ini menggetarkan seluruh jiwa N1_4

    Indah sungguh indah asmara menghiasi taman kita

    Satu dua tiga pasang yang terang terlihat

    Asmara asmara tersembunyipun tak hanya satu dua tiga

    Terselip diantara rimbunnya seisi taman

    Bahagia bahagia

    _________100809_________

    @buat sahabat2 jiwa… semoga abadi ya….

    Salammm

    Zahra

    14 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • bisakah ku bawa dia ikuti jalanku? sedangkan kakiku saja dipatahkannya?

    Coretan Lirih Ini ingin kusampaikan padamu adik kesayanganku.. denga air mata kutulis penuh sesak dada.

    sekiranya sahabat taman tak ingin menyimaknya, abaikan saja

    -------------

    Kemarin, masih ku ajak kau kererumputan hijau berlarian dan menerbangkan layang, beradu gundu bertaruh roti kesukaanmu. kala berandalan mengusilimu kau cari perlindungan dibelakang punggung kecilku. Ah.. indahnya masa itu.

    Sekarang, kau adalah lelaki kekar, dengan segudang emosi mudamu yang kau banggakan. aku hanya kakak yang bisa memandang dada bidangmu dengan sejuta tanya...

    Adakah di dada kekar itu tersimpan hati putih selembut kapas yang mengisi boneka pandaku yang kau rusakan kemarin? adakah di dalam kepala besarmu itu fikir menjelang hari dengan semangat masa muda?

    Ah.. aku tahu kau hanya inginkan dunia gempita dengan semua yang tak lagi ada di jalannya, tak terfikirkah? ibu mengais untuk suap kita, wajahnya kumal oleh uap panas minyak goreng kuekue dagangannya.

    adikku kemarilah, pulang dengan kakakmu kembali kepadanya, bersama lagi ke surau untuk sekedar mendengar ayah mengaji, walau suaranya tak akan terdengar lagi...

    bukankah kau pernah janjikan untuk menggantikannya suatu hari nanti? kapan? jangan janji terkubur darah muda yang kotor oleh racunracun dunia...

    kemarilah adikku kami rindu lelaki mu yang dulu..

    -----------070809--------

    "saat tangisku pecah ketika kau tak lagi punya hati untuk ibuku, aku dan adik kecilmu"

    salammm

    zahra

    9 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • kenapa masyarakat kita tidak banyak yang menyukai puisi?

    Kenapa sebahagian besar masyarakat kita tidak menyukai karya seni ini? kenapa demikian, ini terlihat dari hampir tidak tersentuhnya buku puisi di toko-toko buku, bahkan mahasiswa atau murid-murid sekolah yang menyukai puisi dapat dihitung dengan jari...

    tentu ada sebab dari semua ini kan? salah satu sebabnya mungkin adalah apresiasi. kurang nya apresiasi masyarakat kita terhadap seni khususnya seni tulis ini disebabkan budaya baca tulis masyarakat kita sangat minim, apalagi terkadang puisi memakai kata yang tidak umum, atau bahkan asing di telinga masyarakat/

    padahal jika mau melirik sebentar saja pada puisi, pasti mereka tertarik, puisi kan tak hanya bisa di baca, bahkan puisi bisa dibuat syair lagu, lihat saja lagu-lagu para musisi kita, mereka banyak yang menggunakan puisi sebagai syair nya.

    sekarang apa upya kita untuk mengajak masyarakat kita agar mencintai dan menyukai puisi???

    ini tantangan buat kita.......

    salammmm sahabat

    zahra

    10 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • apakah makna "Sahabat" dalam hidup kita?

    Sahabat

    pagi, siang, malam,

    waktu datang bertautan

    sejumput senyum simpul menyapa

    bersama derai bahagia

    tawa ada, bersama kita

    dalam pekat sesat jiwa

    bak suluh hantarkan kilaunya

    setia kembali di cerahnya hari

    adalah sahabat,

    penghias hati, pelipur lara

    adalah sahabat,

    penyemai mimpi penobat leluka

    aku, kamu kita, semua

    semoga senantiasa indah

    jalani masa berlalu

    berkepanjangan hinga di akhir..

    amiin...

    by : zahra & Rockstar

    15 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • apa kalian mau KABARI AKU jika coretanku ini tak indah untuk di nikmati?

    KABARI AKU

    Harus bagaimana lagi aku merayumu ?

    Penuhi saja mau ku

    Sudah kebas jemari menggulir bijibiji

    Liur berbuih memuji..

    Sepertiga malam cumbui AsmaMu

    Kain putihku, pun melusuh

    bergemingkah ?

    tak !!

    Tengadahkan Tangan, selalu

    Kepala tertunduk malu

    Mengharap belas kasih

    Berserah diri dan raga..

    _________250709_________

    salammm

    zahra

    14 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu
  • dapatkah bara bertuahku padam?? mohon koreksi nya..?

    "BERTUAH MEMBARA"

    Langit pagi, kelabu

    Ilalang memerah membakar paru

    Tak lepas pandang

    Lancang Kuning tak terkembang

    Membara

    Tangantangan setan

    Perkosa permata hijau negriku

    tanah melayuku

    Mendungkah?

    Enyah setan setan

    Ini lidah, lidah rakyat bertuah

    Ini laju, lajulah Lancang Kuning

    salammm

    zahra

    @ TQ kak Life.. dah mau revisi.. :)

    15 JawabanPersajakan1 dekade yang lalu