Lv 43.599 points

Nefertiti K

Jawaban Favorit19%
Jawaban769
Pertanyaan173

Aku suka persajakan. Banyak teman di sana buat diskusi. Inilah Aku... daku hanya seorang gadis, yang senang menulis mengaduk adonan kue karangan hingga kalis Daku hanya pemudi yang merangkai huruf, nanti sekarang ataupun tadi dan daku hadir di antara banyaknya batang padi Bukan dewasa bukan pula anak-anak Dengan tanganku, ingin kalimat kutanak Agar rasanya menjadi enak Bukan jua gemintang yang dijadikan peta aku hanya orang dari suatu kota Kubiarkan tinta jadi ular melata yang menciptakan kata Kuandaikan diriku sebagai sungai tanpa lintah dengan goresan semangat warna merah yang belum patah beberapa orang mengira diriku misterius Padahal aku hanya gadis berkaus denagn nurani yang haus Akan karya-karya berperasaan halus ya, aku tak lebih dari sekedar perempuan yang bersandar pada tumpuan

  • The Singing Flower, any comments or criticism or suggestion? This is my first time writing a poem for college?

    THE SINGING FLOWER

    Remember me as if you are remembering dust

    Who accompanies you loyally during your dull night

    Do not remember me as if you remember a pigeon

    Whose tame manner fools many hearts

    Consider me as a flower whose petals closed

    during the snow, because when it blooms it will

    be wounded, similar to the possibility of me

    making you sad

    Therefore do not consider me to be meek yet

    tough like bamboo,

    Do not require tomato to turn into pumpkin

    Please see me as if you are seeing the moon,

    Still pale and its light halfway to perfection

    But tomorrow you are allowed to regard me as a wolf

    Challenging you and chasing all kind of trouble

    Since I am bored of being the flower

    That is ignorant to the music

    1 JawabanPoetry7 tahun yang lalu
  • Ketika Kembang Menembang.... Kritik, saran, komentar?

    KETIKA KEMBANG MENEMBANG

    Kenanglah aku seperti kau mengenang debu

    yang setia menemanimu di malam kelabu

    Jangan kau mengenangku bagai merpati

    yang kejinakkannya menipu hati

    Anggaplah aku bunga yang mekar dalam salju

    Yang kehadirannya seakan menanti dingin melaju

    Sebab bila ia merekah ia akan terluka

    Sebagaimana aku mungkin buatmu berduka

    Maka jangan kau paksa aku seolah aku bambu

    Jangan kau paksa tomat berubah labu

    Lihatlah aku sebagaimana kau pandang bulan

    yang masih redup setengah jalan

    Tapi esok boleh kau anggap aku serigala

    Menantangmu dan mengejar aneka bala

    Sebab aku bosan jadi kembang

    Yang tidak kenal dengan tembang

    6 JawabanPersajakan7 tahun yang lalu
  • Menurut kalian, bulan apakah yang paling menyakitkan dari aspek emosi ? Apa alasannya?

    Aku pikir akan sangat banyak yang menjawab "September" (tragedi World Trade Center) atau "Desember" (Tsunami Aceh)

    5 JawabanJajak Pendapat & Survei7 tahun yang lalu
  • What do you think is the most painful month and why ?

    I was just wondering. After all, a lot of songs are titled after the name of the months.

    9 JawabanPolls & Surveys7 tahun yang lalu
  • Adakah yang bisa dan mau membantu saya memperkirakan tanggal terjadinya pembuahan/konsepsi?

    Maksud saya, berdasarkan data-data di bawah ini, kapankah janin (zygote) mulai terbentuk di rahim ? Kapankah sperma bertemu dengan telur?

    18 tahun yang lalu ......

    Sepasang suami-istri memiliki tanggal pernikahan sebagai berikut : 1 Januari 1995

    Bayi perempuan pertama mereka lahir pada tanggal 13 September 1995 ( kini berusia tujuh belas tahun lebih)

    Saya awalnya menduga tanggal pembuahannya sekitar tanggal 21 Desember 1994, namun informasi selanjutnya membuat saya ragu sendiri :

    Pasangan tersebut TIDAK melakukan hubungan seksual sebelum menikah (artinya mereka tidak bersenggama di luar nikah)

    Sementara itu, tidak diketahui kapankah terakhir kalinya sang istri mengalami menstruasi sebelum hamil/mengandung.

    Pertanyaan tambahan : apakah anak gadis mereka itu prematur (lahir terlalu awal, tidak cukup bulan/ minggu) ? Diketahui berat badan lahirnya memang rendah, 2400 gram alias 2 . 4 kg dan panjang badan 44 cm

    2 JawabanKehamilan7 tahun yang lalu
  • Would anyone help me to estimate the date of the conception? Quite tricky, some math might be required?

    A couple was married on January 1st, 1995

    Their first daughter was born on September 13th, 1995

    Therefore, when did the mother get pregnant (conceived) with the baby girl ?

    I expected that the baby was conceived around or on December 21st, 1994.... BUT the following information ( and the date of the wedding) made me feel doubtful of my calculation

    Given that the couple DID NOT have a sexual intercourse before their marriage, was their child premature?

    The date of the mother's last menstrual cycle was unknown.

    Also, I want to know : is it true that after an erection/ejaculation/orgasm, a sperm (which will fertilize an egg) may survive longer than 24 hours?

    1 JawabanPregnancy7 tahun yang lalu
  • Does character development contribute to the thickness of the plot or is it the opposite or is it vice versa?

    The complete question is as follows:

    "There was a literary critique which stated that the development of characters are determined by the thickness of the plot. Whereas, another criticism claimed that the thickness of the plot is the result of the character developments. Using 2-3 novels you have studied, examine those statements"

    The question originally came from an IB Indonesian Literature HL Paper 2 for many years ago, but I think it can be applied to any language. Would you like to help? Thank you very much in advance.

    3 JawabanBooks & Authors8 tahun yang lalu
  • Alur rumit karena tokoh rumit atau tokoh rumit karena alur rumit?

    Pertanyaan lengkapnya seperti ini:

    "Ada kritikus sastra yang berpendapat bahwa perkembangan kejiwaan tokoh ditentukan oleh kerumitan alur, sementara yang lain menyatakan bahwa kerumitan alur disebabkan oleh perkembangan kejiwaan tokoh. Dengan mengacu pada TIGA buku yang telah Anda pelajari, bicarakan pandangan Anda mengenai hal itu"

    Novel yang boleh dipakai:

    Sukreni Gadis Bali (karya A.A Panji Tisna)

    Bumi Manusia (karya Pramoedya Ananta Toer)

    Ronggeng Dukuh Paruk (karya Ahmad Tohari)

    dan/atau Keberangkatan (karya N.H Dini)

    Jawaban dalam bentuk esai yang terstruktur.

    Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya.

    1 JawabanBahasa8 tahun yang lalu
  • Ada yang berpendapat bahwa kerumitan alur ditentukan oleh perkembangan jiwa para tokoh?

    Pertanyaan lengkapnya seperti ini:

    "Ada kritikus sastra yang berpendapat bahwa perkembangan kejiwaan tokoh ditentukan oleh kerumitan alur, sementara yang lain menyatakan bahwa kerumitan alur disebabkan oleh perkembangan kejiwaan tokoh. Dengan mengacu pada TIGA buku yang telah Anda pelajari, bicarakan pandangan Anda mengenai hal itu"

    Novel yang boleh dipakai:

    Sukreni Gadis Bali (karya A.A Panji Tisna)

    Bumi Manusia (karya Pramoedya Ananta Toer)

    Ronggeng Dukuh Paruk (karya Ahmad Tohari)

    dan/atau Keberangkatan (karya N.H Dini)

    Jawaban dalam bentuk esai yang terstruktur.

    Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya.

    2 JawabanBuku dan Pengarang8 tahun yang lalu
  • Dalam puisi ini, apakah si "aku" takut untuk menyayangi seseorang atau bagaimana? Penafsiran kalian?

    UNTUK YANG AKAN MEMUDAR

    Aku ingin menjadi air mata

    ia hentikan kesedihan

    dari jalannya menuju kebimbangan

    Aku ingin melihat jiwa

    ia jaga desah di malam hari

    dari jalannya menuju keraguan

    Aku ingin pahami masa,

    ia jaga titik debu

    dari jalannya menuju kenistaan

    Aku ingin menyentuh rasa,

    ia jaga kesepian

    dari lamunan yang menipu

    Namun aku tak mau jadi batu

    yang mengganjal hatimu

    Bintaro, Tangerang Selatan

    5 Maret 2012

    Terinspirasi oleh sajak Sapardi Djoko Damono

    5 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Is this a logical fallacy?

    Does it make sense to say " I do not love you anymore, but I still care about your happiness" ?

    I mean, 'love' and 'care' almost have the same implications, can you love someone without caring for him/her or, in the case above, vice versa? (as in, is it possible to care for somebody without actually loving that certain person? If yes, how? If no, why?)

    To think further: when you choose to stop loving someone, do you automatically stop caring about him/her? If you still care, does it show that you are not really leaving ( fail to 'move on') ?

    4 JawabanPhilosophy8 tahun yang lalu
  • Est-ce la traduire correcte?

    I am not a native french speaker, so any help will be appreciated. I want to say this to my french teacher, but I am not sure if I've used appropriate grammar, expressions and choice of words.

    (I need someone with whom I can share my thoughts

    Someone who will advise me instead of judging me

    Someone who can see me for who I am

    Someone who knows what I've been through)

    "Je besoin de quelqu'un à qui je peux partager mes pensées

    quelqu'un qui me conseillera au lieu de me juger

    quelqu'un qui peut me voir pour qui je suis

    quelqu'un qui sait ce que j'ai été en passant par"

    3 JawabanLangues8 tahun yang lalu
  • Izinkan aku menabur kembang, namun sebelumnya aku mau mengampuni, setuju?

    MENARUH KEMBANG

    -Buat ia yang tak bisa aku rengkuh

    Aku akan menabur bunga di tempat tidurmu

    Saat tinggal tanah, bebatuan dan kenangan sayu

    Di mana hanya peluh dan pilu yang bertemu

    Tatkala tinggal nama terukir di kayu

    Tapi untuk sebuah alasan, aku tak jemu

    Aku akan menghias setapak pula

    Saat tinggal letih, keluh dan segala luruh

    Di mana pusara jadi tempat keabadian bermula

    Jika kengerian dan sengsara riuh bergemuruh

    Ketika datang pasrah penuh seluruh

    Aku akan mengunjungi rumahmu kelak

    Bila tercipta kesah dan pipi pun basah

    Tiada sempat menolak dan mengelak

    Bila sesal atas salah kembali diasah

    Tapi pertama, aku akan maafkan alpa

    Mencuci lagi dendam dan prasangka

    Mengawasi mereka bersalin rupa

    Sebelum kau tergerus jadi kerangka

    1/Agustus/2012

    7 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • ah, apakah sama dengan beda perspektif?

    BEDA ISTILAH

    Seperti nasi, aku kerap dibuang

    Seperti kotak, aku menyimpan rahasia

    Andai aku nasi kotak, mungkin lain cerita

    Di sini hampir penuh semua ruang

    Dihuni, direbut, diklaim manusia

    Yang bertabiat bagai ikan lele

    Aku dan kau sama dengan garis paralel

    Berdua telentang, membujur lurus mirip rel

    Tidak menyilang, tidak bersinggungan

    Tiada tautan, tiada pertalian

    Engkau gula, aku garam

    Engkau terang, aku temaram

    Tapi….

    Engkau pekik, aku dengar

    Engkau jerit, aku datang

    Namun tercabik, terkoyak

    Namun dihindari, dihinakan

    Engkau seru, aku tahu

    Engkau berpaling, aku beranjak!

    20/April/2012

    8 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Kau dan makna, apakah bermakna?

    KAU DAN MAKNA

    -Kepada pengejar mimpi

    Saat kau terbang menuju langit luas,

    Semoga sayap-sayapmu semakin kuat

    Aku ini belum hendak cicipi puas,

    Jika belum lihat masa depan kau buat

    Nyanyian mengalun sampai terasing,

    Tambah jauh air dan angin dari hulu dan dermaga

    Lengan baju makin sering tersingsing

    Tambah digempur masa, tambah diamuk medan laga

    Dahulu engkau daun, dahulu engkau ranting

    Kini engkau bunga, kini engkau buah

    Biji didekap tanah, biji disiram cahaya

    Menjadi khazanah, menjadi daya

    Biarlah keyakinan terbit

    Biarkan bibit bersemai

    Lepaskan burung bermental baja

    Di utara, di selatan, di timur dan di barat

    Arti kembali diselami

    Aku sekarang pintu, aku sekarang gerbang

    Diriku terletak antara persimpangan

    Aku sekarang hanya jendela, hanya kunci

    Diriku menunggu kemenangan

    Engkau pula yang mengenal

    Diriku terletak antara hasrat dan do’a

    Izinkan aku melihat kau punya makna

    19/April/2012

    3 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Berapa arcsin, arc cos dan arc tan dari problem berikut (jawaban disertai cara mencarinya)?

    1) Berapa arc sin dari 0.2873478855 dan berapa arc tan dari 0.3 dan berapa arc cos dari 0.96

    2) Berapa arc tan dari 0.15 dan berapa arc cos dari 1.91565257

    3) Berapa arc tan dari 0.1 dan berapa arc cos dari 2.873478855

    Terima kasih banyak atas bantuan kalian :)

    2 JawabanMatematika8 tahun yang lalu
  • Trigonometry problem, urgent, 5 stars to those who can help me?

    There is a ramp with gradient or slope of 15 (meaning: the rise is 30 cm and the run is 200 cm 0r 2 meters). According to the phytagorean theorem, the longest side of the triangle (its hypotenuse) is around 104.4030651 cm. Using sine, cosine or tangent ratio or formula, what degree does the triangle form when the opposite meets the adjacent?

    3 JawabanMathematics8 tahun yang lalu
  • Apa pendapat kalian soal cerpen ini: "Angkasa Berkelahi"?

    < -ANGKASA BERKELAHI->

    Sejak dahulu awan memang selalu berubah: baik bentuknya mau pun ukurannya. Namun warnanya tetap sama: putih. Atau benarkah begitu? Barangkali kau sempat melihat awan yang kelabu. Bukan kelabu seperti mendung yang mempercepat kelam, namun kelabu seperti kumpulan debu yang menyelimuti lantai dapur. Kelabu bagai gas karbon monoksida dari kendaraan kita.

    Kau ingat karyamu bertahun-tahun lalu, lelaki? Kau bilang ketika langit tak lagi kita hargai, bencana akan terjadi: bumi akan menjadi panas atau bumi akan diliputi es yang menjadikan rumah kita mirip dengan kulkas.

    Kemungkinan yang kedua tadi tak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Tetapi kalau jadi kenyataan, mungkin negeri kita akan mengalami musim dingin yang panjang. Lalu salju akan membekukan segalanya: membekukan sawah, membekukan ladang, membekukan sungai. Bisa jadi, salju akan memilih untuk membekukan hatimu, yang tak pernah aku punya.

    ***************

    Kau bicara padaku, perempuan? Tentu saja aku tak akan melupakan apa yang pernah aku tulis. Sederhana memang, entah apa sebab kau menyinggungnya kembali. Aku berbicara tentang alam. Aku juga berbicara soal matahari, sahabat manusia. Pada suatu hari matahari murka dan berniat memanggang kita, karena kita sangat bodoh dan tak tahu cara bersyukur. Matahari bersinar sangat terik, cahayanya menyilaukan. Aku tak ingin matahari memusnahkan apa yang selama ini ia jaga. Maka, aku memohon kepadanya.

    *******************

    Apa yang kau minta pada sang matahari? Apakah kau diterima dengan baik olehnya? Aku yakin demikian, karena matahari masih setia menumbuhsuburkan aneka tanaman di bawah naungannya.

    Tetapi ada satu rahasia yang belum terungkap, lelaki. Seharusnya matahari memilih untuk membakar saja satu tumbuhan yang menjerat diriku, jiwa dan raga. Aku tak perlu mengatakan tumbuhan macam apa yang dapat membuatku terpenjara. Tumbuhan itu tak perlu pupuk. Tumbuhan itu liar. Aku tak mau melindunginya! Tetapi aku juga belum sanggup menghancurkannya.

    *****************

    Menjauhlah dariku, perempuan. Aku tahu tumbuhan apa yang menjadikanmu sandera. Tapi kau salah: tumbuhan itu tak hanya menyakiti dirimu! Tumbuhan jahat tersebut juga membuatku terkukung dan tersiksa.

    *************************

    Kau benar, lelaki. Tumbuhan itu sudah menjelma iblis. Tumbuhan itu bernama obsesi. Ia berakar kekaguman, berdaun pertengkaran dan berbuah permusuhan. Apakah ia berbunga? Ya, bunga yang dihasilkannya adalah ketakutan. Lantas, dari mana benihnya berasal? Benihnya berawal dari kelemahan. Kelemahan apa? Kelemahan melawan kelemahan. Kelemahan yang membuatku terseret pada rangkaian kebencianmu. Kelemahanku adalah, aku tak menolak ketika setan membimbing mataku untuk menemukan matamu. Sekarang aku malu.

    ******************************

    Malu!? Kau masih punya berapa kian kali urat malu, perempuan?! Apakah arti malu itu? Aduh…..Rasa malu yang aku tahu, dari berbagai jenis rasa malu yang lain, adalah rasa malu pada semua kesalahan manusia. Manusia tak tahu berterimakasih. Mereka mengotori langit yang telah menopang beragam kehidupan. Akibatnya jangan ditanya.

    Aku kecewa, perempuan. Jangan kau berani dekati aku lagi. Bagai langit yang ternodai, begitulah batinku. “Sekali sudah lancung ke ujian, selamanya tak dipercaya orang”. Kau tahu pepatah itu, bukan? Mengapa kau ingkari janjimu, perempuan? Mengapa kau masih sangsi untuk pergi? Ibarat langit bersih yang menjadi gelap oleh polusi, aku yang tadinya tak punya praduga, kini berburuk sangka dan curiga.

    ******************

    Apa yang kau lakukan di atas sana, lelaki? Bagaimana kau bisa naik ke

    atap, menyentuh genteng? Tolong turun. Tinggi, tinggi sekali kau berada. Tanpa jarak sungguhan pun, sudah ada jurang yang terbentang di antara kita, namanya pertikaian sengit.

    Baik, baik, aku tak akan memaksakan kehendak. Tapi aku terkenang pada suatu cerita kuno. Di akhir cerita itu ada setitik harapan.

    “Maafkan kita, matahari. Suatu hari, suatu waktu, kita akan cari cara untuk memulihkanmu.”

    Entahlah. Mungkin itu puisi anak kecil tanpa dosa yang optimis. Dalam karyanya, ia percaya pada eksistansi jalan keluar. Langit bisa disembuhkan. Matahari bisa dibujuk. Naif ? Barangkali.

    Tetapi kau manusia. Aku juga manusia. Kita manusia biasa. Klise?

    Tak usah kau jawab buru-buru, lelaki. Hanya Penguasa Langit, Pencipta Matahari dan Pemilik Bumi yang berhak memastikan. Semoga Ia berkenan menghapus bercak-bercak luka di kalbu kita.

    6 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • What kind of writing is this?What does it convey to the readers? Is it a good piece of work?

    " An Erosion of Your Endurance "

    The sun goes to sleep while the sky turns orange

    The water turns quiet and the ripples too

    Leaves fall from their twigs

    The petals died

    Things are precarious

    You are dreaming on the lap of the moon

    While I am embracing the snow tonight

    One of us is rocked by an oath

    Another one becomes a frozen knife

    Alien, foreign, all is unknown, all is screeching

    I do not know who, what, when, where and why

    Your violet shadow

    Collapsed, melted, dissolved, vaporized

    Only mortality

    Now you are a stained white jasmine

    Like linseed in the field, like dandelions in the wind

    Humans have to choose

    We cannot remember anymore how and how much

    Everything remained the same

    Yet everything is fractured

    You are still insisting

    I still desire a firm patience

    Until we finally realize

    There is no use in burning a river

    There is no use in drinking its ashes

    3 JawabanPoetry8 tahun yang lalu
  • Terkikis sabarmu....Tapi apa yang mengikisnya?

    TERKIKIS SABARMU

    Bening senjakala, jingga langit

    Hening air, mematung riak

    Ranting melepas daun

    Genting

    Kelopak gugur

    Kau mimpi di pangkuan rembulan

    Aku salju di pelukan malam

    Yang satu dibuai sumpah dalam laku

    Yang satu menikam dalam beku

    Asing, segala asing dan berdesing

    Tak kutahu lagi siapa, apa dan kapan

    Tak kutahu lagi di mana dan mengapa

    Bayangmu lembayung

    Runtuh, luluh, meleleh, menguap

    Hanya titik fana

    Jadi melati putihnya ternoda

    Biji rami di tanah lapang, bulu dandelion diguncang masa

    Manusia dituntut memilih

    Tak kita ingat lagi bagaimana dan berapa

    Segala tetap berdetak

    Tetapi segala juga retak

    Kau masih bersikukuh

    Aku masih ingin teguh

    Sampai kita paham

    Tiada guna membakar sungai

    Tiada guna meminum abunya

    Inef-

    2/Juli/2012

    4 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu