• Masih sama?

    aku melihat lurus keluar jendela sore ini hujan turun lagi pandanganku menembus lurus memoriku kembali kemasa itu tak ada yang tahu hanya aku, hujan atau mungkin juga kau sayangnya itu hanyalah kisah klasik tidak untuk masa depan hanya masa lalu yang kan ku kubur dalam untuk apa menguburnya benar itu hanya sia... tampikan lainnya
    aku melihat lurus keluar jendela sore ini hujan turun lagi pandanganku menembus lurus memoriku kembali kemasa itu tak ada yang tahu hanya aku, hujan atau mungkin juga kau sayangnya itu hanyalah kisah klasik tidak untuk masa depan hanya masa lalu yang kan ku kubur dalam untuk apa menguburnya benar itu hanya sia sia yang ada hujan selalu membawanya hingga dia lelah mengikut waktu datang
    5 jawaban · Persajakan · 1 minggu yang lalu
  • Ijinkan aku menjadi wanitamu?

    Jawaban terbaik: Bagus kak @Archi222, Iya tuch...., cobalah untuk move on, buka hati yang baru, Izinkan aku reply ya, Inginku selalu bersamamu, Kau penyemangat jiwaku, Biar kau bahagia tanpa diriku, Karena ku tak bisa bersama dirimu, Karena kita tak diizinkan bersatu, Namun satu yang kau tahu, Aku selalu, ada... tampikan lainnya
    Jawaban terbaik: Bagus kak @Archi222,
    Iya tuch...., cobalah untuk move on, buka hati yang baru,

    Izinkan aku reply ya,

    Inginku selalu bersamamu,
    Kau penyemangat jiwaku,
    Biar kau bahagia tanpa diriku,
    Karena ku tak bisa bersama dirimu,
    Karena kita tak diizinkan bersatu,
    Namun satu yang kau tahu,
    Aku selalu,
    ada untukmu,
    selalu,
    berdo'a untukmu,
    dan selalu berharap,
    yang terbaik untukmu.
    9 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • Di bait pertama?

    5 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • Yah... adakah yang bisa lebih menarik?

    Jawaban terbaik: Di pertalian prosa cerita
    Ku ditarik serantai kesan
    Menyingkap album lembaran
    Manik-manik suka duka
    Merangkai santun bahasa
    Hembusan waktu pelan
    Meredamkan…
    Terus berjalan...
    Jawaban terbaik: Di pertalian prosa cerita
    Ku ditarik serantai kesan
    Menyingkap album lembaran
    Manik-manik suka duka
    Merangkai santun bahasa
    Hembusan waktu pelan
    Meredamkan…
    Terus berjalan...
    5 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • Sehari satu, mungkinkah?

    Jawaban terbaik: Jangankan sehari satu tuanku
    Sepanjang jalan adalah kamu
    Mari langlangi pagi yang beku
    Selayang pandang hati bersemu
    Jawaban terbaik: Jangankan sehari satu tuanku
    Sepanjang jalan adalah kamu
    Mari langlangi pagi yang beku
    Selayang pandang hati bersemu
    6 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • 08/11/201 7 21.39?

    Jawaban terbaik: Seperti hujan
    Reda meniada
    Setia kembali menyapa
    Penawar dahaga setiap jiwa

    Seperti hujan
    Deras menggelegak
    Murka menghanyutkan
    Pembinasa segala asa

    Kau hujan macam apa?
    Jawaban terbaik: Seperti hujan
    Reda meniada
    Setia kembali menyapa
    Penawar dahaga setiap jiwa

    Seperti hujan
    Deras menggelegak
    Murka menghanyutkan
    Pembinasa segala asa

    Kau hujan macam apa?
    5 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • Ku akhiri saja....?

    Saat hati ini percuma, Daun pintu jatuh dengan sendirinya, Tak ada yang membetulkan, Semuanya sendiri, Mereka hanyalah manekin, Yang seakan bersuara, Seakan menyapa, Basa-basi belaka, Aku yang tak kenal kasih, Enggan berbicara, Mereka palsu, Semua dusta, Semuanya durjana, Lebih baik, Ku akhiri saja. 12 august '17
    Saat hati ini percuma, Daun pintu jatuh dengan sendirinya, Tak ada yang membetulkan, Semuanya sendiri, Mereka hanyalah manekin, Yang seakan bersuara, Seakan menyapa, Basa-basi belaka, Aku yang tak kenal kasih, Enggan berbicara, Mereka palsu, Semua dusta, Semuanya durjana, Lebih baik, Ku akhiri saja. 12 august '17
    4 jawaban · Persajakan · 2 minggu yang lalu
  • Coba artikan maksudnya ?

    Jawaban terbaik: Lust and possession
    Jawaban terbaik: Lust and possession
    7 jawaban · Persajakan · 3 minggu yang lalu
  • Kadang kubertanya?

    Jawaban terbaik: Tanya berkelakar di dada Ke manakah jawabnya ada Jiwa gusar menanti sabda Kapan resah kan meniada Alam pikir meranjau kacau Menjelma degup yang nanar Hanya bibir lancang meracau Merapal hidup nan memudar Nama-nama terikat tali takdir Kemelut terjalin di titik nadir Ruang waktu mengkotak labirin Mereguk hati tlah... tampikan lainnya
    Jawaban terbaik: Tanya berkelakar di dada
    Ke manakah jawabnya ada
    Jiwa gusar menanti sabda
    Kapan resah kan meniada

    Alam pikir meranjau kacau
    Menjelma degup yang nanar
    Hanya bibir lancang meracau
    Merapal hidup nan memudar

    Nama-nama terikat tali takdir
    Kemelut terjalin di titik nadir
    Ruang waktu mengkotak labirin
    Mereguk hati tlah hilang yakin
    7 jawaban · Persajakan · 3 minggu yang lalu
  • Di manakah kamu ?

    Jawaban terbaik: Aku disini kak :) *** Onak rindu menyayat asmara Sebu sebak menjerat dada Engkaukah itu dibalik pintu Lambaian suraimu oleh bayu Panah senja menumbuk suasana Menyapu wajah yang merona Kulirik sosokmu menunggu disana Buru-buru lekas kuhampiri Tawamu menggelitik sanubari Letih aku menduga merayau Dapatkah... tampikan lainnya
    Jawaban terbaik: Aku disini kak :)

    ***

    Onak rindu menyayat asmara
    Sebu sebak menjerat dada
    Engkaukah itu dibalik pintu
    Lambaian suraimu oleh bayu

    Panah senja menumbuk suasana
    Menyapu wajah yang merona
    Kulirik sosokmu menunggu disana
    Buru-buru lekas kuhampiri
    Tawamu menggelitik sanubari

    Letih aku menduga merayau
    Dapatkah kusandang bahumu
    Untuk sejenak batasmu untukku
    Sejuk buaian aku terpulas
    Dalam rengkuhan sehalus kapas

    ***
    9 jawaban · Persajakan · 3 minggu yang lalu
  • Lihat aku?

    Jawaban terbaik: genggamlah aku dengarkanlah kata ini mengapa tak pernah kau sadari ? tak ada lagi sisa tempat di sini mengapa masih menyeruak kau tak ingin pergi ? telah kulihat kedua matamu, nanar, betapa kau tersenyum, getir masih inginkah kau cari cinta, hambar walau tak lagi manis, bibir sabarmu bagaikan nubuat berharap... tampikan lainnya
    Jawaban terbaik: genggamlah aku

    dengarkanlah kata ini
    mengapa tak pernah kau sadari ?
    tak ada lagi sisa tempat di sini
    mengapa masih menyeruak kau tak ingin pergi ?

    telah kulihat kedua matamu, nanar,
    betapa kau tersenyum, getir
    masih inginkah kau cari cinta, hambar
    walau tak lagi manis, bibir

    sabarmu bagaikan nubuat
    berharap pada mukjizat
    walau kau tahu hati ini tertutup
    jangan sampai bibir ini tertangkup

    sungguh sangatlah kuhargai kamu
    namun aku memilih di kehidupan ini
    semoga aku bisa menjadi penjagamu
    pada kehidupan berikutnya nanti

    arch222 - 9 agusutus 2017 - tasbi

    Ns^-^ sebagai penutur bisakah selalu berpijak pada orang kedua ataupun orang ketiga ( walau aku juga terkadang rancu ) ?

    ingatkah dia lebih banyak tersenyum padamu
    pernyataan ini bisa berlaku orang lain ataukah kamu ( sebagai penutur cerita ) ?
    4 jawaban · Persajakan · 3 minggu yang lalu