.
Lv 6
. ditanyakan dalam Keluarga & HubunganJomblo & Kencan · 1 dekade yang lalu

Minta masukan untuk pasangan hidup.?

Saya harus memilih antara 2 cowo yang sama2 saya suka :

1. Dia seiman, tp gak pny ambisi, masa depannya tidak meyakinkan, plus dalam soal komitmen dia agak meragukan. Bayangkan aja, dia nembak gue, minta jawaban, terus setelah beberapa waktu dia bilang dia mau kerja ke Canada dan kalau itu terjadi, kami akan berpisah. Parahnya, gue sayang dia, gue kasian juga sama dia, dan karena alasan2 yang sebenarnya bisa bikin orang lain emosi, gue jadi susah banget berpaling dari cowo ini. Padahal hubungan kami ditentang banyak orang, include ortunya. G kenal dia 3 tahun.

2. Co ini baik sayang tidak seagama. Dia lebih pilih nonton doraemon daripada ke gereja (what a mature man), well, tapi dia gigih, dia udah kerja di sebuah bank & karirnya menanjak dengan cepat. Dia bnyk pny sisi baik dan dia tegas. Tapi dia gak terlalu "kekeluargaan", menurut dia, kl kami menikah - it's just gonna between me & him. G belum ketemu keluarganya,g baru kenal dia 1 bln.

Tolong kasih masukan. Thanx a lot.

22 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Dalam memilih pasangan hidup banyak yang harus diperhatikan, selain memang seiman, sebaiknya juga harus mempertimbangkan cara pandang calon kita terhadap masa depan yang akan dilalui bersama. Sebaiknya paling tidak dia mengerti akan siapa dirinya, siapa diri kita dan siapa keluarga kita.

    Jangan lupakan Agama, karena agama menuntun kita pada suatu kebaikan, jadi sebaiknya pilihan anda adalah orang yang baik pemahamannya terhadap agamanya itu. Memang sebaiknya dalam satu keluarga harus seiman. karena hal ini sangat membantu kita dalam membina masa depan keluarga nantinya. Dalam sebuah keluarga tidak boleh ada 2 (dua) jalan, harus sejalan dalam hal keyakinan dan kepercayaan terhadap Tuhannya. Terserah bagaimana caranya, anda harus mempunyai kepercayaan dan keimanan yang sama terhadap Tuhan...!

    Kemapanan ekonomi juga menjadi salah satu yang harus menjadi perhatian bila kita ingin mencari pasangan hidup. Sebaiknya pasangan anda telah memiliki pekerjaan yang kelak dapat menopang perekonomian keluarga.

    Hubungan yang baik adalah hubungan yang mendapat restu dari kedua belah pihak. Usahakan agar hubungan anda benar-benar hubungan yang telah mendapat restu dari kedua orang tua. Anda harus benar-benar mengenal keluarga pasangan anda masing-masing dengan baik, agar kelak tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan diantara kedua pihak keluarga.

    Membina hubungan tidak dapat dilandasi dengan dasar emosi yang sesaat seperti karena rasa kasian, rasa iba atau apapun itu rasa yang tidak rasional. kita harus benar-benar mencintai pasangan kita kelak dengan pertimbangan emosi yang benar.

    Pasangan hidup adalah untuk selamanya, jadi anda harus dapat menerima segala perbedaan yang akan terjadi dengan lapang dada. Saling menghargai diantara pasangan adalah kunci keberhasilan dalam berumah tangga.

    Jangan saling memaksa kehendak, saling terbuka dalam segala hal yang berhubungan dengan keadaan rumah tangga.

    Tingkat Pendidikan juga akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dalam menentukan pasangan hidup kita. Pilihlah calon yang mempunyai pendidikan yang baik, karena dengan pendidikan, cara pandang kita dalam melihat masa depan akan lebih jernih dan lebih rasional.

    Saling mengenal, anda sebaiknya telah saling mengenal apa kelebihan dan apa kekurangan calon pasangan hidup anda masing-masing. Dengan telah saling mengenal siapa calon pasangan hidup anda maka hal itu paling tidak akan mengurangi perbedaan yang ada.

    Kita harus dapat saling menerima dan memberi, tidak saling memaksakan kehendak. Lihat kebaikan jangan lihat keburukannya untuk memuluskan jalan, lihat keburukannya untuk perbaikan kedepannya.

    Ok...! Selamat memilih pasangan hidup, semoga akan didapati pasangan yang tepat bagi anda.

  • 1 dekade yang lalu

    klo menurut gw mungkin kedua2nya baik2 tp namanya hidup kan harus menentukan pilihan,,,,inget pilihan itu cuma ada 2 dan kita harus memilih satu diantaranya,,,

    klo merut gw soal perasaan soal yg sangat sensitif, coba aja liat and denger lewat hati nurani,,,,

    klo baca dari cerita lo kyknya lo sayang bgt sama yg pertama menurut gw sayang itu modal yg kuat untuk suatu hubungan!!untuk masalah masa depan kan masih bisa dicari dan diusahkan!!!sedangkan untuk masalah ditentang banyak orang menurut gw itu lah cinta sebenarnya asalkan kita saling mendukung pertentangan macam apapun pasti bisa kita lewati,,,

    sekali lagi cinta yg penuh perjuangan adalah cinta yang menang dan kenangan yg g akan pernah terlupan, hingga saat lo sama dia udh bersatu lo akan punya kenangan indah ma si dia,,,oke,,,

  • 1 dekade yang lalu

    kl gua jd lu sih gua pilih nomor 2 soalnya kl dipikir secara logika dia tuh udah mapan, punya banyak sisi baik dan tegas. dia bilang ga terlalu kekeluargaan karena lu baru kenal dia 1 bulan, tentu aja dia sama sekali blom berpikiran mau kawin,kawin itu merupana komitmen sekali dalam hidup, kudu pikir yg pannnjang buanget dan super matang dan jg kudu kenalin pasangannya luar dan dalem. tapi coba aja deketin dia, mungkin kl udah pacaran cukup lama baru bisa ngajak kawin(kl menurut si cowo kamu adalah pasangan yg ideal buat dia). kl soal agama, masih bisa dirubah, jangan bosan dan cepet putus asa ngajak dia ke gereja, banyak doa aja dan jangan lupa kamu jg harus doa tanya ama Tuhan jodoh kamu yg mana,kl bukan yg ini kamu bilang ama Tuhan kamu minta jodoh yg seperti apa, pasti deh dikabulin 100 % (selama permintaannya nga anek-aneh)

  • 1 dekade yang lalu

    Pilih gue!!

    Oooppss lupa kalo g sendiri dah mau nikah!

    Tips dari orang yang dah pacaran 7 tahun dan mau menikah:

    1. Harus seiman.

    Pengambilan keputusan harus mempunyai dasar yang sama. Kalo tidak akan berantem melulu. Gue dan tunangan gue cukup ada momen berantemnya, tetapi karena mempunyai dasar (iman) pengambilan keputusan yang sama, kita selalu selesaikan berantemnya hari itu juga.

    2. Kita harus mengenal calon pasangan kita dulu sebelum jadi pacar.

    Jadi teman dia terlebih dahulu. Kenal dengan keluarga dia sebagai teman dulu, bukan sebagai calon pacar atau pacar. Biasanya dia akan lebih terbuka sebagai dirinya sendiri di lingkungan pertemanan. Contoh : dia akan lebih bisa (maaf) kentut di depan teman dari pada di depan lawan jenis yang lagi dia incar.

    3. Mengingat bahwa pacaran itu adalah fase untuk mempersiapkan diri menjelang pernikahan.

    Buat gue, setelah membaca buku yg di bawah, konsep pacaran untuk coba-coba dah kaga ada. Memang harus untuk persiapan nikah. Baca deh bukunya! 5 stars!

    Itu beberapa tips. Untuk jawaban pertanyaan lu, gue harus bilang jangan dua-duanya. Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi yang meminta kepada-Nya.

    Jangan bingung yah Cuttie!

    Sumber: I Kissed Dating Goodbye by Joshua Harris Dah diterjemahin kok. G punya versi Inggrisnya.
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    harus yang seiman dong,trus yang lain2 kan bisa dikompromikan berdua.

  • 1 dekade yang lalu

    jangan ke dua-duanya..mending cari yang laen..karena kedua-duanya mungkin akan membuat hidup anda menderita.

    Sumber: pengalaman
  • 1 dekade yang lalu

    Usul gue mendingan pilihan yang pertama, karna kenapa menurut pemuka agama kita, apabila kita nikah dengan bukan yang seagama, maka dianggap berzinah. Tahukan hukum berzinah, Jujurnya pribadi kalu lu nikah dengan orang yang lain agama, nanti lu akan ikut serta. tapi tergantung dari kenyakinan lu sendiri sih.

    Sumber: Dari pengalaman teman gue.
  • 1 dekade yang lalu

    how old are you??

    and, are they the only guys in this world?

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Hi Jo....

    Wah...keliatan nnya kamu ragu nih sama keduanya....

    Kalau ragu..kenapa di paksakan?

    Yakin saja, Tuhan akan beri yang terbaik untuk kamu...

    Kalau saat nya tiba, kamu akan tau...

    tidak akan ada lagi keraguan, tidak akan ada lagi siapa yang harus di pilih, karena kamu sudah yakin.

    Yang ada hanya kepastian dan keyakinan...

    Cuma, kita memang harus sabar menunggu sampai di beri oleh NYA...

    Jangan pernah mengambil keputusan saat kamu ragu...

    Kita2 ini hanya bisa memberi masukan, tapi hanya kamu yang bisa tau isi hati mu...

    Keputusan juga bukan berdasarkan masukan dari kita...

    tapi keyakinan di hati mu....

    If you find the right one, you'll know....

    Wish you all the best!

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Begini pendapat gw tentang jodoh: kalo lo masi harus memilih artinya ga ada yg layak dipilih. Kalo lo berpikir calon pasangan untuk menikah maka lo mesti bener2 yakin ttg pilihan lo kan? kalo lo masi mesti milih2 artinya lo belom yakin. Kalo pacaran utk penjajakan mah lo santai aja deh, biasanya kalo lo lg sibuk milih2 tapi lo cool aja nanti juga keliatan mana yg cocokan sama lo, entah salah 1nya nanti tiba2 tergoda oleh ce lain atau malahan lo dapet yg jauh lebih baek. Cici gw malahan perna dikerubutin 4 cowo tapi akhirnya yang ga ngejar2 dia awal2 mala yg cocok sama dia. Gw juga perna deketin ce (karena cakep), untung gw tunggu dulu soalnya temen gw juga ternyata suka sama dia (setelah gw tunggu tenyata gw ngeliat kalo dia ma gw ga cocok )dan sekarang setelah gw banding2in ternyata emosi sesaat ga worth it untuk nentuin pasangan lo, apalagi kalau usia kita udah ga usia ABG lagi, kematangan dan kecocokan sifat pasangan udah jadi sangat penting. Kalo jaman2 SMA mah liat yg mulus ya lgs sikat, tapi setelah kita dewasa pasti udah ga gitu lagi...

    Sumber: Pengalaman hidup, pasangan ga bisa diliat dari emosi sesaat
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.