We are undergoing maintenance for a few hours. Some features may be temporarily unavailable.

Hiperemesis gravidarum tu apa sich?

Ikuti
  • Ikuti secara umum
  • Ikuti secara pribadi
  • Berhenti Ikuti
berapa sich angka kejadiannya?
gimana ney ngobatinnya?
kalo ibu stress bisa nyebabin hiperemesis gak?
Jawaban Terbaik
Adalah mual dan muntah yg berlebihan selama masa hamil yg bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.

Penyebabnya belum diketahui,
faktor psikis bisa memicu atau memperburuk muntah

Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi, yg bisa menyebabkan perubahan kadar elektrolit dalam darah, shg darah menjadi terlalu asam.

Jika muntah terus menerus akan terjadi kerusakan hati. Komplikasi lainnya adalah pendarahan pada retina yg disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.

Penderita dirawat dan mendapat cairan glukosa, elektrolit dan vitamin melalui infus, dan harus berpuasa selama 24 jam jika diperlukan. Bisa diberi obat anti mual dan penenang. Jika dehidrasi bisa diatasi, boleh dikasi makanan lunak dalam porsi kecil. Muntah biasanya berhenti dlm beberapa hari. Jika kembali kambuh, maka pengobatan diulang kembali.
  • Nilai
  • Komentar

Jawaban Lainnya (5)

Berperingkat Tertinggi
  • Berperingkat Tertinggi
  • Terlama
  • Terbaru
  • Michael H Dijawab 6 tahun yang lalu
    Adalah mual dan muntah yg berlebihan selama masa hamil yg bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan.
    • Nilai
    • Komentar
  • dhey Dijawab 6 tahun yang lalu
    hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan selama proses kehamilan, kejadian itu terjadi pada saat usia kehamilan trimester I sampai trimester II. itu terjadi karena proses hormonal. bila ibu hamil mengalami kejadian seperti itu maka dia harus diberikan cairan dan obat2an yang cukup intensif dan sebaiknya segera dibawa ke RS atau dokter spesialis kandungan!!!
    • Nilai
    • Komentar
  • av_girl Dijawab 6 tahun yang lalu
    Morning sickness atau rasa mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan di trimester pertama (0-12minggu).

    Penyebab yang pasti masih belum diketahui diduga karena pengaruh perubahan psikologis dan adanya pengaruh perubahan hormonal selama kehamilan.

    Hasil laporan menunjukkan bahwa hampir 50-90% dari wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama (3 bulan pertama kehamilannya. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja.

    Setiap wanita hamil akan memiliki derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum) Setiap wanita adalah special, dengan karakteristik tersendiri.

    Morning sickness walaupun disebut sebagi morning sickness bukan berarti rasa mualnya hanya terjadi di pagi hari saja, rasa mual dapat terjadi setiap saat, bisa malam, siang ataupun setiap waktu..

    Apakah Bahaya buat bayi dalam kandungan?

    Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda. Yang paling penting anda tetap berusaha makan selagi anda dapat makan (jumlah kecil dan sering), banyak minum dan istirahat yang cukup.

    Kapankah mual muntah ini akan hilang? Jangan kuatir karena biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama. Dan anda akan mulai memasuki trimester kehamilan berikutnya dengan perasaan yang lebih baik.

    Bagaimanapun morning sickness adalah salah satu bagian dari pengalaman selama kehamilan anda. Ingatkan diri anda bahwa semua ini akan segera berlalu dan anda akan menantikan seorang bayi yang anda dambakan. :)

    Sumber:

    Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com
    • Nilai
    • Komentar
  • riecha Dijawab 6 tahun yang lalu
    hiperemesis gravidarum tuh muntah hebat/berlebihan pd ibu hamil trimester 1 (3 bln pertama) disebabkan krn hormon beta HCG yg meningkat pd kehamilan, bisa jg krn ada masalah lain spt hamil anggur (mola hidatidosa). faktor psikologi jg bisa. kalo muntah terus ya harus di infus, coz semua obat biasanya dimuntahkan lagi, so, hrs pake infus tuk ganti cairan yg hilang and injeksi anti muntah. hiperemesis bisa bikin dehidrasi (tandanya, lemes, haus, nadi cepat, tensi turun, panas, turgor kulit turun-kulit dicubit tdk kembali dlm 2 detik)shg berpengaruh pd organogenesis. asupan nutrisi yg kurang krn muntah terus bisa membahayakan kesehatan ibu n janin, jd selama msh bisa diobati scr oral n banyak minum ya gk pa-pa, tp kalo gak bisa hrs diinfus
    • Nilai
    • Komentar
  • Sanzo® Tsuda™ Classic Edition Dijawab 6 tahun yang lalu
    Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi, dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis, pielititis, dan sebagainya.

    1. Rawat di rumah sakit, batasi pengunjung.
    2. Stop per oral 24-48 jam.
    3. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1, 40 tetes per menit.
    4. Obat
    - Vitamin B1, B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus.
    - Vitamin B12 200 mcg/hr/infus, vit. C 200/hr/infus.
    - Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM
    atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM.
    - Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau
    prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3
    kali 1 per hari per oral.
    - Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari
    per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral.
    5. Diet
    a. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. Makanan hanya
    berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama
    makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi
    kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.
    b. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara
    berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman
    tidak diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat
    gizi kecuali vitamin A dan D.
    c. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan.
    Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan.
    Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.

    begitulah katanya... ^_^

    Sumber:

    Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.
    • Nilai
    • Komentar
  • Sign In 

    untuk menambahkan pertanyaan Anda

Siapakah yang mengikuti pertanyaan ini?

    %
    JAWABAN TERBAIK
    Anggota sejak:
    Poin: Poin: Tingkat
    Total Jawaban:
    Poin minggu ini:
    Ikuti
     
    Berhenti Ikuti
     
    Blokir
     
    Buka blokir