promotion image of download ymail app
Promoted
ARI D ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Mengapa ya di Indonesia Ahmadiyah di perbolehkan?

sedangkan menurut Al-quran kan nabi yang terakhir itu Nabi Muhammad SAW

4 Jawaban

Peringkat
  • .
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Pemerintah Indonesia dan pengaku muslim di Indonesia umumnya buta terhadap apa yang terkandung dalam Qur'an maupun Sunnah. Kebutaan mereka terhadap Islam ini, berdampak arah dari Pemerintahan ini bukan mengajak penguasa dan rakyatnya pada keselamatan dunia akhirat, tapi malah mengajak rakyatnya pada perjalanan menuju azab Allah dunia maupun akhirat.

    Termasuk metro TV dalam siaran paginya lugas dan tak dapat dipercaya berlagak membahas Ahmadiyah, tapi asal tahu saja, dasar pijakannya bukan Qur'an Sunnah tapi hanya akal dan logika.

    Dalam Islam telah diajarkan bahwa jika anda melihat suatu segitiga atau piramid, maka Islam telah mengajarkan, wahyu Allah dan Sunnah Rasul ditempatkan berada pada puncak piramid, sementara Ghadap dan Syahwat (amarah dan nafsu) pada titik kaki piramid atau segita yang bawah kiri dan penglihatan, pendengaran, perasaan, pemikiran (akal, logika) ditempatkan pada titik segitiga yang bawah kanan. Itulah aturan Islam yang sudah baku. Dengan demikian hawa nafsu, amarah, pemikiran, perasaan digunakan dibawah kendali Qur'an dan Sunah Rasul. Jika diputar puncaknya, misal Ghadap Syahwat diatas puncak piramid (mengacu pada G & S) dalam setiap tindakan, maka akan menghasilkan sesuatu yang mengerikan. Demikian pula jika empat P tadi (pemikiran, penglihatan, perasaan, pendengaran) ditempatkan pada puncak piramid, (dasar setiap kebijakan atau keputusan), inipun akan menghasilkan kebijakan sesat dan menyesatkan dan menempatkan para pengambil keputusan serta pendukungnya tercemplung dalam azab dunia akhirat.

    Sayangnya orang yang paham struktur berfikir yang telah diajarkan Islam ini amat sedikit, sementara mereka yang memegang kekuasaan umumnya orang orang yang buta terhadap Islam.

    Masalah Ahmadiyah bukan masalah hak asasi kebebasan dalam masalah beragama, sungguh bukan masalah hak asasi, tapi masalah ahmadiyah adalah masalah penodaan terhadap ajaran yang datang dari Allah dan Rasul. Masalah penipuan besar besaran, pemelintiran suatu karangan (Kitab yang di palsukan) tapi diaku akui bahwa itu datang dari Islam. Kelakuan penipu penipu ini yang di mulai oleh Mirza Ghulam Ahmad dan diteruskan pengikut pengikutnya, membuat ummat Islam marah besar.

    Saya ambil contoh sederhana saja, jika misal William Shakespeare menulis buku dengan judul Romeo & Juliet, datang orang ahmadiyah meng oprek oprek karangan WS, ditambah dan dikurang, kemudian dicetak ulang dengan judul yang sama, apa yang akan terjadi?, pasti William Shakespeare akan marah besar, siapa yang nulis ini, saya tidak pernah keluarkan kata kata seperti ini, dan mana isi tulisan saya yang lain?, kurang ajar benar si ahmadyah ini, berani amat mengutak atik karangan saya kemudian dilempar lagi kepasaran dengan isi yang berbeda tapi judulnya sama, dibawah karangan saya pula. Ini sungguh fitnah besar. Kalau akal anda sehat, pasti andapun akan marah besar jika buku karangan anda dipalsukan orang lain.

    Saya kira kemarahan besar yang seperti ini adalah kemarahan yang wajar, dan telah terbiasa kasus penipuan seperti itu masuk dalam peradilan dimanapun didunia ini.

    Kasus Ahmadiyah penodaan terhadap ajaran Islam. Berapa abad setelah nabi palsu Musailamah diperangi Abubakar ra, tak ada dalam kitab manapun yang bercerita tentang "nabi Mirza Ghulam Ahmad", tiba tiba diabad 20 muncul dajal yang matinya dikakus mengaku ngaku sebagai nabi yang dinyatakan pula itu dari Qur'an Sunnah. Sama saja seperti kasus aliran Qur'an suci yang ngaku ngaku sebagai nabi.

    Jadi yang menjadi masalah besar bagi ummat Islam terhadap Ahmadiyah ini, mereka meng oprek oprek adalah Al Qur'an dan As Sunnah dan mereka menyatakan pula hasil penipuannya itu sebagai ajaran Islam yang datang dari Allah dan Rasul. Itulah masalah utamanya.

    Saya kira telah lama kita berdampingan dengan orang kafir yang beragama Katholik, Protestan, Budha, Hindu dan semacamnya, pernahkah ada dalam sejarah, ummat Islam marah besar terhadap ajaran mereka?, sama sekali tidak. Kenapa ?, karena mereka tidak pernah menyatakan ajaran Jesus sebagai tuhan dan semacamnya dinyatakan sebagai ajaran agama Islam. Mereka fair, gentle, sportif, menyatakan bahwa mereka beragama nasrani, Hindu, Budha etc.

    Kalau ahmadiyah menyatakan mereka beragama ahmadiyah dengan nabinya Mirza Ghulam Ahmad, ummat Islam tak akan perduli, jika anda mau kecemplung neraka dengan ajaran anda itu, "emang gue" pikirin. Orang mo' masuk neraka kok saya ambil pusing, saya sendiri dengan ajaran yang murni bersih dari Allah dan Rasul saja belum tentu masuk syurga, mengapa pula mesti mikirin anda anda yang sesat. anak bukan cucu bukan, temen juga bukan.

    Tapi kalau anda mengoprek oprek ajaran yang datang dari Allah dan Rasul, anda pasti akan berhadapan dengan seluruh kaum muslimin didunia sepanjang zaman.

    Jika ada pengaku muslim yang membela anda, itu bukan kaum muslim, tapi itu kaum munafikin, dan itu adalah hal hal yang biasa. Orang munafik pegangannya bukan Qur'an Sunnah tapi apa yang menguntungkan koceknya, posisinya dan macem alasan lain diantaranya yah lagi lagi kebodohan. Yang pasti kaum munafikin tidak mau menjadikan Qur'an Sunnah sebagai petunjuk atau pegangan yang kokoh. Orang munafik emoh terhadap Qur'an dan Sunah walau mereka mengaku Islam.

    Jika kita mau bersikap terhadap Ahmadiyah, contoh penanganan yang sebenar benarnya benar telah dilakukan oleh orang orang yang telah dijamin masuk syurganya oleh Rasulullah, diantaranya adalah Abubakar Shidiq ra.

    Orang yang telah dijamin masuk syurga takkan mungkin lagi berbuat kekeliruan dalam tindakannya. Mana mungkin orang yang telah dijamin masuk syurga melakukan amal neraka?.

    Maka takala ada pengaku nabi lagi setelah Rasulullah, yaitu Musailamah al Kahzab, apa yang dilakukan Abubakar ra yang berkepribadian lembut ini?, memerangi habis nabi palsu dan para pengikutnya, supaya tak ada lagi orang orang yang ditipu dan tidak berkembang kerusakan karena ajaran Islam dinodai. Islam murni harus tetap murni, jika anda mau kafir silahkan.

    Kalau cuma ditimpuk batu para ahmadiyah ini, itu sih belum apa apa, lihatlah apakah anda lebih baik taqwanya dari pada sahabat Rasulullah yang dijamin masuk syurga? kita lihat bagaimana sikap mereka?.

    Maka Pemerintah, Metro, Adnan Buyung, Prof Dawam Raharjo, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dan para pendukungnya, intel kejaksaan, gunakan Qur'an Sunnah pada puncak piramid dalam setiap tindakan anda, dan taruh akal logika anda pada kaki piramid. Jika Allah dan Rasul telah menetapkan sesuatu ketentuan, tak ada pilihan bagi anda untuk ikut Allah dan Rasul.

    Jika anda "ogah", dan lagi lagi hanya mengandalkan akal (sok pinter padahal bodoh), sementara contoh penanganan ahmadiyah telah dicontohkan oleh orang yang telah dijamin masuk syurga, maka kebijakan anda adalah kebijakan yang menghantarkan anda menuju azab Allah dunia akhirat.

    Mungkin anda tak perlu seperti sikap Abubakar karena lemahnya iman anda, tapi menteri agama, pemerintah buat pernyataan resmi bahwa Ahmadiyah bukan ajaran Islam dan buat pula pernyataan bahwa setiap pengikut Ahmadiyah dalam Kartu penduduk dan surat resmi lain dinyatakan beragama Ahmadiyah dengan nabi Mirza Ghulam Ahmad. Saya yakin, jika pemerintah membuat pernyataan itu, polemik Ahmadiyah otomatis selesai. Tapi jika tidak dan pernyataan akal akalan anda dijadikan acuan, selain kebijakan itu akan menghantar pengambil keputusan dan para pendukungnya masuk dalam azab Allah dunia akhirat, orang orang beriman diseluruh dunia akan tetap membara untuk membela kemurnian ajaran Allah dan Rasulnya sampai akhir Zaman.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    namanya juga kebebasan,negara ini negara demokrasi,cuma kasihan dalam kebebasan itulah justru timbul kericuhan dan kekacauan karena ada pihak2 tertentu yg menyalahi kebebasan itu sendiri.

    aliran sesat dan lainnya pasti akan bermunculan satu persatu dan terus menerus bila syariah islam dibawah UUD1945 dan pancasila.

    efektifkah UUD1945 dan pancasila mencegah koruptor dan tindakan2 salah diluar normal selama ini pada Indonesia?

    sejahterakah Indonesia dibawah naungan UUD1945 dan pancasila?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    pegang teguh Al Qur'an dan Hadits. Anda akan selamat dunia akhirat.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    ahmadiyah itu bukan islam, kitab yg dia pakai bukan qur'an, tidak bersaksi muhammad itu utusan Allah, sudah dipastikan, mereka bukan penganut islam.

    Kecuali jika bersikukuh bahwa mereka itu islam, itu dinamakan aliran sesat, sesuai dgn fatwa MUI.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.