Vice Squad ditanyakan dalam Sains & MatematikaIlmu Bumi & Geologi · 1 dekade yang lalu

sumur resapan/biopori tak mampu perbaiki kualitas air bawah tanah?

Bagaimana menurut teman-teman, benarkah hal di atas?

Yang harus di bedakan (dan yang sering kali keliru) air tanah dan air bawah tanah amat berbeda. Air tanah, adalah air di beberapa lapis dari permukaan tanah. Dan air bawah tanah adalah air yangn nun jauh di bawah tanah (yang sering menyedot air ini adalah dunia industri dan bangunan2)

Karena setelah aku cermati, air dari sumur resapan atau biopori hanya mampu meresap hanya di level air tanah. Sedangkan air bawah tanah (air vakum) tidak tertembus air dari sumur resapan. Karena crack (celah) di perut bumi tidak mampu menembusnya.

bagaimana menurut teman2, berarti sumur resapan/biopori kurang berguna untuk menyelamatkan air bawah tanah kita dong???

http://lupakanlah-waktu.blogspot.com

in humanica progresso

5 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Lubang biopori atau sumur resapan memang tidak diperuntukkan dalam waktu dekat utk menambah cadangan air bawah tanah. Melainkan mengurangi limpasan air yg ada di permukaan. Nah, lubang biopori ini digalakkan karena di perkotaan udh nggak byk lagi ruang terbuka utk menampung air tanah (bkn utk air bawah tanah). Jadi fungsi utamanya lebih sebagai pencegah banjir.

    Air tanah itu sendiri lama kelamaan akan masuk menjadi air bawah tanah. Cuma prosesnya sendiri makan waktu cukup lama. Karena sifat air yg mencari tempat yg rendah. Air itu kan bisa melewati celah sekecil apapun.

    Lagipula, air yg kita ambil kan air tanah, jadi kan alangkah baiknya kalo kita ikut berpartisipasi dalam menambah debit air tanah kita demi kepentingan kita kita juga kan....

  • 1 dekade yang lalu

    Konsep pembuatan sumur resapan memang tidak untuk memperbaiki "kualitas" air tanah. tetapi cenderung menambah cadangan atau "kuantitas " air tanah. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat musim kering kita tidak kekurangan air.

    Apabila tidak dibuat sistem serapan, maka yg terjadi adalah pada saat musih hujan kita kebanjiran, dan pada saat musim kemarau kita kekeringan. Jadi sistem serapan ibarat sebuah tabungan yg menabung air saat melimpah, sehinga dapat kita ambil "tabungan" tsb di musim kemarau.

    Apabila sistim ini mampu berjalan dg baik maka dua masalah besar dapat diselesaikan, Bahkan system ini lebih baik dari sistem banjir kanal yg hanya mengirim semua air hujan/tawar ke laut, dan akhirnya pas musim kering kita benar2 kekurangan air.

    Jadi manfaat system sumur resapan memang besar, tapi dibutuhkan peran serta yg kompak dari seluruh masyarakat, menurut saya inilah yg susah mengingat sikap disiplin masyarakat kita yg masih kurang.

    sekali lagi bahwa sistem resapan adalah untuk menangani Kuantitas/jumlah. setelah jumlahnya ini terselesaikan maka selanjutnya kita bisa maju ke system pencegahan pengotoran air dan pengolahan untuk memperbaiki kualitas air bawah tanah.

  • 1 dekade yang lalu

    setau saya fungsi sumur resapan hanya supaya air banjir atau air yang menggenang cepat terserap kembali ke dalam tanah

  • 1 dekade yang lalu

    Sumur resapan buatan (artificial recharge) dalam dasawarsa di Indonesia khususnya di kota besar pulau jawa memang sedang marak dibicarakan berhubungan dengan krisis air terutama pada musim penghujan. dan resapan buatan ini umumnya dibuat untuk mengisi airtanah besar (unconfine aquifer) sedangkan pada confine aquifer perlu perlakuan lebih khusus terutama pada kondisi batuan sedimen. dan secara umum kota-kota besar di pulau jawa endapan batuan berumur kuarter yang didomonasi oleh endapan aluvium,

    kolovium dan sejenisnya, sesekali di temukan endapan pematang pantai atau endapan dari sungai purba dan secara geologi merupakan endapan muda dan bersifat lepas (uncosolidated layer) dan banyak referensi yang sudah membahas endapan tersebut .

    Untuk resapan buatan berfungsi untuk menyerapkan air permukaan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan sumur yang akan dibuat. kemampuan sumur untuk meresapkan air di kontrol oleh porositas, angka pori dan permeabilitas. dan yang jelas harus di atas dari muka air tanah (water table) supaya optimal. dan bila terus menerus dipakai akan mengalami kejenuhan berupa penyumbatan (istilahnya clogging => kalau tidak salah tolong koreksinya)

    sedangkan kualitas airnya secara alami bisa ter saring namun besar sekali kemungkinan unsur mikroorganik yang masuk, berdasarkan pengalaman mikro organik semakin kecil bila kedalaman air semakin dalam. dan belum tau apakan ada studi yang lebih lanjutnya.

    sedangkan untuk kualitas air rasanya perlu diadakan penelitian lebih lanjut

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Don Yahoo, por favor digale a Vice Squad que deje de ensuciar mi tiempo preguntando en un idioma que no conozco, y esta es la segunda vez que lo pido.

    Sumber: Anzorri (foneticamente hablando) Plis.
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.