HAGIA SOPHIA ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Boleh ga meragukan klaim kebenaran agama yang kita anut?

Bagaimana jika meragukan klaim kebenaran agama yang kita anut? apa hukumnya? sah-sah saja? atau berdosa?

Salam damai sejahtera

sophie verden

Perbarui:

@Jo.. aku bae2 aja.. cuma agak kedinginan (Bdg gitu lo..) situ sendiri gimana? bae2 aja ya... makasih buat masukannya...

Perbarui 2:

@skywalker.. yup damang om.. thanks for your sharing..

Perbarui 3:

@Ads Mw.. makasih om udah mau nimbrung nih.. sophie kangen ama komentar2 om.. om maaaf sophie blum bisa balas email om.. tar sophie balas deh..

54 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Sophie, setiap manusia jika mau jujur mengakui, pasti pernah meragukan sesuatu yang tidak ia alami sendiri. Jika ada yang tidak pernah meragukan,

    justru saya bertanya-tanya....apakah "cuci otak" sudah sedemikian berhasilnya mematikan hati nuraninya?

    Kebanyakan orang terlalu takut untuk mengakui bahwa ia ragu akan ajaran agamanya, lalu menutupi perasaannya dengan kalimat-kalimat yang memang sudah dipersiapkan oleh kitab2 suci:

    - akulah jalan kebenaran dan hidup, tiada seorangpun yang akan sampai pada bapaku di sorga jika tidak melalui aku

    - aku bersaksi tiada tuhan selain allah dan muhamad adalah rasulnya.

    jadi umat beragama memang di 'plot' oleh kitab suci untuk tidak mempertanyakan kebenaran ajaran itu.

    Tapi, disini saya bilang di "plot" oleh kitab suci.... BUKAN TUHAN.

    Dan saya selalu meyakini, jika timbul keraguan pada saat saya membaca kitab suci, maka keraguan itu adalah signal dari peran utama dalam kitab suci itu untuk mengingatkan saya:

    "kekasihku...., janganlah kamu membaca cerita tentang aku dengan mata mu, tapi gunakan hatimu untuk mengerti. Karena tulisan dalam lembaran kertas itu tidak dapat mewakili ajaranku..."

    Jadi...jawabannya...sah-sah saja...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Sophie...

    Apa yang kamu cari dari agamamu.

    Carilah dengan ilmu

    dari segala penjuru

    maka engkau akan ketemu

    Jangan ragu

    keraguan akan merugikanmu

    tetap mencari sampai ketemu

    kebenaran itu tidak pernah semu

    yang bisa semu adalah pandanganmu

    pendengaranmu

    maka lihatlah dengan penglihatan tuhanmu

    dengan pendengaran tuhanmu.

    Belum tahu ?

    iringi iman dengan ilmu.

    niscaya tak ada yang perlu diragu

    karena semua sudah masuk di dalam qalbu.

    Sampai ketemu.

    Salam

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    @tim rese/der kaisar/the one/bang yos

    "Meragukan klaim kebenaran agama kita adalah barometer tipisnya keimanan".

    nalar yg beneran aneh mpok. emangnya qt nih robot. disuruh nyungsepin kepala ke wc jg hayu wae asal diklaim agama sbg kebenaran.

    pantesan byk pembodohan dl agama ente (nah yg kyk antum mow ngajar agama di yahoo....wkwkwkwkwk.....yg bener aje, siape nyang percaye klu agama ente oks poenya ?!)

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    waduh.........harus mba, kita ini punya otak untuk berpikir secara rasional dan logika, ko ga jalan dengan nalar untuk apa di percaya ? betul ga ?

    contoh :

    mata saya ga bisa liat adanya tuhan, nah, menurut kitab suci sejagad kita harus menyembah dia, hihiihihihii...............

    dagelan apa ini ? lha wong keberadaan tuhan itu hanya "ciptaan" manusia kok dipercaya ? buat apa ?

    dulu waktu zaman prasejarah daya otak manusia itu masih terbatas. mereka ketakutan akan halilintar yg bunyinya menggelegar, gunung meletus, dan api. karena itu mereka menyangka pasti ada tuhan di balik ini semua ini.

    sekarang kita sudah bisa menerangkan fenomena alam, meramal akan adanya gempa, topan, gunung meletus, bahkan pakai satelit di angkasa luar kita bisa melihat angin.

    dimana tuh tuhan ? dia cuma ada di angan-angan orang yg memang ingin hidupnya dibelenggu oleh apa yg namanya agama ! hihihihihihi.........aku mah sudah 'out' dari agama.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Izinkan Aku turut serta,.. Hidup Adalah pilihan.. dan kita punya hak sepenuhnya atas pilihan kita. Karena kita sendirilah yang mnanggung resikonya, Termasuk dalam hal Keyakinan.

    Tuhan tidak pernah maksa sama Mahluknya, bahkan Dia tak akan untung/rugi kala Dia DiSembah/TakDiSembah.

    Dia hanya Memberikan petunjuk jalan, Se'Olah berseru " Ii Hutan, Ini Laut, Ini Gua, Ini jurang... dan Itu adalah jalan Keluar". So terserah kita mo ngambil pilihan.

    Dia hanya Memberi n Memberi Hamba'Nya, Tanpa ada batasan dan tuntutan. Dia Slalu mencintai dan Mencintai meski seluruh Makhluk membenci dan Memusuhi'Nya.

    Adapun agama,. Adalah sebagai Jalan dari petunjuk tersebut.

    Andai kita tengah berada diDasar Jurang, dan SeUtas tali terjulur oleh SeSeOrang yang hendak menolong kita, diSana kita punya pilihan untuk menyambut uluran tali tersebut atau sebaliknya kita abaikan saja. Bahkan kita boleh ragu untuk percaya terhadapnya.

    Yang Jelas,. Keyakinan tidak akan terwujud tanpa adanya Pengenalan. Kita harus kenal dulu sebelum yakin, Lantas kita akan yakin di ikuti komunikasi dua arah. komunikasi mesra yang tidak bisa diUngkapkan kata2 tuk mewakili segenap kerinduan. Kecuali bagi orang - orang yang pernah merasakannya.

    Selama ini,. Kita Mungkin belum Yakin, tapi hanya sebatas tahu. Jadi Kenalilah dulu segala sesuatu sebelum kita meyakini atau mencintainya. Termasuk dalam Agama (Solusi Hidup).

    "Mohon Kritik dan Saran,..

    *******AdSeLonFore*******

    [Ading Setia Lonely 4'ever]

  • 1 dekade yang lalu

    Jangan cuma bisa ragu saja dan diam sampai disitu..

    Tetapi CARI TAHU..karena Allah SWT mewajibkan kita untuk BERFIKIR.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    jika ragu, selidiki kitab sucinya dan lihat kelakuan nabinya.

  • 1 dekade yang lalu

    Silakan aja sis sophie... ga ada larangan,itu hak individu...tp cari tahu dulu sejauh mana anda bisa membuktikan pandangan keraguan anda itu terhadap diri anda pribadi. Yg pasti keraguan itu bukan spekulasi yg muncul krn dangkalnya pengetahuan tentang agama anda...agar kelak keputusan yg diambil memang benar2 sesuai dgn hati nurani anda..

    Wassalamualaikum...

    salam damai

    salam sportif

    Sumber: I think.....
  • 1 dekade yang lalu

    setuju - karena

    a] yang dikatakan ahli agama adalah pendapat manusia yang terikat [ada budaya, zaman dan waktu

    b] bahwa ALLAH adalah misteri yang tidak habis dikupas - ingat cerita santo Agustinus yang menegur seorang anak kecil yang menggali lubang di pasir pantai lalu menyendoki air laut kedalamnya - Agustnis bertanya: apakah kamu pikir kamu bisa memindahkan laut kedalam lubang cetek yang kau buat itu hak anak ? si anak menjawab: apakah engkau dapat memahami Tuhan semesta Alam dengan segumpal benak dibatok kepalamu itu ?

    c] yang mengatakan dosa - pasti pemuka agama yang khawatir privilesenya digugat

    salam untuk kota Bandung - damang sadayana ?

  • joxzin
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    mengapa tidak...?

    justru semakin banyak pertanyaan akan semakin bagus

    dengan adanya pertanyaan, tentunya kita akan berusaha mencari jawabannya, berusaha mencari kebenarannya, dengan demikian kita semakin mendalami agama kita...

    salam

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.