tactical_F ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 1 dekade yang lalu

ingin buat mama kalian bahagia? baca deh cerita ini, semoga ada hikmahnya juga buat kalian =)?

"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja."

Tradisi ini sudah berlangsung 23 tahun, sejak pertama kali aku bisa

mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. "Mama sayang. ga usah

repot-repot ma, aku sudah dewasa." pintaku pada mama pada suatu pagi.

Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru

kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama

ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin

sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari

sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat

sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah..

Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama

tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin aku kalau telah

menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?" Kutatap sudut-sudut

mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata,

"Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah

dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi

menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua

sudah bisa kamu lakukan sendiri"

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu.. bersusah payah melayani

putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah

kusadari sebelumnya.. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang

tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri

melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama

dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak

kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan

lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah

kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana

seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar

mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini

sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan

ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui

liku-liku kehidupan..

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik

anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan

kepada siapapun. Ah, maafin kami mama..... 18 jam sehari sebagai

"pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya

Tuhan?

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. " Kali ini aku

lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin,

kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan

kuucapkan.. "Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang

baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama." Kulihat binar itu

memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku

yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat

"Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk

menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu..

Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat

mereka sangat berarti dan bahagia..

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa

membahagiakan mama. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah

dan jagalah ia disisiMu.. Titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang

mencintai Ibunya..

27 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Thanks for sharing, tactical...

    Suddenly, I miss my Mom sooooo... much... nun jauh di belahan dunia sana, 12 jam jaraknya dr tmpt skrg aku berada.

    Yang bikin tambah sedih, sejak Papa meninggal, Mama bener2 sendiri di rumah, gak mau pny pembantu, so gak ada yg nemenin.... dan mama juga gak mau tinggal ama anak2nya. mama gak mau ngerepotin, padahal seumur hidup kita, gak terhitung brapa banyak kita udah merepotkan beliau.

    Semoga Mama selalu dalam perlindungan, penjagaan dan cinta Allah SWT. Amin.

    Maafin ya, Ma... sampai detik ini aku belum bisa bikin mama bahagia... :(

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    what i have to say.....

    sangat menyentuh..

    pagi tadi aku sakit.

    aku sendiri kadang tidak peduli.

    tapi beliau...(ibu ku tersayang) sangat mencemaskan aku

    ia merawat ku seperti anak kecil saja.. padahal aku sudah dewasa dan aku cuma demam.

    setiap beliau tau aku sakit, aku pasti menangis......

    thankz for everything

    I LOVE U MOM

    Sumber: pengalaman pribadi :)
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    makasih teman...

    sekarang aku jauh dengan ibu..

    tapi aku percaya beliau,selalu ada untuku..

    mendoakanku...

    aku sayang dan cinta ibu...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Perfect....

    ceritanya bagus banget....

    thanks buat inspirasi2nya ya...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Terima kasih karena telah menulis hal yang berkesan, walau sekarang saya hampir kepala tiga and my mom telah tiada tapi setiap saya melihat ibu dan anak bermanja2 hati saya merindukannya karena tidak diberi kesempatan untuk berbagi kasih. Thank for moms all over the world. God bless you

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    cerita yg menyentuh...

    aku suka

    makasih ya atas pesan moral nya hari ini

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Pernahkah kita mengira bahwa seorang ibu memberikan materil terhadap anaknya adalah sesuatu yang ingin dibalas oleh seorang anak, adakah kasih sayang ibu sama dengan kasih sayang seseorang yang lain (misal: pacar,guru,teman,majikan.dll), pernahkah kita tahu bahwa do’a seorang ibu selalu terlantun bagi anaknya, dan kenapa cinta ibu dapat dikatakan cinta tuhan.

    Dari pertanyaan-pertanyaan ini aku berusaha ingin menemukan sesuatu yang terkandung dari cinta seorang ibu dalam memenuhi atau meraih cinta Tuhan.

    Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: “ya Rasulullah, kepada siapa aku mesti berbuat baik? Rasulullah menjawab: “kepada ibumu”. Diceritakan pertanyaan sahabat tersebut sampai tiga kali dengan pertanyaan dan jawaban yang sama. Maka sahabat tersebut kembali bertanya: “ya Rasulullah, kepada siapa aku mesti berbuat baik? Rasulullah menjawab: “kepada bapakmu”

    Juga dlm Al Qur'an pun demikian banyak menyebutkan tentang mesti berbuat baik kepada seorang ibu dalam beberapa surat dan ayat diantaranya, QS. 31:14, QS. 46:15, QS. 2:83, QS. 4:36.

    Kata orang bijak bahwa “jika seandainya engkau berbuat baik pada kedua orangtuamu (ibu) niscaya nanti anakmu akan berbuat baik terhadapmu sendiri, sebaliknya jika engkau berbuat jahat pada orangtuamu (ibu) niscaya nanti anakmu akan berbuat jahat terhadapmu sendiri jua”.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    cerita yg mengharukan...

    terima kasih mama

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    makasih tactical udah kirim cerita ini ke emailku...

    aku sedih banget karna sampai saat ini aku belum bisa membahagiakan ibu...

    setiap pagi selalu menyiapkan sarapan, mengantarkan'ku ke depan rumah ketika berangkat ke kantor... padahal aku sudah hampir 22 tahun...

    aku sayang ibu...

    makasih banyak ya tactical atas kisah2 yang selalu menggugah hati..

    miz u

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Terima kasih buat artikelnya..

    Sayang, mama tidak disisiku belasan tahun yang lalu.

    Andai aku bisa bersamanya saat ini, aku akan melakukan seperti yang yang Anda tulis.

    Tapi cintaku untuknya tak pernah pupus.

    Disana, Tuhan akan selalu menjaganya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.