promotion image of download ymail app
Promoted
Anisa
Lv 5
Anisa ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 1 dekade yang lalu

Kenapa KDRT semakin meningkat?

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus meningkat kejadiannya dari tahun ke tahun. Terutama dari suami kepada istri atau dari ibu kepada anak bahkan sampai dengan tindakan membunuh.

Apakah perlu ada kursus untuk menjadi suami, bapak, istri atau ibu yang baik? Rasanya semua agama sudah ada tuntunannya untuk ini.

Perbarui:

Semakin banyak suami yang mencelakai dan membunuh istri dan sebaliknya, ibu kandung membunuh anaknya bahkan yang masih bayi sekalipun. Ortu menjual anak gadisnya dsb, tindakan konkrit apa yang mungkin bisa dilakukan untuk menguranginya?

7 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Menurut aku, KDRT sama maraknya di masa lalu dan pada saat sekarang ini. Persoalannya,dengan kemajuan media yang begitu pesat, KDRT terlihat meningkat. Sebenarnya kuncinya adalah dimasalah hukum. Negara harus menjatuhkan hukuman yang seberat2nya bagi pelaku KDRT, dan pelaksanaannya harus konsisten dan adil serta disosialisasikan kepada masyarakat. Dan penting juga dipikirkan bagi lingkungan (tetangga terdekat/anggota keluarga lain) diterapkan sanksi bila melihat KDRT tapi tidak berusaha mencegah atau melaporkannya. Demikian Anisa

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Hi,

    yup itu benar, apakah pemerintah sudah peduli untuk memperbaiki supra struktur an infra struktur masyarakat, sehingga masyarakat dalam perkembangan menghadapi globalisasi siap.

    KDRT adalah akibat dari perkembangan jaman dalam segala aspek, seperti tekhnologi, sosial budaya, ekonomi dsb.

    darisitulah cara berpikir masyarakat berubah drastis, oleh karena perkembangan demikian pesat, maka masyarakat kita belum siap menerimanya dengan tenang, tetapi cenderung '' kaget ''.

    oleh karena itu bila kita melihat hasil perubahan sepertinya terpaksa dan terburu-buru.

    bagaimana pendidikan ortu dirumah untuk anak-anaknya juga berjalan tersendat-2, ortu cenderung menyerahkan tanggung jawab mereka kepada pihak sekolah.

    ortu lupa, bahwa sekolah / pendidikan hanya meluangkan waktu 4 atau 5 jam, sedangkan sehari terdiri dari 24 jam.

    kemanakah sisa waktu tsb! sisa waktu tsb ada ditangan ortu dan lingkungan.

    namun pada prakteknya ortu banyak '' menghindar '' dengan alasan kesibukan dan pekerjaan.

    dengan demikian anak-anak tumbuh dalam situasi yg lain.

    komunikasi antara ortu dan anak terganggu bahkan terputus, ortu sampai-2 tidak bisa mengenal anak kandungnya sendiri.

    itulah , mengapa akhir-2 ini banyak terjadi KDRT baik antara suami istri, juga antara ortu dengan anak-anak.

    dan korbanpun berjatuhan tanpa bisa dielakkan.

    thnx

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    tahukan anda? seorang ibu yang membunuh anak kandungnya pada umumnya karena ibu itu membenci ayah dari anak2nya.

    suaminya biasanya ringan tangan atau punya istri lain.. dan ini menimbulkan kesedihan.

    Mau bunuh diri? Kasihan anak2nya nanti malah menderita di tangan ayahnya.

    Jadi sebenarnya ibu tsb membunuh anak2nya karena sayang, ingin melindungi dari tangan suami yang ********.

    Jadi Ibu tsb mengambil keputusan bahwa dia dan anak2 harus sama2 'pergi'....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Dear, Annisa

    Kecenderungan ini terjadi karena minoritas pada pemahaman sebuah kasih sayang dalam sebuah rumah tangga. Hal ini memang terjadi dan di picu oleh berbagai aspek ; seperti kemajuan zaman, informasi yang kurang matang pemahamannya, serta konsep pendidikan yang terkesan mentah penerapannya.

    Sehingga lama kelamaan sebuah generasi tertentu akan terus memandang enteng terhadap sebuah kehidupan baru yang di sebut "rumah tangga".

    Di tambah lagi implemantasi prilaku yang di dasari oleh unsur2 agama sudah semakin pudar oleh kemajuan teknolgi dan berbagai aspek dalam kehidupan manusia dan negara pada saat ini.

    Salam

    Arif

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Mungkin pemahamannya aja yang kurang tentang hidup berumah tangga dan kurangnya memahami pendapat pasangan/orang lain sehingga cepat menimbulkan emosi yang tidak tertahankan kemudian diaktualisasikan dengan aksi kekerasan.

    Kesabaran dan pemahaman kepada pasangan/orang lain lah yang akan menjadi modal dasar untuk menghilangkan KDRT. Jika itu ditanamkan pada setiap individu dimuka bumi ini, mungkin hidup ini akan damai, sejahtera dan bahagia.

    Sumber: Pemikiran sendiri
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • MareL
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    tu krn cinta mereka pondasinya dak kuat, cinta mereka cuma sebatas hawa naftu belaka, dak tulus, so keegoisan yg dominan...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    sepertinya emang perlu saling memahami satu sama lain.

    atao perlu latihan jadi suami istri hanya di internet aja.

    sekali lagi hanya di internet.

    kalau mau yg lebih seru, yeach harus nikah terlebih dahulu

    Sumber: dr internet
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.