i-one the fox ditanyakan dalam Ilmu SosialPsikologi · 1 dekade yang lalu

apa benar hati yang gembira adalah obat?

bagaimana bisa bergembira ketika di tinggal orang yang kita cintai?

bagaimana bisa bergembira ketika tidak lulus ujian?

bagaimana bisa bergembira ketika kita sedang sakit?

apakah anda pernah merasakan hal seperti ini?

silahkan teman-teman berikan komentarnya!!!!!!

Perbarui:

> jika memang hati yang gembira itu adalah obat mengapa tidak bisa menyembuhkan hati kita?

> memang ketegaran hati itu sangat di perlukan untuk membuat diri kita untuk dapat di katakan sembuh.

25 Jawaban

Peringkat
  • MareL
    Lv 7
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    benar,

    Empat Tabiat Buruk Penyebab Penyakit

    Sakit adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Selain harus bolak-balik ke dokter, segala aktivitas Anda pun bakal terganggu untuk beberapa waktu.

    Sebagian besar penyakit memang disebabkan karena gaya hidup dan pola makan yang tidak benar. Tapi tahukah Anda? Bahwa beberapa peyakit yang menyebabkan tubuh Anda sakit ternyata berkaitan erat dengan kondisi emosi Anda yang tidak stabil, pikiran yang selalu negatif serta kepribadian "buruk" yang Anda miliki.

    Nah, jika Anda sekarang merasa memiliki 'satu' kepribadian buruk yang masih 'terpelihara', mungkin memang sekaranglah waktunya bagi Anda untuk menjadi pribadi yang menyenangkan sekaligus memiliki tubuh yang sehat dan fit.

    Ingin tahu, sifat negatif apa saja yang dapat membuat tubuh Anda tidak sehat?

    Pembosan "berat" = sakit kepala, arthritis, asma dan jantung

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara kebosanan dan sakit kepala yang Anda alami. Sekarang tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah hari-hari Anda selama ini terlihat monoton dan Anda hanya melakukan aktifitas yang itu-itu saja setiap hari? Jika ya, kemungkinan Anda akan mudah terserang penyakit Arthritis, asma, atau penyakit jantung. Alasannya adalah rasa bosan pada diri Anda dapat melahirkan emosi negatif pada tubuh, sehingga dengan mudah meningkatkan stres dan memperlemah sistim kekebalan tubuh sehingga Anda akan dengan mudah diserang berbagai penyakit. Tidak hanya itu, kebosanan juga dapat mempengaruhi kebiasaan makan Anda. Apakah masih teringat bagaimana Anda menghabiskan begitu banyak cemilan manis atau asin saat menunggu seseorang?

    Rasa cemas dan panik berlebihan = gangguan lambung

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Douglas Drossman, seorang dosen kedokteran dari University of North Carolina, ditemukan bahwa perempuan yang memiliki rasa cemas yang berlebihan pada hal-hal kecil sekalipun akan dengan mudah terserang gangguan pada lambungnya.

    Tidak sabaran dan emosional = penyakit jantung dan stroke

    Anda gampang gusar jika ada hal-hal kecil yang menganggu? Atau Anda gampang naik pitam saat seseorang membuat kesalahan di depan Anda? Jika jawaban untuk semua pertanyaan di atas ya, maka berhati-hatilah. Rasa marah serta ketidaksabaran ternyata dapat mengaktifkan sistem kardiovaskuler secara terus menerus. Selanjutnya tekanan darah Anda akan cepat naik, kecepatan pernapasan akan meninggi dan otot menjadi tegang. Akhirnya Anda terserang penyakit jantung dan stroke.

    Tidak percaya diri dan rendah diri berlebihan = gampang sakit

    Biasanya orang yang memiliki sikap mental yang seperti ini sering terlibat pada hubungan yang buruk. Baik itu dalam lingkungan pergaulannya maupun dalam keluarganya. Perasaan rendah diri menyebabkan proses penyembuhan untuk setiap penyakit pada dirinya akan terhambat, meskipun Anda hanya sekedar menderita sakit flu ringan, wah!

    Jadi, sekarang terserah pada diri Anda. Ingin jadi pribadi yang gembira dan menyenangkan sekaligus sehat atau justru sebaliknya?

    .

  • 1 dekade yang lalu

    Q tdk mrasa bhwa hati yg gembira adlh obat. Tp obat itu brasal dr hati kita, apkah Qt ingin sembuh atw tdk???

    Tdk sllu hati yg gembira adlh obat, krn hati yg sdihpun bs mjd obat.

    Jk Qt sllu mrsa gembira, bgmn Qt akn mengobati prasaan luka. Krn jk hati sedih, akn trsa ketegaran dan kesyukuran Qt ssudahnya.

    Gembira mngajarkan Qt utk mjd manja.

    Kesedihan mngajarkan Qt utk jd tegar.

    namun tak ada yg salh ktika Qt sedih atw gembira..

    walau Qt tertawa sepuasnya ktika gembira, atw menangis sepuasnya ketika sedih...tak ada yang berubah, jk Qt tak mw bangkit utk mrubahnya sendiri...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Bagaimana bisa sedih ketika bersama orang yang kita cintai?

    Bagaimana bisa murung ketika lulus ujian?

    Bagaimana bisa tidak gembira ketika sedang bugar?

    Simpelnya begini, perasaan negatif akan mendatangkan lebih banyak situasi dan kondisi yang tidak kita inginkan. Sebaliknya, perasaan positif akan mendatangkan lebih banyak situasi yang kita inginkan, sekaligus hal-hal yang kita inginkan.

    Kalau terus berpikir positif (menjaga perasaan senang setiap saat) sewaktu ditinggal orang yang kita cintai, maka akan datang orang yang tepat, sesuai keinginan dan kriteria kita, sebagai penggantinya.

    Kalau terus berpikir positif saat tidak lulus ujian, pasti kita temukan hikmah ternyata masih ada yang perlu kita benahi. Dari kacamata positif, sukses adalah hak kita. Anda terlahir untuk menang!

    Ada sebuah testimoni dari seseorang yang menderita kanker. Divonis dokter ia tak kan lama hidup, beberapa bulan setelah vonis, ia sembuh. Kuncinya apa? TERTAWA (yang artinya menumbuhkan perasaan positif, senang, dan gembira).

    Hidup ini bisa dikontrol dengan pikiran kita. Anda mau sakit, katakan saja Anda sedang sakit dan bayangkan ketika Anda terbaring di tempat tidur, lemas, pasti akan Anda alami! Jika saat sakit Anda bayangkan sembuh, melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan Anda, sakit itu pun pergi, walaupun tanpa obat.

    Ternyata otak kita ini sungguh dahsyat kekuatannya. Hanya saja kita belum menyadarinya.

    Salam dari Malang.

    Sumber: The Secret Law of Attraction The Power of Positive Feeling
  • 1 dekade yang lalu

    mgkin klau msalah yg sprti it mmng brat....

    tpi tdak sharusnya jg kan qta slalu brsdih....

    klau qta dtnggal org yg qta cntai,,,

    wlpun it brat,,, psti lma2 qta akn bsa mlpkanny.... tpi tntu tdak dgn cra mnghilngkn org it dri pkiran qta....

    klau sdg skit,,,

    prcya aj klo skit it psti smbuh....

    biasany klo byk ktawa sgla sswtu yg mnggnjal psti akn hlang terangkat dgn sndriny....

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    sangat benar, karena pas kita lg gembira tubuh kita memproduksi hormon2 yang bisa membuat tubuh makin sehat... kitabisa bergembira saat kita ditinggal orang yang kita cintai saat kita tahu dia udah ada di tempat yang lebih baik, yaitu di Sorga.. kita bisa bergembira saat tidak lulus ujian karena kita tahu ternyata banyak orang yang peduli sama kita saat kita ga naek kelas, baik temen2 kita ato orang tua.. kita bisa bergembira saat sakit karena ada orang2 yang peduli sama kita, mendoakan kita, ada yang menjenguk dan pas sembuh kita tahu alo Tuhan memperhatikan kita.. kalo kita ga ada masalah gmn Tuhan bisa menunjukkan kalo dia bisa menyelesaikan masalah tersebut n ngebuktiin kalo dia sayang sama kamu...

  • 1 dekade yang lalu

    sulit banget buat gembira kalo hati ini sakit. tapi seiring dengan berjalannya waktu pasti semua masalah bisa terlupakan ko!!!

  • 1 dekade yang lalu

    hati yang gembira adalah obat,karena dgn slalu bergembira dan senyum kta bisa mengatasi tantangan hidup,dari pada mengtasi dgn cara menyimpang.ok.

    Sumber: pemikiran
  • 1 dekade yang lalu

    Ya, hati yang gembira adalah sumber semangat layaknya obat penyembuh. Bayangkan hati yang bersedih, menjadikan hati semakin mati dan tidak berarti.

    Kejadian-kejadian yang kita alami selama hidup ini, selalu memberikan hikmah yang baik dibalik semua itu. Yakinkan selalu bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua, meskipun berbagai hal datang dalam bentuk yang tidak menyenangkan bagi kita. Ada kebaikan dalam setiap hal. Maka itu, kita harus mampu melihatnnya.

    Allah swt berfirman (artinya):

    "... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,

    padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216)

    Salam.

  • 1 dekade yang lalu

    hati yang selalu gembira memang bisa jadi obat, secara psikologis hati yang selalu gembira bisa mempercepat proses penyembuhan.

    Tapi kalo kita ditinggal orang yang kita cintai, tidak lulus ujian, atau sakit, maka anggap aja itu cobaan dari Tuhan. Tuhan sayang sama kita, sehingga kita dikasih cobaab seperti itu, karena dibalik masalah yang kita hadapi, pasti terselip hikmah di dalamnya.

    Jadi hadapi aja semuanya dengan sabar dan positif thinking, sedih boleh asal tidak berkepanjangan.

    Semakin sering kita menghadapi masalah, maka kita akan semakin dewasa dalam hidup.

  • 1 dekade yang lalu

    Pernah ! Justru yang diperlukan adalah ada orang lain yang membuat bergembira dengan menghibur kita pada saat kita sedih. Orang itu harus betul-betul tahu bagaimana menghibur kita dan membuat kita kembali gembira. Bukan hanya berkata " Sabar ya...." Itu mah basi .....

    Contohnya :

    Jika kita tidak lulus ujian, Orang tua kita tidak marah, tidak menyalahkan kita dan berkata bahwa mereka tetap bangga karena kita sudah berusaha dan mengajak kita jalan-jalan agar kita lupa akan kesedihan kita.

    Jika kita sedang sakit, ada orang yang berkata bahwa ia juga pernah sakit seperti kita. Orang itu dengan setia menjaga & merawat kita dari awal sampai akhir.

    1. Sayangnya orang yang seperti ini jarang...

    2. Gembiranya tidak bisa ditimbulkan oleh kita sendiri pada saat kita sedih....

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.