paula drunkie ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Semua agama baik dan benar?

Menanggapi postingan rekan Fitri

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=200...

Hmmmm?

Apa iya benar begitu?

1. Untuk yang menjawab benar, tolong jelaskan mengapa? Referensi dari mana? Apa agama anda mengajarkan demikian juga...bahwa semua agama baik dan benar?

2. Untuk yang menjawab tidak benar, maka sebutkan agama yang paling baik dan benar menurut anda pribadi, dan mengapa?

Selanjutnya saya akan siapkan postingan lanjutan...

(eh....gak janji deng, takutnya besok saya gak bisa isi absen di forum ini.....)

Thx

Perbarui:

......

......

......

kenapa saya merasa gak akan banyak orang yang mau jawab pertanyaan saya ini?

atau...ini hanya perasaan saya aja, ya?

Perbarui 2:

sampai dengan jawaban jampang.......

tuh...bener, kan...

gak ada yang jawab. saya perjelas deh.

pertanyaannya:

Apakah semua agama baik dan benar?

a. Ya

b. Tidak

c. Kedua-duanya benar

Perbarui 3:

@citra say...

multiple choise disini menurut saya juga bukan bentuk kedewasaan, justru sebaliknya malah...

tapi saya ingin mencoba apa yang kawan kita yang dewasa, bijak dan arif itu biasa lakukan....,

dia kok pemilik brand pertanyaan model begitu..., saya cuma pingin nyoba rasanya menjadi pintar, dewasa dan arif menurut versi dia....

ternyata rasanya gak enakk!!!!

=o)

Perbarui 4:

@tracy dear...

that why i like you. honest. yah...mungkin memang cuma karena doktrin yang kamu terima...just listen to your heart, and believe what you hear.

Jumat? Insya Allah, ya Say....kalo ga jadi berarti bukan salah saya...., tapi ada yang gak ngijinin....huehuehehe...... (i'll call you)

@sony....sony....sony......

jangan marah-marah dong, ah......, kalo lo pilih no.2, lo gak perlu pilih yang baik dan benar kok.

You know, this post is only to open some blinded eyes...., not yours of course...coz i know they're not blind.

36 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    HuahahahaHAHAHAHA ... (lanjutan ketawa ku kemarin).

    in progress ...

    jadi, kita sudah saling bertatapan bola mata (kita? lo aja kalee, gue kaga !!)

    Begini, apa yang kau maksud itu adalah sangat subyektif sekali ... huahahaHAHA ...

    setiap pemeluk agama, menaggap agama yang dipeluknya adalah baik dan benar ....

    Itu umumnya yang kau dengar dari mereka.

    Tapi ... taPIII .. TAAAAPIIIII ....

    Kau akan semakin cerdas memahami hakekat 'Sang Pencipta' ....

    Kau tarik asal-usul munculnya agama masing-masing .. Tolong .. GUBRAKKK !! ... Tolong kau jujur menyikapi, darimana munculnya sebuah keyakinan !?

    Kalo agama/kepercayaan itu muncul dari suatu kesepakatan sekelompok orang (agama yang model gini banyak) ... maka, apakah yang didapat dari keyakinan itu ? .... adalah ... adalah ... JDUARRRR .... keyakinan palsu - alias meyakini yang tidak ada!!!

    HuahahahHAHAHAH ... (busyet dah, ini tanah .. udah becek, naek ojek ... kaki jadi kayak bebek !)

    (omong-omong kau jadi kaya' - bulan tertusuk ilalang)

    add :

    Kan aku sudah bilang, untuk pertanyaan Tauhid seperti ini, Islam ga pernah jawab 'Kedua-duanya Benar' ... karena, Islam sudah pasti Benar .. nar .. nar ...

    Maka, sudah barang tentu 'Tidak' semua agama benar ... kecuali Islam ... karena 'Sang Pencipta', yang nyata - TOP-DOWN !!! huahahahhAHAHAHA ...

    (pertanyaan model choice kayak gini, kan aku yang pegang 'brand'-nya ... masa' kau mau jebak aku .. huihihihi)

  • 1 dekade yang lalu

    saya menjawab 1

    agama saya [katolik] menjawab begini

    Apakah semua agama sama benarnya?

    Sementara semua agama menyatakan kebenaran serta kebaikan Tuhan, hanya satu yang dapat disebut sebagai iman yang benar. Kepenuhan pernyataan diri Yesus - kebenaran iman, jalan kehidupan, karunia-karunia rahmat - berada (sepenuhnya hadir) dalam Gereja Katolik. (816, 830)

    http://yesaya.indocell.net/id483.htm

    baca juga ini

    PERNYATAAN GEREJA KATOLIK TENTANG HUBUNGAN DENGAN AGAMA-AGAMA BUKAN KRISTIANI

    http://pormadi.wordpress.com/2007/09/13/pernyataan...

    namun pada akhirnya

    Persaudaraan semesta tanpa diskriminasi. “Barang siapa

    tidak mencintai, ia tidak mengenal Allah” (1Yoh 4:8).

    salam

  • 1 dekade yang lalu

    Pemilihan agama adalah karena kecocokan dengan kerangka berpikir masing2 individu. Bukan karena Benar atau salahnya, masing2 agama mengajarkan kebaikan dan memiliki nilai2 kebenaran..

    "Jika Kamu menemukan kebenaran dalam suatu agama, terimalah itu sebagai kebenaran.." (Buddha Gotama)

    Dan saya memilih untuk beragama Buddha, disebabkan dengan kecocokan dengan kerangka berpikir saya, bukan dari warisan orang tua, atau ikut2an, tapi pilihanku sendiri, setelah dikaji dengan seksama, kiranya dapat aku tulis alasan2nya sbb:

    Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya.

    Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahanNya.

    Inilah alasan mengapa kita, umat Buddha, menganggap ajaran Buddha

    sebagai jalan hidup tertinggi.

    Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita

    terhadap ajaran Buddha?

    1. Ajaran Buddha tidak membedakan kelas / kasta

    Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena

    kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut

    suatu ajaran agama. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya.

    Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat

    baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah ia raja, orang

    miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau

    mencapai Nibbana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun

    kepercayaannya.

    2. Agama Buddha mengajarkan belas kasih yang universal

    Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta (kasih sayang dan

    cinta kasih) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Terhadap manusia,

    janganlah membedakan bangsa. Terhadap hewan, janganlah membedakan

    jenisnya.

    3. Dalam ajaran Buddha, tidak seorang pun diperintahkan untuk percaya.

    Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai

    ajaranNya. Semua adalah pilihan sendiri, tergantung pada hasil kajian

    masing-masing individu. Buddha bahkan menyarankan, "Jangan percaya apa

    yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu

    sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan." Hal ini pun

    berbeda dengan agama lain yang melarang pengikutnya mengkritik

    ajarannya sendiri. Ajaran Buddha tidak terlalu dipengaruhi oleh

    perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaranNya. Jelaslah

    bagi kita bahwa ajaran Buddha memberikan kemerdekaan atau kebebasan

    berpikir.

    4. Agama Buddha mengajarkan diri sendiri sebagai pelindung

    Buddha bersabda, "Jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri.

    Siapa lagi yang menjadi pelindungmu? Bagi orang yang telah berlatih

    dengan sempurna, maka dia telah mencapai perlindungan terbaik."

    Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka atau pun menjanjikan

    seseorang ke surga, atau Nibbana; karena semua itu tergantung akibat

    dari perbuatan tiap-tiap orang, sementara Buddha hanyalah guru atau

    pemimpin. Seperti tertulis dalam Dhammapada, "Semua Buddha, termasuk

    Saya, hanyalah penunjuk jalan." Pilihan untuk mengikuti jalanNya atau

    tidak, tergantung pada orang yang bersangkutan. Hal ini pula yang

    membedakan dengan agama lain yang percaya Tuhan bisa menghukum orang

    ke neraka atau mengirimnya ke surga.

    5. Agama Buddha adalah agama yang suci

    Yang dimaksudkan di sini adalah agama tanpa pertumpahan darah.

    Dari awal perkembangannya sampai sekarang, lebih dari 2500 tahun –

    agama Buddha tidak pernah menyebabkan peperangan. Bahkan, Buddha

    sendiri melarang penyebaran ajaranNya melalui senjata dan kekerasan.

    6. Agama Buddha adalah agama yang damai dan tanpa monopoli kedudukan

    Dalam Dhammapada, Buddha bersabda, "Seseorang yang membuang pikiran

    untuk menaklukkan orang lain akan merasakan kedamaian." Pada saat yang

    sama, Beliau memuji upaya menaklukkan diri sendiri. Beliau berkata,

    "Seseorang yang menaklukkan ribuan orang dalam perang bukanlah

    penakluk sejati. Tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja

    yaitu dirinya sendiri, dialah pemenang tertinggi."

    Di sini, menaklukkan diri sendiri terletak pada bagaimana mengatasi

    kilesa (kekotoran batin). Andaikan semua orang menjadi umat Buddha,

    maka diharapkan manusia akan beroleh perdamaian dan kebahagiaan.

    Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus dianggap sebagai sahabat

    atau saudara dalam kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Beliau

    juga mengajarkan semua umat Buddha untuk tidak menjadi musuh orang-

    orang tak seagama atau pun menganggap mereka sebagai orang yang

    berdosa. Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang hidup dengan benar,

    tak peduli agama apapun yang dianutnya, mempunyai harapan yang sama

    untuk beroleh kebahagiaan di

    kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Sebaliknya,

    siapapun yang menganut agama Buddha tetapi tidak mempraktikkannya,

    hanya akan beroleh sedikit harapan akan pembebasan dan kebahagiaan.

    Dalam agama Buddha, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai

    kedudukan yang tinggi. Dengan kata lain, setiap orang dapat mencapai

    Kebuddhaan.

    7. Agama Buddha mengajarkan hukum sebab dan akibat

    Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab. Tiada

    suatu apapun yang muncul tanpa alasan.

    Kebodohan, ketamakan, keuntungan, kedudukan, pujian, kegembiraan,

    kerugian, penghinaan, celaan, penderitaan –semua adalah akibat dari

    keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

    Akibat-akibat baik muncul dari keadaan-keadaan yang baik, dan akibat

    buruk muncul dari penyebab-penyebab buruk pula. Kita sendiri yang

    menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan kita sendiri. Tidak

    ada Tuhan atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita. Oleh

    karena itu, kita harus mencari keberuntungan kita sendiri, bukan

    membuang-buang waktu menunggu orang lain melakukannya untuk kita. Jika

    seseorang mengharapkan kebaikan, maka dia hanya akan berbuat kebaikan

    dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.

    Prinsip-prinsip sebab dan akibat; suatu kondisi yang pada mulanya

    sebagai akibat akan menjadi sebab dari kondisi yang lain, dan

    seterusnya seperti mata rantai. Prinsip ini sejalan dengan pengetahuan

    modern yang membuat agama Buddha tidak ketinggalan jaman daripada

    agama-agama lain di dunia.

    Semoga Semua Mahluk Berbahagia,

    @Bro Sony....salam kenal..thx bwt atensinya...saya katakan pemilihan agama karena kecocokan dg cara berpikir kita masing2..

    so..ada orang yg ga' beragama, karena memang ga' cocok antara dogma2 dan kerangka berpikir masing2 individu.

    Saya mengungkapkan hal2 yg membuat kerangka berpikir saya cocok dg buddhism...tidak ada maksud apapun untuk jualan..

    Disinipun banyak yang ngungkapin kecocokannya, malah jualan ayat2 segala...

    Sekali lagi makasih atas perhatiannya..semoga berbahagia

  • 1 dekade yang lalu

    Hi paula...aku ikutan yah

    Terus terang aku bingung juga jawabnya,

    soalnya aku kepingin jawab seperti apa yang aku sering dengar sebagai nyanyian nina bobo, bahwa '''trlalala....trlilili....semua agama baik dan benar....lalala...lilili......"

    Tapi biar bagaimanapun, yang aku percaya bahwa hanya agamaku yang terbaik dan terbenar, jangan kamu tanya alasannya ya, karena jujur aku juga bingung, mungkinkah hanya sekedar karena ini doktrin yang aku terima sejak dahulu?

    Sis, hari Jumat besok, jadi khan? Please...?

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    menurut saya, agama itu tidak baik dan tidak benar.

    menurut saya, agama yang tidak baik dan tidak benar itu tidak tahu Tuhannya siapa.

    menurut saya, agama itu hanya identitas belaka.

    menurut saya, agama mirip seperti organisasi atau barangkali seperti kelompok atau barangkali seperti geng.

    menurut saya, yang paling penting itu adalah ber-Tuhan.

    cukup satu saja, kita harus menyembah Tuhan. entah Tuhan yang mana. yang penting Tuhan yang kita percaya.

    maka temukanlah Tuhan itu dengan iman percaya, dengan segenap jiwa raga, dengan segenap akal budi, dengan segenap cinta kasih.

  • 1 dekade yang lalu

    Jawaban itu benar asal dilengkapi sebagai berikut:

    SEMUA AGAMA ADALAH BAIK DAN BENAR bagi masing-masing penganutnya.

    Agama saya baik bagi saya dan benar bagi saya, makanya saya anut. Tapi bagi saya, agama orang lain tidak benar.

    Namun demikian, saya wajib menghargai mereka dengan agama pilihan mereka meskipun saya berbeda dengan mereka.

    Agama adalah jalan menuju kebahagiaan.

    Masalah agama tidak bisa dipaksakan, masalah ini berkaitan dengan problem kepastian keselamatan setelah alam kehidupan di dunia, apakah seseorang itu sudah pasti selamat setelah dia meninggal kelak, jadi problem of the life after the that.

    Bagi kami orang islam, kami percaya bahwa hanya dengan mencari keridhaan Allah SWT, keselamatan akan diperoleh sebagai pemberian dari Allah sendiri.

    Ya tentu berbeda dengan agama lain, di mana ada agama yang keselamatan mereka sudah dijamin dan semua dosa sudah ditebus.

    Nah, itu tidak perlu dipersoalkan, karena kembali ini masalah kepercayaan.

  • 1 dekade yang lalu

    hm,, hm hm.....

    smua agama baik dan benar???

    gak mungkin.........!!!

    klo iya, maka smua orang akan memilih smua agama!!

    itu artinya agama adalah milik smua orang karna smua orang meyakininya sebagai suatu kebenaran.

    its only 1 yg benar menurut masing" orang, right??!

    justru karna itu, Tuhanku berkata,,

    'untukmu agamamu dan dan untukku agamaku'

    agar smua yang mempercayainya menghormati pilihan orang lain yg tidak percaya padaNya.

    klo Tuhan bisa searif itu, lalu mengapa manusia sebagai makhluknya terlalu mempermasalahkan hal tersebut yg bahkan bagi tuhan sendiri itu adalah dan hanyalah masalah pilihan???

    u got it. . . . . . .???

  • 1 dekade yang lalu

    Karena aku tidak pernah mempelajari agama lain secara mendalam.. aku juga dak tau yang lain itu salah atau benar.. dak mau menghakimi yo.. :p

    Tp aku sudah cukup merasa nyaman dengan agama yang kuanut sekarang..

    Agamaku mengajarkan bahwa Kasih adalah hukum yang terutama.. hanya ada 2 hukum dasar:

    1. Kasihanilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap pikiran dan jiwamu

    2. Kasihanilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri

    Tidak ada perang.. bunuh bunuhan.. kita semua anak2 yang dikasihi Tuhan..

    Ingat apapun agama yang dianut.. kita semua tetaplah sama di hadapan Tuhan.. ^-^

    Aku percaya kalo hukum ini adalah hukum yang paling benar ^-^

    Selama agama lain juga mengajarkan seperti ini.. aku yakin agamanya juga benar ^-^

  • 1 dekade yang lalu

    Aduh... Aduh...

    First definition of "Agama" :

    Wadah sebagai batasan dalam lingkup pembelajaran kebaikan berdasarkan ketuhanan atau yang diagungkan. (Heriyana,Deni)

    Pembagian agama :

    1. Agama yang muncul dan berkembang dari perkembangan budaya suatu masyarakat. Pada awalnya seringkali muncul sebagai reaksi pada lingkungan alam tempat sekelompok manusia hidup, atau beken disebut Agama Budaya atau Agama Bumi.

    Contoh : Hindu, Shinto, dan kepercayaan tradisional lainnya.

    2. Agama yang disampaikan oleh orang-orang yang mendapatkan wahyu dari Tuhan. Beken dengan nama Agama langit.

    Contoh : Islam,Nasrani,dan yahudi

    3. Agama yang berkembang dari pemikiran seorang filosof besar. Dia tidak mengklaim mendapat wahyu dari tuhan. Tapi dia mempunyai pemikiran yang yang mengagumkan tentang konsep kehidupan.

    Contoh : Budha, Kong Hu Cu,Taoisme,dll

    Nah, setelah tau pengertiannya maka kita tahu persamaannya dan perbedaanya.

    Persamaan :

    Setiap agama pasti mengajarkan tentang kebaikan.

    Perbedaan :

    orientasi selanjutnya yang menjadi perbedaan, seperti sebagian ada yang berorientasi pada kehidupan dunia, ada juga yang pada kehidupan akhirat, dan ada juga yang berpikir seimbang.

    Untuk agama yang paling benar itu pasti berbeda setiap orangnya, karena dalam pendalamannya setiap individu akan mempunyai cara, perihal , dan rasa yang berbeda terhadap ketuhanan. Karena itu untuk kata baik, ya semua agama baik. Karena orang yang beragama pasti tahu tentang kebaikan dan tetap mempunyai batas yang menaungi.

    Lebih parah kalo tidak beragama hal itu membuat manusia berkembang baik jiwa maupun akal tanpa batasan yang mengatur. Yang pastinya bakal chaos.

    Nah untuk gua pribadi, gua prefer ISLAM as the best coz, satu semua yang kita jalani dalam kehidupan udah diatur sedemikian rupa sehingga kita tahu batasannya.

    Langsung datang dari allah melalui nabi dan rasulnya.

    Dan masih banyak lagi karena agama bukan sesuatu yang hanya di bicarakan dengan lisan namun juga diyakini dengan hati, dan dilakukan dengan perbuatan (iman).

    Maaf kalo ada yang kesinggung ya...

    Bagiku agamaku dan bagimu agamamu ! ^_^

    Oh iya jawabannya A (Ya!) untuk yang meyakininya.

    See Yaa!

    Sumber: Buku Pengetahuan dasar Agama, Wikipedia, dan Akal dari yang maha kuasa !
  • 1 dekade yang lalu

    Yang pasti seperti jawaban yang lain,smua agama itu benar menurut penganutnya.

    Jadi tidak perlu pertanyaan seperti itu,kecuali kalau ada keraguan di dalam kepercayaan kamu.yang terpenting bagaimana kita mengamalkan stiap tuntunan dan ajaran di dalam agama itu sendiri.

  • 1 dekade yang lalu

    agama manapun pasti bilang kalau agamanya yang paling benar...

    tp kalo siapa yang paling benar kita sebagai manusia sepertinya tidak bisa menentukan...

    bagi umat muslim , islam paling benar.

    bagi umat kristiani, kristen atau khatolik yang paling benar

    bagi umat hindu, hindu paling benar

    bagi umat budha juga sama...

    persoalan ini tidak akan pernah terjawab sampai kita meninggal dan mengetahui mana keyakinan yang paling benar...

    karena selama kita masih menjadi manusia kita tidak akan pernah tahu mana yang paling benar, cuma TUHAN yang tahu...

    GBU

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.