Bagaimana Pendapat anda Tentang Pernyataan WAPRES.." Mahasiswa Yang demo BBM berarti Membela Orang Kaya"

Kenyataannya di berbagai daerah

1. Supir Bis dan Crew Angkutan yang dinikmati oleh Rakyat kecil, orang-orang yang tidak mampu resah, belum naik BBM saja mereka sudah banyak yang susah dan bingung nasib ekonomi mereka.

2. Penjual-penjual di Pasar-pasar rakyat sudah menaikan harga berbagai barang, karena ketakutan naiknya BBM, dan itu sebelum terjadi kenaikan BBM, bagaimana kalau sudah naik nasib mereka.. apakah harus berhenti berjualan... lalu Rakyat mau makan apa?

3. Banyaknya antri motor roda dua di berbagai daerah,,, apakah ada orang kaya yang punya motor dan mau antri beli premium di berbagai daerah..?

4. Banyak lagi kenyataan rakyat yang menjadi kurban kenaikan BBM 2007 yang belum bisa mendapatkan kerja tetapi juni 2008 sudah akan mendapatkan kenyataan BBM naik lagi sehingga lapangan kerja pun semakin sulit ia dapatkan,,,

Apakah pernyataan Wapres Yusuf Kalla yang merupakan Ketua Umum PARTAI GOLKAR itu bukan merupakan pemutarbalikan Kata... ? Bagaimana pendapat anda ..?

13 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    kok Bapak yg kaya nggak mau ya dibela sama mahasiswa, kan enak pak orang kaya ada yg membela mahasiswa lagi, kami yg miskin siapa yg bela ???????? mahasiswa membela yg miskin pasti kena bogem mentah, kena pentungan dan disiram pakai gas air mata, nasib-nasib rakyat miskin. Rakyat miskin minta belalah sama yg diatas sana Allah SWT, Dia tidak pernah tidur selalu menjaga kita dengan kasih dan rahmadnya, mudah-mudahan Allah SWT menurunkan BBM dari langit, Dia kuasa atas segalanya, percaya deh. Jangan percaya sama janji kampanye, OK, yg penting realitanya.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Kalau saya justru menganggap benar apa yg di katakan WaPres.

    Tanpa bermaksud membela Bp Jusup Kalla, saya melihat sendiri fakta yg ada di masyarakat.

    Faktanya subsidi dari pemerintah sejak jaman Orba, yang paling banyak menikmatinya adalah orang-orang kaya di Indonesia.

    Rakyat terkecil dari pelosok negeri ini sama sekali tidak tersentuh oleh subsidi pemerintah.

    Lihatlah faktanya masyarakat pedesaan yg fasilitas listriknya saja tidak ada, sepeda motor tidak punya, subsidi apa yang mereka dapat........?

    Namun yg paling banyak menikmati subsidi justru orang-orang seperti kita yg sudah bisa menikmati kemakmuran hidup dan sudah mampu mempertahankan kehidupan sendiri.

    Mestinya kita merasa malu, kalau masih mau menerima subsidi dari pemerintah.

    Kita sudah terlalu lama di tipu oleh pemerintah orba sehingga kita terlena untuk berjuang, yang pada akhirnya ketika milik pemerintah yg sebenarnya di ambil rakyat ribut semua.

    Kalau kita selalu terus-menerus mintak di suapi pemerintah kapan negeri ini majunya.....?

    Fakta terbaru kalau kita mau membuka mata,

    Kenaikan BBM sama sekali tidak berpengaruh terhadap kehidupan rakyat pedesaan yg jauh dari listrik, dan tidak berbelanja barang-barang hasil Industri perkotaan, dan tidak pernah bepergian jauh dengan kendaraan yang ber BBM.

    Sehingga mereka tidak perlu berdemo untuk memperjuangkan dirinya.

    Justru saya bingung Demonstran yg mengaku membela rakyat kecil, sekecil apa yg mereka perjuangkan....?

    .

    .

  • 1 dekade yang lalu

    Hmm...

    Kenapa mesti ribut2 masalah naiknya BBM bro? Bukannya sudah ada BLT yang jelas2 ditujukan untuk rakyat kecil. Ya bener aja lah yang paling menikmati subsidi BBM tu orang kaya, kalian liat aja mobil2 orang parlente tsb, mewah bro, ber CC besar, ya pastilah haus BBM. Kita susah2 demo dan kalo demo kita berhasil (BBM ga jadi naik) yang paling tersenyum tu orang2 kaya.

    Menurut hemat saya, kebijakan subsidi BBM tu kebijakan bunuh diri, salah sasaran, dan tidak efektif. Kita liat saja waktu BBM naik lebih dari 100% waktu lalu, emang konsumsi BBM kita turun? Ngak kan. Nah dari pada subsidi tu dikasih ke BBM kan mendingan disalurkan ke hal yang lebih membangun, produktif, dan eketif, misalnya saja dengan membuka lapangan kerja atau disalurkan ke bidang pendidikan (sekolah bisa gratis gitu).

    Dari pada pusing berdemo naiknya BBM, akan lebih arif jika kita mempertanyakan kegagalan pemerintah dalam upaya menaikkan kapasitas produksi kilang2 minyak kita. Gimana ni Pak Purnomo Yusgiantoro selaku Menteri ESDM menanggapi hal tersebut? Beliau lah yang paling bertanggung jawab terhadap pemanfaatan energi kita.

    Bangsa ini penuh potensi, jika dikelola dengan baik maka tiada kata tidak mungkin kita menjadi raja di Asia. Tolong dong tinjau ulang kontrak2 minyak dengan negara asing.

  • 1 dekade yang lalu

    itu pernyataan bodoh dari orang yang katanya pintar dan ilmunya tinggi

    harusnya mikir dong, ujung-ujungnya ya rakyat kecil lagi

    kenaikan BBM? gak mempan kali buat orang yang udah kaya buanget

    itu cuma pembodohan massal saja

    mudah-mudahan para mahasiswa tetap di garis yang benar

    dan jangan mau ditunganggi oleh politisi politisi, siapapun dia. dan cerdik tentunya, jangan terkecoh untuk dibawa ke pembantaian atau pembungkaman massal, jangan juga terjebak dalam ketegangan politis yang bisa menyengsarakan rakyat

    bravo untuk para mahasiswa

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Pak Wapres kayanya kelupaan ngomong ... mana ada BBM harga sekarang ini yang menikmati hanya orang kaya ...

    Padahal orang kaya di Indonesia itu paling sedikit loh.... Justru yang paling banyak itu orang miskin... Boleh jadi orang kaya itu kecipratan karena dapat subsidi ... tapi berapa sih kecipratannya....

    Lain dengan naiknya BBM ini .... yang kecipratan penderitaan itu adalah kelompok yang miskin...

    Karena BBM akan naik .... harga eceran pun melambung tinggi ... yang beli eceran adalah kelompok kecil...

    BBM akan naik .... Sembako .... sudah giliaran naik .... ini belum naik harga BBM gimana kalau sudah naik ... makin gila lagi harganya ....

    Sering berapologi harga minyak dunia tinggi di Indonesia murah banget.... Tapi coba korelasikan dengan GNP-nya ... di Indonesia.. dengan memisahkan sikaya ... dan simiskin.... mungkin kurs.nya pasti banyak yang dibawah 500 dolar/tahun pendapatan pertahunnya.

    Tentang partai saya tidak mau tendensius ... tapi biarlah yang menilai rakyat banyak .... Bila tak bagus ... ya jangan dipilih. itu rahasia pribadi ....

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Membela orang kaya?..Aku ngerti maksudnya p wapres qta karena yang banyak berbisnis itu orang kaya, jadi dengan harga BBM yang rendah bisa membuat biaya operasional mereka jadi kecil..tapi tahukah p wapres qta.."memang yang berbisnis orang kaya,tapi yang membeli adalah orang miskin.".Dengan dinaikan harga,berarti barang yang ditawarkan/dijual oleh orang kaya otomatis memperbesar biaya produksi barang, akibatnya barang yang dijual mereka jadi naik..Ujung2nya tetap orang miskin yang kena imbasnya..

  • 1 dekade yang lalu

    Saya sangat tidak sependapat sama Jusuf Kalla, soalnya dari dampaknya saja sangat tidak mungkin hanya orang kaya yang disubsidi BBM.. dan apakah seluruh rakyat Indonesia ini orang kaya sehingga kalau BBM naik orang miskin tak terkena dampak?? Itu sangat tidak masuk akal. BEM SI sangat benar memperjuangkan hak rakyat, karena BBM merupakan sumber dari hampir s'galanya dari mulai produksi barang, transportasi, dll. Jadi sangat riskan jika Jusuf Kalla berbicara seperti itu??

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Menurut data jumlah penduduk miskin tahun 2006/2007, jumlah penduduk miskin di Indonesia berkisar antara 39.1-41% dari jumlah masyarakat Indonesia yg sekitar 220jt jiwa. Sehingga jelas dinegeri ini lebih banyak orang mampu dari pada orang miskin.

    Jika ditinjau dari keadaan perekonomian Indonesia bahkan dunia, pernyataan wapres ada benarnya juga (tp mungkin salah kata, mungkin yg dimaksudkan orang mampu bkn miskin). Subsidi BBM dinegeri ini memang sudah sangat besar, dengan kenaikan 30% sekarang ini aja, bukan berarti subsidi bbm dicabut tp hanya dikurangi, jika jadi harga premium berkisar 6000an, sedangkan dinegara lain sudah mencapai 14rb perliternya, jd harga premium di indonesia masih yg termurah didunia, bahkan jika dibandingkan dgn vietnam sekalipun (9000/liter)

    Menurut saya negara ini miskin karena sejak jaman dulu terlalu banyak memberikan subsidi kepada rakyatnya sehingga rakyat indonesia menjadi malas dan manja. Lihat saja di spbu, masih banyak orang yg naik motor kelas high end (ninja, scorpio, tiger, thunder 250, nsr, FU, MX, Supra125 bahkan cbr) yang tanpa malu ngantri membeli premium, atau bahkan orang yg naik mobil h.jazz.

    Sehingga wajar jika wapres berkomentar begitu, karena kesadaran masyarakat kita pun masih sangat rendah, dan jika dibandingkan pemakaian premium utk usaha dgn pemakaian 100orang biasa, masih besar pemakaian premium utk usaha, sehingga memang menguntungkan pengusaha secara garis besarnya.

    Kalo mau itung2an sih, pendapatan supir/tukang parkir sekalipun masih lebih besar dari gaji pns gol 2a yang cuma 900rb-an...

    Marilah kita jujur kepada diri kita sendiri apakah memang kenaikan bbm itu wajar atau tidak, cobalah bersikap objektif terhadap kebijakan pemerintah, karena jika belum apa2 kita sudah mendemo dan tidak setuju, kapan negara ini akan maju dan bangun kembali???

  • 1 dekade yang lalu

    Mungkin banyak banyak dari masyarakat berfikir seperti ini, kayanya saya sebagai rakyat indonesia (bukan kita"biasanya budaya orang indonesia sekarang bilang kita itu siapa dari mana mewakili siapa dan sebagainya") hanya sedih dan berdoa saja semoga pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi semoga SEHAT sampai dia mendapat hidayah dari perbuatanya.

  • 1 dekade yang lalu

    Sbenernya pengen jawab juga sich coz itu menyangkut hajat hidup orang banyak yang notabene masih banyak yang ga mampu dari pada orang kaya, masih banyak yang sengsara dan merana dari pada yang hura hura.

    Masih banyak yang menganggap uang seribu rupiah begitu berharga dari pada yang beranggapan "hanya" seribu rupiah.

    Tapi ntar kalau ngejawab kena ciduk aparat ga ya???

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.