promotion image of download ymail app
Promoted
MareL
Lv 7
MareL ditanyakan dalam Ilmu SosialPsikologi · 1 dekade yang lalu

bagaimana pendapat kalian ttg ******* yg religius?

Gema Tasbih ******* di Surabaya

Suatu hari ada vestival MTQ khusus untuk para ******* di kota buaya, Surabaya, yang ditempatkan di Bangunsari, komplek pelacuran kelas populis terbesar di kota itu. Tiba-tiba seorang ******* dengan pakaian ketat, eksotis dan menantang, datang dengan membawa tasbih di arena itu. Tasbihnya terus berputar, sesekali mulutnya komat-kamit, mendesahkan dzikir. Sebuah pemandangan yang ekstrim!

Acara itu cukup mengundang perhatian publik, sekaligus mengharukan dan

menyayat hati. Betapa tidak, acara itu dimulai dengan pembacaan Shalawat

Badar, bak pasukan hendak menuju medan pertempuran. Mereka berkerudung,

sebagian berjilbab, dan sebagian berpakaian layaknya ******* pula, seronok.

Ketika saya diundang untuk mengamati prosesi itu, saya mendatangi *******

yang bertasbih. Apa gerangan yang menimpa nasib hamba Allah yang eksostis

ini? "Jangan dikira, Mas, soal hati dan jiwaku, saya tidak mau kalah dengan

seorang Kiai," akunya. Sebuah ungkapan jujur, tulus dan cukup kontroversial, tetapi benar-benar menusuk jantung saya paling dalam. Saya terharu mendengarkan kalimat itu, bahkan airmata saya mulai mengembang tidak terasa.

Saya hanya berfikir sederhana, siapa yang tahu drama terakhir dari kehidupan

seseorang? Siapa tahu hari ini ia menjadi penjaja nafsu liar, di akhir hayatnya justru menjadi Kekasih Allah? Siapa tahu ia hanya melacurkan tubuhnya, sementara hati dan jiwanya hanya untuk Allah? Siapa tahu dia ini bukan *******, tetapi seorang gadis yang ditugaskan oleh Allah untuk menyamar sebagai *******? Ataukah memang dia ******* beneran, dan memiliki tingkat spiritual yang sangat eksotis, sampai tahap paling ekstrim: dunia ******* dan dunia spiritual dalam satu tubuh? Wallahu A'lam.

Belum selesai saya mengakhiri ketercenganan, saya dikejutkan lagi oleh jawaban yang cukup meruntuhkan seluruh dada saya, ketika saya bertanya tentang keluarga dia. "Saya seorang janda Mas, dengan dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki saya sedang menghafal Al-Qur'an di sebuah pesantren, sedangkan anak perempuan saya sekolah di madrasah di kampung, ikut neneknya. Saya melacur ini untuk membiayai hidup mereka berdua, dan setiap hari saya berdoa, agar anak saya jadi Ulama yang saleh,

sementara yang perempuan jadi perempuan shalihat yang berguna."

Perempuan itu menitikkan airmatanya. Meskipun ia terjerumus ke dalam dunia

hitam pelacuran, rupanya ia berjuang tanpa putus asa, agar dua anaknya

menjadi ahli syurga?

…………..

referensi

Perbarui:

******** = "*******" / WTS

16 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    hmm,,,,,cerita yang bagus......

    memang di zaman sekarang yang serba sulit ini begitu sulit untuk mencari pekerjaan......

    tetapi apabila dia itu mencintai Allah, saya rasa dia akan selali berusaha untuk mencari nafkah dengan cara yang di ridhoi oleh Allah,

    walaupun dia berkerja seperti itu untuk berjuang membiayai keluarga nya , apalgi ada anak nya yang hafal Alqur'an , alangkah baiknya rezekei yang ia cari untuk anak nya itu berasal dari jalan halal......

    apa bila dia benar - benar mencintai Allah, insya Allah , akan di bukakan pintu rezeki yang lain yang lebih berkah.....

    semoga dia bisa meninggalkan pekerjaan yan kurang baik itu dan bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih diRidhoi Allah.....

    =================================================

    maaf klo banyak kesalahan,....saya juga masih banyak kekuarangan...;)

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    salam marel

    > saya tidak mau melihat permasalahan ini dari sudut pandang agama karena saya yakin setiap agama ga akan setuju dengan apa yang telah dia lakukan, walaupun dengan tujuannya agar anak-anaknya dapat melanjutkan hidup yang lebih baik dari pada dia.

    > boleh percaya & boleh tidak percaya. apa yang telah kita lakukan itu akan menjadi karma buat generasi penerus kita.

    > kejahatan sekecil apapun akan menjalar terus di garis keturunan kita, mereka yang akan menerima penderitaannya.

    > karena uang yang dia berikan untuk membiayai sekolah anak-anaknya itu bukanlah uang yang halal.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Benar, apa yang anda katakan, siapa tau hatinya hanya untuk Allah SWT semata. namun untuk mendapatkan materi di dunia ini untuk menyambung hidup banyak cara yang dapat ditempuh, mengapa mesti melakukan hal yang dibenci oleh Allah. Keterpaksaan? mungkin itu jawabannya. Itu hanya jawaban bagi mereka yang kurang bisa berfikir positif dan hanya mengambil jalan pintas saja karena tidak mau berkerja keras. Pendapat aku, apapun alasannya menjual diri bukanlah jawaban akhir dari setiap masalah (ekonomi) yang diahadapi. Masih ada waktu untuk bertobat, selagi nyawa masih dikandung badan. Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dari kesalahan apaun di dunia. Pintu toubat Allah akan terbuka lebar bagi umatnya yang mau memperbaiki diri.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya sangat terharu dengan cerita diatas tapi saya juga sangat kecewa dengan perempuan tsb memang perjuangannya demi anak tapi jalan yg dia lakukan hanyalah merusak dirinya sendiri sebagai seorang wanita dan ibu .Banyak pekerjaan lain yg bisa dia tempuh bukan hanya sebagai WTS pekerjaan yg halal yg diridoi oleh alloh dan masih banyak wanita yg bernasib seperti dia yg sya lihat di taiwan sbg TKW tapi mereka juga mencari nafkah yg halal semoga dia cepat bertaobat dan mencari pekerjaan yg lebih baik amien

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Keyakinanku berkata orang yang demikian bukanlah religi.

    Betapapun berat cobaan hidup, hati seorang religi tak pernah berpaling dari prinsip keyakinan yang hakiki.

    Ingatlah, secuil makanan haram masuk ke darah maka seluruh tubuh akan penuh dengan nista.

    Tak taukah dia?

    Niat tulus dan harapan yang besar kepada sang anak, dia picingkan mata atas satu hal yang sejatinya sangatlah fatal.

    semanGka..semangat kawan

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Bismillah Hirrahmanirrahiim......

    Ini sok tau ku aja lho...!

    Untuk masalah rezeki, Allah memberi dua pilihan jalan.

    yang baik dan yang buruk. itu semua tergantung ke kitanya. dari sebuah kitab yang saya pernah baca, intisarinya begini....!!!

    seandainya Allah memberikan rezeki Rp, 5000 hari ini. Allah telah memberikan dua jalan pula untuk mendapatkan uang Rp, 5000 tadi. jalan yang halal dan non halal tentunya. dua jalan yang diberikan tadi tak lain adalah cobaan untuk kita. sejauh mana kita beriman kepada Allah. walaupun pada akhirnya uang yang didapat adalah sama, 5000. memang terkadang, cara mendapatkan harta yang halal itu sangat susah dan mencari harta yang "haram" lebih mudah. seperti yang saya katakan tadi, keduanya tak lain adalah cobaan.

    Dan mengenai melacur untuk biaya anaknya di pesantren.....!

    Islam melarang keras kita berbuat Zina. walaupun uang yang didapat dari hasil keringatnya sendiri, rezeki yang didapat tak lain adalah harta yang bathil (haram). jangan memiliki ilmu lilin....? menerangi orang yang didekatnya, tapi menghabisi dirinya sendiri. Naudzubillah.

    Untuk masalah WTS menjadi kekasih Allah...?

    Tak lain adalah Qadha, Qadar dan Hidayah tentunya. hidayah tentu saja tidak didapat begitu saja, artinya harus diusahakan dan diperjuangkan seperti hal rezeki yang harus di Ikhtiarkan. dan yang saya tahu hidayah itu timbul atau datang, saat kita mengingat/ teringat Allah. dimanapun tempatnya termasuk tempat (maaf) ML tadi.

    Wallahu'alam bimuradih......

    (kalo ada yg salah tolong diperbaiki).

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Sebenarnya walaupun karena desakan ekonomi, tidak perlu seorang wanita itu menjadi seorang WTS. Dia bisa mencari pekerjaan lainnya yang bukan sebagai WTS. Perjuangan kalau berakhir menjadi WTS itu malah menjadi perjuangan yang mudah menyerah pada keadaan. Malahan dengan menjadi WTS, dia malah hanya akan memperburuk citra wanita di mata pria, sedangkan wanita itu diciptakan bukan sebagai budak seks semata, martabat wanita lebih luhur daripada hanya sebagai WTS walaupun dengan alasan perjuangan demi anak2nya...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Salut saya untuk wanita tersebut

    Salut saya untuk si penggagas dan panitia acara

    Memang sebagian dari kita hanya melihat dari "kulit" atau lebih saya sebut sebagai "latar belakang" seperti kata iklan Email "yang muda yang ga dipercaya"

    Itulah ironi kita,

    Bukankah emas itu tertanam di dalam perut bumi,

    Bukankah intan itu tertanan di perut bumi,

    Bukankah minyak bumi yang di perebutkan juga tertanam

    Lalu bukankah hanya kerikil dan tanah yang terlihat di permukaannya

    Lalu siapakah yang tahu dibalik perut bumi yang kita pijak?

    Itulah perumpaan dari saya

    Terimakasih

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    wah ga brani menghakimi org..... Tuhan yang tau kok :)

    Sumber: mother teresa: if u judge people u dont have time to love them.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    klo memang dia ingin menjadikan kedua anaknya ahli syurga semestinya dia juga berfikir donk harta yang dia nafkahkan untuk anaknya itu adalah harta haram dan segala yang haram itu tidak ada manfaatnya bahkan mungkin bisa menghalangi ibadah anaknya karna di dalam tubuhnya mengalir harta haram

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.