promotion image of download ymail app
Promoted
HeaVen
Lv 5
HeaVen ditanyakan dalam Seni & InsaniFilosofi · 1 dekade yang lalu

Bagaimana kalian menyikapi kematian dan apa yang sudah kalian lakukan untuk menghadapinya ?

Malaikat Maut prnh berknjung pd Sulaiman as. Saat itu dia mmpelototi sseorang diantara orang2x dekat Sulaiman. Orang itu merasa ketakutan & dia bertanya kpd Sulaiman:

"Siapa orang itu".

"Dia adlh malaikat Izrail, sang pncabut nyawa," jwb Sulaiman.

"Orang itu terus mmandangiku. Aku takut nyawaku akan dicabut. Tlng slamatkan aku"

"Bgaimna aku dpt menyelamatkanmu?" kata Sulaiman.

"Utus sj angin untuk mmbwaku ke India agr dia tdk mnemukanku."

Mk Sulaiman pun mngabulkan prmintaan temannya itu. Seketika itu juga dia langsung terbang ke ujung India, dan pd saat itu juga Izrail mencabut nyawanya.

Setelah itu Izrail kemudian datang lagi berkunjung ke Sulaiman. "Kenapa kau memandangi laki-laki itu terus?" Tanya Sulaiman.

"Sebenarnya aku heran. Aku mendapat perintah untuk mencabut nyawa orang itu di India. Tapi dia tadi masih di sini. Pdhl India sangat jauh dari sini. Kmudian, tiba-tiba angin membawanya ke sana. Mk langsung saja aku cabut nyawanya.

Sulaiman berkata: Inilah takdir Tuhan

Perbarui:

Aku ingin jawaban yang sesuai dengan kenyataan yang kalian hadapi sehari-hari dan bukan teori. Terima kasih sebelumnya atas sharing nya.

20 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    ya.....kematian!!! adalah Allah dengan cintaNya...meniupkan ruh kepada manusia untuk HIDUP dan mencari bekal Amal yang sebanyak-nya tuk kelak menghadapi KEMATIAN.

    menyikapi kematian?PERSIAPAN.....layaknya jawaban itulah yang tept tuk sebuah PENYAMBUTAN yang entah kapan, di mana, masanya akan tiba...ajal pasti kan datang...izrail pasti kan bertandang, nyawa pasti ka meregang...maut pasti kan kita jelang...kenapa?

    "inna lillahi wa inna ilaihi rojii'un"

    sesungguhnya kepada Allah lah tempat kembalinya kita..karena Dialah yang telah menciptakan kita...maka hanya kepadaNyalah tempat kita kembali...

    kematian bukan untuk di takuti..kematian bukan untuk di harapkan..kematian bukan untuk di inginkan..kematian bukan pula untuk diingkarkan....

    tapi kematian untuk kita IMANI sebagai takdir yang telah Allah gariskan di Lauhul Mahfudz sebagai fase yang harus kita jalani....HIDUP(saat terlahir ke dunia)- MATI(saat meninggalkan dunia)-HIDUP kembali(yakni kehidupan kekal yang sesungguhnya....abadi di dalamnya)

    maut itu layaknya bayangan,,kemanapun kau pergi pasti kan slalu membayangi....karena maut selalu bersama bernafas mengintai nyawa dan kehidupanmu....tak kan bisa mengelak..takkan bisa menolak...saat tiba masanya...izrail pasti kan melaksanakan titah TuhanNya.....

    kematian....bukanlah sebuah peperangan.....dia bukanlah musuh,,,bukan juga kawan...kematian adalah kematian

    tak ada seorangpun berhasil menamng melawan kematian,,,kematian adalah harga mati...kematian adalah ujung dari kehidupan yang kita rasa tak bertepi....

    menghadapi kematian bukan dengan senjata mutakhir penghancur...tapi dengan kelembutan sikap....kepasrahan..kesiapan..keikhlasan menyerahkan kembali TITIPAN nyawa yang telah Allah titipkan pada kita sepanjang hayat.....

    pergunakan kesempatan sebaik dan seefektif mungkin tuk menimbun amal sebanyak yg kau bisa..karena waktu takkan kembali walau sedetik saja,,jangan biarkan penyesalan kelak kan membuat diri kita menjadi tak berarti di mata Ilahi Rabbul Izzati.....dan dosa jerumuskan diri ke siksa neraka yg sejati.....tak terakhiri.....!!!

    Naudzubillah...semoga kita termasuk orang2 yang KHusnul Khotimah...yang tempat kembalinya adalah Jannah(syurga)

    Amin...salam kenal ah coey!!!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Nun
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    yang sudah dilakukan untuk menyambutnya.....? flowing like water lah.... satu yang kuusahakan adalah tidak menyusahkan orang , apapun bentuknya.... aku suka bilang sama perutku, mataku, kakiku, dan organ tubuhku yang lain...kalau kita yang rukun ya ? yang akrab satu sama lain, jangan mau menang sendiri, kalau maunya baca bukuuuuu terus, inget sama mata yang dari tadi ingin dipejamkan...kalau kerjaaaa nggak berenti, inget lambung minta diisi dsb dsb...aku minta maaf sama mereka kalau aku nggak adil memperlakukan mereka saat mereka masih menemani ku (jiwa/ruhku) terus aku ingat tentang siksa kubur, jadi kalau pikiranku mau jahat, anggota tubuh yg bakal kena siksa ngingetin deh....eh jangaaaan, tar aku yg disiksa (ini waktu mau nyomot kue orang dimejanya diam diam, ha ha !) terus batal deh...

    Nah, kalau yg dimaksud ini cara menghadapi kematian, aku sih siap

    aku ga pernah tertarik menghitung amal perbuatan, asal kita baik baik aja, Tuhan pasti senang degan perilaku kita, itu berarti kita siap dipulangkan kapan saja.... gitu ya ?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    kematian bisa datang kapan saja..

    sesuka hatinya..

    aku menyikapinya dengan cara jalani hidup ini sebaik2nya..

    banyak berbuat kebaikan kepada sesama,

    tebarkan cinta kasih,

    dan tidak melekat dengan keduniawian..

    ketika kematian datang,

    aku tidak merasa terbebani.

    karna aku tau bahwa hidupku telah ku isi dengan hal2 yg positif.

    best regard,

    tc^^

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    nafas adalah atas kemurahanNya, hidup

    di dunia hanya lah sementara dan ada hdp

    yang lebih kekal setelahnya,..jadi untuk

    apa hrs takut??? sikapilah dengan bijaksana

    dan berpasrah..siapa tau tiga detik ke depan kita sdh tak bisa menikmati lagi yg namanya indah dunia, dan bersiap2 lah menimbun amal kebaikan karena hanya itu yg akan kita bawa kelak, bukan harta dan uang yang berlimpah...kematian tetap akan

    menjadi rahasiaNya....!!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    saya tdk perlu menyingkapi kematian.karena

    menurut saya setiap saat kematian akan dtg tanpa kt sadari.

    langkah kehidupanku adalah dekat dgn Tuhan.

    kedua saya akan berbuat sesuatu yg berarti didlm hidupku.

    ketiga saya akan membantu setiap org yg dekat dgn ku.

    dgn begitu saya tdk perlu kawatir bila tiba2 Tuhan memanggilku.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    salam rel kereta senja

    > benar sekali takdir yang sudah di gariskan oleh Yang Maha Kuasa tak akan ada yang bisa melawannya.

    > jika memang sudah waktunya Dia mencabut nyawaku, maka akan ku berikan.

    4th yang lalu adik gw juga telah di panggil, dalam waktu 2 hari saja masuk rumah sakit langsung tidak dapat tertolong.

    walaupun dengan usaha yang maksimal pun tak akan merubah takdir itu.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    yaaa............................

    sebenarnya belon banyak yg sudah kulakukan untuk hadapi maut................

    Amal ibadah ku bagaikan debu

    Sumber: Mirza adalah nama laki2
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Beribadah, seolah - olah saya akan akan mati besok.

    Memang susah, tapi harus terus diusahakan sehingga semakin baik tiap harinya.

    Dan mencoba mengurangi kesalahan yang lampau

    Terimakasih

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    hmmm... sebisa mungkin saya berusaha menikmati yg ada, dan berusaha selalu belajar mensyukurinya...

    cuma itu yg saya bisa..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    kematian bagiku adalah hikmah Allah yang paling besar, karena dengan kematian kiranya akan mengingatkan kita pada-Nya.

    dan aq tak pernah takut dengan kematian karena sejak 50 ribu tahun sebelum aq lahir sudah dituliskan garis hidupku di lauhul mahfud

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.