promotion image of download ymail app
Promoted
Resa
Lv 6
Resa ditanyakan dalam Seni & InsaniBuku dan Pengarang · 1 dekade yang lalu

pohon Apel ke 2 makna apa yang bisa di ambil dari cerita ini...???

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

Perbarui:

Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.

"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Perbarui 2:

Pohon apel itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah kita seringkali memperlakukan orang tua kita selama ini baik itu di sadari ataupun tidak.

8 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    walau akar yg ku punya hanya satu kini

    tetap mampu buatku berdiri dengan pegangnya

    aku hanya berharap dapat memberi yg terbaik

    buat nya, hanya buatnya..Bundaku.....

    kasihnya tiada bertepi...

    terus, terus, dan terus sampe kini bahkan sampe nanti..

    aku hanya ingin buatnya bahagia, seperti kala dia buat

    ku bahagia, walau sembunyikan dukanya...

    selalu tersenyum meski sembunyikan sedihnya

    selalu tertawa meski air mata tak kuasa hindarkanya

    tiada henti doa panjatkannya setiap detik buatku

    akankah kumampu balasnya....?

    Tuhan, aku sangat menyayanginya....lebihi diriku

    salam@kareena..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    cinta kedua orang tua.....yang sebenar-benarnya cinta......setelah cinta sang pencipta cinta.....

    terima kasih kak resa atas ceritanya yang indah......

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Makna yang terkandung sangat bagus untuk kita renungkan

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 4 tahun yang lalu

    cinta memang selalu tak berbalas.. ada saatnya kita memberi namun tak menerima.. tapi ketulusan tidaklah sia-sia.. suatu saat.. ketulusan itu akan memberinya daun dan ranting baru...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    kak resa.....

    tulisan kakak adalah nasehat yang sangat berharga buat kami

    maka dari itu kita sebagai seorang anak

    jangan sekali kali berkata kasar kepada kedua orang tua kita dan jangan pernah pula menyakiti lahir maupun batin nya

    terlebih lebih kepada seorang ibu bukankah surga ditelapak kaki ibu itulah hadits nabi Muhama maka janganlah kita durhaka pada beliau

    kedua orang tua kitalah yang selama ini menjaga merawat membesarkan dan mendidik kita sehingga kita menjadi seorang yang berguna

    maka sudah seharusnya kita harus menjaga kedua orang tua kita dengan penuh kasih sayang dan perhatiaan di saat usia mereka telah senja.....

    sebagai balasan dimana mereka menjaga kita dulu

    itu aja masukan dari melly

    salam maniez selalu

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    rumah adalah tempat dimana kita kan berpulang.... dan orang tua akan selalu membuka tangan menyambut kedatangan kita....dengan bongkahan senyum penuh kasih

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    yups....sebuah alur yang sangat menarik....dengan ending yang aduhai,,,bener2 nggak nyangka dech,,bakalan kaya gini...!!!

    hiks..hiks..hiks..

    sepanjang kisah kasihmu,,,cairan hangat meleleh berjatuhan...mendobrak pertahanan tegarku,,,sungguh aku tak ingin membiarkannya jatuh tapi,,,,aku rapuh...kisahmu sangatlah menyentuh....uh...

    lea jadi ingat sama keluarga nun nun jauh di sana..ingin sekali detik ini mereka ada di sini,,,ingin sekali melepaskan rindu yang menderu-deru,,bergemuruh di dada...sungguh menyesakkan....

    kapankah tiba saatnya tuk sebuah pertemuan...

    kasih ibu bapa kepada lea...

    tak terhingga sepanjang masa..

    hanya memberi...

    tak harao kembali...

    bagai sang surya ...

    menyinari dunia....

    salam ah coey!!!!

    aduh kak...terima kasih tlah mengingatkanku,,,,bahwa akar pohonku menunggu dalam senja,,,semoga tak beranjak....aku tak ingin menjemput malam...kelam...

    semoga Allah menjaga keduanya...seperti keduanya tlah menjagaku semasa kecil,,,dengan sebaik2nya penjagaan...

    Amin...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Hiks... hiks... nangis deh gw akhirnya.

    Apalagi pas gw sadar siapa yg diceritakan ini: KITA sendiri!

    Padahal, dr cerita pertama gw udah g suka ama si anak. Eh, ternyata...

    Hm... btw, makasih ya atas kisahnya. Ngena banget!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.