koez- ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Kristen dan Islam: "Apa kontribusi penganut Agama terhadap..............?"?

Apa kontribusi umat di lingkungan Agama Anda terhadap masalah pembentukan mentalitas dan aklak yang baik dalam mengatasi masalah korupsi?

(mohon dijawab berdasarkan realitas, bukan sesuatu yang ideal tapi masih nol dalam praktek!)

17 Jawaban

Peringkat
  • Sober
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Berusaha terus-menerus memasyarakatkan wacana tindakan hukum yang jauh lebih tegas menyangkut masalah korupsi.

    Mendidik masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin, dalam pengajian2 dimulai dari lingkungan sendiri. Menjauhkan diri dari menerima suap politik calon pemimpin.

    Menganjurkan / Memasyarakatkan sikap mandiri, bukan tunggu upeti dari calon. Sehingga mata rantai ewuh pakewuh bisa pelan-pelan diputuskan.

    Menyarankan pada pengurus masjid untuk tidak minta sumbangan kepada orang2 yang cedera akhlaknya sehingga dari bawah kita punya lembaga yang independen dan bisa menyuarakan kebenaran karena tidak terhimpit lidah oleh segala macam upeti yang pernah diberikan.

    etc... etc...

    kuncinya:

    menanamkan sikap mandiri dari kecil / awal sehingga tidak jatuh pada kehinaan, tak mampu berucap karena lidah kelu.... atas 'budi' yang sebenarnya tidak baik. Dengan cara ini dipastikan seseorang itu terjauh dari memakan harta yang haram sehingga masih ada sinar di hatinya.

    .

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    keyring benar ???

    Raja judi siapa ?

    yang makan dana BLBI Rp 168 TRILIUN siapa ?

    Raja pelacuran siapa ?

    yang masukin narkoba sampai ratusan ton siapa ?

    Gw rasa gak perlu nuding siapa or siapa.

    Bertekat dan berjanji aja kita dan keluarga kita masing2 ,ngeliatin prilaku yang baik, serta saling hormat, dan saling menghagai saling bantu , orang lain

    smua juga pasti bakal jadi beres dgn sendirinya.

    Nah........ masalahnyaaaaaaa mau enggaaaak kita mulain nyeeee ???....he he he

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • ghs_3
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    waduhhhhhhhh,

    gw gak tau tuh. ada gak ya, yang korupsi komp gw?????

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Ditempat aku semua campur aduk ya....

    Ada muslim, kristen, khatolik dll...

    Tapi kita akur sebagai warga...

    Saat ada acara kegiatan kita selalu bersuka cita bergotong royong membangun lingkungan kami bersih dari noda tanpa membedakan agama............

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Boleh ngga Presiden Indonesia dan menteri2nya dan anggota2 MPR dan DPR nya orang Kristen/Katholik semuanya?

    Boleh ngga?

    Nanti kan bisa dilihat sendiri.

    Tapi itu ngga mungkin terealisasi kan??????

    Firman TUHAN Yesus Kristus dalam Injil Matius

    6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

    6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

    6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

    6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

    6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

    6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

    16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

    16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

    Semoga Tuhan Yesus Kristus memberkati.

    Sumber: Keadaan saat ini.
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Agama sudah gagal menjadikan bangsa kita bermoral apabila penerapan seperti apa yang terjadi masakini. Banyak kejadian yang menggelikan seperti promosi "Qurban berhadiah Umroh" atau hal-hal lain yang berkaitan dengan hukum wajib yang ada dalam agama yang dikomersilkan, sehingga kita menyadari bahwa semua itu bertujuan dagang, mencari keuntungan.

    Pembentukan akhlak adalah sebuah proses yang harus dilakukan sejak umur dini/kecil, tapi tidak harus dengan dogma2 yang tidak masuk nalar anak kecil, seperti ancaman surga dan neraka, itu hanya membuat mereka tersenyum. Menurut situasi/kondisi empirik, yang harus diberikan kepada anak2 sejak dini adalah pelatihan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan oleh mereka dan pemberian penghargaan dengan memanusiakan anak2 untuk dapat berkomunikasi dua arah, tidak hanya menerima apa yang dikatakan oleh pengajar.

    Karena hal itu tidak diberikan di sekolah, sebaiknya para orang tua memberikan pelatihan itu di rumah.

    Semoga bermakna.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    ga usah jauh2,,,

    Utamakan dulu keluarga.

    >Biasakan jangan suka pake sembarangan barang orang walaupun punya adik atau ortu sekalipun. Harus atas ijin sipemilik

    >Nemuin duit walau cuma 100 perak, jangan iseng diambilin (sambil ngomong,,,"lumayan,,," heheh,,,)

    >Biasakan jujur pada kembalian belanjaan. Apalagi kalo ternyata kembalian dari tukang dagang kelebihan. Balikin, jangan salahin si tukangnya krn salah hitung

    >Jangan dibiasakan ngutil barang sodara2 ato ortu. Mungkin bisa jadi ini penyebab dari kleptomania

    >Jangan biasain makan "darmaji" = dahar lima ngakunya hiji (1), walaupun orang2 rmh ga tau (kasian yg lain ga kebagian,,,)

    >biasakan hidup hemat. Pergunakan fasilitas rumah "seperlunya", tidak dibuang2 percuma tanpa manfaat

    > dll, masih banyak

    Insya Allah,,,, akan terbiasa hidup apa adanya, sehingga jauh dari obsesi ingin kaya secepatnya.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    YA kalau berbicara realitas lagi nanti salah, mayoritasnya siapa, yang duduk di pemerintahan siapa, yang diskriminatif siapa, yang korupsi siapa, agama bisa berbuat apa, manusianya gimana, jadi harus bagaimana................

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Bom dan konversi umat,itu yg terreal.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Ada di sebut, dapatkan dunia dan akherat.

    Mayoritas membaca dan hapal lagi.

    Jadi terbukti, mengerti tetapi tidak (bukan salah) memahami.

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.