armand ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 1 dekade yang lalu

bagaiman menurt anda???

seorang pemimpin adalah sang wanita perkasa....

beliau adalah seorang pemimpin yang di akui oleh masanya... dia mampu menyelesaikan masalah anggotanya...

tapi di lain pihak ni ada satu masalah keluarganya.. khususnya dengan suami terancam broken home....

terkadang si istri yang juga pemimpin ini tak mau takluk dihadapan suaminya....

suami adalah oarng biasa disuatu daerah tersebut....

tetapi ia tak mau takluk dengan aturan kepemimpinan yang dianjurkan oleh pimpinan dalam hal ini istrinya....

untuk kasus seperti ini pakah suami masih kepala rumah tangga atau sudah kebalik????

bagaiman menurut anda dilematika kedua pemimpin ini....

suami pemimpin rumah tangga termasuk istri adlah anggotanya???

istri pemimpin daerah tersebut termasuk suami adalah mas dari pemimpin tersebut

5 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Hi,

    dalam hal ini '' status wanita / istri yang telah menjadi seorang pemimpin '' TIDAK BISA DISATUKAN DENGAN STATUSNYA SEBAGAI ISTRI DIRUMAH.

    seorang istri dalam Agama tempatnya disamping suaminya sendiri, mereka harus saling menghormati, saling menyayang, saling pengertian dan menerima kekurangan atau kelebihan diri masing-masing tanpa harus melecehkan.

    status sang istri sebagai seorang pemimpin HANYA BERLAKU DILUAR LINGKUNGAN RUMAH sebagai tanggung jawab kariernya.

    tetapi didalam lingkungan kehidupan pribadi rumah tangganya seorang istri TETAP SEORANG ISTRI, yakni tunduk dan berdiri disamping suaminya.

    dengan demikian seorang suami tetap merupakan KEPALA RUMAH TANGGA meskipun statusnya dalam bidang karier dibawah dari istrinya.

    thnx

  • bupel
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Wanita mimpin salah gak mimpin nuntut,lha kalo sampeyan nganggur trs bojomu kerja jd pemimpin nesu2 piye mangsudmu.penake ganti bojo wae

  • 1 dekade yang lalu

    jaman memang semakin susah,, problematika datang silih berganti,, semua menjadi kompleks karena banyak faktor yang melatarbelakangi,, kita ga bisa lagi melihat dari satu sisi,, benar atau salah,, dua-duanya bisa merasa benar tapi yang pasti tetap dua-duanya ada salah,, nah,, akhirnya kembali pada niatan kedua pasangan tersebut,, misalnya si suami yang mendukung si istri dengan mengambil alih tugas rumah tangga,, atau si istri yang bisa didik dan tetap menghargai suaminya,, semuanya bisa,, dan semua bisa berbalik arah,, ya khan??

    ketahuilah siapa kita dan darimana kita datang,, nilai2 apa yang kita ambil dan nilai2 apa yang kita pertahankan,, begitu menurutku,,

  • Suatu hari anda akan menikahi wanita yang nantinya anda ketahui adalah seorang pemimpin suatu kelompok.

    Punya kekuasaan lebih, ekonomi lebih, cukup pintar, koleganya banyak, dan dari keluarga sukses. Ibarat akan memoles intan dengan emas.

    Pada suatu saat itu pula anda harus tahu atau apakah anda tahu bahwa ia akan mengerti bahwa sebuah harga pernikahan adalah harga yang penuh toleran, tetapi bila untuk menjadi imam dalam sholat

    hanya diwajibkan laki-laki terhadap wanita.

    Pada saat-saat indah mengarungi keluarga dengan biduk yang indah pula adakalanya berganti fungsi sebagai kapten adalah hal romantis dan menarik karena pola pendidikan dan pengalaman mengarungi hidup masing-masing berbeda tetap berguna untuk melaju biduk ini dengan selamat.

    Terkadang berjalan di pasar anda bisa berganti peran sebagai penjual atau pembeli.

    Didapur boleh juga berganti peran anda sebagi chef dan pasangan adalah customer yang baik dan indah dimata anda.

    Pada penghujung hari anda menikmati kopi diberanda dengan perdebatan sengit dan penuh ambisi tapi tak menimbulkan sedikit gusar diantaranya, atau bahkan amarah kecil menjadi indah pada waktunya.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Ini curhatan anda ya...

    Sudah kewajiban suami membimbing istri utk jadi leih baik mas...

    Klo dlm kasus pertanyaan mas ini...si istri sdh kebablasan tuh...

    WAJIB bagi si suami memberi peringatan si istri!

    Bimbing si istri utk kembali ingat pada kodratnya...

    Bimbing si istri utk jadi salah satu istri yg punya kriteria MASUK SURGA...

    Klo gagal...si suamipun BERDOSA...

    Karena apabila seorang laki2 memperistri/menikahi seorang wanita maka wanita itru sdh menjadi tanggung jawab lahir batin, dunia akhirat si suami...

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.