promotion image of download ymail app
Promoted
i-one the fox ditanyakan dalam Ilmu SosialPsikologi · 1 dekade yang lalu

apa yang akan anda lakukan. jika?

> pimpinan perusahaan saat ini anda bekerja dengan tiba-tiba mengatakan kami tidak membutuhkan tenaga anda untuk saat ini. alias di PHK.

> apakah anda akan menerima begitu saja atau anda akan melawan kebijakan itu?

padahal anda adalah seorang senior di perusahaan itu. setelah mengarungi perjalanan yang pahit, merintis perusahaan itu sehingga dapat berkembang pesat sampai saat ini. tapi karena banyaknya kebijakan-kebijakan baru mereka lebih memilih tenaga-tenaga muda yang lebih fresh.

> bagaimana dengan perasaan anda?

> apakah anda akan menuntut pada perusahaan?

terima kasih atas pendapat teman-teman.......

16 Jawaban

Peringkat
  • dani
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Setau saya se, ga semudah itu perusahaan memPHK org, apalagi karyawan senior. Disadari ato enggak, pasti ada prosesnya. Bisa berupa mutasi ke divisi lain yg “stuck” ato “penyesuaian” salary ato apalah yang intinya bikin karyawan itu gak betah. Kalo bisa se diharapkan karyawan itu resign sendiri. Kalo nggak ya PHK itulah.

    Tentang sebabnya, bisalah introspeksi dulu. Bisa karena si senior bikin “dosa besar”. Bisa juga karena si senior sendiri udah mentok di “zona nyaman” alias ogah mengikuti perkembangan jaman. Sebenernya, senior apa enggak, yg namanya karyawan kan harus update perkembangan terus. Tinggal org nya aja, mau apa enggak.

    Kalopun emang bakal diPHK, cobalah nego dulu ama perusahaan. Namanya aja karyawan senior, bisa dong bicara ama HRD. Kalo emang punya “dosa”, siapa tau masih bisa diperbaiki.

    Kalopun emang diPHK, jangan kecil hati. Biasanya karyawan senior kan dah sempat membangun relasi ama temen2 dari perusahaan lain. Kontak aja mereka, siapa tau ada kesempatan.

    Kalo punya tabungan, kenapa gak nyoba cari duit sendiri? Mau buka toko ato ambil franchise. Cuma emang butuh perubahan pola pikir. Kalo dulu kan duit dateng sendiri, gaji rutin tiap bulan. Kalo sekarang cari duit sendiri, pendapatan gak selalu sama besarnya tiap bulan. Tapi lebih merdeka dong...

    Kalo bisa, gak usahlah melibatkan org luar. Jelek2in perusahaan lama, bikin demo, nggugat perusahaan lama, dll gak selalu berakibat baik buat si senior yang diPHK. Perusahaan2 lain bisa ”ngeri” ngeliat kelakuan kayak gini, sehingga ogah merekrut dia. Akibatnya ya mengurangi peluang org ini buat dapet kerjaan lagi. Emang kayaknya gak adil ya, tapi emang inilah faktanya.

    But anyways, life must go on. PHK bukan akhir dunia. Anggap aja ini peluang dan tantangan buat naik level lebih tinggi sebagai manusia…

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Klw punya skill yang dibutuhkan banyak perusahaan kenapa bingung, di beberapa perusahaan usia bukan masalah dibandingkan pengalaman.

    Biasanya yang bingung ketika di PHK adalah orang yang berada pada level rata-rata hingga banyak saingan (banyak yang memiliki kemampuan yang sama) dan sulit mendapatkan pekerjaan baru.

    Sebagian orang memilih kerja kontrak untuk mendapatkan kesempatan belajar lebih banyak pada pekerjaan yang disinggahi, sebagian orang mengharapkan di PHK untuk dapat masuk ke tempat yang lebih baik dan menjanjikan, plus dapat pesangon

    Persiapan matang dalam menjalani pekerjaan termasuk hal pahit seperti PHK membuat mudah mengambil keputusan ketika menghadapi PHK

    1. Ketika masih bekerja pupuk skill sebaik mungkin

    2. Pantau pekerajaan yang dapat kita lakukan di luar kantor dan mungkin dilakukan

    3. Rubah pendapat klw "kita butuh pekerjaan di kantor tersebut" tetapi "kantorlah yang butuh skill kita"

    Jika semuanya berlangsung sebelum ada persiapan, jangan takut ada LBH dan lembaga lain yang bisa membantu

    terkadang "lorong gelap yang kita takut untuk memasukinya adalah tempat yang paling kita cari dalam hidup kita" dan "tempat dimana kita jatuh disitulah harta karun yang kita butuhkan berada"

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    > Saya akan rundingkan dengan pihak perusahaan.. jika memang PHK adalah keputusan final.. saya akan menerima itu sbg konsekwensi kerja.. siap diterima .. siap di PHK..

    saya akan pelajari surat perjanjian kerja... disitu pastilah ada kebijaksanaan dan ketetapan tentang pemutusan kerja..

    > perasaan pastilah sedih....namun lekas lekas bangkit untuk mencari pekerjaan yg baru.. karena kebutuhan tidak bisa menunggu,,

    Salam Maniz

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • paoel
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    perasaan saya tentu saja pertama-tama pasti kaget. kalau selama ini saya selalu menunaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik, mengapa perusahaan sampai mengeluarkan kebijakan seperti itu?

    yang kedua, pasti akan ada rasa kecewa. kecewa karena perusahaan tidak menghargai jerih payah dan perjuangan yang telah dilalui karyawan seniornya. kecewa karena perusahaan tidak memandang loyalitas pekerjanya.

    saya pasti akan bertanya pada pimpinan, apa dasar PHK itu? atas dasar pertimbangan apa sampai perusahaan mengeluarkan keputusan PHK itu?

    tapi pertanyaan saya hanya cukup sampai pada alasan PHK saja, saya tidak akan meminta perusahaan mempertimbangkan kembali.

    prinsip saya, saya tidak mau mengemis pada perusahaan. saya percaya saya memiliki kemampuan untuk bekerja di tempat lain.

    jadi kalau memang perusahaan sudah tidak membutuhkan saya, untuk apa saya bertahan di sana? lebih baik saya mencari perusahaan lain yang membutuhkan kemampuan saya bukan?

    menuntut? PHK itu memang hak perusahaan, selama memang sesuai prosedur, saya tidak akan mempermasalahkannya.

    salam... =)

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • HeaVen
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    > Kecewa tentunya,, sudah berapa puluh tahun mengabdi dengan perusahaan tersebut.

    > Resiko jadi pekerja / bawahan ya begitu,, tidak punya kuasa untuk berkehendak. Jadi sedari muda bikin rel karier dengan wirausaha saja biar tidak di PHK.

    > Kalo mo nuntut,, konsultasi dulu ke LBH.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • MareL
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    kalo pihak pimpinan PT / owner telah meminta kita di PHK itu artinya dia sudah tdk membutuhkan kita / ada hal2 yg tdk disukai / ada rasa kwatir akan keberadaan kita di PT tsb, jd alasan apapun / negoisasi bagaimanapun hasilnya (jika ditrima kembali/PHKnya dibatalkan) maka akan berakibat buruk buat perkembangan karier kita, jd apapun alasannya tetap aja ditrima PHKnya, dan pemenuhan hak2 segara di selesaikan sesuai dgn hukum.dan mencoba berkarir di tempat lain, dgn pikran dan suasana yg fresh.

    pada saat kita diminta mundur / di PHK, spontan kita akan menanyakan penyebabnya dan mohon dipertimbangkan kembali, dan mintalah waktu utk berfikir, walaupun hal ini cuma2 basa basi / sebenarnya tp cara ini bisa utk antisipasi kalo sang pimpinan hanya menguji loyalitas / sikap kita. jd kita tdk masuk dlm perangkapnya.

    ............

    iam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Kalo mau repot silahkan aja ke LBH atau ke serikat pekerja. Tuntut hak yang kita rasa adalah hak kita..........

    Tapi itu sudah konsekwensi kalo kita jadi keryawan. Sebaiknya baca bukunya safir senduk. Pengelolaan keuangan. Maksimalkan kinerja ketika masih produktif dan lakukan investasi sebanyak mungkin. Di hari tua kita bisa melihat hasil invest kita..........

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    -karena yang ditanyakan adalah perasaan individu, jadi itu tergantung dari masing2 individu dan tidak sama.perasaan saya sendiri adalah sangat terpukul dimana satu sisi kita harus mencari penghasilan / harus menghidupi keluarga di satu sisi kita bertambah umurnya dimana umumnya perusahaan2 selalu mencari tenaga2 yang fresh dan untuk yang tua2 dinomer sekiankan.

    -untuk menuntut jelas tidak mungkin,karena saya adalah orang tidak mampu.hanya mengingatkan saja bahwa semua itu ada hukum karmanya dan ada balasannya sendiri

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Tentu saya tidak akan melawan kebijakan tersebut tetapi saya akan menanyakan kepada pimpinan tersebut alasan apa yang membuat dia melakukan PHK kepada saya. Apapun alasannya pasti akan saya terima dengan lapang dada.

    Perasaan seseorang akan merasa sangat sedih ketika mendengar hal tersebut tetapi kita mesti tabah dan harus berpikir kita pasti bisa mendapatkan posisi yang lebih baik dari yang dulu.

    Tuntutan terhadap perusahaan hanya akan membuat kita capek karena perusahaan sangat banyak uang dan dia bisa mencari pengacara untuk membela perusahaannya dan terakhir kita tetap akan kalah di pengadilan karena bisa saja hakim dan jaksa juga di suap untuk memenangkan kasusnya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    ya iyalah masa ya iya dong...

    mulan jameela bukan mulan jameedong!

    liat UU ketenagakerjaan, apakah alasan perusahaan untuk mem PHK kan anada sesuai dengan peraturan perundang-undangannya!???....

    kalo ga!...kenapa harus takut...lagipula ada serikat pekerja kan!?...bikin aduan aja, setidak2nya hingga ada respon dari perusahaan, tapi jika itu perusahaan keluarga...yaaaa wassssss!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Kan sekarang ada yg namanya LBH lembaga bantuan,kamu bisa ngadu kesitu ceritaan kronologisnya kamu di pecat dng semena-mena tanpa alasan yg jelas nanti lbh akan mencari pasal yg memberatkan perusahaan yg memecatmu tanpa dasar yg kuat,malah kamu bisa menuntut material karena melanggar hak asasi.....gasak aja klu ada ketidak adilan sekarang ini...nerima...udah enggak jamannya lagi klu tdk benar kita lawan........ok

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.