Kalau ada orang yang ingin mengajak berdebat agama dengan Anda, apa yang akan dilakukan?

1. Buru2 melarikan diri atau sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan karena memang menghindari perdebatan sengit.

2. Menghindari perdebatan karena memang harus diakui bahwa pengetahuan agama Anda sendiri kurang baik.

3. Langsung diterima dengan senang hati. Mau menang atau kalah urusan belakangan.

4. Diterima, dijawab asal2an dan sekena hati saja.

5. Bersikap apatis dan tidak mau kalah.

6. ................

Tanpa maksud apapun, hanya ingin tau pendapatnya saja... :)

53 Jawaban

Peringkat
  • paoel
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    terus terang, snoopy, saya paling males diajak debat soal agama karena:

    1. agama itu bukan sesuatu yang bisa dibahas dengan logika dan rasio. Semua agama ditanamkan dengan cara dogma, dan semua penganut agama pasti akan membela agamanya mati2an. berdebat hanya akan menambah musuh dan menimbulkan kebencian antar umat beragama.

    2. pengetahuan agamaku sendiri kurang. (hehehe..)

    3. pengetahuan agama sendiri aja kurang, apalagi pengetahuan tentang agama lain, boro2 dah...

    kalau udah gitu, apa yang mau diperdebatkan coba? paling banter juga malah saya yang dikuliahin...

    kalau ada orang yang minta dijelaskan tentang ketentuan dan kebiasaan yang ada dalam agama saya, dengan senang hati saya akan jelaskan. tapi kalau berdebat? halah.... i'm sorry goodbye aja deh...

    ------------------------------------------------------------------------------------

    btw, snoop.... rame amat TD-nya yah?

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Menghindari "debat kusir"

    Debat ilmiah perlu dilakukan untuk melihat kebenaran secara objektif.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    6. ajak maen catur aja.

    .

  • 1 dekade yang lalu

    Saya biasanya milih yg no 3.

    Saya pernah tidak berdebat, karena rekan kerja saya itu (berdua malah, dan jauh lebih tua) tidak mengizinkan saya menjawab. Jadi saya dengarkan dahulu saja.

    Dan saya juga berpendapat tidak ada kemenangan dan kekalahan dalam kepercayaan. Karena sangat subjektif sekali. Apalagi yg bawa-2 logika ke kepercayaan. Mereka tentunya jarang berdebat.

    Dengan orang Eropah juga sama sajah.

    Yang satu Atheis, sepertinya mulai percaya.

    Yg ke-2 masih ngotot, karena membawa logika ke dalam lingkup yg butuh hati, akhirnya saya menerima argumen dia dan ngobrol yg lain.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    saya memilih no.2

    2. Menghindari perdebatan karena memang harus diakui bahwa pengetahuan agama Anda sendiri kurang baik.

  • 1 dekade yang lalu

    Agama itu mestinya Habluminallah..

    urusan umat dengan tuhannya saja..

    ngapain juga didebatin.

    hasil akhirnya, salah satunya ada yg sakit ati...

    waaa,, cape

    Sumber: kalo salah maaf.. tapi prinsip saya begitu
  • 1 dekade yang lalu

    semuannya nggak...

    hanya saya pasti menertawakannya habis-habisan...

    karena :

    memamerkan kebodohannya..

    dipikirnya hanya dia yang paling pinter...

    urat malunya sudah putus...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    cukup jawab dengan 1 kalimat aja " Hormatilah agama orang lain jika mao agama kamu sendiri dihormati oleh orang lain" ato dengan jawaban " menurut saya agama yg saya pilih itu paling baik untuk kehidupan saya"

  • 1 dekade yang lalu

    kl q sih lebih memili tidak emosional didlmny.kl udh slg ngotot mending jgn d triuskn,krn memilih agama itu berasal dari hati kecil2 masing2, ga bs d paksakan begitu aja.

    cnth kclny : pr Orientalis yg benar2 menguasai islam luar dlm aj ga dpt2 hidayah,jd mending kt debat untuk nambah2 wawasan kt........

    Sumber: sanubari yg terdlm deep thinking
  • 1 dekade yang lalu

    " Gereja-Ku kaya akan Misteri-misterinya, yaitu Misteri-misteri

    yang banyak orang di antara kalian tidak terima sebagai Misteri.

    Umat-Ku di masa kini tidak rendah hati, tidak sederhana.

    Mereka tidak memiliki kemurnian Iman. Eramu sekarang mencoba merasionalkan segala-galanya, termasuk Misteri-misteri-Ku!!

    Bagaimana mungkin mereka menganggap bahwa mereka dapat

    membuka tabir-Ku, tabir Allah mereka?

    Mereka mencoba menggambarkan Misteri-misteri-Ku secara rasional.

    Inilah putri, ‘burung gagak’ yang telah Kuceriterakan kepadamu dalam perumpamaan yang telah Kusampaikan kepadamu, tentang si Penabur dan Burung Gagak. Burung-burung gagak ini, yang telah kehilangan iman mereka, berupaya menegakkan teori mereka sendiri sesuai dengan daya paham manusiawi mereka sendiri, mencoba menyenangkan hati media massa. Padahal sesungguhnya hal ini disebabkan oleh hilangnya iman mereka kepada-Ku.

    Misteri-misteri-Ku harus tetap, tidak terganggu gugat, agar kemurniannya tetap terpelihara.

    ‘Burung-burung gagak’ itu telah menyebarkan KESESATAN di dalam Gereja-Ku, merusak Kebenaran dan Sabda-Ku, himpunan perumpamaan-Ku yang kaya arti. Sabda-Ku dan Misteri-misteri-Ku harus tetap tidak tergang-gu gugat "

  • 1 dekade yang lalu

    Gue coba mengarahkan perdebatannya bukan kearah spritual (hubungan manusia ke penciptanya), tapi ke kondisi nyata (hubungan manusia dengan manusia).

    Nah ... debat deh abis-abisan.

    Agama yang paling dapat mengangkat derajat manusia harus diakui secara sportif sebagai pemenang, yang kalah juga harus sportif untuk memperbaiki lingkungan internal agamanya dengan semakin banyak mengangkat derajat manusia.

    Ntar .... kalo sudah bisa terbukti .... debat lagi, dan semakin banyak manusia terangkat martabatnya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.