Apapun deh aku terima, GUE LAGEEH STRESS, saran atau masukannya

Bos gue lagi di cecer ama big boss, efeknya seperti bola salju

gue & my team kena negatif efek dan semua yang kita lakukan

secara benar selalu nilainya salah,

gue serba salah

apalagi bos gue diancam untuk mengundurkn diri

Lalu gimana gue harus bersikap?

12 Jawaban

Peringkat
  • MareL
    Lv 7
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Mendengarkan omelan atau umpatan orang lain memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika omelan itu ditujukan pada kita. Kalau bisa ingin rasanya kita 'membungkam' mulut si pengomel, apapun caranya. Masalahnya, sesabar apapun anda, pasti hati dan telinga anda akan 'panas' mendengar omelan.

    Jika kondisi tersebut anda alami di kantor, misalnya bos atau rekan kerja yang marah, tentu masalahnya akan semakin ruwet. Karena belum lagi memikirkan pekerjaan, anda sudah harus mendengarkan 'nyanyian' yang sama sekali tidak merdu. Tentu perasaan anda akan semakin 'terbakar' bukan?

    Tapi sebaiknya tahan emosi anda, jangan sampai emosi anda meledak ketika menghadapi orang marah. Karena jika emosi dibalas dengan emosi juga, urusannya akan semakin kacau. Menurut psikolog di Amrik, Patricia Patton, cara menghadapi orang yang sedang 'panas' adalah dengan cara meningkatkan peran EQ (Emotional Quotient) atau kecakapan emosi anda. Berikut ini adalah langkah yang bisa anda tempuh dalam menghadapi kemarahan orang lain:

    Positive thinking

    Daripada ikut-ikutan emosi, lebih baik anda tenangkan diri. Ingatlah bahwa masalah selalu ada di dunia kerja. Dan segala sesuatu pasti ada solusinya. Dimarahi bos atau mendengar omelan rekan kerja adalah resiko di tempat kerja.

    Kontrol diri

    Jangan tergesa-gesa menyalahkan orang yang sedang marah, apalagi sampai melakukan aksi balas marah. Dan jangan sekalipun mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana. Ingat, kecakapan anda menahan emosi akan membantu pencapaian solusi daripada ikut-ikutan marah.

    Hargai pihak lain

    Sebesar apapun amarahnya, cobalah untuk menyimak dan mendengarkan isi omelannya, terlebih jika bos anda. Karena pasti amarahnya itu cukup beralasan.

    Empati

    Coba pahami penyebab kemarahannya. Apakah karena kesalahan anda atau dia sendiri yang sedang bermasalah. Umpatan yang dia lontarkan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, anggaplah sebagai salah satu kelemahannya. Dengan demikian anda telah berempati padanya. Hal ini bisa mengurangi emosinya.

    Fokuskan pada masalah, bukan pada pribadi

    Jangan mencari-cari alasan pribadi dalam menghadapi kemarahan orang lain. Jika kemarahan adalah masalah kantor, anda tidak bisa merembet ke urusan di luar kantor, sehingga tidak akan terjadi aksi sentimen.

    Obyektif

    Pikirkan di mana letak persoalannya dan apa yang menjadi penyebab kemarahannya. Kemudian coba anda introspeksi, apa dan dimana kelemahan anda. Jika anda memang salah, anda harus bersedia mengakui kesalahan anda.

    Jangan abaikan kritik

    Jika memang anda berada di pihak yang salah, dengarkan pendapat pihak lain sekalipun itu kritik. Dengan demikian anda mampu mengembangkan diri sekaligus belajar mengatasi setiap permasalahan termasuk mengatasi stres dan menemukan solusi.

    Penting anda ketahui, kecakapan anda menahan dan mengelola emosi membuat anda lebih rasional dalam menyelesaikan setiap masalah yang anda hadapi di dunia kerja. Dan tentu saja kepiawaian serta kecakapan anda mengasah emotional quotient akan membantu anda mencapai karir yang menjulang. Selamat bekerja...!

    ...............

    reff iam

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    pasrah dan terima apa ada nya

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Anda bekerja dalam suatu tim berarti pekerjaan yg anda hadapi membutuhkan loyalitas setiap anggota tim anda, dan target pekerjaan anda akan dapat berhasil bila semua anggota tim kompak demi kemajuan tim.

    sedangkan bos kamu pasti memiliki beberapa tim dan salah satunya adalah tim kamu, sehingga kalo dijabarkan lebih besar kalian semua sebenarnya adalah satu tim.

    Kesalahan bos kamu di mata bigboss adalah juga kesalahan tim yg dipimpinnya, bigboss gak mau menegur anak buah kalo ada pimpinannya.

    saran saya adalah adakan meeting untuk saling bertukar pikiran dan penyelesaian masalah, cari jalan keluar dan penyebab masalah.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    masukan dari saya, lakukan tugas individu secara benar sesuai SOP yang ada,,,pekerjaan benar atau salah bisa diukur melalui SOP yang ada,,,tergantung hasilnya ,,kalau big bos menilai secara rasional atau emosional karena unsur yg lain,,,untuk bos loe beri suport,,,sabar dan ikhlas,,bukan berarti bos lu berjuang sendiri,,,tunjukkan kerja team yang maksimal,,,, berusaha itu perlu dan yang terpenting kembalikan masalah itu kepada Tuhan,minta petunjuk dan bimbingan Nya,,,kamu akan lebih tenang dan ikhlas jika hal terburukpun terjadi,,,,jangan terbawa suasana tempat kerja,,,hati hati ,,,terhadap orang yang memanfaatkan keadaan.

    Sumber: Pengalaman pribadi
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    yg prtm u mmg hrs sabar.

    tp... u jg hrs menunjukkan kebolehan tim u

    bahwa smua yg tim u krjakan adlh yg trbaek.

    cari waktu yg pas utk mendiskusikan ma big bos.

    ksalah pahaman hrs di selesaikan dgn tuntas, kl u cm diem aja itu g akn mnyelesaikan mslah.

    malahan big bos akn mnggp ksalah itu mmg mutlak oleh tim u.

    dlm krjaan mmg ada ujian, tp... u hrs ttp semangat & brkecil hati...

  • 1 dekade yang lalu

    sabar

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    mau ngilangin stres ngobrol aja bareng gue pasti asyik, he...

  • 1 dekade yang lalu

    Give spirit to your bos.

    Bikinlah team anda menjadi yang solid. Bentuk kerjasama yang sangat baik dan saling membantu untuk menyelesaikan masalahnya.

    Team yang solid akan menyelesaikan masalah.

  • 1 dekade yang lalu

    mensyukurinya bahwa kamu mendapat proses hidup lebih dari yang laen,, ambil hikmahnya dan mengerti bahwa ini proses belajar,,

    kamu sedang diuji kesabaran,, keiklhasan dan kreatifitasnya,, jgn takut menghadapi hidup apalagi masa depan,, persiapkan kemungkinan terburuk maka kamu siap untuk melangkah,, ok??

    Semangat!!

  • 1 dekade yang lalu

    turutin dulu aja kata2 bos kamu

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.