Ada apa dengan Jakarta

1. Bisakah ibukota kita dipindah ke kota lain? Kalo ada kota mana yang cocok buat jadi ibu kota?

2. Sudah layakkah warga Jakarta mendapatkan haknya untuk tanah, udara & airnya? Sebagai warga ibu kota yang layak itu harusnya bagaimana?

3. Pemerintahan kita sudah sesuai dengan aspirasi rakyatnyaapa belum?

9 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    1. Dahulu di masa Orde Baru, ada wacana memindahkan ibukota ke Jonggol. Dulu memang bagus karena strategis dan masih sepi, tapi sekarang sepertinya sulit karena sudah terlanjur kacau dan ramai. Bisa saja dipindah ke kota lain. Idenya adalah memisahkan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian, seperti Washington (pusat pemerintahan) dan New York (pusat perekenomian) di A.S. Saya melihat dari jejaknya pemerintah kolonial Hindia Belanda berniat seperti itu. Pusat pemerintahan memang ada di Batavia dan pusat perekonomian juga di Batavia, tapi sejumlah kantor pemerintahan penting justru ada di Bandung. Sampai sekarang, PT Kereta Api Indonesia dan PT Pos Indonesia kantor pusatnya di Bandung.

    2. Tidak ada ibukota ideal di dunia. Semua warga mendapatkan hak atas tanah, udara, dan air sesuai dengan kerjanya. Tapi masalahnya, Jakarta terlalu dibebani arus urbanisasi. Pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak, sehingga warganya pun tidak bisa mendapatkan uang yang cukup untuk mencukupi kebutuhannya. Warga yang layak semestinya mendapatkan akses yang cukup. Akses adalah kata kuncinya, minimal akses pendidikan dan kesehatan yang mudah.

    3. Aspirasi rakyat itu kan cuma bisa dideteksi lewat Pemilu. Sarana lain seperti lembaga publik yang mendengarkan aspirasi rakyat belum efektif. Jadi sudah sesuai atau belum tergantung dari cara pandang Anda. Tidak bisa simplistis karena memimpin negara dengan 220 juta orang itu tdak mudah.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Ibukota pindah, ya bisa aja, dan daerah yang telah diteliti menjadi ibukota adalah Bukit Jonggol Asri (BJA), daerah itu masih hijau, jauh dari polusi dan kebisingan. Sehingga dipastikan penduduk ibukota nantinyamendapatkan haknya untuk mendapatkan tanah, udara & airnya yang layak.

  • 1 dekade yang lalu

    1. Y g dong. Sekali JAKARTA tetep JAKARTA, seburuk apapun dia, dia tetep JAKARTA. Masalahnya bukan pada kota nya tp cara pengaturan kotanya yg salah. Kl cara pemimpinannya benar maka Jakarta tdk akan seperti ini.

    2. Warga yg blm mempunyai rumah seharusnya disediakan rumah u/ mereka yg tidak mampu dengan cicilan yg kecil yg mampu mereka bayar. Walaupun kecil tp layak ditempati.

    Masalah pengairan juga, seharusnya Pemda DKI harus tegas dalam masalah pembuangan sampah pd tempatnya.

    Kl mslh udara, pencemaran dari Pabrik seharusnya lbh diwaspadai krn dapat menyebabkan penyakit.

    3. Y blm dong. Masih banyak harapan rakyat yg masih tong kosong. Hanya bicara yg diumbar tp tdk terlaksana.

  • 1 dekade yang lalu

    1.Bisa saja, namun apakah daerah yang ditunjuk mampu melakukan kegiatannya sebagai ibukota negara ?

    2.Belum. Setidaknya mereka diberikan kebebasan berkspresi dengan tidak merombak tanah kosong menjadi mall atau semacamnya.

    3.Belum, namun perlahan - lahan pemerintah mulai memberikan perhatian berlebih pada rakyat kecil

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    #. Enak jg ya, kl Jakarta itu tuker tempat, pindah ke kota NY, jgn heran nanti......ada tukang gado2, somai, baso, keliling2 di kota NY, he3x

    @. emang udah seharusnya.

    ^>. ya gitu deh.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1. Pada wkt bung karno jd pres Ibu kota malah maux di Kalimantan dkt malaysia bgs si skalian buat jaga2baiar g ada lg yg ndi ambil ma mlysia.

    2. Hak untuak tanah di Jkt kayax susah apalagi Unt org kecil tlalu banyak yg serakah dgn mengatas namakan masyarakat banyak.. unt udara dan air tergantung kita klo udah sebnang ma yg tercemar dan yg mahal g masalah Oleh katena itu kita yg kecil g pna mau bersatu dan berteriak atas penderitaan kita...

    3. Pemerintah belum sepenuhnya amemilah ke rakyat... demikrasi sekarang adalah belajar demokrasi untuk sampai kapan g ada yagn tau...........................

  • 1 dekade yang lalu

    1. Bisa, luar pulau jawa

    2. belum, harus menjaga hak tersebut

    3. ada yang belum, ada yang sudah

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1.Bs tp kayaknya sangat sulit. Kota Bandung, Semarang atau Surabaya

    2.Blm layak, krn msh banyak yg blm melakukan kewajibannya sbg warga Jakarta. Harusnya ikut membangun kota Jakarta

    3.Msh blm

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1.a.Pindahkan dahulu pusat ekonomi dan industri dari Jakarta, maka orang akan mengikuti untuk pindah.

    b. Kota di luar pulau Jawa.

    2. Belum, karena penduduk Jakarta terlalu banyak, sulit diatur.

    3.Belum, karena pemerintahan tidak punya visi mengenai Jakarta masa depan.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.