Kenapa Jakarta? Bagaimana Solusinya?

1. Jalannya masih semrawut

2. Kalinya masih banjir

3. Tata kotanya masih gak rapi

5 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Jakarta dengan luas wilayah yang terbatas terlalu banyak penduduk yang menghuninya ditambah lagi penduduknya yang tidak taat aturan dan semaunya sehingga jadi semerawut.

    Selain itu jakarta merupakan dataran rendah, bahkan sebagian wilayahnya berada dibawah permukaan laut. Pembangunan banjir kanal yang tidak selesai2 menjadi satu faktor penyebab banjir di Jakarta selain kepedulian warganya akan kebersihan kali. Banyak warga masih membuang sampah dikali sehingga aliran air terhambat dan terjadi pedangkalan pada kali2 tersebut.

    Penataan kota yang kurang rapi karena pemerintah Jakarta sendiri gak punya perencanaan kota yang baik, mungkin harus cari pemimpin Jakarta yang baru kali yah.. Selain itu warganya juga masih sering menyalahgunakan tempat menurut peruntukkannya. Misalnya bangun rumah di bawah jalan tol dan pinggir rel.

  • 1 dekade yang lalu

    1. Jalanan semrawut, karena:

    -angkutan kota berhenti seenaknya (solusi: pemberhentian khusus mesti dilaksanakan)

    -pengemudi yg tidak tahu aturan (pendalaman pengambilan SIM, tanpa nembak. Di Singapura ambil SIM butuh waktu 1 tahun, pelajaran berlalulintas itu dalam sekali)

    -pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. (Perbaikan sistem angkutan kota)

    2. Kali banjir:

    -pemanfaatan bantaran kali di luar ketentuan: perumahan. (regulasi lebih ketat)

    -buang sampah sembarangan. (regulasi lebih ketat)

    3. Tata kota tidak rapih:

    -cetak biru kota tidak punya. (buat cetak biru kota JKT)

    -regulasi dikalahkan pengusaha, mis: pembangunan kawasan mangrove Cengkareng. (kesadaran oknum Kanwil)

  • 1 dekade yang lalu

    Hampir sama dengan Kota besar yang lagi berkembang...

    Tpi sepertinya Jakarta uda mulai ada perubahan walau sedikit,

    1. Jalannya semrawut, sudah sebagian dilaksanakan dengan baik yaitu dilarangnya Becak di Jakarta (becak bikin macet), mulai diadakannya Bus Way dan sarana pemerintahan yang baru yang akan segera di luncurkan, moga2 dengan adanya saran yang baru bisa mengurangi mobil-mobil yang ada di jakarta, seperti mobil angkutan penumpang serta mobil pribadi yang banyak tpi gak penting banget buat mereka.

    2. Sabar saja, buat Kanal untuk banjir ku dengar di berita lagi proses pembuatan, sekarang yang jadi masalah adalah mereka-mereka yang membuat bangunan tanpa memikirkan tempat resapan air ketika ujan, jadinya banjir deh, gak cuma pemerintah aja yang bertanggung jawab tpi juga masyarakatnya, mulai dari kita sendiri "Jangan buang Sampah sembarangan baik itu di Kali ato sungai, parit, Jalan dan tempat lainnya.

    3. Kalo tata kotanya, hanya indah dan bagus di beberapa titik aja yang memungkin kan untuk menjadi pusat rekreasi serta untuk para pelancong yang suka dengan keindahan kota di Jakarta, tpi untuk beberapa daerah yang belum di tata ulang itu lebih banyak lagi, kalau pemerintah gak bisa menjalankan tata kota di tempat2 terpencil di mulai dari masyarakatnya dulu deh, dari penanaman di setiap rumah baik itu pohon, bunga dan tanaman hias lainnya, soalnya di TV banyak sekali liputan daerah jakarta yang daerahnya indah, nyaman dan tentram karena masyarakatnya yang peduli dengan keindahan dan kebersihan.

    Jakarta.... ehm.... Go the Best City

    Salam Persahabatan

  • 1 dekade yang lalu

    itu karna kesalahan rakyat jakarta...

    bagaimana cara mereka menjaga lingkungan mereka??

    mebuang sampah ???

    manggunakan jalannraya??

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    1. maksudnya macet kan? Gampang aja. Bagi orang kaya batasin stiap rumah / keluarga hanya punya 1 mobil.

    2.Coba bikin Jakarta seperi kota Venesia Italia, yg terkenal dgn gondolanya. Jd tempat wisata air sekalian promosiin Indonesia Visit 2008.

    3. Buat taman2 kota, jadikan Jakarta kota yg rapih, bersih, hijau.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.