Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Kenapa Agama Konghucu mempunyai Nabi tapi Buddha tidak ada dan adakah persamaannya dimana?

BEBERAPA NABI LAIN DALAM AGAMA KONGHUCU

Nabi pertama yang tercatat dalam sejarah Ru Jiao adalah Fu Xi, hidup pada 30 abad sM, yang mendapat wahyu dan menuliskan Kitab Yi Jing atau Kitab Perubahan. Fu Xi beristrikan Nabi Nu Wa, yang menciptakan Hukum Perkawinan. Sejak saat itu anak bukan lagi dianggap anak ibu saja, melainkan juga anak ayah. Selain Nu Wa, di dalam Ru Jiao dikenal nabi perempuan lain, yaitu Lei Zu, Jiang Yuan dan *** Ren. Nabi lain yang masih dikenal antara lain Huang Di, Yao, Sun, Xia Yu, Wen, Zhou Gong atau Jidan dan terakhir Kongzi. Kitab Yi Jing yang kita kenal sekarang tidak ditulis oleh Fu Xi belaka, namun ditulis dan disempurnakan oleh 5 (lima) nabi yang mendapat wahyu dalam tempo berlainan, yaitu : Fu Xi, Xia Yu, Wen, Zhou Gong dan Kongzi.

Kenapa Budha tak mempunyai Nabi dan adakah persamaannya?

Perbarui:

Thanks rekan Huatlou selama ini orang mengira yang mempunyai Nabi hanya Islam dan Kristen saja tetapi Nabi yang akan kembali lagi hanya Nabi Isa Almasih karena saat ini masih di Sorga

22 Jawaban

Peringkat
  • Noname
    Lv 7
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    *****

    Menurut saya : Agama Buddha Theravada lebih menekankan pada bidang yang TERTINGGI yaitu terhadap Sakyamuni Buddha sebagai bentuk penghormatannya, Nabi-nabinya ada namun karena konsepnya ajaran Sakyamuni Buddha, maka nabi-nabi yang ada, tidak dibahas, karena mungkin anggapannya seperti inilah : " Untuk apa saya kementeri lagi, jika saya bisa langsung ke presidennya "

    Sementara untuk Agama Buddha aliran Tridharma, Mahayana, Tantrayana, Maitreya, Khong Hu Cu dan lainnya, lebih menekankan kepada pengenalan para Nabi-nabi yang telah berjasa terhadap agama tersebut diatas, sehingga setelah mengetahuinya timbullah anggapan bahwa agama Buddha Theravada egois, tidak mau menghargai jasa-jasa para Nabi dan yang lainnya ( Para Buddha lain, Semua Para Bodhisattva dan makhluk suci ), tapi jika kita cermati, akhirnya kita jadi mengerti.

    Demikianlah sedikit pendapat saya, semuanya saya kembalikan pada kalian semua, untuk dapat mencermati segala bentuk perbedaan pendapat, yang kurang mohon ditambahkan, yang salah mohon diberi pengertiannya, agar hamba tuhan ini tak salah jalan, semoga cinta kasih Bunda Kwan Im, menyebar bagi semua makhluk.

  • 1 dekade yang lalu

    Kong hu chu, budha, hindu, sintho, dll adalah sebuah aliran kepercayaan.

    sebuah kepercayaan tentang sebuah ajaran yang berasal dari pemikiran mendasar dari seseorang yang didasarkan pada alam, adat istiadat.

    Islam, kristen,katholik,yahudi adalah sebuah agama samawi, yaitu agama yang ada landasan dasarnya yang disebut kitab suci yang diturunkan oleh Tuhan langsung melalui seorang manusia yang kita sebut nabi/Rasul.

    setahu saya, karena ayah saya juga seorang kong hu chu, dalam kong hu chu tidak memiliki nabi, tapi yang ada adalah dewa, seperti pei kong, mak cho dll, mereka adalah orang yang pada jaman dahulu merupakan orang yang baik yang memiliki jasa yang amat besar bagi negara sehingga dimuliakan oleh orang2 yang kemudian menurut kepercayaan mereka orang yang baik bila meninggal akan menjelma menjadi dewa, sehingga mereka akhirnya dipuja oleh orang yang menghormati mereka.

    sedang budha adalah, budha, seorang manusia yang bernama sidartha gautama, dia bukan nabi, karena dia tidak mendapatkan wahyu yang berasal dari Tuhan, tapi berasal dari pemikiran dasar diri beliau sendiri.

    • meyrin4 tahun yang laluLaporkan

      maaf saya beragama khonhucu dan ingin ralat aja suapaya nambah info buat temen2 juga.. bahwa di agama khonghucu itu ADA NABI. khong hucu itu sendiri di ambil dari nama seorang nabi yaitu nabi khong cu.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    buddha bukan nabi.... buddha ya... buddha....

    dia ngak pernah berasa diperintah, dibisiki atau apalah...

    dia cuma 'sadar'.

    .

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    "Fadilah Membaca Surat : At-Taubah - Ayat 128-129"

    LAQAD JA AKUM RASULUN MIN AMFUSIKUM AZIZUN ALAIHI MA ANITTUM HARISUN ALAIKUM BIL MU'MININA RAUPUN RAHIM ...... FA IN TAWALLAW FAKUL HASBIYALLAHU LAA ILAHA ILLA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL ARSYIL ADZIIM......

    Itulah bunyi dari surat At-Taubah ayat 128-129. mempunyai khasiat bermacam-macam bila di amalkan secara rutin.

    1. dibaca 7 x sehabis shalat maghrib, Insya Allah rejeki akan lancar

    2. di baca 7 x sehabis shalat subuh, Insya Allah membentengi diri kita dari ilmu hitam

    3. di baca 100 kali sehabis shalat hajat, Insya Allah mempercepat terkabulnya hajat.

    4. dan masih banyak lagi, seperti, disukai masyarakat banyak, di cintai lawan jenis, di segani kawan maupun lawan.

    Ada sebuah cerita yang dialami seorang teman. beliau baru saja pulang dari rumah mursyid kami sekitar jam 10 malam. sejak keluar dari rumah mursyid, beliau terus membaca 2 ayat tersebut sampai tiba di pinggir jalan raya. beliau bermaksud naik angkot untuk pulang kerumahnya. tapi aneh..., sudah 5 angkot kosong lewat, tidak ada yang mau singgah. lantas beliau berfikir, " ...jangan2 ini khasiat 2 ayat tersebut yang memang bisa buat menghilang...? ".

    kemudian beliau mengucapkan istighfar, membaca shalawat & Al-Fatihah. Alhamdulillah...., setelah melakukan itu, tidak lama kemudian ada angkot kosng yang singgah.

    Sumber:

    SUBHANALLAH.....itulah dahsyatNya Ayat-Ayat Allah.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    saya setuju jawaban @Sony....

    Budha adalah Budha....

  • 1 dekade yang lalu

    Nabi KONG CU LEBIH MENEKANKAN PADA KE TATA SUSILAAN

    Nabi agama Buddha adalah Sang Buddha SIDHARTA GAUTAMA.

    kata BUDHA bukanlah nama, melainkan suatu "GELAR" yang berarti IA YANG BANGUN.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    terserah mau dibilang dewa, nabi, rasul, tuhan ato apaja deh suka2 aku tau

  • 1 dekade yang lalu

    ini masalah murni istilah. Nabi, mesias, budha, avatar, semua itu hanyalah istilah nabi dari budhisme tentu saja adalah Buddha Gautama dan sebenarnya para budha yang tak terhitung jumlahnya. Hanya saja budhisme tidak terlau mempermasalahkan istilah-istilah untuk membebaskan diri dari jerat ke-diri-an.m Seorang budha bukanlah seorang budha, karenaitu ia seorang budha. Jika ia masih terikat dengan konsep ke-diri-an, ia bukan budha. Kita selalu terjerat oleh batasan istilah-istilah dan tersesat dalam ketidakmengertian karenanya. Semua manusia yang menerima wahyu setelah pencerahan tertinggi dan kemudian mengabarkannya kepada masyarakat adalah nabi, disebut dengan istilah yang berbeda-beda di tradisi-tradisi yang berlainan.

  • 4 tahun yang lalu

    Menurut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151:

    "Yang dijanjikan" akan memiliki : 

    Pengasih bagi seluruh ciptaanSeorang utusan perdamaian dan pembuat perdamaianYang paling sukses di dunia

    Maitreya sebagai pengkhotbah moral akan bersifat :

    JujurMenghargai diri sendiriLembut dan muliaTidak membanggakan diriSebagai layaknya raja terhadap makhlukTeladan dalam tingkah laku dan tutur kata

    Ada lagi satu hal yang bisa memperkuat dugaan bahwa Buddha sudah memperhitungkan datangnya nabi Muhammad. Seperti kita ketahui, jika anda melihat patung Budha yang sedang tidur selalu menghadap ke kanan. Ini persis yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.

    Hadits Rasul :

    "Apabila kamu datang ke tempat tidurmu (hendak tidur), berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian kamu tidur miring pada bagian kanan" (Barra’ bin Azib )

     

     “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari - Muslim) 

  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    Sebutannya bukan nabi

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.