promotion image of download ymail app
Promoted
MareL
Lv 7
MareL ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

mana yg lebih relevan diterapkan di Indonesia?

Agama Humanistik ataukah Agama Otoritarian ?

nb ; dlm agama apapun

Perbarui:

@tekong... pahami dulu apa yg dimaksud agama humanistik dan agama otoritarian itu ..

Perbarui 2:

@eyang kakung.. thank bgt referensinya

Perbarui 3:

@baek, silent, plenyenk... ini bukan diterapkan pada sistem pemerintahan ataupun dasar negara. tp utk kehidupan sosial.

11 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Dikotomi itu senafas dengan paham qadariyah/free-will dan jabariyah/skeptisme/stoaisme.

    Itu termasuk konsep-konsep keimanan, sedangkan dalam tataran penerapan, yang dibutuhkan adalah konsep syariat.

    ...dan hanya Islamlah yang memiliki konsep syariat untuk mengatur negara...

    .

    ...istilah-istilah itu adalah mainannya Jaringan Islam Liberal...

    ...waspadalah....

    Sumber: Puasa Dalam Agama Humanistik http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=det...
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya tidak setuju jika agama diterapkan disuatu negara, apapun agamanya.

    Satu lagi ga ada yg sempurna di dunia ini. Mau pake agama super suci pun akhlak manusia ada yang buruk ada yang baik, ada Yin ada Yang, ada gelap ada terang, ada putih ada hitam.

    Sumber: Fakta
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Referensi eyang Kakung sangat baik untuk menjadi bahan pertimbangan (jangan berprasangka dahulu):

    Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakini benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia serta menjaga kelestarian alam semesta.

    Sebaliknya, agama otoritarian memandang manusia dengan pandangan negatif, makhluk penuh dosa dan tidak punya pilihan bebas, tak berdaya, tak berarti, dan serba-dependen. Manusia hanya bisa pasrah secara mutlak kepada Tuhan. Ketaatan menjadi amal utama, dan sebaliknya, ketidaktaatan dianggap dosa paling besar.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Tidak ada yang lebih relevan di antara agama humanistik atau agama otoritarian... Semua jenis agama tidak relevan untuk diterapkan di Indonesia... Yang lebih relevan diterapkan di Indonesia adalah sistem pemerintahan sekuler, yang menjauhkan agama dari urusan-urusan negara... Agama, kembali ke rumah ibadahnya masing-masing, tidak perlu diterapkan di pemerintahan...

    Tambahan:

    Sistem sosial sudah berjalan apa adanya sejak nenek moyang kita jaman dulu (cro-magnon) saling berinteraksi... Mereka sadar, bila mereka tidak ingin disakiti, maka mereka tidak boleh menyakiti orang lain... Ini sudah jadi nurani universal manusia yang hidup di belahan dunia mana pun... Yang relevan untuk sistem sosial adalah sistem sekuler yang memanusiakan manusia... Jadi nggak perlu agama, apa pun jenisnya...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    MAAP...

    saya sangat tidak senang ketika suatu bangsa/negara menjadikan agama sebagai dasar negara...

    sebab agama membutuhkan kedewasan & kedisiplinan yang teguh dari pemeluknya, yang tidak mengingkari aturan tersebut sepenuhnya (tidak munafik)..

    hidup berbangsa, yang beraneka ragam tentu membutuhkan toleransi, dan kemampuan menerima kelemahan bangsa laein....

    Sumber: IRELAND, NEITHERLAND, AFGANISTAN, IRAN, VATIKAN, TIBET, RRC, MALAYSIA, AMERIKA...
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Agama humanist.ik...,karena agama diciptakan untuk membangun rasa kemanusiaan penganutnya...,jadi dlm agama tidak boleh ada paksaan...,jadi harus dngn tulus dan ikhlas menjalaninya..,kalu otoristik lbh bersifat pemaksaan..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Duh aku ga tahu malah arti dari kedua nya......

    tapi mnenurut aku yang lebih baik yaitu agama yang mampu menghormati agama lain yang sedang melakukan ibadah atau kegiatan lainnya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Pemikiran saya semua jenis agama memiliki Tuhan.

    Kedamaian adalah Tuhan

    Kebajikan adalah Tuhan

    Kasih sayang adalah Tuhan

    Cinta adalah Tuhan

    Alam semesta beserta isinya adalah Tuhan.

    Semua agama adalah relevan di mana pun kita berada.

    Pertanyaannya adalah, dapatkah kita mengenali, menyadarkan diri, mengagumi, dan menyukuri nikmat dan kuasa-Nya??

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    aku pilih yang humanistik ajalah

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Anda salah dalam memandang agama.

    Agama bukan hukum positif dimana penerapannya dilakukan secara paksa dan wajib, seperti halnya KUHP atau produk hukum lainnya.

    Agama adalah sebuah kepercayaan dan tatanan masyarakat yang nilai-nilainya terbentuk karena iman. Oleh karena itu, bangsa manapun didunia ini tidak dapat dikatakan cocok atau tidak cocok memeluk suatu agama baik dengan sifat humanistik maupun otoritarian.

    Agama dipeluk karena orang-orangnya mengimani apa yang diajarkan oleh agama itu tanpa memandang kecocokan suatu bangsa sebelumnya. Agamalah yang kelak akan membentuk karakter bangsa tersebut.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.