Anonim
Anonim ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 1 dekade yang lalu

Aku seorang gay? Apa yang harus aku lakukan?

Aku sedih sekali karena aku adalah seorang gay. Aku bingung terhadap yang terjadi dalam diriku. Ada yang mengatakan, gay itu karena pilihan hidup, sedangkan yang aku rasakan tidak. Kalau menjadi seorang gay atau bukan adalah suatu pilihan hidup, mungkin aku memilih untuk jadi seorang yang normal. Tapi, untuk memaksakan rasa cinta terhadap wanita sangatlah susah, walaupun rasa cinta terhadap wanita juga ada tapi sangat kecil. aku tidak bisa menipu diriku sendiri. Perasaan suka terhadap sesama jenis datang begitu saja dan aku sepertinya sulit untuk menghindarinya. Sebenarnya, sudah dari sejak aku SD, aku sudah merasa keanehan itu. Tapi, aku pendam saja sendiri. Tidak ada seorangpun yang tahu.

Andaikan saja kalian tahu, aku merasa tertekan sekali dengan keadaanku yang sekarang ini. Aku bersikap munafik di depan keluarga dan lingkunganku. Aku berpura-pura suka terhadap wanita, walaupun sesungguhnya tidak. Belum lagi, orang tua dan saudaraku yang menganggap jijik seorang yang gay. Semuanya itu buat aku tertekan.

Selama ini aku belum pernah pacaran sama wanita maupun pria. Aku berusaha untuk tidak terlibat hubungan dengan sesama gay, karena aku takut akan Tuhan.

Aku binggung, Tuhan hampir memberikan semua kebaikan-Nya padaku, tapi kenapa kekuranganku justru menjadi seorang gay. Tuhan menjadikanku saluran berkat bagi keluargaku karena aku adalah penopang ekonomi keluarga. Aku bingung, apakah semua kebaikanku ini adakah hitungannya? Walaupun aku adalah seorang gay. Dan kenapa justru aku yang seorang gay yang diberikan mudah rejeki dari Tuhan? Kenapa bukan saudaraku yang lain? Bukannya aku tidak mensyukuri pemberian Tuhan, tapi aku merasa tidak pantas menerima semua kebaikan Tuhan.

Terkadang, ketika aku merasa putus asa, aku sempet berpikir, kalo aku mati dalam keadaan menjadi seorang gay yang belum pernah berhubungan dengan sesama jenis, apakah aku akan masuk neraka atau surga?

Dan andaikan saja suatu saat kelak aku memaksakan menikah dengan seorang wanita, apakah keturunanku ada kemungkinan menjadi seorang gay juga?

Gw liat di TV, ada seorang gay yang bertobat dan menikah dengan seorang wanita dan hidup normal. Apakah seorang gay bisa benar2 sembuh?

Perasaan ku semakin tertekan ketika aku jatuh cinta terhadap pria. Karena aku tidak bisa memilikinya.

Aku bingung sekali harus melakukan apa supaya aku bisa sembuh?

24 Jawaban

Peringkat
  • Daddy
    Lv 4
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Dear Niz,

    Monolog penutup dari agen John Myers di film Hellboy berbunyi, “What makes a man a man? Is it his origins, the way he comes to life? I don't think so. It's the choices he makes. Not how he starts thing but how he decides to end them.”

    Albus Dumbledore di film Harry Potter: The Chamber of Secrets berkata pada Harry Potter, “It's not our abilities that show what we truly are, Harry. It's our choices.”

    The Oracle dalam The Matrix: Revolution berkata kepada Neo, “Choice. The gift we are forever unwrapping. And you know better than most that certain choices can forever change our lives. Sometimes, those changes are visible. Sometimes, they’re not.”

    Seorang aktivis lesbian, Camille Paglia pernah berkata, “current gay can’t insists that homosexuality is 'not a choice,' that no one would choose to be gay in a homophobic society. But there is an element of choice in all behavior, sexual or otherwise.”

    Saya kebetulan bernasib sama dengan anda: Memiliki same-sex attraction (SSA) yang tidak dikehendaki. Namun demikian, saya masih bisa berkata, “Saya bukan gay!” Karena saya sama sekali tidak memandang SSA ini sebagai suatu hal yang perlu direngkuh atau dianggap sebagai jati diri. Saya percaya, terlepas dari asalnya apakah dijalin dalam rantai DNA saya, dituangkan dalam hormon2 prenatal semasa saya masih dalam kandungan, diukir dalam struktur otak saya, atau entah apa, saya percaya bahwa ini hanyalah cobaan dari Yang Maha Kuasa. Cobaan yang perlu diterima bukan untuk membenarkan perilaku saya dalam melampiaskannya, tapi sebagai cara-Nya untuk menunjukkan pada diri saya bahwa saya sebenarnya punya kemampuan untuk menanggung dan mengatasinya. Saya percaya, bahwa Tuhan tidak menghukum hamba-Nya karena cobaan yang diberikan-Nya kepada mereka, tapi karena pilihan yang dibuatnya atas cobaan itu. After all, kita punya anugrah yaitu kebebasan memilih. Tuhan memberikan hak kita dengan menyediakan pilihan2. Sekarang tugas kita adalah memilih yang benar. Singkatnya, kita dihakimi berdasarkan pilihan yang kita buat, bukan kondisi kita.

    Ini sama sekali bukan penyangkalan diri. Saya menerima bahwa saya memiliki SSA. Namun demikian, ini hanyalah 1 serpihan dari diri saya, tidak layak digunakan untuk memvonis keseluruhan jati diri saya sebagai gay. Lagipula, untuk bisa disebut gay, seseorang haruslah bersikap gay (=ceria) dalam memandang SSA-nya. Kita berdua jelas tidak menganggap SSA sebagai hal yang benar untuk dilampiaskan. Bukankah melanggar larangan Tuhan juga merupakan penyangkalan terhadap jati diri sebagai hamba Tuhan?

    Sejauh ini saya berusaha untuk mengekang dan mengubahnya. Kadang2 saya gagal sehingga merasa malu pada diri sendiri. Namun meskipun saya belum mampu mengubahnya, saya masih memiliki sesuatu yang masih bisa saya kendalikan, yaitu kemerdekaan untuk memilih. Meski saya masih tertarik pada sesama jenis, namun saya bisa memilih untuk tidak menyukainya, untuk mengekang dan melawannya, dan menjadikannya sebagai ladang perjuangan saya, untuk membuktikan kepada-Nya bahwa saya layak menjadi hamba dan kekasih-Nya. Saya percaya bahwa saya bukan munafik, karena munafik berarti tidak mengimani-Nya meski di depan orang lain saya bersikap sebagai orang beriman. Saya hanya ingin agar lebih konsen dalam berjuang, karena lingkungan saya belum tentu memahami perjuangan yang saya pilih, bahkan membebani mereka. Saudara anda tidak diberi cobaan ini karena Tuhan tahu mereka tidak akan mampu mengatasinya sebagaimana anda, maka Ia menyiapkan cobaan lainnya. Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau, hati2lah dengan keluhan anda...

    Sebagai rekan seperjuangan, saya ucapkan selamat berjuang, anda memiliki motivasi yang perlu dipertahankan. Dari pengalaman saya, orang2 atheis sering berusaha menyeret kita ke dunia gay dengan berkata bahwa menjadi gay itu “modern, tidak kuno, tidak salah, tidak perlu malu, ibadahnya lebih rajin, gak akan bisa tobat berubah jadi hetero, lebih berprestasi dan kreatif, sudah takdir, jangan menyangkal jati diri, tidak jadi masalah selama tidak mengganggu orang lain.” Mereka tidak paham, bahwa kita tidak hanya mikir people’s consent, tapi juga god’s consent. Gays are women's best friends? Yeah, right!!!

    Saran saya, jangan terlalu pusing apakah kita akan berhasil mengubah SSA kita. Tugas kita yang diberikan-Nya adalah berjuang mengatasinya; Keberhasilan mengubah SSA itu adalah wewenangnya, kita cuma wajib mengusahakannya. Selama kita menunjukkan komitmen kita dalam berjuang, Ia sudah menyiapkan 'upah' buat kita. Ia juga tidak lengah atas amal baik anda yang lainnya.

  • 1 dekade yang lalu

    Entahlah apa Gay itu adalah penyakit sehingga kau bilang apa Gay itu bisa sembuh. Tapi menurutku Gay itu adalah jati diri dari seseorang.

    Dan betapa berat bebanmu saat ini , merasa terbelenggu dalam hidupmu. Aku hanya bisa menyarankan Turuti kata hatimu

    yang membuatmu bebas dari belenggu dan andai kau tidak mau mengecewakan orang tua dan saudara, maka cobalah untuk mencintai wanita dan Semoga Tuhan memberi jalan keluar untukmu, dan menghilangkan rasa Jati dirimu yang sebenarnya GAY

    Namun sampai sekarang belum pernah aku baca atau lihat bahwa Gay itu mencintai lawan jenisnya .

    dan walaupun dia tetap menikah dengan lawan jenis ,maka diapun tak merasa bahagia selama kau belum terbebas dari belenggu itu .

    sebaiknya bicarakan dengan baik bersama keluargamu jelaskan untuk pengertian mereka.

    kadang aku menyayangkan juga kenapa harus ada mencintai hanya dengan sejenis kelamin. Kenapa haru sada itu. Bukankah Tuhan menciptakan itu selalu satu pasang?

    jantan dan betina , Pria dan wanita dan sebagainya.

    aku sudah salut dengan pengakuanmu yang belum pernah pacaran dengan Pria dan wanita , itu berarti kau sudah kuat imanmu . Dan mungin Tuhan memberikan ujian GAY itu padamu, tapi mengingat kau belum pernah mencintai wanita tak ada salahnya kau mencobanya dan Semoga Tuhan memberi kekuatan padamu dan kau akan bahagia selalu dengan wanita yang akan kau cintai.

    aku akan berdoa selalu untukmu

    salam dari Delima

    • Phil4 tahun yang laluLaporkan

      Aku juga gay, pendapatmu sungguh memusingkan. Kamu pro tapi juga kontra, dimana hatimu terletak, tentu saja aku yang seorang gay bisa mencintai wanita, tetapi dengan caraku sendiri, jika kaum gay memilih menikahi wanita. Maka itu artinya kita menjerumuskan wanita itu untuk hancur dengan kita,.

  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    suka muak klo yg stright bilang "tobat!" "sakit" "pengen sembuh?" dll untuk komen tentang homoseksualitas. kayanya mereka sok suci, tanpa cela, tak pernah zina atau mendekati zina (misal: gonta-ganti pacar), paling sholeh (padahal bisa jadi suka menyakiti hati istri/suami/calon jodohnya).

    btw, apapun yg terjadi di dunia ini, tanya aja hatimu. klo kmu pengen semua berjalan seperti keyakinanmu, termasuk mengimani ajaran Islam secara kaffah, ya lakukan hal-hal ke arah sana. yang terpenting NIAT baik harus selalu hadir dalam hati kita. klo yang pengen menikmati sebagai gay, ya terserah. jalani hidup seperti yang kalian inginkan. sama muaknya dgn yang stright yg sok nasehati, sok bijak, dan sok suci itu, kalian yg gay atau penganut liberal pun ga usah sok modern dengan bilang yang mau ngikutin ajaran agama dg sebutan kuno. hargai pilhan masing2 ok!

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Anda ingin sembuh dari penyakit Anda.......... mudah

    mulai dari saat ini jauhi hal2 yang berbau gay

    hindari pergaulan yang dapat menjerumuskan Anda .......dan yang pentIng adalah mempertebal iman Anda (tidak ada kata terlambat untuk taubat)

    Tuhan selalu bersama kita, jika Anda ingin sembuh berusahalah sambil berdoa mohon kesembuhan.......pasti dikabulkan toh niat Anda baik

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 4 tahun yang lalu

    Ikuti jalan aspal yang lurus sajai saja

    keluar dari jalan itu , ya harus jungkir balik gan

    pilihlah yang terbaik gan

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Peringatan bagi umat muslim, yang Kafir biarkan saja,!

    (QS. Al Baqarah: 168) :

    "Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

    Refferensi:

    Bangsa Jin, yang tidak mau taat kepada Allah SWT, maka mereka disebut "SETAN", sedangkan mereka dari bangsa Manusia yang tidak mau taat kepada perintah Allah SWT, dapat dikatakan "SETAN" juga.

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Rasulullah SAW pun bersabda: “Orang-orang yang penyayang akan disayangi Allah Yang Maha Penyayang.

    Sayangilah siapa yang ada di atas muka bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit” (HR. Tirmidzi).

  • 1 dekade yang lalu

    coba ke psikolog.. konsultasi sama psikolog gak perlu takut, atau malu koq. psikolog ada untuk menjadi teman berbagi.

    yang terpenting kamu cobalah mencintai diri kamu apa adanya. setahu saya gay itu bisa juga dikarenakan pengaruh hormon saat kamu masih dalam kandungan. kalau menurut saya, ketertarikan kamu dengan sesama pria itu wajar kalau kamu memang gay.. tapi gak tertutup kemungkinan juga koq untuk belajar mencintai wanita. toh, inti dari cinta adalah ketulusan dan kepedulian.

  • 1 dekade yang lalu

    dengan usaha semuanya bisa kok,bertobatlah dan mempunyai pasangan wanita utu sangat wonderfull,trust me ,bertobatlah dn kembali jadi guy. ya sayang yah

  • 1 dekade yang lalu

    - Hal pertama kali yang harus kamu lakukan adalah bertanya pada diri kamu sendiri dulu " Apakah kamu benar-benar ingin sembuh dan berubah menjadi seorang yang normal ?" itu hal terpenting yang harus kamu lakukan karena apa ?segala yang kamu lakukan itu akan bisa berhasil apa bila kamu itu punya Niat dan Kemauan yang keras,tanpa itu semuanya akan sia-sia ,dalam perjalananmu untuk menjadi seorang yang normal pastilah kamu akan menemui banyak sekali rintangan dan tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu akan cukup kuat untuk bisa melawan itu semua sehingga kamu bisa tetap memiliki keinginan dan kemauan berusaha untuk menjadi normal.

    - Setelah kamu tanyakan itu semua pada dirimu sendiri selanjutnya berdoalah kepada Tuhan mintalah kepadaNya untuk di ubahkan dan di sembuhkan dari sebuah ke abnormalanmu dan kamu ingin menjadi seorang laki-laki yang normal.Mintakan hal ini secara terus menerus kepada Tuhan dan jangan berputus asa serahkanlah seluruh hidupmu kepadaNya dan biarlah Tuhan bekerja atas kamu.

    - Ungkapkanlah apa yang jadi permasalahan mu ini kepada keluargamu ,mungkin mereka akan sulit menerima hal itu tapi akan lebih baik kalau mereka itu tahu apa yang sedang kamu rasakan dan katakan juga bahwa kamu ingin berubah mintalah bantuan kepada mereka untuk ikut serta membantu kamu dalam proses perubahan kamu ini.

    - Ada baiknya kalau kamu tidak masuk kedalam komunitas gay seandainya pun kamu memiliki teman gay lebih baik kamu mundur karena ini akan bisa membantu kamu untuk berubah.

    - Terbukalah kepada orang yang bisa kamu percayai untuk masalahmu ini dan jangan segan-segan untuk meminta bantuan kepada mereka,semakin banyak orang yang membantu kamu itu akan mempercepat proses penyembuhan mu.Tapi jangan lupa untuk tetap berhati-hati dalam memilih teman jangan sampai nanti dia malah akan semakin menjerumuskan kamu .

    - Cobalah untuk menerima seorang perempuan dalam hidup kamu,yang jelas prosesnya akan lama tapi ada baiknya kalau kamu mau terus mencoba.

    - Buatlah komitmen pada dirimu sendiri "Bahwa kamu akan menjadi seorang yang normal"

    Masalah neraka atau surga itu bukan urusan kita yang penting kita sebagai manusia itu tahu apa yang baik di lakuan dan apa yang harus kita hindari.Ingatlah Tuhan itu tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatNya.Bersyukurlah selalu akan hidupmu,bersyukur itu tidak hanya untuk hal-hal yang menyenangkan saja tapi hal yang sangat menyakitkan pun pantas untuk di syukuri karena itu jugasebuah nikmat yang di berikan Tuhan terhadap kita.

    Sumber: Berserah dirilah Kepada Tuhan dan biarkan Dia bekerja atas hidupmu,ingatlah bahwa kamu itu sangat berarti buat Tuhan. Selamat berjuang.
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.