Apa Hubungan Antara Pendidikan Dan Pekerjaan di Indo ?

Sebelumnya baca humor dibawah ini....

Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.

“Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong” pinta pemuda itu.

“Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja.” Kata pamannya.

“Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa” tambah pamannya semangat.

“Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kaya guru SD misalnya” jawab pemuda itu.

Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata “Maaf kalo jadi guru SD kamu harus sarjana”

wkwkwkwk

Pertanyaannya..

1.Jadi ingat dulu pernah ada lowongan untuk staf ahli dpr/mpr syaratnya lulusan s2 dengan pengalaman 5 tahun lebih wkwkwk...lha wong anggota dewannya paling banter sarjana..kadang malah ada yg cuma lulusan smu..bagaimana menurut anda??

2. Idealnya bagaimana seh??hubungan antara pendidikan dan pekerjaan??

Bintang jgn pelit2 ya..sorry klo rada2 berat pertanyaannya...thanks yg dah berpartisipasi..

http://z10.invisionfree.com/FORUM_ONCOM/index.php -->forum answersian...ayoo gabung..

Perbarui:

@om isman wedew keknya om isman anggota dewan negh...makasih atas tanggapannya yah om...bisa jadi pencerahan buat saya dan yg lain...

16 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Dalam lembaga pendidikan dan penelitian biasanya pendidikan formal diperlukan, dan ada peraturannya .

    Namun, dalam bidang lain, syarat pendidikan formal tidak ketat. Contohnya dalam politik/partai , mungkin pengalaman di lapangan lebih menentukan.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1.Mas Hendra yang baek.... yang di maksud pendidikan itu ada dua... pertama pendidikan secara formal.... dengan yang di syahkan oleh negara melaui yang namanya ijazah dilengkapi dengan gelar sarjananya... ada juga pendidikan non formal.. yang biasanya didapat dari pengalaman baik dalam pekerjaan yang bersifat profersional maupun yang bersifat organisasi. Kalo anda berfikir bahwa anggota DPR atau pengurus parpol harus berijazah sarjana itu salah besar...Mas..

    Partai Politik banyak beranggotakan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan biasanya di Organisasi politik mempunyai departement2 yang mengurusi atau mempelajari berbagai bidang, biasanya lebih kurang sama dengan departemen yang ada di pemerintahan, di dalam setiap departemen biasanya di pegang oleh ahli-ahli di bidangnya masing2, termasuk pakar-pakar dan ilmuwan2, jadi mas Hendra yang ganteng jangan meremehkan mereka yang cuma tamatan SMA..... ingat juga mereka pasti dapat duduk di DPR karena mereka mempunyai keahlian di bidang tertentu yang tidak dapat anda samakan dengan selembar kertas ijazah....

    Anggota Dewan dipilih oleh rakyat .. kalo Anda lebih senang memilih yang tamatan Sarjana ya silahkan.... ingat juga siapapun punya sebagai warga negara yg sah mempunyai hak yang sama memilih atau di pilih.....

    2.Begini mas, yang namanya pekerjaan pasti sifatnya profesional... karena di situ ada uang yang di hasilkan.....nah untuk lebih jelasnya pendidikan itu sifatnya bukan profesional alias amatiran.. di situ tidak menghasilkan uang atau malah mengeluarkan biaya...

    biasanya untuk mencapai ketahap profesional .....(menghasilkan uang)

    perlu ada yang namanya pendidikan...bisa sacara Formal atau sekolah-sekolah sampai universitas tetapi jangan salah kita juga ada pendidikan non formal

  • 1 dekade yang lalu

    1. Memang kenyataannya seperti itu. Yang penting pintar "ngomong" sudah bisa jadi orang atas.

    2. Ada anggapan atau tradisi bahwa pendidikan digunakan untuk mencari kerja.

  • 1 dekade yang lalu

    oreintasi pendidikan di indonesia adalah menciptakan tenaga kerja, bukan peningkatan mutu sumberdaya manusia secara umum.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Di Indonesia sich kurang dipentingkan ya antara background pendidikan dengan pekerjaan, berapa banyak sarjana ahli nganggur kalah dengan SMU tapi punya koneksi?? What a sad!! itulah yang bikin pemikiran khususnya buat cewek bahwa sekolah tuch gak usah tinggi2...ujung2nya juga dapur dan kasur.... :<

  • 1 dekade yang lalu

    1.menurut gw sih kalo untuk "kasus" DPR/MPR gak tergantung pendidikan juga,,yang penting HATI.....

    2.idealnya sih meraih pendidikan yang setinggi2nya,,tapi biaya pendidikan kan mahal... kadang2 malah lebih pintar orang yang belajar otodidak,,daripada yang ngendon seharian di sekolah ato kampus,,tapi prakteknya NOL

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    "Sudah terbukti bahwa, bangsa Jin percaya dengan adanya Allah, namun mereka tidak mau mentaati terhadap perintah Allah (contohnya pada saat Allah menciptakan Nabi Adam, AS)"

    Peringatan Bagi Umat Muslim:

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang haq dan diridhoi) disisi Allah adalah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)

  • 1 dekade yang lalu

    ya begitulahh

  • 1 dekade yang lalu

    hehehe...

    1. Mungkin lebih diutamakan pengalaman dalam politik

    2. Harus sesuai dengan bisang dan keahlian, dan juga tingkat pendidikan..

    ,,,

  • 1 dekade yang lalu

    1. bisa jadi yang tamatan SMU punya pengalaman organisasi sehingga dipilih oleh rakyat dan skill di bagian" departemen yang lbh bgs drpd yg tamatan sarjana. mnrt saya, sistem pendidikan di sini yg hrs diubah atau dimaksimalkan aplikasinya. jgn hanya teori saja, tetapi perlu praktek juga dan disesuaikan dengan lamanya jam belajar. karena yg saya lihat di lapangan, kebanyakan mahasiswa hanya bs teori dan aplikasinya kurang. selain itu, walau ada teori dan prakteknya, waktunya yang mepet sehingga pelajaran jd tdk diserap sepenuhnya. jd, mahasiswa belajar seperti robot saja guna memenuhi sks yang ada.

    2. pendidikan ada 2, yang formal dan yg non formal. hubungannya: pendidikan menunjang keberhasilan pekerjaan, tentunya tidak mengesampingkan skill jg turut b'peran. jd, pendidikan yg dibarengi dengan skill.

  • jimmy
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    1. untuk menjadi anggota DPR / MPR ga perlu sarjana tinggi2, yang penting pengalaman dalam dunia politik, ilmu bkn yg terpenting.

    2. sebenernya amat bertentangan, ga menjamin orang pintar pekerjaannya juga tinggi. saya pernah denger dari seorang motivator, bahwa rata2 anak2 yg IPK nya 3.00 rata2 jadi bawahan / pegawai kantor, tapi IPK yg 2.00 itu malah jadi BOS, so yang paling penting disin adalah "experienxe" dan "kreatifitas"

    kata om albert einstein :

    "Imagination is more important than knowledge."

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.