Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

(nasrani only) pertanyaan tentang Kaum homoseksual?

begini,,kata ilmuwan mereka terlahir dengan DNA yang berbeda....

trus gimana dong,,apakah mereka memang terlahir sebagai kaum homoseksual,,atau itu merupakan pilihannya sendiri...

Mohon pencerahannya....

yang coba2 bikin rusuh dan tamu2 tak diundang,,,jangan coba2 jawab.... atau ketahuan gak bisa baca,,,wkwkwkwkwk

Perbarui:

bagaimana sebaiknya gereja bersikap??

trus bagaimana dengan anda sebagai seorang pribadi bersikap??

nah,,,teman saya ada yang gay,,tapi saya sih cuek,,, :))

10 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Kata ilmuwan yang merupakan hasil kesimpulan hipotesa.

    Menjadi homoseksual itu sebuah pilihan, demikian menjadi lesbi itu sebuah pilihan, sama seperti menjadi ayah atau ibu itu sebuah pilihan, walau memang ada kalanya kita tidak dapat memilih, seakan semua itu terpampang didepan kita.

    Jika seorang ingin menjadi ayah dan tidak dapat juga punya anak, ia akan berusaha untuk kedokter mendapatkan anak, demikian sebaliknya saat anaknya banyak ia berusaha untuk menggunakan kontrasepsi. Demikian orang menjadi gay atau lesbi merupakan pilihan, kecenderungan itu ada, yang dibentuk dari lingkungan dan juga faktor genetik, tetapi ia TIDAK DITAKDIRKAN menjadi gay atau lesbi. Perjuangannya adalah menolak yang buruk dan berusaha mendapatkan yang baik, sama seperti ibu yang mandul.

    Jika doa bukan jawaban menurut anda, maka untuk apa lagi manusia percaya kepada Tuhan?

  • 1 dekade yang lalu

    sorry...ngeliat "only" nya...saya memang tamu ga diundang....

    tapi nekat aja aah.....pura-pura gak bisa baca...

    setau saya gak semua homoseksual itu terlahir dengan DNA yang menyimpang...untuk pria bukan XY...tapi XYX...gitu kalo ga salah...(??lupa).

    Jadi ada yang memang karena kelainan DNA, ada yang karena lingkungan.

    >>bagaimana sebaiknya gereja bersikap??

    mereka masih manusia, toh? mengapa harus mendeskriminasi mereka? terlepas dari asal muasal kelainan sex, bukanlah hal yang bijaksana untuk menghakimi mereka atas pilihan orientasi sex nya.

    jadi menurut saya, gereja sebaiknya tetap melihat "jiwa" mereka sebagai "jiwa" yang sama dengan yang lain...

    >>trus bagaimana dengan anda sebagai seorang pribadi bersikap??

    ?? gak ngerti. buat saya homosex ataupun nggak ga ada bedanya.

    >>nah,,,teman saya ada yang gay,,tapi saya sih cuek,,, :))

    lha...emang harus diapain?

    "monggo...pareng rumiyen.....permisi.....saya pulang dulu...lain kali ngundang-ngundang ya...(....eh bagus ni asbak.....bawa pulang ahh.......!!)

  • Whooo
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Perilaku homoseksual adalah dosa, hal ini sudah jelas dinyatakan dalam Alkitab, tapi yg namanya dosa bukan cuma perilaku homoseksual. Ttg perzinahan Tuhan Yesus katakan, hanya dengan timbul keinginan saat melihat seorang perempuan lewat (buat yg laki2), itu sudah termasuk berzinah. Berbohong itu juga dosa, bermalas-malasan juga dosa, membenci juga dosa, iri hati juga dosa, dll.

    Dan tentang kecondongan untuk berdosa, itu kan ada dalam DNA kita semua. Perasaan iri hati, egoisme, dll.

    Jadi terlahir sebagai manusia dengan kecenderungan menyukai sesama jenis tidak membenarkan perilaku hubungan seks dgn sesama jenis. Kita semua punya salib yg harus ditanggung, yang seorang harus berperang dengan kebiasaan marahnya, yang lain dengan kemalasan, kaum homoseksual harus berperang dengan kecenderungannya untuk menyukai sesama jenis.

    Demikian juga bagi yg tidak mempunyai kecenderungan untuk menyukai sesama jenis jangan bangga dulu. Karena anda pun bukannya bersih dari dosa.

    Hal lain juga yg menurut saya perlu direnungkan, bahwa cinta tidak sama dengan nafsu. Sering kaum homoseksual berlindung dibalik kata cinta, tetapi perlu disadari cinta dengan nafsu itu berbeda. TUHAN tidak pernah melarang kita untuk mencintai/mengasihi orang lain.

    Kalau seorang laki-laki mengasihi laki-laki lain bahkan sampai mau mengorbankan diri, itu bukan dosa, itu indah di mata TUHAN. Yang berdosa adalah ketika melakukan hubungan seksual sesama jenis. Dalam hal ini berhubungan seksual dengan beda jenis pun akan menjadi dosa ketika tidak dilakukan dalam pernikahan yg kudus.

    Jadi untuk kaum homoseksual, anda bebas untuk mencintai siapa saja, tapi anda harus menahan diri anda untuk tidak berhubungan seksual dgn sesama jenis.

    Toh banyak juga orang kristen yg memilih untuk tidak menikah atau pasangan suami isteri kristen yg mengalami masalah dalam hubungan seksual mereka, yg berarti tidak merasakan kenikmatan secara seksual dalam hidupnya, tapi toh mereka masih bisa hidup dlm sukacita, mencoba bertahan semampu mereka sebagai manusia untuk menjaga kesucian hidup.

    Jadi jangan jadikan dorongan seksual yang dibumbui dengan kata cinta sebagai alasan untuk melakukan dosa.

    Kesimpulan : Untuk yg merasa dirinya homoseksual, jangan gunakan kecenderungan dalam diri anda sebagai alasan untuk melakukan dosa. Karena semua orang juga memiliki kecenderungan pada dosa yg harus mereka tinggalkan, ini medan perang kita sebagai orang beriman.

    Untuk yg heteroseksual, jangan merasa diri lebih baik, anda pun masih harus bergelut dengan ketidak sempurnaan, dengan dosa dalam diri anda.

    Untuk semua, mungkin jalan yg paling baik, bersama-sama dalam kasih karunia TUHAN saling mendoakan, saling menguatkan, saling mengingatkan, saling mengampuni, supaya kiranya tidak ada satupun yg terhilang.

    Dan di atas segalanya kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap akal budimu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu.

  • 1 dekade yang lalu

    homoseksual itu 'penyakit' atau bawaan dari lahir?

    kira-kira begitu pertanyaan yang selama ini menggayuti pikiran kita semua.

    saya tidak ingin berdisput dengan hal tersebut. tapi paling tidak kita bersikap terhadap dua postulat berkaitan dengan homoseksualitas.

    kalau homoseksualitas disebut penyakit, kita bisa mengambil posisi untuk menjauhi penyakit (bukan menjauhi orangnya lho!). kalau homoseksualitas merupakan akibat dari pergaulan dan perkembangan peradaban yang tidak sehat... kita harus memikirkan cara yang paling baik untuk tidak terlibat dalam suasana seperti itu. tapi sekali lagi... kita tetap masih bisa berinteraksi dengan mereka... tidak perlu terhanyut tetapi juga jangan merasa diri menjadi orang yang paling baik sehingga berani berpretensi sebagai hakim atas mereka.

    kalau homoseksualitas itu bawaan dari lahir (proposisi ini juga belom mencapai kata sepakat yang final), kita tetap bisa melihatnya dengan lebih arif. siapapun orang tidak diciptakan secara sempurna. ada orang yang sejak lahir buta, tuli, bisu dsb.. dsb.. tapi percayalah... dalam ketidaksempurnaan itu, tuhan tetap menunjukkan kasih dan kuasanya. contohnya.. seorang gadis yang berjari tangan empat malah bisa memainkan piano lebih baik daripada mereka yang berjari lengkap dan sempurna dan kita masih bisa mendaftarkan contoh2 lainnya yang menyatakan kuasa dan kasih tuhan terhadap mahluk ciptaan dengan segala kelemahan dan kekurangannya.

    bagaimana dengan moralitas hidup mereka? moralitas hidup manusia (dari sudut pandang) agama dibangun atas dasar pemahaman manusia dalam menempatkan diri secara layak di hadapan khaliknya. dan itu berlaku bagi siapa saja yang merasa diri seorang beriman.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    buah dari dosa adalah maut.

    semua penyakit sumbernya dari dosa.menurutku homoseksual itu disebabkan dosa orang tua yang ditanggung olh anaknya.biasanya dosa perdukunanlah penyebabnya.

    tuk menobatinya : berbaliklah dari dosa ,minta ampun kpd Tuhan,n minta Yesus menyembuhkan.

    tanya pendeta az ah....yg penuh roh kudus yach....jgn salah orang............

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Yup...I've heard that. Tapi gak semua homoseksualitas itu penyebabnya faktor genetis. Saya pikir utk yg faktor penyebabnya itu faktor lingkungan dsb udah cukup jelas. Yg jadi pertanyaan itu yg faktor genetis ini. Klo mereka lahir dg sexual preference yg menyimpang spt itu, pertanyaannya pasti, "Apa mereka bisa disalahkan klo mereka gay? Bknkah mereka udah gitu dari sananya?" Jwbnnya dlm kacamata Kristen: itu adalah salib yg hrs ditanggungnya. Gak beda sama org2 yg terlahir dg cacat tubuh, dsb. Yg hrs dilakukan org2 demikian tentunya menyerahkan hidupnya ke dlm tangan Tuhan spy jgn sampai jatuh ke dlm dosa homoseksual. Sexual preference mereka selama gak dimanifestasikan dlm perbuatan nyata, saya kira blm menjadi dosa. Itu pencobaan yg baru jadi dosa klo dibuahi. Sikap gereja tentu sebaiknya mengarahkan dan menguatkan org2 tsb bukannya mendiskriminasikan begitu jg kita scr pribadi. After all, mereka ttp manusia biasa sama kaya kita.

  • djou
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    hidup adalah pilihan...

    gereja punya tanggunga jawab untuk membimbing umatnya...

    bukan kah "seorang gembala" senantiasa berlari kesana-kemari agar peliharaannya yang apapun kondisinya tidak lari dari track?

    lagi pula semua orang pasti jika memilih ingin hidup normal...

  • 1 dekade yang lalu

    aku sih ngga percaya klo itu ada sangkut pautnya dengan masalah DNA,-

    Itu pilihan, yang mungkin merupakan akumulasi dari sejumlah luka batin dan kontaminasi pergaulan yang salah,-

    Tuhan adalah Pribadi yang dapat memulihkan segala sesuatu, seburuk apapun keadaannya.

    yang ada didalam Tuhan kan jadi ciptaan yang baru,-

    Tetapi gereja harus tetap mengambil bagian dalam proses pemulihan dengan menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan, entah dalam bentuk konseling, support doa, kelompok sel, dst,-

    aku juga sempat punya teman yang seperti itu, sebelumnya dia terlibat aktif dengan kegiatan kepemudaan di gereja kami, tapi beberapa bulan sempat menghilang, all in sudden, muncul lagi dengan "status" baru, cuma karena pergaulan,-

    well, keep on praying,-

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Menurut penelitian terbaru. Sifat homoseksual ternyata ditemukan karena ada cacat pada DNA.

    TAPI, naaah ada tapinya nih, sifat homoseksual ini bisa ditularkan juga melalui pendekatan sosial. DEngan kata lain kalau ada seorang homoseksual mendekati seorang normal dan orang normal ini menyukainya, maka dia bisa menjadi homoseksual.

    DAn mereka yang cacat dari DNA pun bukan tidak bisa disembuhkan. Penyembuhan ini bisa melalui pembiasaan sosial. Sikap diskriminasi dan malah penyiksaan malah akan semakin memperdalam sifat ini. Jadi hukum pelarangan homoseksual dengan hukum pidana malah bersifat kontraproduktif.

    Sikap Gereja Katolik sudah jelas adalah untuk membenci DOSA nya bukan manusia yang melakukan dosanya. DEngan kata lain umat Katolik memiliki kewajiban untuk mendekati dan memperbaiki sikap mereka secara baik dan bukannya mengucilkan dan mendiskriminasi.

    Semoga menjawab,

    Ozz

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    pilihannya sendiri.

    salah pergaulan ,akar pahit /kepahitan hati biasanya jadi sebab. (semuanya dari roh jahat).

    cek saja sendiri.

    Tuhan tidak pernah membenci pribadi , tapi Tuhan benci dosa.

    Jadi yang harus dijauhi dosanya bukan manusianya.

    Roh raja Sodom:

    Kejadian

    14:21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."

    Sampai sekarang roh yang pernah tinggal di sodom itu masih ada yaitu mengumpankan harta untuk mendapat "tubuh" tentunya untuk pelampiasan nafsu homoseksnya.

    Makanya sering ada berita bahwa artis laki yang muda bisa jadi homo karena diming-imingi harta.

    entah itu dijanjikan akan diorbitkan ,main sinetron dsb.

    Saya dulu juga pernah tahu orang homo , orangnya sangat tajir sekali.

    suka traktir2 anak2 muda , belikan makanan dsb, tapi tujuan akhirnya adalah disodomi.

    Semoga Tuhan Yesus Kristus memberkati.

    Sumber: Alkitab.
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.