promotion image of download ymail app
Promoted
Kylie
Lv 5
Kylie ditanyakan dalam Ilmu SosialSosiologi · 1 dekade yang lalu

Mengapa kita manusia senang yang GRATIS?

>Gratis, gak bayar, gak harus keluar uang, gak bisa dipungkiri kita semua masyarakat pasti lebih semangat kalo ketiban rejeki gratis seperti ini.

Contoh saja, pembagian zakat yang cuma 30 ribu rupiah per-orang harus dibayar mahal dengan desak-desakan orang banyak yang menelan korban jiwa sampai 21 orang.

Saya tidak sedang menyoroti peristiwa tragis ini, tapi lebih ke sisi gratis-nya itu lohh...

Seorang user baru saja berpamitan pada saya, mau mudik lebaran ke jogja katanya dapat gratisan naik bus dari pemda jakarta.... (hohoho.. ttdj yah dek...) gratis neh loh.. semangat pisan beliau... hihihi...

Apa memang iya:

>gratis itu yang selalu dicari dan diharapkan masyarakat?

>apakah keinginan untuk mendapatkan hal2 dengan gratis itu bisa diidentikkan dengan keinginan mendapatkan kemudahan dan hal2 dengan instan tanpa perjuangan atau pengorbanan?

>bagaimana menurut pendapat anda sendiri, senang yang gratis atau yang tidak?

Terima kasih.

Selamat liburan semuanya dan selamat lebaran untuk yang merayakannya...

Perbarui:

@daywalker: heheh... kalo bayar lah apa bedanya sama P*K dunk... hihi...

@i-one: wah ke Solo yah, tunggu aku di pasar klewer okeh... ;-p selamat mudik i-one, ttdj and titi kamal

28 Jawaban

Peringkat
  • Venus
    Lv 6
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Yaaa...Kylie, sifat manusia kali yaa?! Gak pernah merasa puas, egois.

    Gak pernah puas...ya iyalah..enak kan dapat sesuatu tanpa kehilangan sesuatu....

    Egois, gak peduli darimana n bagaimana gratisan itu, siapa yang berhak yang penting diri sendiri dapat walaupun mengorbankan harga diri!.

    Di semua kalangan...rakyat kecil dapet gratisan yang kecil2 juga, pejabat? wehh....miris dong dengernya...laptpo, baju dinas, kendaraan sampe perjalanan ke luar negeri....

    Yang menengah? saya punya ceritanya....

    Beberapa bulan lalu, di kecamatan tempat saya tinggal dibagikan kompor + tabung gas 3 kg buat UKM, udah ada kriteria UKM yaitu pedagang baso, bubur ayam, gorengan dll...

    Tetapi ada 1 RW (kebetulan RW sebelah saya), yang tiba2 mengajukan 250 kompor gas + tabungnya, jumlah KK nya padahal cuma 300 KK..!! bayangin dalam 1 RT ada 10 pedagang bubur, 10 pedagang mie dll...fiktif pastinya, tapi mereka n terutama ketua RW nya mau tuh berkorban harga diri demi itu!

    Selain fiktif, mereka orang yang sangat2 mampu....punya 2 mobil masih mau disamakan dengan pedagang mie ayam keliling? Ironis kan?! Tapi itulah.... disindir.... ....jawabannya nyengir kuda....jangan2 emang turunan kuda kali!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    salam jeng kylie

    hari ini gw juga berangkat ke kotamu.... sebelum ke solo gw mau mampir ke semarang dulu nich.....

    > bener sekali jeng ky.... siapa sich yang ga mau dapet gratisan???? memang yang selalu di harapkan masyarakat khususnya yang kalangan menengah ke bawah itu mereka selalu mengahrapkan semuanya kalo bisa serba gratis.

    > nah itu dia masalahnya jeng kylie.... jika di biasakan seperti ini terus. tiap hari di kasih gratis. ini adalah cara mendidik yang salah. karena akan menyebabkan orang itu menjadi tergantung & dia ga akan pernah berusaha untuk merubah itu. untuk saat ini sepertinya perlu ditanamkan gratis dengan tanda kutip. seperti kalo beli motor gratis jaket & helm. jadi harus ada sesuatu yang di perbuat untuk mendapatkan yang gratis itu, walaupun kadang harga gratis itu tidak sebanding dengan harga pengorbanan yang sudah kita keluarkan.

    > ya sebagai manusia gw juga masih seneng kalo mendapatkan yang gratis.

    Sumber: @ buat semua teman-teman yang merayakan hari raya idul fitri... met merayakan "mohon maaf lahir & batin" kalo ada salah2 kata mohon di maafkan. @ selama liburan mungkin gw juga ga online. jadi mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • MareL
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    sifat dasar manusia yaitu egois.. selalu berusaha menambah aset diri tanpa rela (benar2 rela) mengurangi asetnya.

    Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.

    Sumber: hehehhehee, mao dong ama ky yg gratisan...
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Siapa yang nggak senang gratis, tapi kalau disimak lebih teliti tidak ada yang gratis sebenarnya yang ada adalah sistim pembayaran yang ber beda.............contoh: minta (tentu saja gratis kalau dilihat sepintas lalu) sebenarnya dengan meminta berarti telah membayar dengan harga diri yang sebenarnya lebih mahal dari rupiah sekalipun.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Menurut pendapat saya tidak semua gratis itu menyenengkan, banyak contoh barang gratis membawa maut. Kejadian di Tasikmalaya makanan gratis, tajil, susu bayi yang mereka gratiskan ternyata sudah tidak layak dikosumsi/ kedaluwarsa sehingga membawa petaka. Jadi gak semua gratis itu enak.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    karena negara kita biasa terjajah dan di kasih makan ama kumpeni,

    jadi kebiasaan dari dulu ampe sekarang yang udah mendarah daging.

    makanya kita perlu pemimpin yang bisa mukulin pantat masyarakat biar gak jadi manusia yang maunya minta melulu (alias gratis)

    gratis emang enak, tapi kalo dapet sesuatu dr jerih payah sendiri, jauh lebih indah....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Kylie nich kalo posting suatu case, sring banget buat kepala mumet dech, weleh ... welehhhh .....

    mendapatkan sesuatu yg gratis tuh emang sih ga identik koq dengan meminta - minta,

    akan tetapi yaa, pabila kita tempatkan dua status di kondisi diatas dalam artian luas,

    akan terdapat status pertama sbagai PEMBERI,

    dan status kedua sbagai PENERIMA ...

    lebih bermartabat mana ato enakan mana sebagai PEMBERI ato PENERIMA ?

    serba salah memang bila kita membahas masalah GRATIS ini pa lagi bila menghubungkannya dengan agama, yg sangat kental di negeri tercinta dan amburadul ini,

    sudah terbudaya penerapan agama di negeri kita akan adanya sesuatu yang GRATIS pada saat menjelang lebaran, zakat ...

    kategory tertentu yg menetapkan sebagian kelompok masyarakat kita yg dianggap berhak mendapatkan pemberian GRATIS berupa zakat, akan merupakan MOMENT PENANTIAN bagi berbagai individu tuk bisa ikutan menerima pemberian GRATIS tersebut, dan malah ada sebagian yg memaksakan dirinya memiliki status BERHAK tuk menerima zakat tersebut,

    nah ... KEBANGGAANkah tuk bisa menerima zakat tersebut ?

    atau ... apakah sang PENERIMA GRATISAN tersebut malah menganggap dirinya mendapat PENGHARGAAN ?

    tidak ada dech niat tuk menyudutkan kelompok masyarakat tertentu di negeri kita ini, yg oleh ntah siapa dikategorykan sebagai kaum dhuafa ato fakir miskin,

    mengapa tidak dialokasikan dana yg ada oleh pemerintah, agar masyarakat sadar dan berupaya merasa LEBIH BERMARTABAT bila mampu sebagai PEMBERI dari pada PENERIMA ?

    akan lebih bermartabat bila kita merasa sangat puas bila mampu sebagai PEMBERI dari pada PENERIMA,

    upaya peningkatan martabat ini akan juga memperbaiki budaya kita agar tidak mudah terjengkali rendahnya perjuangan memperbaiki kwalitas pribadi masing - masing ...

    karena PENERIMA dalam konteks ini bisa juga kita identikkan sebagai PEMINTA ...

    LEBIH BAIK MEMBERI DARI PADA MENERIMA ato MEMINTA ...

    lebih bermartabat ...

    mohon maaf sebesar - besarnya dech, bila ada yang merasa tersinggung dengan opini saya ini ...

    thanx dech,

    oh yaa Kylie, thanx banget tuk the BA, see u yaa, good luck ...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • dani
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    hehehehe...

    kalo ada yg gratis, kenapa harus bayar?

    tapi liat2 sikon juga seh...

    kalo yg gratis itu malah menyusahkan (karena desak2an, karena rese, karena ruwet, dll) ya mending bayar lah...

    sebanding dgn perjuangan utk memperoleh yg gratisan...

    Sumber: hobi cari yg gratisan...
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Sudah menjadi hukum ekonomi kalee yey .... GRATIS is the best !!

    Bukan karena orang tidak mau berusaha ato tanpa perjuangan yg menginginkan hal2 GRATIS, mungkin lebih banyak pengaruh ekonomi yg semakin hari semakin sulit. Karena cari uang itu susah, maka banyakan orang pasti mensyukuri k'lo ada yg GRATIS.

    Hanya perlu ditekankan kepada orang2 awam, dimana ada istilah GRATIS malah menyengsarakan. Bukan hanya zakat maut aja, banyak SMS2 ato surat2 nyasar yg menyatakan "Selamat, anda mendapatkan bla.. bla... dengan GRATIS". Juntrungannya malah kena tipu dech !

    Mungkin kita harus tahu seluk beluk GRATIS itu dulu, sebelum kita menerimanya. OK ...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Ha..ha..ha.. tema yang bagus! Gratisan!

    PERTAMA-TAMA AKU UCAPIN MINAL 'AIDIN WAL FAIDZIN, TAQOBBALALAHU MINNI WAMINKUM.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI KAUM MUSLIMIN

    Hmmm... kalo kita lihat jari-jemari kita dalam istilah Psikologi, jari telunjuk dinamakan ID, jari tengah dikatakan EGO dan jari manis dengan SUPER EGOnya. namanya juga manusia, selalu penuh hawa nafsu, maunya serba instan. Egonya melebihi batasan-batasan kepuasan. Bagaimana nggak, lha wong kita aja selama ini selalu saja dapet yg gratis2 dari Gusti Allah.

    Kita nafas gratis, sehat gratis, mata melototin cewek bahenol dan demplon juga gratis. Coba kalo Tuhan lagi sedang minta haknya-pas kita sedang sakit, REPOT KAN. nafas aja harus bayar dirumah sakit(pake OXYGEN), tidur aja bayar, perharinya bisa sampe jutaan rupiah, nah, kalo mata lagi kelilipan debu segede tampah baru deh kapok kalo. mata ini seharusnya digunakan untuk memandang yang baik2.

    Siapa sih yg ga mau gratis.

    Kalo menyoal tentang Zakat yg kamu sebutkan diatas, hal itu ga ada kaitannya dengan syariat. karena yg berhak membagi zakat adalah panitya zakat dan bukan individu tertentu. kalo saya menilai itu ada unsur politis cari perhatian warga agar dikenal oleh masyarakat. dalam istilah islamnya 'Riya' yakni cari muka dan cari pamrih atas segala sesuatu yg telah kita lakukan bukan atas dasar keikhlasan.

    saya juga suka yg gratis2 tapi yang sewajarnya bisa kita terima dengan akal sehat. saya suka kencing gratis ditoilet mushola atau masjid tanpa bayar kalo pas lagi mudik he..he.. dari pada diWC umum.

    Biasanya diterminal semarang dan Boyolali itu WCnya bauuuu.. trus kru armada bisnya sombong2 kalo ditanya. lebih banyak ngibulin penumpang.. he..he.. PIZZZ... padahal krunya orang Magetan juga.. hi..hi..hi..

    kalo gratis yang berhiubungan dengan hal yg bersifat materil sudah pasti acuannya untuk minta perhatian atau kalo ga.. kualitas layanannya pasti payah ujung2nya ngecewain.

    Nah, buat temen-temen yang mau mudik gratis dengan cara halal nih, aku ajarin Tipsnya.

    1. Persiapkan dirimu sejak awal

    2. Jaga kesehatan

    3. banyak-banyakin latihan pernafasan

    4. jangan makan gorengan dan yg dingin2

    5. Senam jari tangan

    6. hafalkan lagu-lagu yg lagi ngetrend

    7. Latihan sabar

    8. Minta ajarin caranya bikin sambutan sama pak RT setempat.

    9. Beli gitar ditoko

    10. Berangkattttt.....!

    SELAMAT NGAMEN, SEMOGA TUHAN BESERTA KITA..!

    LUMAYAN DAPET THR DADAKAN PLUS GRATISAN NUMPANG BIS ORANG..!

    PEACE AH.. SALAM GETHUK!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.