Maaf yah nanya soal perceraian antara suami-istri?

Bercerai karena meninggal salah satunya atau karena cekcok.

Yang aku ingin tau sebagai referensinya :

1. Pernah gak Sohib YA lihat keluarga yang keluar dari krisis ini menjadi keluarga yang kuat walau single parrent, bagi dong info nya

2. Begitu juga sebaliknya yang hancur karena single parent.

Soalnya ini ada hubungan dengan pernikahan antara dua single parent

Yang duda : istrinya meninggal, yang janda karena cerai cekcok.

Yang duda anak 3, yang janda anak 1

8 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    tanteku cerai karena suami selingkuh trus kawin sama perempuan lain itu.

    anak-anaknya yg masih kecil2x ikut tante semua.

    awalnya ancur2xan, stress, depressi, tiap hari ditemenin tanteku yg laen (kakaknya), anak2x sempet diasuh sama tanteku yg laen itu tp waktu berjalan terus dan dia mulai bangkit dari keterpurukannya, berjuang mencari rejeki seorang diri, ngurus anak sendiri, hidup demi anak2x. dia jadi wanita yg tough dan keliatannya lbh berhati2x terhadap laki2x bila ingin memulai sebuah hubungan lagi deh sampai dia bener2x yakin tu orang adalah yg terbaik dan bener2x sayang n terima dia satu paket (dia dan anak2xnya) katanya. tapi.... ga nikah2 lagi tu dia, deket sama cowok aja belum pernah lagi. tau deh kenapa...

    keluarga lainnya ada tu oom ku yg duda ditinggal meninggal sama istrinya. awalnya dia seperti kehilangan gairah hidup. udah terbiasa dilayani istri trus jadi kelabakan. tapi dia cepet ngelupain dan sempet naksir2xan sama beberapa perempuan cuman anak2xnya ga setuju sama calon2xnya itu jadilah dia jomblo sampe sekarang hehehehhe... ga tau deh kl suatu saat dia nikah lagi, yg pasti anak2xnya harus kasih lampu ijo dulu kayaknya (anak2xnya galak hahaha...). dia sih ngebet pengen nikah lagi...

    kalo aku rasa itu mah tergantung pribadi masing2x ya, yg ga bisa mengatasi stress dan merasa tak berdaya terus menerus pastilah ancur2an, yg punya semangat juang tinggi dan berpikir tentang masa depan anak2x yg harus dia perjuangkan ya jadi terpacu utk berjuang melupakan kesedihan dan melanjutkan hidup.

    komenku buat calon suami istri yg kamu cantumkan: semua orang menginginkan perubahan ke arah yg lbh baik. pengalaman pernikahan terdahulu pastilah membuat mereka lebih matang dan ga mau mengulangi pengalaman kesalahan di pernikahan yg sekarang. karena udah tau gimana rasanya ngasuh anak sendiri, rasa keibuan dan kebapakannya da lebih tebal, lebih gampang utk menerima, memahami dan mengasihi anak dari pasangannya pasti...

    kali yaa... >.<

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Maaf juga yah. izinkan saya menjawab.

    Yang membuat kuat dan keluar dari krisis atau hancurnya seseorang yang single parent itu adalah tergantung dari orang itu sendiri. Bagaimana dia memanage dan menyikapi sifat, perilaku keyakinan, kesabaran serta keuletan dalam berjuang menghadapi setiap rintangan tantangan dalam kehidupannya.

    Contoh dari orang lain bukanlah menjadi tolok ukur atau menjadi orang yang akan kita tiru kesuksesannya, pasti tidak akan bisa. Karena dari diri-diri kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain dan kita tidak akan mampu menjadi orang lain. Bila toh dipaksakan yang terjadi malah menyakiti diri sendiri, susah dan kecewa.

    Dan kalau dua single parent yang menikah tergantung dari persamaan MISI dan VISI mereka mengikat janji untuk mengarungi kehidupan ini. Bukan hanya sekedar berkata cinta, suka-suka kemudian mereguk kenikmatan bersama, dan kemudian lupa tujuan yang sebenarnya dari ikatan perjanjian yang tertuang dalam pernikahan itu.

  • 1 dekade yang lalu

    Nyokap bokap gw cerai umur gw 7 tahun. Sudah 21 tahun. Emang ga mudah ngelalui banyak masa berat tapi semuanya bisa teratasi. Nyokap gw ga nikah lagi. Bokap gw nikah lagi. Baik gw, nyokap, bokap or nyokap tiri tetap menjaga hubungan baik malahan 2 bulan lalu bokap gw and istrinya ke tempat nyokap gw mampir. Sebenarnya berhasil or gagal adalah pilihan. Mana yang lu pilih. Terus terang gw milih bahagia. Jadi walaupun banyak masalah yang gw hadapin, gw harus bisa atasi. Sekarang gw bisa bilang gw bahagia walaupun bokap nyokap cerai. Tentang penikahan yang penting masing-masing orang mau mengenal kekurangan dan kelebihan anggota keluarga yang lain. Terutama orang dewasanya harus punya banyak rasa sabar dan pengertian. Kalau anak-anak kecil biasanya akan sulit menerima orang asing. Tapi harus diingat semua orang sebenci apapun dia sama kita kalau dia kita ajarin/ berikan cinta dan kasih sayang lama kelamaan akan mencintai kita. Jadi kunci nya pada 2 pasangan tsb.

  • garton
    Lv 4
    4 tahun yang lalu

    tergantung alasan perceraian tersebut jika yg menggugat suami, maka istrinya dapet bagian dr penghasilan suami, selama (bekas) isterinya belum nikah lagi jika istri yg menggugat cerai, (bekas) istri tidak mendapat bagian jika suami yg menggugat cerai dengan alasan istrinya selingkuh/zina, (bekas) istrinya juga enggak dapat

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    sy rasa tiap orang yg pernah mengalami kegagalan pasti menginginkan kehidupan keluarga yang lebih baik d kemudian hari...

    biasanya single parrent akan lebih kuat dari sebelumnya, krn dia seorg diri bertangg jwb unk keluarganya.

    memang menyatukan 2 keluarga bukan lah hal yg mudah apalagi ada anak2 dr kedua belah pihak. tapi klo tujuan menikah adalah unk menjadi keluarga besar yg bahagia dan saling mendukung knp ga ? banyak ko yg berhasil.

  • 1 dekade yang lalu

    memang tidak mudah menyatukan 2 keluarga yang berbeda. yang terpenting adalah siapkan mental untuk menerima segala kekurangan dari antar pasangan dan antar anak2. saling berbagi kasih, saling membantu dan memiliki toleransi tinggi karena pasti akan sulit untuk menyatukan berbagai perbedaan di antara masing2 anggota keluarga.

    jangan lupa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan bahwa telah mendapatkan pengganti ibu atau bapak yang telah pergi dan menambah saudara menjadi 4 orang.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Hi, salam kenal yah.

    Menurut saya jawaban dari pertanyaan kamu itu agak sulit. Kenapa? karena masing2 individu itu berbeda. Contoh dari orang lain tidak dapat dijadikan patokan. Berhasil atau tidaknya akan kembali kepada faktor manusianya itu sendiri (dalam hal ini si Duda dan si Janda).

    Kalau mereka berdua sudah sepakat untuk mengikat janji pernikahan lagi, itu berarti mereka sudah siap utk membuka lembaran hidup baru bersama2. Mereka harus berusaha bersama2 untuk mencapai kebahagiaan keluarga.

    Seperti pepatah mengatakan, masa lalu adalah history, masa kini adalah anugerah & masa depan adalah mistery.

    Regards

    Sumber: 577-0018
  • 1 dekade yang lalu

    wah yang ini mah berat buat saya, jadi saya ga berani masih advise ke anda

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.