promotion image of download ymail app
Promoted
Vito B ditanyakan dalam Hiburan dan MusikMusikMusik Klasik · 1 dekade yang lalu

untuk siapa sebenarnya musik klasik itu?

apakah hanya kalangan tertentu saja yang bisa menikmatinya? karena yang saya tau, musik klasik identik dengan orang kaya dan pintar..

jika tidak, bagaimana caranya agar musik klasik bisa lebih dikenal dan dinikmati oleh semua penikmat musik?

12 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Kalau di Indonesia, hipotesis anda bisa benar ... tp kalau di Eropa dan dunia barat sini, anda salah. Karena disini, semua orang bisa menikmati musik klasik. Kenapa? Karena itulah BUDAYA mereka. Seperti yg kita tau, musik klasik berkembang di Eropa dr jaman dahulu, mulai dr era medieval, renaissance, baroque etc etc sampai klasik kontemporen. Layaknya keroncong di negri kita, musik klassik itu menyentuh setiap lapisan masyarakat, terutama jaman sekarang setelah pengaruh bangsawan2 dan elit2 sosial menurun. Mau miskin, kaya, pintar, bodoh, musician, atau hny pendengar pun bisa menikmati ...

    Kalau di Indonesia, beda lagi ceritanya. Kenapa? Karena musik klasik itu bukan budaya kita. Baru masuk setelah jaman penjajahan, makanya mau sepopuler apa pun symphony2nya Dvorak, Berlioz atau Etude-nya Chopin, gak akan bisa ngalahin lagu2 traditional kyk Bengawan Solo misalnya ... dan itu wajar sekali.

    Selain bkn budaya, musik klasik emang msh dikategorikan musik orang tajir, krn yaaa itu td, golongan masyarakat tingkat mana yg bisa tersentuh oleh gelombang classical music? Pasti golongan2 yg berduit, yg setidaknya bisa beli alat musik, nonton concert, opera, recital, yg bisa ngeleskan anaknya ke music school, conservatory, atau les privat, kan gak sembarangan orang bisa bgitu kan?

    Untuk memperkenalkan musik klasik ke orang2 di Indonesia, bnyk sih caranya ... yg jelas semua yg gratisan itu paling bisa narik minat orang2. Jd knapa gak bikin konser kecil2an di taman kampus, atau di jalanan, gak usah se orkestra2 yg dtg, 5 orang main alat musik string di jalan kan bisa menarik bgt ... kyk di tempat saya, sering murid2 conservatory ngamen di subway2. Bisa juga dgn ngadain lomba maen piano, atau apaaa gitu ... kan menarik.

    Pada dasarnya, musik itu universal, terbuka untuk semua orang dan lapisan masyarakat. stiap orang pasti suka musik, tp bukan berarti bisa menikmatinya, karena selain SELERA orang berbeda2, dan juga kepuasan, kenikmatan dan enjoy itu gak bisa dipaksakan.

    Jk tertarik, coba deeeh dengerin musik klasik, coba menikmatinya, gak usah yg ribet2 ke karya2 Rachmaninoff atau Lizst, dgrin piece2 yg sesuai dgn suasana kondisi hati kamu ..... gak suka? ya gak hrs dipaksakan, ya toh?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Untuk org yg SERIUS bermusik dan yg SERIUS ingin menikmati musik yg SERIUS..

    Salam..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya sangat setuju dengan kebanyakan jawaban yg sudah di-post di sini, dan terutama saya acungkan jempol untuk Wilson L yg sudah menggambarkannya secara akurat. Juga untuk Pack Fan, dengan satu catatan : Opera itu HARUSNYA juga untuk semua orang. Di Spanyol sini sudah ada layar lebar di luar gedung opera tiap kali ada pertunjukan. Yang masuk bayar, adalah orang-orang yang berduit yang tidak ingin kedinginan. Yang diluar, gratis, untuk semua.

    Ya, tentu saja musik klasik untuk semua orang. Dan tidak ada stereotipe, orang yang doyan musik klasik itu seperti apa sih. Dari para pendeta, intelektual, anak-anak jalanan .. bahkan kriminal2 besar seperti Hitler, Mussolini dan George W. Bush-pun menikmatinya ! Jadi itu tergantung orang-orangnya. Kalau suka ya suka, kalau tidak ya tidak !

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    musik untuk siapa saja, g ada jenjang si kaya atau miskin..

    memang musik klasik terkesan dipenuhi oleh orang2 yang mengerti musik/ kaya musik, tpi bukan berarti si miskin tidak tahu musik klasik..

    mungkin dengan mensosialisasikan musik klasik, lewat internet atau mana saja...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Eh, harap diingat, ini zaman modern lho, bukan zaman kuno.

    Kalau pada zamannya musikus klasik, musik klasik hanya diperuntukkan untuk orang-orang bangsawan saja. Pada zaman itu, hanya sedikit rakyat jelata yang bisa mendengarkan musik klasik, apalagi opera. Namun, anggapan itu mulai hilang semenjak kemunculan Beethoven. Bagi dia, musik klasik itu adalah untuk semua orang. Setelah menghadapi kesalah-pahaman selama 25 tahun, akhirnya musik klasik boleh diperdengarkan untuk semua orang.

    Namun, musik klasik mulai tergeser dengan musik romantik dan klasik modern. Apalagi, sekarang juga ada musik rock dan pop. Maka, untuk sekarang, memang musik klasik boleh didengarkan untuk semua orang. Tetapi, lebih sempitnya lagi untuk orang yang benar-benar suka musik klasik dan dapat memahami isi lagunya. Bagi yang tidak suka, mendingan jangan deh. Tahu-tahu mendengarkan musik klasik nanti malah tidur. Karena musik klasik hanya mengutamakan menenangkan hati. Makanya, bagi yang hatinya lagi gundah, dengarkan saja musik klasik yang lembut seperti Clair de Lune atau Hungarian Rhapsody no.2 atau Moonlight Sonata mov 1, nanti akan menjadi tenang lagi.

    Karena masih sedikit orang yang suka musik klasik sekarang, maka terus lestarikan musik klasik itu supaya tidak punah. Barangkali Anda bisa menjaga kelestariannya atau mungkin malah membuat teman-teman Anda suka musik klasik. Karena musik klasik itu bersifat universal.

    Sumber: Pengalaman belajar piano klasik selama 13 tahun.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Jaman sekarang sih musik apapun untuk siapapun. Tergantung orang maunya dengerin apa.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Musik OPERA itu yang identik dengan orang kaya dan pintar, bukan musik klasik...

    Menurut saya musik klasik itu untuk semua orang, dan semua orang pasti bisa bilang kalo musik klasik itu sangat-sangat penting. Kalo nggak ada musik Classic, nggak ada yang namanya Jazz, Rock, Metal, Rap, dll.

    Musik Classic memang harus diperkenalkan untuk semua orang, tapi semua orang tidak harus dipaksa menyukainya, karena memang selera orang berbeda-beda. Saya sendiri tidak suka musik Classic, terlalu membosankan dan setiap lagu dimainkan dengan cara yang sama (rutin) untuk selera saya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    reeeeeeeeeeelaaaaaax om vito

    i love you.............

    jika diliad dari konteksnya untuk siapa musik klasik itu

    w rasa siapaun n siapa orang biasa aja mendengarkan musik kelasik.............tapi bisa atau tidak bisanya kita menerima musik tersebut

    tergantung mood n rasa yg ad di diri loh

    jadi menurut w sah2 ajah n boleh ajah semua dengerin jenis musik tersebut..............

    w sendiri terkadang secara gak sengaja w denger musik kelasik yg di puter di radio........yg ada w nikmatinjuaga kok

    ada saat nyah..............n jika mood w dah berubah w ganti dah tuh stasiun radio

    huwawawwawawa................

    bongkreeeeeeeeekkkkkkkkkkk

    piss

    artLOCK

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Tentu saja, seperti semua jenis musik, musik klasik bisa dinikmati siapapun. Namun soal suka tidak suka itu masalah selera. Kebanyakan komposisi klasik memang dimainkan dengan orkestra, yang tentunya membutuhkan ruang pertunjukkan khusus, beda dengan musik2 yang bisa ditampilkan di jalanan atau live di studio tv. Juga yang saya amati, hampir semua (entahlah kalau semua) cd musik klasik di toko-toko adalah cd impor yang harganya ratusan ribu. Mungkin ini yang membuat musik klasik terkesan mahal dan eksklusif. Zaman juga sudah berubah. Musik klasik bukan musik yang umum dinikmati maupun dipelajari, kecuali di sekolah2 musik. Perlu diketahui, bahkan pada masanya pun musik klasik adalah bagian para bangsawan. Mereka yang mendanai para musisi, dan mereka pula yang menikmati. Mungkin juga orang sekarang terlalu terbawa kabar angin bahwa mendengarkan musik klasik seperti Mozart dapat mengembangkan kecerdasan...

    Bagaimanapun, basis musik klasik ada di eropa. Disana musik klasik adalah high art yang tidak asing bagi banyak penduduknya. Concour2 maupun konser yang menampilkan musik klasik menjamur. Berbeda dengan misalnya di Indonesia, dimana penikmat musik klasik hanya segelintir komunitas atau memang orang musik yang tentunya familiar dengan musik klasik.

    Namun kita tidak bisa menyalahkan siapapun, karena memang selera selalu ada masanya. Sebenarnya sudah banyak musisi yang melakukan cross over musik klasik seperti maksim atau vanessa mae. Musik klasik yang dikemas secara populer, baik secara aransemennya, maupun penampilan performernya. Lewat eksperimen semacam ini musik klasik menjadi lebih akrab bagi para anak muda ataupun penikmat musik yang selama ini terbiasa mendengar musik2 ala MTV. Bahkan sebenarnya, tanpa kita sadari mungkin saja kita sudah tidak asing dengan beberapa komposisi klasik (saya tidak menggunakan definisi yang tepat untuk musik klasik disini, melainkan mencakup musik2 yang dianggap klasik secara keliru, dari Bach, Mozart, Strauss, Debussy, Schubert, Ravel dll.) lewat film2 yang kita tonton. Misalnya beautiful blue danube, moonlight sonata, habanera, dll sering saya dengar dalam berbagai film yang saya tonton.

    Juga setidaknya, para penikmat musik membiasakan telinga mereka dengan instrument2 orkestra, dan bukan hanya instrument band2. Disinilah grup orkestra seperti Twilight Orchestra memainkan perannya.

    Sebenarnya tidak harus orang pintar (entahlah kalau masalah kaya/tidak). Yang namanya musik, dengarkan dan nikmati saja. Saya juga tidak pernah mengerti dimana kelebihan musik mozart dibanding musisi lainnya, sekalipun saya sering mendengarnya. Bagi saya musik John Williams pun sama mempesonanya. Pokoknya, coba nikmati dulu...musik klasik itu indah kok.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    'Katanya' memang hanya untuk kalangan ttt aja.

    Sebenarnya bisa dikenalkan dengan:

    = Kursus musik klasik:

    Tapi orang tua yg memberikan kursus jenis musik klasik kepada anak2nya kebanyakan juga dr kalangan orang2 mampu saja.

    Gimana tidak, sekali les piano klasik pendaftaran bisa 300 rb an, belum perbulannya yg juga 300 rb an (pasaran Jogja), Buku partiturnya bisa ratusan ribu, belum piano yg WAJIB dimiliki di rumah berapa belas atau puluh juta tuh. Belum lagi ujian2 yg harus bayar sekitar 1 jt rupiah...

    Biola pun tak jauh beda. Tergantung jenis dan merek Biola yg lumayan mahal... walaupun nggak semahal piano.

    = Konser-konser musik klasik:

    Untuk nonton konser musik klasik yg penuh peraturan itu, yg harus pakai pakaian resmi, duduk diam, dilarang bertepuk tangan selama konser berlangsung, dll...

    Belum lagi harga tiket yang mahaaaaal... Kecuali konser anak-anak kita yg ikutan kursus musik klasik hehehe... (seneng sih liatnya), bisa menjadi kendala bagi kalangan (maaf) bawah.

    Sebenarnya sih, hal2 di atas bukan alasan untuk tidak menyukai musik klasik. Toh, masih banyak cara lain yg lebih murah untuk mengenalkan musik klasik kepada masyarakat luas.

    Tapi secara umum image musik klasik memang untuk penikmat dari kalangan kelas atas...

    Kalau aku...

    Kalau aku cuma pantas dikasih predikat penikmat saja.

    Sama sekali nggak mudheng jiwa dan filosofinya.

    Karena nyaman di telinga dan laras di hati, makanya suka. Trutama musik nya Chopin dan Beethoven.

    Ini pandanganku secara pribadi. CMIIW.

    =wenhsieyang=

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.