Peny ditanyakan dalam Keluarga & HubunganPernikahan & Perceraian · 1 dekade yang lalu

ni masalah poligami.. sharing aja ya..?

assalammualaikum...

usia ku 25 thn. aq dulu pernah menikah dan gagal.. da rasa sedikit trauma didiri q.. tapi aq tau aq harus berjuang hilangkan semuanya, karena aq harus merenda masa depan q..

sejak belum bercerai aq dekat dengan 1 org laki2 yg sudah menikah dan memiliki 3 anak. aq tau lika-liku rumah tangganya, begitu juga dia. sebut saja dia si "A"

bisa dibilang kami dah saling memahami. hanya saja jarak kami jauh. aq di jakarta dan dia da disalah satu kota dipulau sumatra. tapi komunikasi kami tetap lancar. dan aq akui dia baik. sangat baik dan tulus.

sampai satu saat dia mengajakku tuk menikah, karena dia merasa da sesuatu yg beda didiriku..

dan aq juga merasa nyaman didekatnya.

saat tawaran itu datang, aq mengajukan syarat "klo kamu mau kita halalkan hubngan ini atas nama Allah, maka mintalah ijin istri mu.. Klo Allah ridho, dia akan memberikan jalan dengan membukakan pintu hati istrimu. tapi klo istrimu gak setju, aq gak bisa.."

lalu dia bilang, "insyaAllah istri sya bisa, tapi gimana dengan keluargamu? apa bisa terima saya dengan status seperti ini?"

Sya hanya ingin menjalani poligami yg utuh sesuai yg ada dalam ajaran islam. tidak adanya perceraian. tidak ada yg dikorbankan. saya ingin buktikan pada dunia, bahwa poligami tidak selalu buruk.

saat ini banyak juga beberapa org yg datang dengan maksud yg sama, da yg bujangan da jg yg duda.

tp entah kenapa kok hati saya cenderung pada si "A", padahal statusnya adalah suami org, danresiko yg akan saya tanggung lebih besar.

saya coba istiqaroh, tapi tetap sya merasa yakin.

saya minta waktu 1 - 2 tahun. untuk dia bisa meminta restu baik2 dari istrinya. dan saya bisa meminta restu juga dari keluarga saya.

sekarang saya mohon bagaimana pendapat teman2..

salahkah keputusan saya ini....

moga Allah memahami niat kami...

terima kasih tuk sharingnya.....

17 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Hi,

    Wa'alaikummssalam @Penny.

    saya sudah membaca curhat anda yg panjang diatas.

    >> memang cinta itu buta, dan itu sudah merupakan bahasa universal yang hampir dimengerti oleh mahluk manusia dimana saja dimuka bumi ini.

    saya mengerti situasi anda, mungkin anda berharap mendapatkan seseorang yg tanpa masalah, tetapi hidup mengatur lain. dan bertemulah anda dengan seseorang yg tidak lagi bebas.

    kini anda meminta waktu padanya untuk berpikir 1 - 2 tahun, saya menilai anda '' bijaksana dengan situasi ini ''.

    sebab anda akan berpikir bagaimana kedua belah pihak. yaitu istri pertamanya dan keluarga anda.

    polygami dimanapun selalu mengundang reaksi baik dipihak istri, dan keluarga kita.

    jarang orang yg akan menerima polygami sebagai sesuatu yang normal dalam kehidupan bermasyarakat meskipun itu ada dan diridhoi oleh Allah SWT dalam Al'quran.

    saya tidak akan menilai '' keputusan anda salah '', sebab yang menjalankan hidup ini adalah anda.

    saya hanya akan menilai '' keputusan anda hanya keputusan sepihak ''

    yakni keputusan yang hanya mewakili perasaan anda terhadapnya tanpa melihat pihak / partai lain yang menjadi korban dari cinta kalian, yaitu istri pertama dan anak-anaknya yg 3 orang.

    coba sekarang anda bayangkan bahwa anda itu istri pertamanya, reaksi apakah yg akan anda rasakan ! tentunya sakit dan mungkin trauma.

    sama seperti trauma dan kegagalan anda yg pertama.

    masalah ini bagi anda hanyalah '' cirkel yg berputar dan kembali lagi ''.

    kembali pada jalan kehidupan anda yang pernah gagal, saya hanya mau mengingatkan pada anda @Penny, apakah anda MAU MENGULANGI UNTUK KEDUA KALI KEGAGALAN ANDA ?

    @Penny sudah tahu sendiri bagaimana rasanya sakit hati malahan menjadi trauma dsb.

    bahkan anda telah berjuang setengah mati untuk menghilangkan trauma ini, karena anda masih mau merenda masa depan.

    sebab itu seyogyanya anda merenda masa depan kembali tanpa dimulai dengan permasalahan.

    saya hanya melihat situasi anda kini sebagai '' jatuh kembali kejurang yang mungkin lebih dalam dan curam daripada yg pertama ''.

    mungkin anda kini belum melihatnya, sebab kalian menjadi buta karena cinta kasih yang terlarang. oleh karena kalian berdua kini saling mengisi kekosongan, saling mengobati kekecewaan, yang satu dari kegagalan hidup, dan yg satu dari kekecewaan dengan istrinya.

    kalian belum mendengar keputusan izin dari istri pertama. dan anda belum mendengar apa reaksi keluarga anda tentang ini.

    bahkan menurut @Della, reaksi yg paling keras akan datang dari keluarga anda sendiri. sebab mereka telah mengetahui kegagalan anda, sebab itu pasti mereka tidak akan rela anda jatuh kembali dalam '' deep impact ''.

    ini hanyalah sekedar sumbangsih pemikiran saya secara hukum dalam menangani masalah rumah tangga.

    sisanya terletak pada tangan @Penny.

    think and rethink sebelum anda melangkah.

    anda masih mempunyai kesempatan / waktu untuk menyelamatkan diri anda yang baru saja sembuh dari trauma kegagalan.

    berpikirlah dengan logika dan jangan ikuti emosi, sebab itulah yg akan menuntun anda dalam jalan yg benar.

    thnx

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Dear Peny...

    saya sungguh salut dengan anda...anda berani poligami (berbagi suami)....

    bila itu menimpa saya...belum tentu saya mau.....

    saya memang mengakui adanya poligami..tetapi saya keberatan bila suami saya poligami...

    Entah bagaimana rasanya bila suami berpaling pada wanita lain perasaannya perhatiannya termasuk dalam bidang keuangannya hrs berbagi....

    saran saya adalah..harap pertimbangkan ulang...

    terutama perasaan istri pertamanya....

    Knp anda cerai dengan suai yg dulu?? apakah tidak cocok (anda jg hrs pikirkan bgi mana bila anda tdk cocok dgn istrinya/anaknya/keluarganya)

    apakah suami anda yg dulu selingkuh??? (apa perasaan anda?? hal ini juga pastinya yg akan dirasakan oleh istri dari calon suami anda yg sekarang)...

    yang pasti rasanyanya pasti menyesakkan (itu bagi saya..tp g tau bgi wanita lainnya)...

    Semoga Bermanfaat ^_*

  • 1 dekade yang lalu

    coba pertimbangkan baik2 untung ruginya mbak sampai detail terkecil.

    Di islam diperbolehkan menikah lebih dari satu istri (max 4) (QS: 4:3), dengan syarat suami bisa adil.

    Padahal Allah telah mengingatkan bahwa jika manusia menikahi lebih dari 1 istri maka tidak mungkin berlaku adil karena di dalam hati ada kecenderungan kepada yang lebih dicintai.(QS : 4:129)

    jadi keputusan ditangan mbak. Semoga Allah memberi jalan yg terbaik untu kalian berdua.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    skr km merasa siap untuk menjadi istri kedua bahkan serasa gak ada beban apapun tp nanti km akan menyesal setelah sah menikah dan setelah setahun/ 2 th poligami gak segampang yg km bayangkan karna setahun yg lalu aq jg hampir menikah dng suami orang tp aq gak mau kalo suamiku dibagi dua 3 hr disana 3 hr disini sakit tau.... masih banyak kok laki2 diluar sana yg bukan suami orang cari aja yg duda/ bujangan aq yakin kedepannya pasti km lebih bahagia

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    assalmualaikum mbk peni...

    pertama saya salut dengan tekat mbk untuk siap berpoligami tapi permasalahanya bukan siap ato tidak nya mbk peni.. disini ada pihak yang secara tidak langsung telah dibohongi yaitu istrinya A, ya gimana g dibohongi ternyata selama ini suaminya menjalin hub yang intensif dengan mbk peni, itu sudah poin yang bikin mbk peni jatuh loh jadi kesannya mbk peni selingkuh sama suaminya... lah apa selingkuh dalam islam di perbolehkan..??? setau saya sih tidak...

    trus setau saya poligami dilakukan klo ada masalah dari pihak istri seperti istri tidak bisa punya anak, istri sakit dll.. apa istri A seperti itu...

    lah gini ini yang membuat citra poligami dalam islam ternodai..

    la bgm dunia bisa percaya klo poligami dalam islam itu indah wong awalannya selalu dengan seperti ini..

    mohon dikoreksi klo saya salah...

    jadi saran saya...

    hindari dulu berhubungan secara intensif dengan si A, biar si A mendalami dulu perasaannya, hubungannya dengan istrinya, biar dia merenungi dulu langkah2nya...

    lalu mbk peni.. saran saya jalin hubungan yang intensif dengan teman2 mbk peni.. siapa th ada yang berkenan dihati yang masih singel atau duda yang tidak terikat dengan seseorang

    untuk melatih diri tidak tergantung secara emosional dengan A

    karena ini masalah hati maka jangan sakit hai atau terluka klo jawabnya tidak sesuai dengan yang mbk harapkan...

    jadi saya pikir mbk harus banyak2 merenung.. banyak2 beristifar...

    bermunajah kepad Allah SWT...

    salam....

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya setuju dg jawaban Bang Gaong. Sdr Penny cuma memikirkan dirinya sendiri.

    Dia tidak berpikir bagaimana kalau seandainya dia yang menjadi istri pacarnya itu. Dalam posisi yang tidak seimbang dan tergantung suami, demi anak2, mungkin sekali wanita itu terpaksa menerima dg sakit hati dimadu.

    Think about it.

  • 1 dekade yang lalu

    coba gw tanya dulu pertanyaan yang jujur tapi gak enak didenger nih : ada yang tau gimana nilai jual seorang cewek biasa2 aja yang udah beranak 3 dalam pergaulan di masyarakat kita ? jawaban nya : NOL gedeee...., mbak, mas, bu, pak....unless tuh cewek anak atau keponakan dari seorang aburizal bakri, gak ada nilai jualnya lagi tuh. kasarnya kalo mau jujur : gak bakal ada yang mau lagi !

    Nah seorang wanita yang wajahnya biasa aja lah kayak orang kebanyakan, umurnya sudah tidak terlalu muda (pasti mendekati 30 atau bahkan lebih), sudah beranak 3, tidak bekerja alias bergantung 100% secara ekonomi sama suaminya, trus bahkan mungkin juga berasal dari keluarga biasa aja yg artinya gak berkemampuan buat menampung dia lagi, kalo dihadapkan dengan permintaan (baca : desakan) suaminya buat berpoligami or else......, ya biarpun so pasti pahit banget, dia verbally akan ngomong : iya, saya ridho, padahal so pasti actually dia sakit bgt dan gak bisa terima itu, tp krn dia sadar sekali kalo dia udah, kasarnya ; kehilangan daya jual untuk mencari pasangan baru lagi dengan kondisinya sekarang ini, juga tidak punya kemampuan secara ekonomi untuk menghidupi dirinya sendiri, apalagi plus 3 anak pula ya terang aja dia akan kepaksa terima......so pertanyaan gw buat peni : apa elo segitu teganya ? gimana kalo elo yg berada pada posisi tersebut ? coba lah berpikir secara logis, jangan pake perasaan aja kalo mau bikin keputusan tuh, pen

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    ahh sepertinya sudah menjadi takdirmu...

    benar atau salah tergantung dari sudut pandang mana kita.

    kayaknya kehidupan rumah tangga mu kelak banyak masalah...

    itu sudah bagian dari takdirmu.

    jangan takut jalani saja....

  • 1 dekade yang lalu

    Ini pendapat saya ttg kamu : kamu TEGA ...

    gak mikir perasaan si istriya? Tega sekali kamu jika km berbuat bgitu terhadap sesama wanita ...

    Pake bilang : "resiko yg akan saya tanggung lebih besar"

    Egois, mikirin resiko kamu sendiri. Gak mikir resiko yg ditanggung si istri? Gak mikir nasib ketiga anak2nya? Posisikan diri kamu di tempat si istri. Hancur gak hati kamu jika suami kamu bilang "sayang, saya kenal wanita ini dan saya ingin menikahi dia?". Perselingkuhan aja itu udah sangat menyakitkan, ini pake nikah2 segala? Jangan EGOIS ...

    pake bilang "poligami yg di sesuai dgn agama Islam, yg gak ada di korbankan" ... kamu tega minta istrinya untuk berkorban hanya demi kesenangan kamu??? Maaf, saya bukan seperti user2 di atas, yg bilang kamu berhati mulia bla bla bla ... saya tdk kenal kamu, tp dr fakta kamu membina hubungan dgn suami orang, dan bertujuan ke tahap pernikahan bagi2 ............. kira2 kita sama2 tau lah, kamu tipe perempuan macam apa .... Maaf yaaa.

  • 1 dekade yang lalu

    menurut ku sah2 aja, syaratnya yang anda sebutin tadi karena Allah & ada izin istri pertama. menurut ku harusnya anda kenal dulu sama istri pertamanya, ngobrol2&pastikan dia ngasih izin seikhlas ikhlasnya Karena Allah dan tanpa ada paksaan, jalinhubungan baik anda dan istri pertama kalo kira2 gak cocok lebih baik jangan diterusin, bagaimanapun juga nanti kalo jadi poligami anda akan berkomunikasi juga dengan dia kan?

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.