Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Ini jawaban yang saya tunggu, Setujukah Anda ?

Mohon Maaf,

Dari beberapa pertanyaan saya sebelumnya, saya telah menemukan satu jawaban yang menurut saya menjawab keingintahuan saya itu.

Jawabab itu dari Mas @Aravis (terima kasih Mas), copas:

"Mgkn susah buat anda sbg Muslim utk menerima pandangan ini krn Muslim memegang prinsip bhw Quran mengatur semua hal, bhw Islam mencakup semua aspek. Tapi gpp, itu hak masing2 org."

Saya undereline 'tapi gpp, itu hak masing-masing orang'

Very simple tapi kena, Nah kenapa dalam forum YA ini tetap saja terjadi pelecehan dan mencoba menjustifikasi hak masing-masing orang ini ? Mohon renungkan.

Alangkah indahnya jika setiap penganut Agama memperkuat Iman masing-masing tanpa mencoba mengais-ngais keimanan penganut agama lain ? Termasuk di forum ini ?

Coba kita pada pakem yang sama, berkomentar hanya untuk Agama masing-masing tanpa mencoba menyindir bahkan melecehkan keyakinan yang lain ? Wow...

Menilik Forum yang (menurut saya) sudah tidak sehat ini usul saya, coba Anda sekalian anggota forum bertemulah dalam kerangka silaturahmi dan menyepakati aturan yang lebih sehat untuk forum ini.

Ingat, perbedaan itu indah jika tidak terjadi benturan. Mengingat perbedaan kedewasaan user disini, bagaimanapun di alam bawah sadar kita bisa saja terbentuk opini salah gara-gara pelecehan di forum ini. Dan menurut saya itu berbahaya ke depannya.

Untuk itu pertanyaan saya, setujukah jika kita mulai sekarang juga menghormati hak dan keyakinan user di sini dengan cara tidak memulai posting (serta menggunakan id, avatar, dll) yang isinya menghasut, menyindir, atau melecehkan keyakinan/agama lain?

Sekali lagi mohon maaf jika terlalu panjang, harapan saya hanya untuk kebaikan semua di sini.

Mudah-mudahan saya tidak perlu posting yang semacam dan sepanjang ini lagi... capeeekkk. Seperti biasa jika ada kesalahan mohon koreksinya.

Terima Kasih.

Perbarui:

@Getdesk, saya setuju tidak ada fitnah memfitnah.

Harus diakui bahwa para pemeluk agama masing-masing harus dihargai apapun keyakinannya, karena IMAN tidak akan dapat dirasakan orang diluar penganut agamanya.

19 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    sesuai dengan id saya, saya sepakat dan setuju dengan anda.

  • 1 dekade yang lalu

    "Alangkah indahnya jika setiap penganut Agama memperkuat Iman masing-masing tanpa mencoba mengais-ngais keimanan penganut agama lain" Saya sependapat dengan anda, ini adalah kondisi ideal yang kita inginkan.

    Namun, hal ini mungkin hanya berlaku bagi user yang sudah matang secara emosional dan intelektualitas seperti saudara La Mien, karena apabila kita berpikir dalam kerangka yang (saya kutip kata favorit saudara) "realistis" maka saudara akan sadar bahwa forum ini tidak akan pernah menjadi forum yang "sehat" seperti yang saudara harapkan. Setiap hari akan muncul user2 baru yang mayoritas tingkat kematangan emosional dan intelektualitasnya masih rendah, dan ini tidak dapat kita tangkal.

    Menurut saya, biarkan saja forum ini tetap dalam kondisi yang tidak "sehat" ini, toh tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubahnya.

    Hal penting yang kita ingin peroleh melalui forum ini adalah adanya peningkatan kematangan para usernya melalui debat2 keras yang cenderung menghina. Seperti pembuatan tahu dengan cara diinjak2, namun hasil yang diperoleh adalah tahu yang lezat, bergizi, dan yang pasti murah.

    Pada awal saya masuk ke forum ini, saya juga memiliki semangat yang menggebu2 untuk membela agama yang saya anut dengan menunjukkan kesalaha agama lain, dengan tujuan untuk memperoleh pembenaran dari kesalahan agama lain tsb (ini adalah sebuah kesalahan pola pikir). Namun, pada akhirnya baru saya sadari, itu bukanlah kebenaran yang sejati, kebenaran yang sejati bisa saya dapatkan dengan mendalami agama yang saya anut, dan bukan dengan cara mencari pembenaran dari agama lain.

    Mari berjuang bersama, agar forum ini dapat melahirkan La Mien2 yang baru.

    Salam

  • Beim
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Hi...

    alangkah indahnya jika setiap user di forum ini sedewasa dan sebijaksana anda.

    sayang lebih banyak user yang masih kanak2 baik dalam usia maupun sikap mereka. jika ditanyakan mengapa mereka berdebat? selalu masing2 menjawab "sebagai reaksi dari user yang lebih dulu memojokan" atau "hanya membela diri", tidak ada yang merasa memulai, itulah masalahnya.

    jika saja setiap individu menyadari tak perlu mencari siapa yang memulai, mungkin forum ini sudah damai ya...

    kembali lagi alasan yang klise yang membuat forum ini makin hari semakin panas, ditambah lagi pemikiran user yang kalau tidak ada perdebatan tidak ramai katanya, atau sebagai pembelajaran untuk menjadi dewasa, apakah begini cara untuk menjadi dewasa?

    tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan...

    Regards

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Sama, saya juga sedang capek.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    q: setujukah jika kita mulai sekarang juga menghormati hak dan keyakinan user di sini dengan cara tidak memulai posting (serta menggunakan id, avatar, dll) yang isinya menghasut, menyindir, atau melecehkan keyakinan/agama lain?

    a: setuju, cuma perlu diingat, kita tdk bisa merubah org lain spt yg kita inginkan jika org itu ngga mau merubah dirinya sendiri.

    terima kasih

  • Sober
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Pada prinsipnya saya setuju sekali pandangan saudara La mien. Mestinya para penganut agama, agama apapun itu menyadari bahwa agama itu adalah benteng terakhir bagi moralitras dan peri hidup manusia. Hanya agamalah yang mampu mempersatukan manusia dengan ongkos yang paling murah dan mudah.

    Begitu banyaknya kelompok2 yang ingin berkuasa di muka bumi, tidakkah kita menyadari bahwa mengedepankan perselisihan antar agama hanyalah memperbesar daya tawar serta kekuatan kelompok2 yang ingin memberangus agama dari muka bumi ini, apapun nama agama tersebut.

    Sekali lagi agama adalah benteng terakhir moralitas dan perihidup manusia. Ketika benteng ini runtuh, tak ada satu kekuatan utama lagi yang mapu menyatukan manusia, hanya tersisa kelompok2 kepentingan yang mampu membeli suara masyarakat. Nilai2 etika, moralitas dan berbagai kebenaran lain hanya tinggal masalah voting. Survival hanya ditentukan oleh kekuatan uang dan lobby, menihilkan ada batasan, aturan dan kebenaran hakiki.

  • 1 dekade yang lalu

    Anda bukan yang pertama mencoba bersikap netral seperti ini..

    Tapi seperti yang anda lihat.. tak pernah berhasil..

  • 1 dekade yang lalu

    Hehehe akhirnya ada manusia bermoral bener dan berbudaya maju yang ngomong. Soalnya dari kemarin ku masuk ke forum ini isina saling tikam melulu...

    bakalan lebih indah lagi, bro, kalo itu di aplikasi'in dalam dunia nyata ga cuma lwt omongn di net begini...

    tapi lumayanlah for start...

    Setuju...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    tergantung orang-nya masing-masing. Karena ini forum terbuka jadi kita bisa tanya apa saja. Sebenarnya di Amerika, di Belanda diskusi seperti ini sudah ada, hanya sahaja mereka berdialog, jadi norma-norma kesopanan masih di jaga, sedang disini, tidak boleh melanggar peraturan dan ketentuan.

    Karena tulisan merupakan ladang ilmu dan pengetahuan kita, kita punya prinsip sendiri-sendiri. Mungkin yang agama lain ingin tahu agama lain, yang tidak bisa ditanyakan secara langsung, mungkin juga ada yang "sengaja" memancing-mancing, dan ini diperlukan sikap tenggang rasa, dan tidak boleh cepat marah.

    Kalau kita punya alasan dan argumen yang kuat ya diutarakan, atau di counter balik lah pendapat yang salah tersebut, sehingga jelas... dan pembaca bisa menilai sendiri mana yang salah mana yang benar....

    Saya kita bergitu....:-)

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    tiap bulan ada saja yang usul begini tapi toh, di yahoo nggak ada yang berubah, sepanjang ada profokator..

    tapi udahlah tidak usah terlalu melankolis cuma dunia maya kok..!!

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.