thinker ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Kalau hanya ada SATU saja jalan yang benar, lalu kenapa ada begitu banyak perbedaan ?

Melanjutkan pertanyaan saya disini :

http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Am...

Dalam Islam ada sekte : sunni, syiah, hanafi, syafii, wahabi, dll

Dalam Kristen ada sekte : katholik, protestan, advent, maranatha, dll

Dalam Buddha ada sekte : mahayana, hinayana, theravada, zen, dll

Dalam Hindu ada sekte : advaita, samkhya, vaishnava, shaiva, dll

Itu belum termasuk dari belasan agama-agama lainnya....

Pertanyaannya :

1. Kalau hanya ada SATU saja jalan yang benar, lalu kenapa ada begitu banyak perbedaan ?

2. Lalu apa maunya Tuhan, wakakakakaka..... yang ini bercanda yah...

Terimakasih banyak sebelumnya...

Perbarui:

Pertanyaan bonus :

Kalau begitu yang mana yang benar ?

Perbarui 2:

Add : Noldy says > namun tetap saja di setiap agama tetap tertuang dalam kitabnya bahwa agamanya yang paling benar dan yang lain salah.

Weleh, apa nggak baca link yang saya kasi ?

24 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Yah perbedaan itu disebabkan oleh "keintelekan" itu. Kalau ingin benar2 kosong, lepas semua label yang ada. Ibarat kecap kalo dikasih merk orang masih bisa mengklaim kecap nomor 1, tapi kalo merknya di cabut, dilihat dari sisi manapun akan sama. Bukan berarti harus melepaskan semua atribut agama, tetapi pandanglah isinya jangan merknya, rasa mungkin berbeda tapi tetap kecap namanya. Kalau saya sih tetap paling suka kecap SH (ini kecap beneran hehehe).... nah loh??

  • BICU
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    ...HAVE A FAITH !

    Tentu saja keyakinan sendiri yang paling benar.

    Apa lagi yang diharapkan?

    Jalankan keyakinan yang ada.

    Karena tanpa prinsip manusia tidak dapat bertahan dalam berbagai ketidak pastian dunia.

    Kita harus percaya diri dengan perngharapan pada Tuhan.

    Tuhan lah tempat perlindungan abadi.

    Hanya Tuhan yang dapat di andalkan.

    Karena hidup tanpa iman adalah sia2.

    Sama saja dengan rumput tetangga selalu lebih hijau.

    Bukanlah kita harus mensyukuri apa yang kita miliki saat ini.

    Gunakanlah kitab suci sebagai prinsip menemukan kebenaran.

    Tidak ada yang lebih baik selain menjadi DIRI SENDIRI, menjalani apa yang ada, berpegang pada TUHAN dan mensyukuri apa yang dimilki.

    Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

    Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

    Mazmur 4:4 Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.

    1 Yohanes

    3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,

    3:20. sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.

    3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.

    GBU

    Sumber: Alkitab
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    manusia hanya bisa meraba kemudian tegang lalu memutuskan.

    hanya Tuhan Asli yang bisa ketawa melihat tingkah para manusia

  • 1 dekade yang lalu

    nah kalo ini ikutan

    timbulnya perbedaan kan krn konsep penganut agama langit, yg mengaku "ini asli dari tuhan" lalu ngatur2, maksain komunitas, hukum sosial, sistim politik dll. yaah tentu aja hasilnya perang.

    padahal tuhan itu bekerja secara individu, tiap2 manusia memiliki hubungan yg sifatnya sangat pribadi dgn tuhannya

    agama itu cuman kursi2 di auditorium buat nonton presentasi

    terserah mau duduk dimana

    kebenaran tertinggi cuman satu, yaitu proyeksi cahaya di screen projectornya

    bisa ditonton, ada tokoh, ada alur cerita, tapi gak bisa dipegang

    kalo @thinker yang gelar dagangan, gue pasti mampir:-)

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Singkat saja

    1. Saya agak berbeda dengan pemikiran anda, tiap agama memiliki kebenarannya masing, jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dipeributkan.

    2. Variasi, soalnya tanpa variasi akan sangat menjemukan. <---becanda kok, kwakaka. Sejujurnya saya tidak tahu apa alasan Tuhan menciptakan beragam keyakinan.

    Bonus: Semua benar.

    Salam

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Sorry BRO:

    Gue tidak melihat agama sebagai jalan, malah gue melihat agama membebani perjalan spiritual kita , Agama penuh dengan jerat Dogma yang malah membelenggu langkah maju kita dalam jalan spiritual.

    Gue yakin diantara kalian akan ada yg bilang Agama memberikan rambu-rambu, petunjuk-petunjuk. Tapi sayangnya setiap agama punya rambu-rambu berbeda sehingga perjalan menjadi tambah kacau, dunia menjadi tambah kacau, perang dan kekejaman terhadap kemanusia dengan dalih petunjuk Agama sering terjadi.

    Lihatlah hasil akhir orang yang serius belajar Agama mereka menjadi fanatik, gampang emosi eh....marah. Perang, Bom dgan dalih Agama.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1. Kalau hanya ada SATU saja jalan yang benar, lalu kenapa ada begitu banyak perbedaan ?

    A : adanya banyak perbedaan karena mereka masih 'berpijak' pada kebumian.

    2. Lalu apa maunya Tuhan, wakakakakaka..... yang ini bercanda yah...

    A : tidak ada maka berarti tidak ada....... wakakakak.. juga...........

    jawaban bonus :

    A : hanya diri sendiri yang benar,

    karena hanya diri sendiri yang berbuat dan yang akan menerima.

    dah....

    .

  • 1 dekade yang lalu

    he he he......

    Ibarat baju,

    ada besar ,

    ada kecil

    dipakai sesuai ukuran masing-masing.

    Yang penting cocok dan PAS.

    sesuai selera masing-masing.

    seiring perkembangnya,

    berkembang pula modelnya.

    berkembang pula variasi dan gambar motif-motifnya.

    tapi fungsinya tetap sama.

    pakaian.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Mas peribahasa ini yg bikin manusia:

    BANYAK JALAN KE ROMA.

    Roma nya kan cuma satu, kesono nya bisa banyak cara.

  • 1 dekade yang lalu

    Waduh.. jujur aja kalo mau fanatik buta, ya.. agama gw yg benar.

    Tapi nyatanya di agama-agama lainnya ada kebenaran juga koq..

    Kalo mo dipikir-pikir yg lebih jauh, benarkah para nabi yg impor dari luar negeri tsb? Bukankah saya di Indonesia, jadi belum tentu cocok & benar dong..

    Tetapi tentu saja kita semua tahu, kalo kita berdamai semacam itu maka Y!A AK tdk akan seramai sekarang, tul gak?

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.