Efek penggunaan pampers pada bayi wanita?

Ikuti
  • Ikuti secara umum
  • Ikuti secara pribadi
  • Berhenti Ikuti
ada gak ya pengaruhnya pemakaian pampers atau popok sekali pakai pada bayi perempuan terhadap sistem reproduksinya dan bentuk kakinya atau cara berjalannya.
Jawaban Terbaik
Menurut dr Gede Utomo SpA, agar tidak memberikan efek samping, perlu dipilih diaper yang permukaannya tetap kering, meskipun terkena kencing. Dia menyarankan pemakaian diaper berbahan hipoalergenik pada kulit bayi. ''Selain itu, sesuaikan diaper dengan anatomi bayi,'' jelas spesialis anak dari RS Bunda, Surabaya, itu.

Pemilihan bentuk diaper serupa celana dan lepasan tak masalah. Asalkan, diaper tersebut tidak menimbulkan iritasi, lembap, serta bahannya tak menimbulkan alergi.

Ada hal lain yang tak kalah penting. Diaper, lanjut Gede, hanya digunakan untuk cairan, bukan kotoran padat. Sayangnya, ibu sering kurang perhatian saat anaknya buang air besar ketika masih mengenakan diaper.

Kotoran tersebut tidak diserap diaper. Akibatnya, itu masih tetap berada di permukaan dan bergesekan dengan pantat si kecil. ''Kalau dibiarkan terus-menerus, kuman bisa masuk ke kemaluan,'' jelasnya.

Dia menegaskan, tak ada batasan penggunaan diaper. Mulai bayi sudah bisa dikenakan. Meski demikian, ibu harus tetap melakukan toilet training. ''Kalau si mungil sudah mampu buang air ke toilet, mereka tak perlu lagi mengenakan diaper,'' katanya

Kutipan dari milis:
Kalau untuk masalah perkembangan alat kelamin atau pinggul terhambat sayarasa tidak. Saya hanya lebih concern terhadap masalah kebersihan, karenapertama Indonesia itu lembab jadi anak cenderung berkeringat, kecuali thewhole day ada dalam ruangan ber-AC, karena berkeringat karena pampers baikyang materiallnya ada plastiknya atau tidak akan menghambat keringatkeringat keluar, kalau tidak sering-sering ganti atau dilap pake waslapbasah yach jadinya ruam popok. Kedua kalau sama mbaknya, kadang mbaknya sukamalas mengganti kalau dia pupu…. yang ada khan kuman dari pupu bisa kealat kelaminnya, apalagi kalo anaknya anak perempuan. Ketiga masalah toilettraining… anak yang pake pampers cenderung malas pergi ke wc klu mau pupuatau pipi, nah sekalinya nggak dipakein pampers pupu dan pipi di celana deh.
Satu hal lagi deh Mama Nio, klu kita sendiri (maaf) datang bulan klu pakaipembalut kelamaan khan juga nggak enak, dan lembab makanya mesti sering2ganti.
Kalau saya boleh menganjurkan kalau tidak serepot Mamanya Mamat yach kalausiang pakai popok kain aja, atau celana saja, dengan begitu bisa membangunsensitivitas anak, anak merasa koq basah tidak enak, memang sihkonsekwensinya cucian jadi segambreng, malam kalau tidak mau repot kebangun2ganti popok, boleh pake pampers, sama kalau lagi bepergian yg memakan waktulama.

Source:

http://www.jawapos.co.id/metropolis/inde...
http://keluargasehat.wordpress.com/2008/...
Putri saya semasa umur di bawah 2 tahun sering menggunakan diapers, tetapi perkembangannya tidak ada masalah, saat ini sudah usia 4 tahun, dan sejak bisa ke toilet sendiri tidak pernah lagi memakai diapers. Alhamdulillah sejak usia 2.5 tahun malah tidak pernah lagi ngompol waktu tidur malam. Yang penting di jaga kebersihannya untuk pemakaian diaper (sering dicek)
  • Nilai
  • Komentar

Jawaban Lainnya (5)

Berperingkat Tertinggi
  • Berperingkat Tertinggi
  • Terlama
  • Terbaru
  • Honest G Dijawab 5 tahun yang lalu
    Gak ada ya. Bayi saya 8 bulan. sejak lahir pakai pampers.

    Pengalaman teman saya yang sejak lahir pakai pampers juga -sekarang putrinya umur 6 tahun- gak ada efek yang buruk ya secara fisik.

    Orang-orang bilang kalo pakai pampers nanti jalannya ngangkang = tidak terbukti tuh. Tapi kalau khawatir, pilih popok yang tipis tapi menyerap banyak (seperti Pampers dan Mamy Poko). Jangan yang tebal (Hugghies, sweety, popoku).

    Soal lecet dan tidak lecet, saya malah lebih sering lecet kalau pakai popok kain. Karena kulit sering basah. Boleh aja pakai bedak untuk mengeringkannya, tapi hati-hati jangan pas lubang vaginanya kena bedak. Selangakang paha aja. Dengar-dengar ada yang kanker rahim gara-gara itu. Pemakaian bedak juga udah dilarang sih di Boromeus, kecuali untuk wajah. Itu juga harus ditepok-tepok ke tangan kita dulu, jadi tipis sekali bedaknya.

    Bahan dasar pampers / tampoon / pembalut, sebenarnya hampir semua sama, yaitu dari serbuk kayu yang dihaluskan. Makanya untuk menghindari penyakit organ dalam -rahim- sebainya diganti setiap 3 jam sekali. Itu idealnya.

    Kalau merasa terlalu boros, lebih baik dikombinasikan, misalnya siang memakai popok kain, malam pampers.

    Oh ya, jangan lupa, setelah bayi anda bisa duduk, segera ajarkan cara BAB di toilet, jangan jadi keenakan dan kebiasaan si baby BAB di pampers, gt..
    • 1
    • Komentar
  • sweet Dijawab 5 tahun yang lalu
    gk ada efek kl digunakan dgn bener
    • Nilai
    • Komentar
  • enjyosuru Dijawab 5 tahun yang lalu
    Setahu saya tidak ada efek pemakain pampers. Satu-satunya efek mungkin ada kalau dilihat dari segi biaya. Biaya yang digunakan relatif lebih mahal. Kalau efek secara fisik buat bayi ga ada.

    Yang mesti diperhatikan bila menggunakan pampers.
    1. Pampers digunakan maksimal 3 jam. Kenapa harus 3 jam sekali hal tersebut sesuai dengan jam minum bayi. Bayi minum maksimal tiap 3 jam sekali. Jadi biasakan sebelum memberikan minum, anda cek pampres anak anda. Basah atau tidak. Kalau tidak basah mungkin anda memberikan minumnya kurang. Sehingga bayi tidak pipis. Kenapa juga harus 3 jam sekali diganti karena air kencing mengandung asam laktak yang dapat menyebabkan iritasi. Mengganti pampres juga memberi rasa nyaman buat bayi, jadi untuk minum berikutnya bayi merasa senang dan akan minum banyak.
    2. Sebelum mengganti pampres baru, bayi harus di cebok. Gunakan kapas basah untuk membersihkan alat kelamin dan bokong dan lap kering dengan kain flanel dan jangan menggunakan bedak (baik bayi laki or perempuan). Hal tersebut mencegah iritasi. Anda dapat menggunakan baby cream untuk selangkangan.
    3. Bila bayi bab, pampers harus segera diganti tanpa menunggu 3 jam, supaya tidak iritasi.
    4. Kalau terjadi iritasi sebaiknya pampres sering diganti dan jangan lupa cebok. Pakai myco-Z cream lumayan ampuh untuk iritasi.
    • Nilai
    • Komentar
  • QUEENY Dijawab 5 tahun yang lalu
    Tidak ada efek samping sama sekali, kecuali kalau si bayi mempunyai kulit yang sensitive terhadap bahan pampers. Harus juga di ingat untuk rajin mengganti pampers/popok yang basah...
    • Nilai
    • Komentar
  • white e Dijawab 5 tahun yang lalu
    yg jelas pemakaiannya hrs bersih dlm arti kata sebelum di pakai kasi bedak agar kulit sang bayi tidak iritasi / menjadi bercak2 merah , klo efek yg lainnya hampir gak ada deh . . .
    • Nilai
    • Komentar
  • Sign In 

    untuk menambahkan pertanyaan Anda

Siapakah yang mengikuti pertanyaan ini?

    %
    JAWABAN TERBAIK
    Anggota sejak:
    Poin: Poin: Tingkat
    Total Jawaban:
    Poin minggu ini:
    Ikuti
     
    Berhenti Ikuti
     
    Blokir
     
    Buka blokir