promotion image of download ymail app
Promoted
Resa.
Lv 6
Resa. ditanyakan dalam Seni & InsaniBuku dan Pengarang · 1 dekade yang lalu

Apa refleksi pandangan anda atas kisah di bawah ini ?

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.....Orang buta itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."

Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat

kamu, biar mereka tidak menabrakmu."

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan,seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel,

"Hei,kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!"

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini sibuta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!"

Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang

buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan

santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?"

Penabraknya menjawab, "Lho,saya justru mau menanyakan hal yang sama."

Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.,"

sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemu kan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut....

.Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga,jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti

menjalankan kebijaksanaan dalam hidup.

Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Resa 26 Febuari 2009

( dari Kisah Nipatta Sutta )

14 Jawaban

Peringkat
  • JALU
    Lv 6
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Mbak Resa yang Bijak .

    Sebuah mata di JIWA akan lebih bermanfaat dari banyak pasang mata pada tubuh , ketika seseorang memahami bahwa dunia tak cukup hanya di lihat dan diamati oleh sepasang mata yang kita miliki , walaupun kita harus teteap bersyukur karena memilikinya.

    Salam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    resa, salam dulu deh untuk kamu... kamu bawa filsafat yang menarik untuk dikomentari,,,

    pertama_ orang buta yang membawa obor/pelita artinya pekerjaan yang sia-sia, karena untuk apa pelita/ obor bagi orang buta. toh sama aja gelap.

    kedua si penabrak arti yang bisa di tangkap pertama keteledoran yang semestinya tak perlu terjadi karena punya penglihatan tapi tak bisa merasakan nikmatnya melihat.

    terkadang kalau seseorang telah jatuh/ mendapat musibah atau cobaan baru lah mereka sadar akan keadaan mereka yang sebenarnya harus mereka syukuri.

    buta disini dapat di terjemahkan bodoh, karena kebodohan tak mampu membaca dan memandang sesuatu hal/ perihal dengan ketenangan dan bijaksana.

    oke!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • .
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Resa, terimakasih.

    Postingan yang bikin saya mikir.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Tak bisa menyangka... kenali diri itu kunci utama...

    Wah... mantap...

    salam,

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    menarik sekali. saya bahkan baru saja sadar bahwa pelita bukan hanya berguna bagi pemegangnya saja melainkan juga pada orang lain agar melihat pelita kita. wah wah wah... padahal saya pengendara motor yang baik tapi membaca kisah ini sepertinya saya agak egois ya.

    nice story...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 4 tahun yang lalu

    ketinggian tuh di angkasa... makan nasi pake krupuk datanglah ke sini ntar kutimpuk hihihi.....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    keknye gue ude denger dah nni cerita!!!!!!!!!!!!!! keknye cerita si oon Abunawas!!!!!!!!!!!!!! ato cerita perlambangan dari ajaran Budha!!!!!!!!!!!!!! entah!!!!! lupa dari mane!!!!!!!!!! tapi nyang PASTI gue ude parnah denger nni cerita!!!!!!!!!!!!

    kesimpulan umum dari nni cerita, seinget gue, nyang salah ntu JUSTRU si buta!!!!!!!!!!!!!! cuman alesannye gue lupa apaan!!!!!!!!!!!!!!!! ingetin gue dong, Res!!!!!!!!!!!!!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    semoga kakak tetap bersedia menjadi pelita buatku

    karena kaulah sang buta dan si bodoh itu....

    makasih tuk kisah indah ini

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Pelita..gambaran hati kita

    kadang menerangi kita semua di dalam kegelapan,j

    kadang redup,karena kita jarang sekali membersihkannya,begitu pula dengan si buta sungguh angkunya dengan membawa pilita yang redup.

    sehingga mencelakakan dirinya dan orang lain.intinya peliharalah cahaya pelita agar jangan redup dengan kebaikan dan keimanan kita.jauhkanlah dari sikap anggkuh dan membanggakan diri kita.

    jadi bukan pelitanya tetapi cahayanya yang harus kita jaga.

    Sumber: aku
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    milikilah api nan kecil dan air secukupnya.niscaya kamu akan menjadi orang yang sucses dan berkecukupan

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.