Pagiku menangis.. pada siapa..?

Apa kabar Hidup? ....Engkau sungguh mulia diatas segala. ....Masihkah kau ramalkan kematianku? misteri keingkaranku? doa-doa kelamku? atau tak berhasrat lagi mengenalku? (sepertinya memang tak ada seorangpun yang memahami luka sendiri) Tahukah engkau? fajar baru kembali membakar kasih sayang yang ku sujudkan... tampikan lainnya Apa kabar Hidup?
....Engkau sungguh mulia diatas segala.
....Masihkah kau ramalkan kematianku? misteri keingkaranku? doa-doa kelamku? atau tak berhasrat lagi mengenalku? (sepertinya memang tak ada seorangpun yang memahami luka sendiri)

Tahukah engkau? fajar baru kembali membakar kasih sayang yang ku sujudkan dialam sebelum engkau.
......Hingga habis sudah simpanan nafas di balik tumpukan jerami mimpi dan harapku.

Aku menyayangi engkau, tapi bukan berarti aku harus memujamu, hidup. Engkau cukup punah dari diriku, meninggalkanku untuk satu senyum manis dari sahabat sang Mati.

......ada ketiadaan yang perih memang. Kita bersatu untuk itu bukan? Kita balutkan Dosa dikepala kita.Kita campakkan kebenaran dan pahala. Mereka lawan abadi di neraka nanti.

......Jangan ragu..! Kita bukan si anak cengeng yang masih menyusu pada akal budi kemunafikan manusia (inilah diriku)

Semuanya adalah kebohonganku, rekayasa senyum dan tawaku. Semuanya kosong tak bermakna apapun.
......Kita? Bukan kita. Cukup diriku.


Hidup...
.....Pagiku menangis pada siapa?
.....Aku?







(pagi ini kubuat dosa terindah untuk hidup yg memuakkan)

Gen.....
6 jawaban 6