Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Memilih kata & mengartikan God dan Lord dalam Alkitab?

Pertanyaan ini muncul karena ada penjelasan yang menginspirasi pertanyaan diatas.

Dimulai dari http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

Saya CoPas salah satu taggapan dari salah satu penjawab:

@Alvin2009

Itulah kekurangan bahasa Indonesia,

tidak ada padanan kata yang tepat untuk Lord,

yang mana bisa ditempelkan ke manusia maupun ke Tuhan...

Justru di bahasa Jawa, ada padanan yang tepat untuk Lord,

yaitu Gusti...

Misal :

Gusti Allah ora Sare (kutipannya Cah Angon)

GKR(Gusti Kanjeng Ratu) Hemas (Istrinya Sri Sultan HB X)

Sehingga, penterjemahan Lord menjadi Tuhan itu tidak salah,

Bahkan orang Bule yang pake bahasa Inggris juga biasa menyebut Tuhan dengan sebutan Lord

(sehingga pernyataanmu " .....padahal dalam bahasa Inggris Lord adalah junjungan, namun bukan Tuhan...." menjadi gugur)

Kalo ente muslim, coba aja cari ayat Quran yang ada kata "Tuhan", misal Q2:5, Versi Inggrisnya bakal diterjemahkan sebagai Lord http://www.answering-christianity.com/cg...

Comment diatas untuk menanggapi penjelasan saya tentang:

1 KORINTUS 8:6

Bahasa Inggris:

(6) Yet for us there is [only] one GOD, the Father, Who is the Source of all things and for Whom we [have life], and one LORD, Jesus Christ, through and by Whom are all things and through and by Whom we [ourselves exist].

Saat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

(6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu 'Tuhan' saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

PERTANYAANYA:

1) Bahasa Inggris adalah bahasa Ilmu pengetahuan, sangat tepat penempatanya dan bukan bahasa yang banyak kiasanya seperti bahasa Arab atau bahasa Ibrani yang dapat berarti macam-macam dan dapat di tafsirkan macam-macam karena memiliki turunan. Dalam terjemahan bahasa Inggris untuk 1 Korintus 8:6 sangat jelas Lembaga AlKitab memisahkan antara GOD dan LORD yang semestinya mereka bisa menuliskan GOD untuk Father dan GOD untuk Jesus. Mengapa tidak dilakukan? (Saya yakin para penterjemah Bible menterjemahkan hal yang benar dari Bahasa aslinya, Yunani Θεός)

2) Apakah ini adalah kerancuan Istilah?

Pemahaman arti seperti ayat diatas seringkali dibingungkan oleh tidak jelasnya arti dari kata-kata penting ayat tersebut. Ketidakjelasan itu adalah kerancuan dalam istilah Allah, Tuhan, Tuan, TUHAN. Bukankah semua istilah itu tumpang tindih dapat terjadi kekacauan pengertian yang hebat?

CLUE:

Allah, adalah serapan bahasa Arab. Berasal dari kata Al dan Illah yang artinya Sang Illah. Sementara jika mengacu pada serapan bahasa sansekertanya akan digunakan kata Dewa dari kata Dev (contoh 1 Raja 11:33). Kata Yunani yang digunakan untuk kata ini adalah Theos (Θεός), sedangkan kata Ibraninya adalah Elohim. Ini adalah padanan secara ringkas. Semua mengandung arti “yang memiliki kekuatan supranatural, yang disembah, yang ilahi” tetapi juga khusus kepada Allahnya orang Israel digunakan makna “Sang Mahatinggi”.

LORD atau Tuan, mengandung arti penguasa, pemilik, pengatur. Dengan kata Yunani, kurios (Κύριος) dan kata dasar Ibraninya adon, yang dapat menjadi adoni atau adonai. Tuan dikenakan kepada setiap penguasa baik penguasa dalam rumah (kepala rumah tangga) – seperti Sarah memanggil Abraham (1 Petrus 3:6), raja, pemimpin.

Sehingga penjelasan tentang persamaan tafsiran mengapa Al Qur'an menggunakan Lord untuk Tuhan (Allah, atau Rabbi) menjadi gugur, KARENA:

Allah atau Rabb (GOD) pastilah Tuan (LORD) tetapi tuan (LORD) bukan selalu berarti Allah atau Rabb (GOD)

Perbarui:

@Jari Manis:

Ini lagi Yohanes 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku(Lord) dan Allahku!(God)"... Tuhan atau Tu(h)an?

Perbarui 2:

@Whoo..

Anda orang yang bijaksana, faham betul dengan contains-nya karena memang keyakinan anda begitu, dan saya menghargai keyakinan anda... numun jawaban itu tidak menjelaskan jawaban atas pertanyaan saya... Anyway, terima kasih..:-)

Perbarui 3:

@The weakness...

Itulah sebabnya saya bertanya tentang PENTING-nya menyertakan teks asli dalam Kitab disamping terjemahan.. supaya jika ada apa-apa kita bisa mengembalikanya lagi ke teks awal dari sebuah kitab.

Perbarui 4:

@NoeMoets 2...

Simple saja koq.. tidak muter-muter.

Simple saja cara untuk menguji, karena kita tahu bahwa bahasa Alkitab yang asli katanya Bahasa Yunani, maka adalah baik kita membandingkan terjemahan, karena Alkitab yang ada di Indonesia adalah "terjemahan" yang jelas akan mengandung perbedaan arti, karena sesungguhnya terjemahan tidak dapat di standardkan bukan??? Penjalasan saya adalah bukti dengan menstandardkan Alkitab yang dibuat oleh manusia terbukti ada banyak permasalahaan, lain jika standard tersebut dari Tuhan, maka semua akan sama bukan??

Perbarui 5:

@Yanto W, dan @skywalker....

Terima kasih telah mampir, dan saya sangat menghargai keyakinan anda disini. Ini hanya masalah keilmuan saja... maklum manusia itu selalu ingin tahu...:-)

15 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    He he, gue bukan kristen, tapi mo sok tahu dikit.

    Masalah penggunaan kata 'Allah' untuk 'God' kan karena dulu penerjemah alkitabnya orang Islam.

    God dan Lord jelas beda. God adalah kata untuk sang pencipta atau Tuhan Bapa.

    Yesus sering disebut Lord (yg artinya Penguasa/ Pemimpin), karena (konon) Yesus memenuhi ramalan Yahudi kuno tentang turunnya messiah yg selain bertindak sebagai pemimpin agama, juga sebagai pemimpin kerajaan seperti King David.

    Jadi menurut gue, God= Tuhan Bapa, Lord= Penguasa (atau sering juga disebut raja)= Yesus.

    Kayaknya dulu penerjemah Alkitab Indonesia bingung mengenai konsep trinitas dan sejarah Yesus, jadinya ada sedikit kerancuan.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Salah satu Bukti Bodohnya umat Kristen, setiap arti atau pengertian Injil yang sudah di rubah dari bahas asli nya ke berbagai bahasa di dunia pasti akan terjadi perbedaan pengertian dari bahasa injil sebenarnya dahulu di karenakan setiap bahasa di dunia memliki ada yang memiliki kesamaan kata taua kalimat tapi berbeda makna,

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Apakah Tuhan butuh Ember ??

    Emang lucu-lucu sarjana terbitan LAI

  • 1 dekade yang lalu

    Lah malah kamu puter2in sendiri...

    (bingung sendiri khan??)

    1.

    God diterjemahkan dari Theos, HANYA bisa dialamatkan kepada Sang Ilahi....

    Jadi,

    God hanya bisa untuk sang Ilahi,

    Theos hanya bisa untuk sang Ilahi

    Lord diterjemahkan dari Kurios, Bisa dialamatkan kepada manusia(yang terhormat) MAUPUN kepada Sang Ilahi...

    Jadi,

    Lord, bisa dialamatkan kepada sang Ilahi dan bisa juga dialamatkan kepada manusia

    Kurios, bisa dialamatkan kepada sang Ilahi dan bisa juga dialamatkan kepada manusia

    Jadi memang sudah tepat penterjemahannya....

    Kenapa di ayat kutipan kamu, Jesus tidak dituliskan sebagai GOD??

    Simple aja, karena sumber manuskrip ayat tersebut menuliskan Yesus sebagai Kurios, bukan sebagai Theos....

    2.

    Tidak,

    Karena orang2 yang disurati Paulus bisa paham maksud Paulus,

    Kalau Kurios itu adalah Adonai,

    Adonai adalah cara Yahudi menyebut Sang Ilahi,

    dan iman yang sama diturunkan terus-menerus hingga kini...

    Yang bingung khan kamu....

    Giliran Quran Inggris pake Lord ama God, kamu bisa paham,

    Giliran Bible Inggris pake Lord ama God, kamu ga bisa paham

    ??Standard ganda??

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Whooo
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Bagus sekali pembelajaran anda, saya juga sudah cukup lama mengamati penggunaan kata Tuhan dalam Alkitab bahasa Indonesia, bahwasannya penggunaan kata-kata ini jadi rancu dalam terjemahan Indonesianya, antara Allah, TUHAN dan Tuan.

    Itu sebabnya tentang trinitas, saya selalu menjawab, "Sepanjang yang saya tahu adalah ada tiga yang satu."

    Bahkan dengan embel-embel, "Kalau memang ada tiga trus kenapa?"

    Karena saya belum sampai bisa mengambil kesimpulan bahwa ketiganya itu sepadan dalam hal kedudukan ataupun tingkatan. Tapi dalam pengertian yang sama juga tidak mempertanyakan kesatuan dari tiga itu, kesatuan yang tidak terpisahkan dan tidak terbedakan.

    -Kesatuan yang ketika saya mengasihi Anak, berarti saya mengasihi Bapa.

    -Ketika saya patuh kepada Roh Kudus berarti saya patuh pada Bapa.

    -Ketika saya berdoa pada Anak itu juga berarti saya berdoa pada Bapa.

    -Ketika saya menyembah Anak itu juga sama dengan menyembah Bapa.

    Kemudian dalam kasus trinitas ini juga saya tidak mendapati bahwa Islam menjadi lebih benar dalam pengertian siapakah Yesus Kristus itu. Karena meskipun sebagian besar (jika tidak bisa dikatakan semua) kata "Tuhan" yang dikenakan pada Yesus bisa diartikan sebagai penguasa. Tapi kekuasaanNya di sini adalah mutlak dan menyeluruh, Lord of Lords, Tuan di atas segala tuan, Tuan atas segala makhluk, segala kekuasaan ada di tanganNya dan semua sudah ditundukkan di bawah kakinya.

    Dan jika dikatakan bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Bapa, itulah menunjukkan kedekatanNya pada Bapa, yang terdekat dengan Bapa. Dan kekuasaanNya, yang terbesar di samping Bapa. Tidak ada yang menyamai Dia.

    Jadi bukan sekedar penguasa atau raja. Bukan sekedar manusia atau nabi. Sehingga menurut saya tetap salah jika Yesus diartikan sebagai nabi biasa.

    Selain itu kedudukannya sebagai nabi dan juga pemimpin menunjukkan kesamaan dengan Musa yang juga nabi dan pemimpin. Hanya saja jika Musa adalah nabi dan pemimpin bagi Israel (skala kecil), Yesus adalah nabi dan pemimpin bagi seluruh umat manusia (skala yg lebih besar).

    Jika Musa membebaskan umat Israel (skala kecil) dari perbudakan Mesir (duniawi/jasmani). Yesus membebaskan umat manusia (skala besar) dari perbudakan dosa (sorgawi/spiritual).

    Jika Musa membawa umat Israel (skala kecil) menuju tanah Kanaan (jasmani). Yesus membawa umat manusia, yaitu semua yg mau percaya kepadaNya (skala besar) menuju Kerajaan Sorga (sorgawi/spiritual).

    Dalam hal ini Yesus yg berkebangsaan Israel, nabi, membebaskan dari perbudakan & pemimpin, merupakan nabi yg dinubuatkan Musa, akan datangnya seorang nabi lain seperti dia setelah dirinya.

    Lebih lanjut lagi ini juga menafikan tuduhan kebanyakan muslim bahwa Rasul Paulus-lah yg mencetuskan trinitas. Karena terbukti dalam pengajarannya Rasul Paulus tidak pernah membahas masalah trinitas. Ketika Rasul Paulus menyatakan Yesus sebagai Tuhan, kata Tuhan di sini adalah Lord. Yang membikin rancu adalah penerjemahan Alkitab ke bahasa Indonesia, bukan Rasul Paulus.

    Rasul Paulus lebih membahas kedudukan Yesus sebagai Tuhan (Lord) dan Mesias (Christ), membahas misi pembebasan dan penebusan yang diemban oleh Tuhan Yesus, dsb.

    Sebaliknya justru Rasul Yohanes-lah yg lebih menegaskan ttg Trinitas -> ada tiga saksi di Sorga dan ketiganya adalah satu.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Allah dan Tuhan

    What's different

  • 1 dekade yang lalu

    +ini wahyu Yesus Kristus kepada Yohanes

    Wahyu 1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

    Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan AKU AKAN MENJADI ALLAHNYA(God) DAN IA AKAN MENJADI ANAK-KU.

    Wahyu 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

    -------------

    +Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah(God), tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

    ---------------

    +Yohanes 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku(Lord) dan Allahku!(God)"

    ----------------

    pertanyaan untuk ANda: dengan apakah akan Anda samakan Firman Allah? dengan apakah Anda samakan Roh Allah? Bukankah Firman, Roh, dan Allah adalah satu saja Allah yang Esa?

    semoga paham...

  • 1 dekade yang lalu

    Lalu pertanyaan anda mana? Apa yang anda tanyakan? Buatlah yg spesifik pertanyaan anda lain kali...

    Para ahli bahasa alkitab menerjemahkan kalimat-kalimat dalam Alkitab tidak hanya berdasarkan bahasa Inggris tetapi berdasarkan kitab suci yang ditulis dari bahasa asalnya selain juga memperhatikan waktu dan tempat penulisan 2000 tahun lalu serta kebudayaannya selain berdasarkan penafsiran yg ditentukan oleh gereja Katolik yang menentukan Alkitab.

    Btw mengapa anda dan muslim lainnya terus menerus dan selalu mempersoalkan suku kata per suku kata? Injil dimengerti berdasarkan seluruh perikop bukannya kata per kata.

    Saat ini sudah bukan jamannya lagi krn sudah 2000 tahun serta segala sesuatu ada penjelasannya, bisa cari di Internet, via telpon menanyakan kpd ulama ybs dalam hal ini romo atau pendeta, banyak informasi yg bisa menjabarkannya tidak spt jaman Muhammad dulu..

    Oh, iya.. satu lagi, jangan lupa bahwa suku kata Allah sudah ada di arab jauh sebelum Muhammad ada dan digunakan oleh Alkitab umat Kristiani arab sana. Silakan anda pelajari Alkitab2 yg ada di arab sebelum Muhammad.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Karena saya sudah ber iman bahwa Yesus itu Allah sendiri, aku lebih menyukai terjemahannya Tuhan, lebih komunikatif ke hatiku.

  • 1 dekade yang lalu

    Apakah Tuhan bisa ngobrol dengan Tuhan?... "The Lord said unto my Lord, sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool (Psalm 110:1, KVJ Bible)".

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.