GOD is good ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 1 dekade yang lalu

Saya harus bagaimana ?

Ibu saya meninggal 3th lalu. Bapak saya menikah lagi 3 bulan yg lalu. Dia dgn istri barunya tinggal di rumah yg sertifikatnya atas nama ibu. Sekarang sertifikat masih ditahan di bank sebagai jaminan hutang ibu terdahulu. Si ibu tiri berkemauan utk menebus sertifikat tsb, tapi dgn syarat nama dia harus dicantumkan di sertifikat tsb. Bpk tidak bisa menebusnya karena tidak bekerja.

Saya punya 2 kakak perempuan yg masing2 sudah menikah. Ketika saya bicarakan masalah serifikat tsb, mereka bilang k'lo itu tanggung jwb bpk sebagai kepala keluarga. Saudara2 saya tidak mau diajak patungan utk menebus sertifikat tsb.

Saya harus bagaimana?

Apakah saya salah bila sertifikat atas nama ibu saya itu saya tebus sendiri lalu sertifikat itu saya pegang?

Sebenarnya saya ga' peduli dgn harta 'warisan yg belum jadi' seperti ini. Tapi tante2 saya dari pihak ibu selalu mengingatkan bahwa rumah & tanah tsb adalah hasil jerih payah ibu saya, jgn sampai jatuh ke tangan yg salah.

Apa yg terbaik yg bisa saya lakukan utk menyelesaikan masalah keluarga seperti ini ? Mohon saran dari teman2. Terima kasih !

10 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Hi,

    saya akan jawab berdasarkan advis juridis saya :

    >>> satu hal yg patut kalian ingat adalah dalam hukum perdata SERTIFIKAT PERSIL TANAH merupakan eigendom /milik syah dari nama seseorg yang sudah tercantum pada sertifikat. baik ia masih hidup atau sdh meninggal dunia, dan HANYA BISA DIRUBAH SECARA HUKUM DENGAN AKTA NOTARIS TANAH pada petugas Notaris tanah yg sudah ditentukan kewenangannya

    IBU TIRI anda TIDAK BISA MENCANTUMKAN NAMANYA atau merubah naman yg ada DIDALAM SERTIFIKAT TANAH TSB, secara hukum tindakannya TERLARANG

    BANK bisa melepaskan sertifikat tsb dengan tebusan yg akan dibayar, tidak jadi soal apakah si ibu tiri atau kalian anak2, tetapi MENGUBAH SECARA HUKUM NAMA EIGENDOM DIDALAMNYA tidak semudah klik jempol dan jari tengah ( harap anda mengerti )

    semuanya harus melalui '' akta Notaris, dimana didalamnya harus melibatkan anak-anak almarhum ibu, dalam hal ini anda dan kakak2 sebagai satu2nya akhli waris yang ditinggalkan.

    ayah anda yg sudah menikah kembali TIDAK DIPERKENANKAN MENGAMBIL BAGIAN DIDALAMNYA, oleh karena statusnya telah berubah - bukan lagi suami dari almarhum ibu anda. ayah kalian sudah menikah kembali

    perkawinan merubah status dalam HAK WARIS secara hukum

    yang anda harus lakukan sebagai AKHLI WARIS dari pemilik sertifikat tanah yg kini ditahan oleh Bank sebagai jaminan hutang2 almarhum adalah ;

    a. IBU TIRI tidak ada sangkut pautnya dengan sertifikat ini apapun maksud dia, dia bisa menebus sertifikat tetapi dia TIDAK BERHAK MENGGANTI NAMANYA.

    meskipun kini mereka tinggal dirumah tsb, tetapi secara hukum tanah itu BUKAN MILIK AYAH DAN ISTRI BARUNYA.

    b. ayah kalian BUKAN LAGI AKHLI WARIS karena perkawinan barunya

    c. kalian sebagai anak2 almarhum ibu ADALAH AKHLI WARIS berikutnya

    jadi dalam hal ini secara hukum kalian berhak melakukan ;

    - penebusan

    - membawa sertifikat kepada Notaris tanah untuk dibuatkan BALIK NAMA PEMILIK

    kalian anak2 akan dimintakan izin tertulis diatas meterai oleh Notaris untuk penentuan siapakah diantara anak2 almarhum yg bisa menggantikan nama diatas surat sertifikat tanah tsb

    berdasarkan persetujuan bersama

    - kalian memang BERHAK MEMEGANG SERTIFIKAT TSB dan bukan ayah atau ibu tiri kalian.

    setelah pengurusan BALIK NAMA SELESAI, maka kalian harus membicarakan hal ini kepada ayah dan ibu tiri kalian untuk langkah selanjutnya.

    kalian harus menyelesaikan secara kekeluargaan, apakah membiarkan ayah dan istrinya tinggal dirumah tsb dengan meneruskan pembayaran IPEDAdan IPB tahuan dsb, tetapi tetap SERTIFIKAT adalah WARISAN KALIAN dari ibu.

    atau kalian menjual rumah tsb berikut tanahnya.

    atau secara RELA kalian MENYERAHKAN HAK WARIS INI kepada ibu tiri kalian dan ayah kalian SECARA HUKUM juga lewat jalur hukum - Notaris

    saya nasihatkan JANGAN BERBUAT SESUATU YG MEMBUAT KALIAN MENYESAL DIKEMUDIAN HARI

    hak waris adalah tetap hak waris, seseorang diluar jalur ini tidak berhak menghapus dan menggeser kedudukan yg sdh ditentukan.

    sekian advis juridis saya

    thnx

  • 1 dekade yang lalu

    ..setuju sama @ Della & @ ihilly...sebisa mungkin tebus aja dan pegang sendiri....anda dan saudara kandung adalah ahli waris yg sah...cuma seandainya akan dijual agak sulit kayaknya kalau ga ada surat waris dr ibu....coba di cek ke notaris yg PPAT ( pejabat pembuat akta tanah ) kr ga semua notaris menangani yg beginian...

  • aloha
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    jawaban @ Della sangat jelas dan rinci....

    anda dapat mengikuti sarannya........

    kalau memang anda mampu menebus sertifikat itu sebaiknya di tebus aja...dan sertikfikat itu harus disimpan oleh anda atau saudara anda....jangan sampai terjatuh ketangan Bapak yg pd akhirnya jatuh ketangan ibu tiri anda.....(bukan saya berprasangka buruk pd ibu tiri anda) tapi menurut penuturan anda , ibu tiri sudah jelas2 ingin dicantumkan namanya di sertifikat itu....padahal dia tidak berhak atas rumah itu...

    atau menurut saya sertifikat itu lebih baik dipegang oleh tante(saudara ibu anda) .....

    menurut saya tidak usah memberi tau Bapak dalam penebusan sertifikat ini....karena bapak anda akan selalu dituntut oleh istrinya untuk memasukkan namanya ke sertifikat itu,,,,yg akan menjadi problem lagi dlm keluarga,,,,

    memang kelihatannya ide saya ini agak kejam(tega atau gimana gitu),,,tapi anda tau sendiri zaman sekarang orang tidak segan2 mengambil hak yg bukan miliknya......sedangkan rumah itu peninggalan ibu kalian ...ya kan....

    ini hanya saran dr saya....maaf kl ada kata2 yg kurang berkenan.....

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    kamu ndak salah jika menebus sertifikat itu karena itu adalah hak kamu dan saudara2 kamu. bicarakan kembali kepada saudara2 kamu katakan karena itu adalah satu2nya kenangan dari ibu kamu.

    jika ibu tiri kamu ingin menebusnya dengan catatan nama dia yang akan dicantumkan sebaiknya jangan karena itu berarti rumah itu akan menjadi miliknya.

    klo boleh bicarakan sama saudara2 mu

    rumah itu adalah rumah kalian.

    jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan setidaknya kalian punya tempat untuk pulang.

    jika rumah telah menjadi milik orang lain.

    dimana tempat kalian berkumpul jika kalian saling merindukan satu sama lain dan juga dimana tempat kalian bisa mengenang ibu kalian selain rumah tempat kenangan itu lahir.

    Sumber: pengalaman pribadi
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    hutang itu kan d wariskan ma ahli warisnya kan,,, dlm hal ini sbnrnya ibu tiri lo g da kwajiban tuk melunasinya,,, yg wjib itu adlah kalian ber-4 sebagai ahli warisnya,,,

    kl mnurut gw wjar aja kl ibu tiri lo mo lunasin, n mencntumkan namanya d srtifikat itu...

    tp lbih bagus kl lo sndiri sbg ahli warisnya y kl ahli waris yg lainnya g mau bertanggung jawab... n wajar aja kl lo pegang tuh surat....

  • 1 dekade yang lalu

    assalamuallaikum

    berdoa lah pada Allah mohon padanya dan mitalah padanya

    karna sesunguhnya Allah sangat cinta pada makhluk yg rajin meminta padaNya interaksilah pada Allah insyAllah Allah akan mendengar dan mengabulkan doamu dan jangan pernah sekali pun myesal dalam berdoa

    waalaikum salam

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    kalo aku jd kamu aku jg sama akan berusaha menebusnya bukan krn kita mao mengusainya tp krn kita ga mao jerih payah mama jth ke tgn org lain.seharusnya kakak2mu ikut membantu bukannya diserahkan kepada bapakmu.

    kalo itu diserahkan ama bapakmu dan pasti lah akan di ambil oleh istri mudanya.

    ngmg2,kamu akrab dan baik ga ama ibu tiri kamu?

    hehehe..cuma pgn tau krn aku sendiri jg pny ibu tiri dan aku ga suka ama dia..

  • 1 dekade yang lalu

    agak rumit memang ya.....

    kalau boelan emang bisa menebusnya, gak ada salahnya bulan tebus lalu pegang dan jika kelak bapak sudah berpulang,boelan bisa bicarakan dengan kakak2 boelan agar biaya penebusan dibicarakan bersama. ini bukan soal peduli atau tidak peduli terhadap harta waris. tapi soal peduli pada pengelolaan jerih payah ibu. dan mungkin suatu saat ini dibutuhkan olehmu atau oleh kakak2mu yang kini seolah tak peduli. atau mungkin juga bapak.

    tapi kalau boelan belum bisa menebus (kalau sertifikat yang dijadikan jaminan biasanya jumlah rupiah nya besar bisa diatas 50jtan) dan merasa jika ibu tiri yang menebus efek nya gak bagus biarkan dilelang saja. toh dari hasil lelang boelan bisa dapat pengembalian. dan hasil lelang itu yang kemudian jadi harta warisan.

    kalau ibu tiri boelan nampaknya bisa dipercaya gak ada salahnya dicoba membicarakannya secara kekeluargaan bahwa itu adalah hak anak - anak ibu boelan dan kalian berhutang kepada ibu tiri untuk kemudian mengganti biaya penebusan.

    insyaallah semua ada jalan keluuarnya. semoga dimudahkan ya

  • 1 dekade yang lalu

    yah gak usah repot biar aja ditebus sama siapa aja tapi soal balik nama ahliwaris yg menentukan gampang kan. asal jangan menandatangini surat apapun sebelum di notaris and baca dengan baik ya

  • 1 dekade yang lalu

    Niat kamu utk menebus sdh cukup baik, tapi perlu diingat, bahwa setifikat tersebut atas nama ibu tiri kamu. sesuatu yang sering terjadi karena ketidak pahaman dalam mengatasi masalah. Mungkin akan lebih baik kamu ga usah ikut campur. sebab akan timbul kesalah pahaman bila kamu menebus sertifikat tsb.

    Hal tersebut pernah dialami teman aku dan akhirnya teman aku pergi dari rumah karena dikira akan merebut harta ibu tirinya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.